Anda di halaman 1dari 24

Anamnesis

Data yang dibutuhkan :


○ Identitas pasien
○ Riwayat penyakit sekarang
○ Lama diare, Frekuensi, Volume, Warna , Lendir/darah, Bau, Berat
Badan sebelum sakit, riwayat makan/minum
○ Riwayat penyakit dahulu
○ Riwayat kesehatan keluarga
○ Riwayat pribadi, sosial-ekonomi-budaya
Pemeriksaan Fisik
 Periksa TTV
 Inspeksi, mata yg cekung
 Palpasi, turgor kulit
 Perkusi
 Auskultasi, dengar bising usus
Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan darah tepi lengkap (hemoglobin,
hematokrit, leukosit, hitung jenis leukosit).
 Diare karena virus  hitung jenis leukositnya yang normal
 Diare karena infeksi bakteri  t.u pada infeksi bakteri invasif ke
mukosa,  memiliki leukositosis dengan kelebihan darah putih.

 Pemeriksaan tinja
 Bentuknya cair, setengah padat,atau bercampur
darah/lendir.
 Apakah ada amoeba, cacing/telur, leukosit, dan eritrosit.
Lanjutan PP..
 Adanya gelembung lemak  Kemungkinan malabsorbsi
lemak dan penyakit pancreas.
 Adanya eritrosit menunjukan  infeksi
 Adanya leukosit kemungkinan  ada inflamasi usus.

 Tes serologi
 untuk mengetahui ada tidaknya antibody terhadap antigen
penyebab diare tersebut
Diagnosis Banding
 Disentri
Diare disertai darah dan lendir pada tinjanya.
Penularannya secara fecal –oral kontak dan orang ke
orang atau kontak orang dengan alat rumah tangga,
menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi
dan biasanya terjadi pada daerah dengan sanitasi dan
higiene perorangan yang buruk.
Komplikasi : anoreksia, penurunan BB
Penyebab : Shigella, Salmonella, Compylobacter jejuni
Lanjutan..
 Keracunan makanan
 Penyebab keracunan makanan secara
sederhana dapat dibagi menjadi 2 jenis:
○ Keracunan makanan akibat bakteri (Bacterial
Food Poisoning)
○ Keracunan makanan bukan akibat bakteri
(Non-Bacterial Food Poisoning)
Lanjutan…
 Staphylococcal Food Poisoning
 Masa inkubasi: 1-6 jam
 Nyeri perut (dengan kram) yang disertai muntah
hebat yang berulang
 Segera mereda dalam 6 atau 8 jam, jarang
sekali sampai melebihi 24 jam
Lanjutan…
 Bacillus cereus Food Poisoning
 Berbentuk batang, aerob, berspora, gram-negatif,
tersebar luas di alam
 Masa inkubasi 2-6 jam
 Diare berat, nyeri perut, tenesmus rektum, nausea,
dan terkadang muntah
Lanjutan…
 Clostridium Botulinum Food Poisoning
 Batang, anaerob, gram-positif, spora-toksin
 Paralisis otot dan gangguan saluran cerna dan dapat berakhir
dengan kematian
 Masa inkubasi antara 12 dan 36 jam (kisaran 2 jam sampai 14
hari)
 Gejala gastrointestinal, terutama jenis E, yaitu nausea, muntah,
nyeri perut dan distensi
Diagnosis Kerja
 Diare cair akut
Diare yang jelas mulainya dan kemudian dapat sembuh kembali
dengan normal dalam waktu yang relatif singkat. <7 hari.
Penyebab diare akut dapat berupa infeksi ataupun non infeksi

Infeksi : rotavirus, E. coli, kolera

Non infeksi : obat-obatan, alergi makanan, tinja biasanya


cair, tanpa disertai darah. bahaya komplikasi dehidrasi
Etiologi
Etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa faktor, yaitu :

 Faktor infeksi

 Infeksi enteral, meliputi :


Infeksi bakteri : Vibrio, E.colli, Salmonella, Shigella,
Campylobacter, Yersinia, Aeromonas dsb.

 Infeksi virus : Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus

 Infeksi parasit : Cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris,


Strongyloides), Protozoa (Entamoeba hystolitica, Giardia lamblia,
Trichomonas hominis)
Lanjutan …
 Infeksi parenteral : infeksi dibagian tubuh lain di luar alat
pencernaan.

 Malabsorbsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa, maltosa


dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa, dan
galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering ialah
intoleransi laktosa.
Epidemiologi
 Perilaku kehidupan sehari hari :
 BAB sembarangan, hygine
 Imuno defisiensi
 Kurang gizi
 Variasi musim
Patofisiologi
 Gangguan osmotik
Makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan
osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran
air dan elektrolit kedalam rongga usus, hal ini menyebabkan isi
rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus
mengeluarkannya (diare)

 Gangguan sekresi
Toxin pada dinding usus meningkatkan sekresi air dan lektrolit
kedalam usus, peningkatan isi rongga usus merangsang usus untuk
mengeluarkannya.
Lanjutan…
 Gangguan motalitas usus
 Hyperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus
untuk menyerap makanan.
 peristaltik yang menurun menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan
menyebabkan peradangan pada rongga usus sehingga sekresi air
dan elektrolit meningkat hal ini menyebabkan absorsi rongga usus
menurun sehingga terjadilah diare.
Dehidrasi

Dehidrasi ringan (hilang cairan 2-5% BB): gambaran klinisnya turgor


kurang, suara serak (vox cholerica). Pasien belum jatuh dalam pre-
shock.

Dehidrasi sedang ( hilang cairan 5- 8% BB): turgor buruk, suara


serak, pasien jatuh dalam presyok atau syok, nadi cepat , napas cepat
dan dalam.

Dehidrasi berat ( hilang cairan 8- 10 BB): tanda dehidrasi sedang


ditambah dengan kesadran menurun ( apatis sampai koma), otot- otot
kaku sianosis.
Dehidrasi
 Berdasarkan kadar ion Na+ :
 Dehidrasi hipotonik (dehidrasi hiponatremia) yaitu bila kadar
natrium dalam plasma kurang dari 130mmol/L

 Dehidrasi isotonik (dehidrasi isonatremia) bila kadar natrium


plasma 130-150mmol/L.

 Dehidrasi hipertonik (hipernatremia) bila kadar natrium dalam


plasma lebih dari 150mmol/L.
Faktor resiko yang mengalami diare infeksi

1. Baru saja berpergian:


ke negara berkembang, daerah tropis

2. Makanan atau keadaan makanan yang tidak biasa:


makanan laut terutama yang mentah
Penatalaksanaan
 Medika Mentosa ( obat anti-diare )
 Derivat opioid misal Loperamid
 Obat yang mengeraskan tinja: atapulgite
 Obat anti sekretorik : Hidrasec
 Obat antimikroba  diduga mengalami infeksi bakteri invasif
diare turis atau imunosupresif

 Non Medica Mentosa


 Rehidrasi intravena
 Rehidrasi oral, contoh: oralit
 Pemberian makanan enteral dan pemilihan diet
Komplikasi
 Komplikasi yang sering terjadi pada anak yang
menderita diare adalah :
1.Dehidrasi
2.Hipokalemi.
3.Hipokalsemi
4.Hiponatremi.
6.Syok hipovolemik
7.Asidosis.
Pencegahan
 Mempromosikan pemberian ASI ekslusif

 Meningkatkan kualitas makanan pendamping ASI

 Imunisasi rotavirus
Dianjurkan penggunaan vaksin bovine-based pentavalent rotavirus
oral secara rutin pada batita usia 2, 4, 6 bulan.

 Meningkatkan sanitasi air

 Menjaga kebersihan diri


Prognosis
 Dengan penggantian cairan yang adekuat, perawatan
yang mendukung dan terapi antimikroba jika
diindikasikan hasilnya sangat baik.
Kesimpulan
 Diare akut merupakan masalah yang sering terjadi di negara
berkembang. Sebagian besar bersifat self limiting sehingga
yang perlu diperhatikan keseimbangan cairan dan elektrolit,
bila karena infeksi bakteri dapat diberikan terapi antimikroba.

 Hipotesis diterima