Anda di halaman 1dari 45

DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER

DIsusun oleh:
Rafika Aninda 1115177

Pembimbing:
dr. Christianus W H , M.Si , Med , SpA
Identitas Pasien
 Nama Penderita : An. R.W
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Umur : 4 tahun 0 bulan
 Diagnosa Masuk : Dengue Haemorrhagic Fever
 Tanggal Dirawat : 19 September 2016 pk. 10.30
 Tanggal Diperiksa : 19 September 2016 pk. 16.00
Anamnesis
Heteroanamnesis diberikan oleh ibu pasien pada
tanggal 19 September 2016
Keluhan utama: Demam
 Riwayat perjalanan penyakit :
Anak perempuan berusia 4 tahun 0 bulan
datang ke IGD RSI diantar oleh orangtuanya
dengan keluhan demam sejak 4 hari sebelum masuk
RS, demam timbul mendadak tinggi, terus menerus,
siang sama dengan malam. Demam disertai dengan
keringat banyak.
Keluhan demam disertai nyeri kepala, lemas
badan, mual, dan nyeri ulu hati,. Keluhan
juga disertai timbulnya bintik-bintik merah
pada kedua kaki.
Keluhan tidak disertai muntah, batuk,
pilek, sesak, kejang, gusi berdarah, mimisan
dan penurunan kesadaran.
Pasien belum BAB sudah 3 hari
terakhir. BAK tidak ada keluhan. Anak masih
mau untuk makan dan minum.
Karena keluhan demam nya pasien diberi
obat paracetamol oleh ibunya, demam turun
sesaat setelah minum paracetamol.
Penderita baru pertama kali sakit
seperti ini. Riwayat anggota keluarga dan
lingkungan di sekitar penderita disangkal.
Riwayat penyemprotan nyamuk demam
berdarah di lingkungan penderita dalam 3
bulan terakhir disangkal.
 Riwayat Kehamilan dan Persalinan :

 Pasien adalah anak ke-2 dari 2 anak


 Pasien lahir cukup bulan, persalinan normal dibantu
oleh dokter
 Berat badan lahir pasien adalah 3500 gram, dan
panjang badan lahir 52 cm
 Ibu pasien tidak pernah abortus.
 Tumbuh kembang anak :
 Berbalik : 4 bulan
 Duduk : 6 bulan
 Berdiri : 11 bulan
 Berjalan : 12 bulan
 Bicara 1 kata : 9 bulan
 Bicara 1 kalimat : 14 bulan
 Membaca : (-)
 Menulis : (-)
Riwayat Imunisasi

Dasar Ulangan Anjuran

1. BCG √ - 6. HiB -

2. DPT √ √ √ - - - 7. MMR -

3. Polio √ √ √ - - - 8. Hep A -

4. Hep.B √ √ √ - - - 9. Cacar air -

5. Campak √ -
 Makanan :
 ASIsejak 0 sampai 12 bulan
 MPASI sejak usia 6 bulan

 Nasi sejak usia 16 bulan


Riwayat Penyakit Dahulu
 Batuk – pilek : √
 Diare : √
 Tifus perut : -
 Pneumonia : -
 Batuk rejan : -
 Difteri : -
 Tetanus : -
 Hepatitis : -
 TBC : -
 Cacar Air : -
 Campak : -
 Ginjal : -
 Asma / Alergi : -
 Kejang : -
 Lainnya : -
Riwayat Penyakit Keluarga
 Asma : -
 TBC : -
 Ginjal : -
 Lain – lain : -
 Penyakit darah : -
 Peny. Keganasan: -
 Kencing Manis : -
 Darah tinggi : -
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan Umum
 Kesadaran : CM (M6V5E4)
 Keadaan sakit : Sakit sedang
 Posisi serta aktivitas : Berbaring, tidak ada letak
paksa

 Tanda-tanda Vital
 Tekanan Darah : 90/70 mmHg
 Nadi : 127 x/menit, regular, equal, isi cukup
 Suhu tubuh aksiler : 37,5OC
 Pernafasan : 24x/menit
 SpO2 : 99%
 Pengukuran
 Umur : 4 tahun 0 bulan
 Berat badan : 17 kg
 Tinggi badan : 110 cm
Pemeriksaan Sistemik
 Kulit : anemis (-), ikterik (-), petekie (+)
ekstremitas bawah, turgor kembali
cepat
 KGB : tidak teraba membesar
 Rambut : hitam, tidak mudah dicabut
 Kepala : bentuk dan ukuran simetris
 Mata : konjungtiva hiperemis -/-, sklera ikterik
-/-, reflek cahaya +/+.
 Hidung : PCH -/-, sekret (-).
 Telinga : sekret -/-, nyeri tekan -/-.
 Mulut : bibir sianosis (-), sariawan (-),
mukosa bibir dan mulut tidak kering
 Leher : retraksi suprasternal (-), trakea sentral
 Thorax :
 Inspeksi : Bentuk dan pergerakan simetris kanan = kiri, retraksi interkostalis
(-)
 Palpasi : Pergerakan simetris kanan = kiri
 Perkusi : Sonor, kanan = kiri
 Auskultasi: VBS +/+ kanan = kiri, Rh -/-, Wh -/- , bunyi jantung S1 S2 reguler,
murmur (-)
 Abdomen :
 Inspeksi : Datar, retraksi epigastrium (-)
 Auskultasi : Bising usus (+) normal
 Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
 Palpasi : Soepel, nyeri tekan epigastrium (+), hepar teraba 3cm BAC,
konsistensi kenyal, permukaan rata, tepi tajam, nyeri tekan (-), lien tidak teraba
membesar
 Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, sianosis (-), petekie (+) ekstremitas
Pemeriksaan Penunjang
 Usul Pemeriksaan Penunjang :
 Hematologi rutin (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit)
 IgM & IgG anti Dengue
19 September 2016
 Hb : 11,5 g/dl
 Ht : 36 %
 Leukosit : 6.000/mm3
 Tc : 110.000/mm3
 Eri : 4,8 juta/mm3
 MCV : 73,3 fl
 MCH : 23,7 pg/ml
 MCHC : 32,3 %
Resume
 Seorang An. perempuan usia 4 tahun 0 bulan, datang ke IGD
RSI dengan keluhan :
 Febris sejak 4 hari lalu, mendadak tinggi, terus menerus, siang sama
dengan malam, diaforesis (+)
 Manifestasi perdarahan : terdapat petekie (+) pada kedua
ekstremitas bawah. Menyangkal vomiting, gusi berdarah, dan mimisan.
 Cephalgia, malaise, nausea, dan abdominal pain.
 Pasien belum BAB sudah 3 hari terakhir.

 Riwayat berobat : minum paracetamol dari hari pertama febris, febris


turun sebentar
 Riwayat lingkungan: -
 Riwayat penyakit dahulu : -
 Riwayat penyakit keluarga : -
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan Umum
 Kesadaran : CM (M6V5E4)
 Keadaan sakit : Sakit sedang
 Posisi serta aktivitas : Berbaring, tidak ada letak paksa

 Tanda-tanda Vital
 Tekanan Darah : 90/70 mmHg
 Nadi : 127 x/menit, regular, equal, isi cukup
 Suhu tubuh aksiler : 37,5OC
 Pernafasan : 24x/menit
 SpO2 : 99%
 Pengukuran
 Umur : 4 tahun 0 bulan
 Berat badan : 17 kg
 Tinggi badan : 110 cm
Pemeriksaan Sistemik

 Kulit : anemis (-), ikterik (-), petekie (+)


ekstremitas bawah, turgor kembali
cepat
 KGB : dalam batas normal
 Rambut : dalam batas normal
 Kepala : dalam batas normal
 Mata : dalam batas normal
 Hidung : dalam batas normal
 Telinga : dalam batas normal
 Mulut : dalam batas normal
 Leher : dalam batas normal
 Thorax : dalam batas normal

 Abdomen :
 Inspeksi : Datar, retraksi epigastrium (-)
 Auskultasi : Bising usus (+) normal
 Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
 Palpasi : Soepel, nyeri tekan epigastrium (+), hepar
teraba 3cm BAC, konsistensi kenyal, permukaan rata, tepi
tajam, nyeri tekan (-), lien tidak teraba membesar
 Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, sianosis (-), petekie
(+) ekstremitas
 Hasil Lab (19/9/2016)
 Tc 110.000/mm3
 Hasil Lab (20/9/2016)
 Tc 91.000/mm3
 Hasil Lab (21/9/2016)
 Tc 76.000/mm3
 Hasil Lab (22/10/2016)
 Tc 81.000/mm3
 Hasil Lab (23/10/2016)
 Tc 146.000/mm3
Diagnosis
 Diagnosis Banding :
 Dengue Haemorrhagic Fever grade II
 Viral Infection

 Diagnosis Kerja : Dengue Haemorrhagic Fever


grade II
Pemeriksaan Penunjang
 Usul Pemeriksaan Penunjang :
 Hematologi rutin (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit) → cek Ht,
Tc serial
 IgM & IgG anti Dengue
Penatalaksanaan
 Terapi non medikamentosa:
 Tirah baring
 Diet makanan lunak
 Cek Ht, Tc serial
 Observasi tanda-tanda syok dan perdarahan
 Edukasi pasien untuk banyak minum
 Terapi medikamentosa:
 Parasetamol po 3x ¾ tab 500 mg (bila demam)
 Microlac (per rectal)
Prognosis
 Quo ad vitam : ad bonam
 Quo ad functionam : ad bonam
 Quo ad sanationam : ad bonam
Pencegahan
 Edukasi orangtua untuk melakukan program 4M plus

 Menguras, Menutup, Mengubur, Memantau


 Plus : Hindari gigitan nyamuk pada pagi dan sore hari,
gunakan repelen atau memasang kelambu
Follow-up harian
Tanggal KU, TTV, PF, PP Advis Dokter
20/9/ 2016 KU: demam belum stabil, belum BAB sudah 4hari -rawat inap
TTV: TD 90/70, N 112x/menit(equal, isi cukup), R 26x/menit, S 36,6
-infus RL 1375cc/24jam
C
-PCT 3x1 ½ cth PO (jika demam)
-Microlac I supp (per rectal)
PF: nyeri tekan epigastrium (+), hepar teraba 3cm BAC, konsistensi
-Monitor TTV & I/O, tanda2 perdarahan
kenyal, permukaan rata, tepi tajam, nyeri tekan (-), petekie(+)
-Beri minum cukup
-Cek Ht, Tc
Lab: Ht 36, Tc 91.000
-terapi lanjutkan

21/9/2016 KU: demam belum stabil, batuk (+) dahak bening, belum BAB 5hari -rawat inap
-infus RL 1375cc/24jam
TTV: TD 100/60, N 110x/menit(equal, isi cukup), R 24x/menit, S
-PCT 3x1 ½ cth PO (jika demam)
37,9 C
-Microlac I supp (per rectal)
-Ambroxol 3x1/2 cth PO
PF: nyeri tekan epigastrium (-), hepar teraba 3cm BAC, konsistensi
-Monitor TTV & I/O, tanda2 perdarahan
kenyal, permukaan rata, tepi tajam, nyeri tekan (-), petekie(-)
-Beri minum cukup
-Cek Ht, Tc
Lab: Ht 34, Tc 76.000
-terapi lanjutkan
22/10/20 KU: demam belum stabil, batuk (+), sudah dapat BAB -rawat inap
16 -infus RL 1500cc/24jam
TTV: TD 100/60, N 112x/menit(equal, isi cukup), R -PCT 3x170mg IV(jika demam)
24x/menit, S 37,2 C -Ambroxol 3x1/2 cth PO
- Monitor TTV & I/O, tanda2
PF: nyeri tekan epigastrium (-), hepar teraba 3cm BAC, perdarahan
konsistensi kenyal, permukaan rata, tepi tajam, nyeri -Beri minum cukup
tekan (-), petekie(-) -Cek Ht, Tc
- terapi lanjutkan
Lab: Ht 39, Tc 81.000

23/10/20 KU: demam sudah stabil, batuk (+) -rawat inap


16 -infus RL 1500cc/24jam
TTV: TD 100/60, N 100x/menit(equal, isi cukup), R -PCT 3x170mg IV(jika demam)
26x/menit, S 36,8 C -Ambroxol 3x1/2 cth PO
- Monitor TTV & I/O, tanda2
PF: nyeri tekan epigastrium (-), hepar teraba 3cm BAC, perdarahan
konsistensi kenyal, permukaan rata, tepi tajam, nyeri -Beri minum cukup
tekan (-), petekie(-) -Cek Ht, Tc
- terapi lanjutkan
Lab: Ht 37, Tc 146.000
Pembahasan
• Definisi
Penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh salah satu ari
4 jenis virus dengue (DEN-1,2,3,4) dengan gejala klinik
sangat bervariasi, mulai dari asimptomatik, demam non
spesifik, demam berdarah dengue primer yang ditandai
oleh manifestasi perdarahan hingga yang bertendensi
menimbulkan renjatan yaitu dengue shock syndrome.
Epidemiologi
 Faktor penyebaran demam berdarah :
 pertumbuhan penduduk yang meningkat
 urbanisasi yang tidak terencana dan tidak terkendali
 tidak adanya kontrol vektor nyamuk yang efektif di daerah endemis.
 Tingkat morbiditas dan mortalitasnya dipengaruhi oleh :
 status imunitas pejamu
 kepadatan vektor nyamuk
 transmisi virus dengue
 faktor virulensi virus
 kondisi geografis setempat.
 Prevalensi pada laki-laki dan perempuan sama, namun tingkat kematian
lebih tinggi pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Paling
banyak biasanya terjadi pada anak-anak kurang dari 15 tahun dan usia
dewasa muda.
Etiologi
 DEN 1,2,3,4
Patogenesis
 Virus dengue bersirkulasi di darah perifer dengan
sel target monosit, makrofag, sel kupffer →
kompleks virus-antibodi → aktivasi komplemen →
anafilatoksin (c3a, c5a) → permeabilitas kapiler
meningkat → perembesan plasma → hipovolemi
→ shock (anoksia, asidosis)
 perembesan plasma → ht ↑, Na ↓, cairan dalam
rongga serosa
diagnosis
Manifestasi klinik
 Onset demam yg akut 2 – 7 hari
 Manifestasi perdarahan: test tourniquet +,
petechiae, ekimosis atau purpura, atau perdarahan
dari mukosa , GIT, atau tempat lainnya.
 Tc ≤ 100.000 cells/mm3
 Plasma leakage (↑ht ≥ 20%) → efusi pleura, asites,
hipoproteinemia albuminemia.
Pemeriksaan penunjang
 Hematologi rutin
 Imunoserologis
 IgG IgM anti dengue
 NS-1 antigen

 Fx hepar (SGOT, SGPT)


penatalaksanaan
 Prinsip pemberian terapi cairan pada DHF :
 Isotonic crystalloid kecuali pada bayi < 6 bulan diberikan
0,45% NaCl
 Hiperonkotik koloid (osmolaritasnya > 300mOsm/l) contoh
dextran 40 atau starch solution diberikan pada pasien
dengan kebocoran plasma massif yang tidak responsif
terhadap pemberian kristaloid. Pemberian iso-onkotik
koloid seperti plasma dan hemaccel juga dianggap tidak
efektif.
 Pemberian cairan maintenance +5% dehydration 
adekuat untuk volume intravaskular dan sirkulasi

 Pemberian obat-obatan simptomatik untuk mengurangi gejala


seperti antipiretik, antiemetik.
komplikasi
 DIC
 Multiorgan failure → hepar & renal disfungsi
 Efusi pleura
 Heart failure
 Asites
 Syok (DSS)
pencegahan
TERIMAKASIH