Anda di halaman 1dari 22

1

GONORRHEA

Herpes

TRICHOMONAS

2
Insiden

• 62 juta kasus baru di seluruh dunia


• Komplikasi terbanyak  negara berkembang

Etiologi

• Diplokokus gram negatif

Transmisi

• Seks oral, anal, vaginal (resiko 50% perkontak, 90% stlh 3x


kontak)
• Transmisi Vertikal  30-47% bila tjd infeksi serviks pd
waktu persalinan pervag atau bila tjd PROM
• Inkubasi : 1-14 hari, rata-rata 2-7 hari
3
Sebagian besar asimptomatik
G
Infeksi serviks : eksudat servikal
purulen/mukopurulen, edema, perdarahan E
Infeksi saluran kencing  70-90% wanita dgn J
servisitis GO  disuria >>
A
Tidak menyebabkan vaginitis
L
Co infeksi dgn BV, Chlamydia trachomatis,
trichomonas
A
4
Gonococcal Cervicitis

5
• Kondom • Wanita hamil
• Skrening dgn High
• Partner Tx risk

pencegahan Skrening

terapi diagnosis

• ceftriaxone • Kultur
IM • NAATs
• Cefixime po • grams
6
Abortus spontan
persalinan prematur, Transmisi vertikal 
PROM, konjungtivitis 
koriamnionitis, kebutaan
mortalitas perinatal

Fasilitasi transmisi Meningkatnya resiko


infeksi HIV infeksi postpartum

7
(Am Fam Physician 2007;76:265-70, 8
(Am Fam Physician 2007;76:265-70, 9
Insiden

• ± 92 juta kasus di seluruh dunia

Etiologi

• Chlamidia trachomatis : bakteri intrasel obligat


• Sel target : sel skumokolumnar serviks, konjungtiva,
uretra, rektum
• Inkubasi : 7-21 hari

Transmisi

• sex oral, anal, vaginal, trasmisi vertikal (>> pada


waktu persalinan pervag)
10
Source: Seattle STD/HIV Prevention Training Center 11
 Usia< 25 tahun
 pasangan seksual multipel
 pasangan seksual baru dalam 3 bulan
terakhir
 penggunaan kontrasepsi barier yg
inkonsisten
 PMS`sebelumnya/ berulang
 vaginal discharge
 servisitis mukopurulen
 tanda servisitis pada pemeriksaan fisik

12
• Kondom • Adanya
• Skrening faktor resiko
• Partner Tx • Tanda
servisitis

Pencegahan Skrening

Terapi Diagnosis

• Azithromycin 1gr
po • Serologis 
not
• Amoxicillin 3x 500 recommend
(7 hr)
• NAATs
• Erythromycin 4 x
500 mg (7 hr)
13
Insiden
• ± 180 jt kasus baru di seluruh dunia  >> negara berkembang
• >>usia paruh baya, partner seksual multipel, populasi PMS tinggi
Etiologi
• Protozoa, Trichomonas vaginalis
• Inkubasi 2-28 hari (>> 4-7 hari)

Transmisi
• Coitus  66-100%
• Transmisi vertikal : 2-17%

14
15
2nd trimester  Infeksi + Tx
30% persalinan metronidazole  Meningkatkan
prematur >> resiko resiko infeksi HIV
dan/atau sgn persalinan 2x
BBLR prematur

16
• No evidence 
• kondom asimptomatik

Pencegahan Skrening

Terapi Diagnosis
• Nitroimidazoles
• Metronidazole 2 gr (single), 2x500
mg (7 hr)  simptomatik UK
• Wet mount 
berapapun low sensitivity
• Tinidazole 2 gr (single)  KI • gold standar 
trimester 1 kultur
• Tx untuk partner seksual

17
Insiden

• 20-30% wanita hamil pny IgG HSV-2  2- 4% serokonversi slm


kehamilan  90% tidak terdiagnosa

Etiologi

• HSV virus  DNA virus

Klasifikasi

• Infeksi primer, infeksi non- primer, infeksi berulang (rekuren)

Transmisi

• Transmisi vertikal : kontak dengan sekresi vagina (persalinan pervag


pd infeksi primer  40-50% resiko infeksi)
• Transmisi transplasental : jarang (1st trimester  mikrosefali,
hidrosefalus, ventrikulomegali, spastisitas, hepatoseplenomegali, dan
fleksi ekstremitas) 18
gejala komplikasi

ibu  menyebar 
70% asimptomatik hepatitis,
encephalitis

Bayi : neonatal
herpes  50% CNS
30 % : lesi minimal
dis, 30% meninggal,
– lesi genital luas
40 % kerusakan
neurologis

19
20
• Kondom • Kultur
• SC pd inf. • PCR
primer • serologis

Pencegahan Diagnosis

Mode of
Terapi
delivery

• SC  lesi aktif, • Obat


gejala prodromal antiviral
HSV (+), infeksi
primer pd wkt
persalinan

21