Anda di halaman 1dari 10

SOSIALISASI dan Pembentukan

RUKUN WARGA (RW) SIAGA


RW siaga merupakan gambaran
masyarakat yang SADAR, MAU, dan
MAMPU untuk mencegah dan mengatasi
berbagai ancaman terhadap kesehatan
masyarakat seperti kurang gizi, penyakit
menular dan penyakit yang berpotensi
menimbulkan kejadian luar biasa
dengan memanfaatkan berbagai sumber
daya dan potensi setempat secara gotong
royong.
Tujuan RW siaga
a. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan.
b. Meningkatnya kejadian masyarakat dalam mengantisipasi dan melakukan
tindakan penyelamatan terhadap ibu hamil, nifas, bayi, anak dan masyarakat.
c. Meningkatnya kejadian masyarakat dalam pengamatan penyakit, dan
faktor resiko, kesiapsiagaan bencana dan kejadian luar biasa (KLB).
d. Meningkatnya kadar gizi keluarga dan perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS).
e. Meningkatnya sanitasi dasar (RAKSA).
f. Meningkatnya UKBM.
STRUKTUR ORGANISASI RW SIAGA
1. Pembina
a. Memberikan pembinaan secara berkala terhadap kegiatan RW siaga.
b. Memberikan bimbingan terhadap anggota RW siaga.
c. Mengevaluasi program dan pelaksanaan kegiatan RW siaga.

2. Ketua
a. Mengkordinasikan kegiatan RW siaga.
b. Memimpin kegiatan pertemuan RW siaga.
c. Membagi tugas kegiatan RW siaga pada anggota setiap unit.
d. Membantu anggota RW siaga untuk melakukan kegiatan pengawasan.
e. Membantu pengawasan pelaksanaan kegiatan RW siaga.
f. Mengevaluasi kegiatan RW siaga.

3. Petugas kesehatan
Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa.
4. Sekretaris
a. Mencatat seluruh kegiatan RW siaga.
b. Melaporkan kegiatan hasil kepada seluruh anggota RW siaga.
c. Menginformasikan kepada tiap anggota pada setiap pertemuan.
d. Pengurusan surat-menyurat dan pengarsipan

5. Bendahara
a. Bertanggung jawab terhadap pengeluaran dan pemasukan dana.
b. Menghimpun semua dana yang masuk.
c. Mencatat pemasukan dan pengeluaran dana RW siaga.
d. Melaporkan keuangan kepada ketua dan seluruh anggota RW siaga.

6. Anggota
a. Melaksanakan kegiatan RW siaga sesuai dengan unitnya.
b. Nelaporkan hal-hal yang berkaitan dengan unit-unit RW siaga kepada koordinator tiap unit.
c. Bekerja sama dengan anggota yang lain dalam kegiatan RW siaga.
d. Pemilihan perangkat/pengurus RW siaga ini beranggotakan wakil dari masing-masing RT.
1. Pokja kadarzi (KIA dan LANSIA)
a. Mengidentifikasi dan memantau kondisi gizi balita (penimbangan,penyuluhan, dan
pemberian vitamin A).
b. Mengidentifikasi pertumbuhan dan perkembangan balita.
c. Mengidentifikasi dan memantau kadarzi.
d. Membantu pemanfaatan perkarangan untuk meningkatkan gizi keluarga seperti penanaman
tanaman obat keluarga (TOGA).
e. Mengidentifikasi dan memantau gizi ibu hamil dan gizi lansia.

2. Pokja PHBS (KIA, LANSIA, REMAJA)


a. Melakukan kegiatan UKBM (upaya kesehatan berbasis masyarakat) yang dikembangkan
seperti:
1). Posyandu balita
2). Posyandu lansia
3). TOGA
4). Pos UKK
3. Pokja lingkungan
a. Melakukan penyuluhan kesehatan lingkungan.
b. Membantu pengelolaan sampah, air bersih.
c. Membantu pengelolaan kebersihan lingkungan (gotong royong, pemantauan jentik).
4. Pokja surveilance
a. Mengamati perkembangan penyakit yang berpotensi wabah di masyarakat seperti
DBD, malaria, diare, campak, ISPA, keracunan, HIV/AIDS (NAPZA).
b. Menggalakan imunisasi di posyandu dan anak sekolah.
5. Pokja kegawatdaruratan
a. Menyelenggarakan tindakan tanggal bencana alam (banjir, longsor), bencana karena
kelalaian manusia (kebakaran, keracunan), bencana karena penyakit (penyakit yang
berpotensi wabah). Seperti pemberian pertolongan pertama pada korban banjir.
b. Menyelenggarakan pertolongan pertama pada hal-hal yang dapat menyebabkan
kematian.
“PESONA PEMBINA:
HATI RW 01” KETUA RW 01 KEL. CINTA DAMAI

KETUA:

SEKRETARIS: BENDAHARA:

POKJA POKJA POKJA POKJA POKJA


KADARZI PHBS KESLING SURVEILAN KEGAWAT-
DARURATAN
TT

TERIMA KASIH