Anda di halaman 1dari 35

PERANCANGAN KOTA

KAJIAN URBAN DESIGN DALAM PRODUK


PERENCANAAN KOTA
1. Willyanto
2. Nurul Amirah Kh.
3. Muhammad Resnu A.
4. Fajriati Lestari
5. Hafiz Auliandri
6. Zuhallfi Akbar Rinda
NAMA 7. Yudistira Syhreza
8. Klaudia Efivania
KELOMPOK 9. Adinda Rizky Ifada
10. Meli Ardiana
11. Syarid Ferdian D.
12. Yudi Bahagia S.
13. Zulfianto
14. Fransiskus Kurniawan
15. Novanda
16. Aditya Putera L.
APA ITU
PERANCANGAN
KOTA ?

SEGI PROFESI
Hubungan antara Arsitektur dan
Perencanaan Kota

SEGI KEILMUAN
Merupakan bagian dari proses
perencanaan
PRODUK
PERENCANAAN

PERMEN
NO 16
Th 2018

UU NO
PERATURAN
26 Th PENDUKUNG
2007
RUANG LINGKUP

UU NO 26 TAHUN 2007 PERMEN NOMOR 16 TAHUN 2018


ELEMEN-ELEMEN PERANCANGAN KOTA

1. TATA GUNA LAHAN


2. BENTUK DAN MASSA BANGUNAN
3. SIRKULASI DAN PARKIR
4. RUANG TERBUKA
5. JALUR PEDESTARIAN
6. AKTIVITAS PENDUKUNG
7. RAMBU-RAMBU
8. PRESERVASI
TATA GUNA LAHAN

Tata Guna Lahan merupakan elemen pokok dalam urban design yang menentukan dasar
perencanaan dalam dua dimensi, bagi terlaksananya ruang tiga dimensi.
Tata guna lahan merupakan suatu pengaturan lahan dan keputusan untuk menggunakan
lahan bagi maksud tertentu sesuai dengan peruntukannya
BENTUK DAN MASSA BANGUNAN

Building form and massing membahas mengenai bagaiamana bentuk dan massa-massa
bangunan yang ada dapat membentuk suatu kota serta bagaimana hubungan antar massa
yang ada.
SIRKULASI DAN PARKIR

Sirkulasi adalalah elemen perancangan kota yang secara langsung dapat membenruk dan
mengkontrol pla kegiatan kota, sebagaimana halnya dengan keberadaan system transportasi
dari jalan public, pedestarian way, dan tempat-tempat transit yang saling berhubungan akan
membentuk pergerakan (suatu kegitan)
RUANG TERBUKA

Ruang Terbuka (Open Space) adalah suatu sebutan yang diberikan orang atas ruang yang
terjadi karena pembatasan alat hanya pada dua unsur atau bidang, yaitu alas dan dinding
tanpa bidang atap (terbuka).
Ruang Terbuka dibagi menjadi 2; Ruang Terbuka Aktif dan Ruang Terbuka Pasif
Elemen ruang terbuka kota meliputi lanskap, jalan, pedestarian, taman, dan ruang-ruang
rekreasi
AKTIVITAS PENDUKUNG (ACTIVITY SUPPORT)

Aktivitas Pendukung adalah semua kegiatan yang menyakut seluruh penggunaan dan kegitan-
kegiatan yang menunjang keberadaaan ruang-ruang umum kota.
Aktivitas pendukung dapat berupa sarana pendukung yang memiliki fungsi dan guna elemen
kota yang dapat membangkitkan aktivitas seperti pusat perbelanjaan, taman rekreasi, alun-
alun dan sebagainya.
JALUR PEDESTARIAN (PEDESTRIAN WAY)

Elemen pejalan kaki harus dibantu interaksinya pada elemen-elemen dasar desai tata kota
dan harus berkaitan dengan lingkungan kota dan pola-pola aktivitas serta sesuai dengan
rencana perubahan atau pembangunan fisik bagi kota di masa mendatang
Adapun aspek-aspek:
• Pendukung aktivitas di sepanjang jalan, adanya sarana komersial seperti took, restoran,
café
• Street furniture berupa pohon-pohon, rambu-rambu, lampu, tempat duduk, dan sebagainya
TANDA-TANDA (SIGNES)

Jenis-jenis tanda (sign)


1. Identitas
2. Nama bangunan
3. Petunjuk Sirkulasi
4. Komersial
5. Petunjuk Lokasi
6. Informasi
PRESERVASI

Preservasi dalam perancangan kota adalah perlindungan terhadap lingkungan tempat tinggal
(permukiman) yang ada dan urban places (alun-alun, plasa, area perbelanjaan) yang ada dan
mempunyai ciri khas, sepertihalnya perlindungan terhadap bangunan bersejarah.
UNDANG-UNDANG NO.26 TAHUN
2007 TENTANG PENATAAN RUANG
TATA GUNA LAHAN
UU No. 26 Tahun 2007

• Penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem, fungsi utama kawasan, wilayah administratif,
kegiatan kawasan, dan nilai strategis Kawasan. (Pasal 4)
• Penataan ruang berdasarkan fungsi utama Kawasan terdiri atas kawasan lindung dan kawasan
budi daya. (Pasal 5 ayat 2)
• Penataan ruang berdasarkan wilayah administrative terdiri atas penataan ruang wilayah nasional,
penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota. (Pasal 5 ayat 3)
• Penataan ruang berdasarkan kegiatan Kawasan terdiri atas penataan ruang kawasan perkotaan
dan penataan ruang kawasan perdesaan. (Pasal 5 ayat 4)
BENTUK & MASSA BANGUNAN
UU No. 26 Tahun 2007

Pasal 36 ayat 1 : Peraturan zonasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 disusun sebagai
pedoman pengendalian pemanfaatan ruang.
• Koefisien Dasar Hijau
• Koefisien Dasar Bangunan
• Koefisien Lantai Bangunan
• Garis Sempadan Bangunan
SIRKULASI & PARKIR
UU No. 26 Tahun 2007

Pasal 33 ayat 3 : Penatagunaan tanah pada ruang yang direncanakan untuk pembangunan
prasarana dan sarana bagi kepentingan umum memberikan hak prioritas pertama bagi
Pemerintah dan pemerintah daerah untuk menerima pengalihan hak atas tanah dari
pemegang hak atas tanah.
a. jalan umum dan jalan tol, rel kereta api (di atas tanah, di ruang atas tanah, ataupun di
ruang bawah tanah), saluran air minum/air bersih, saluran pembuangan air dan sanitasi;
serta
b. pelabuhan, bandar udara, stasiun kereta api, dan terminal;
RUANG TERBUKA
UU No. 26 Tahun 2007

Ruang Terbuka Hijau Publik : Ruang Terbuka Hijau Privat :


• Taman Kota • Kebun
• Taman Pemakaman umum • Halaman rumah/Gedung milik
• Jalur hijau sepanjang jalan masyarakat/swasta yang ditanami
tumbunhan
• Sungai

Pasal 28 poin a dan b, Pasal 29 Ayat (1), ayat (2) dan ayat (3)
JALUR PEDESTRIAN
UU No. 26 Tahun 2007

Rencana penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki, angkutan
umum, kegiatan sektor informal, dan ruang evakuasi bencana, yang dibutuhkan untuk
menjalankan fungsi wilayah kota sebagai pusat pelayanan sosial ekonomi dan pusat
pertumbuhan wilayah. (Pasal 28 poin c)
AKTIVITAS PENDUKUNG
UU No. 26 Tahun 2007

• Pasal 1 ayat 3 : Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman


dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai
pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis
memiliki hubungan fungsional.
• Pasal 33 ayat 3 : Penatagunaan tanah pada ruang yang direncanakan
untuk pembangunan prasarana dan sarana bagi kepentingan umum
memberikan hak prioritas pertama bagi Pemerintah dan pemerintah
daerah untuk menerima pengalihan hak atas tanah dari pemegang hak atas
tanah.
TANDA-TANDA
UU No. 26 Tahun 2007
PRESERVASI
UU No. 26 Tahun 2007

• Peruntukan kawasan lindung dan kawasan budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
meliputi; peruntukan ruang untuk kegiatan pelestarian lingkungan, sosial, budaya, ekonomi,
pertahanan, dan keamanan. (Pasal 17 Ayat (4))
• Pelestarian warisan budaya local. (Pasal 48)
• Kawasan lindung nasional adalah kawasan yang tidak diperkenankan dan/atau dibatasi
pemanfaatan ruangnya dengan fungsi utama untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup
yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan, warisan budayadan sejarah,
serta untuk mengurangi dampak dari bencana alam. (Pasal 20 Ayat (1))
PERMEN PU NOMOR 16 TAHUN 2018
TENTANG PEDOMAN RDTR
TATA GUNA LAHAN
PERMEN NO. 16 TAHUN 2018

1. Pasal 7 ayat 3 : Rencana pola ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c
meliputi: a. zona lindung; dan b. zona budi daya.
2. Pasal 7 ayat 6 : Muatan RDTR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan
ayat (5) mencakup perencanaan tata ruang darat, ruang udara, ruang dalam bumi,
dan/atau ruang laut sesuai kebutuhan.
3. Pasal 8 ayat 2 poin a : Aturan dasar sebagimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
meliputi : a. Ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan.
BENTUK & MASSA BANGUNAN
PERMEN NO. 16 TAHUN 2018

1. Pasal 8 ayat 2 poin b : Aturan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
meliputi : b. ketentuan intensitas pemanfaatan ruang.
2. Pasal 8 ayat 2 poin c : Aturan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
meliputi : c. Ketentuan tata bangunan
SIRKULASI & PARKIR
PERMEN NO. 16 TAHUN 2018

Pasal 7 ayat 2 poin b : Rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 huruf b
meliputi : b. rencana jaringan transportasi

• Rencana Jaringan Transportasi


• Jaringan jalan dan jaringan kereta api
• Jaringan jalan sistem sekunder
• Jaringan jalan lingkungan primer dan sekunder
• Jaringan jalan lainnya (Jalan masuk keluar terminal barang serta terminal orang/ penumpang sesuai
ketentuan yang berlaku, Jaringan jalan moda transportasi umum, dan Jalan masuk dan keluar parkir)
RUANG TERBUKA
PERMEN NO. 16 TAHUN 2018

Pasal 7 ayat 3 poin a : Rencana Pola Ruang meliputi : a. Zona lindung


Rencana pola ruang tentang zona lindung yang berkaitan dengan ruang terbuka
yaitu zona hutan lindung, zona lindung gambut, zona resapan air, zona perlindungan
setempat, zona RTH kota (hutan kota, taman kota, taman kecamatan, taman kelurahan,
taman RW, taman RT, pemakaman), zona konservasi (cagar alam, suaka margasatwa, taman
nasional, taman hutan raya, taman wisata alam.
JALUR PEDESTRIAN
PERMEN NO. 16 TAHUN 2018

Pasal 8 Ayat 2 Poin d : Ketentuan Prasarana dan Sarana Minimum


Ketentuan prasarana dan sarana pendukung minimal mengatur jenis prasarana dan sarana
pendukung minimal apa saja yang harus ada pada setiap zona peruntukan.

Prasarana yang diatur dalam peraturan zonasi dapat berupa prasarana parkir, aksesibilitas
untuk difabel, jalur pedestrian, jalur sepeda, bongkar muat, dimensi jaringan jalan,
kelengkapan jalan, dan kelengkapan prasarana lainnya yang diperlukan.
AKTIVITAS PENDUKUNG
PERMEN NO. 16 TAHUN 2018

1. Pasal 7 ayat 2 poin c : Rencana Pola Ruang meliputi : c. Rencana jaringan prasarana
2. Pasal 8 ayat 2 poin f : aturan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi :
f. Standar teknis
standar kebutuhan utilitas, mengatur besarnya kebutuhan/kapasitas utilitas (air bersih,
persampahan, air limbah, drainase, listrik, telpon, gas masak, tv kabel, dst) untuk setiap jenis
peruntukan ruang;
standar sarana pendukung (Fas. Peribadatan, Fas. Pendidikan, Fas. Perdagangan, Fas. Sosial, Fas.
Olahraga, Fas. Keamanan, RTH/Taman, SPBU, SPBE, dst) yang sesuai dengan jumlah penduduk atau
orang yang harus dilayaninya;3) standar prasarana pendukung (parkir, pedestrian, jalur sepeda,
TPS, dsb) yang sesuai dengan jumlah penduduk atau orang yang harus dilayaninya;
TANDA-TANDA
PERMEN NO. 16 TAHUN 2018
PRESERVASI

PERMEN NO. 16 TAHUN 2018

• Pasal 7 ayat 3 : Rencana Pola Ruang meliputi : a. Zona lindung


zona lindung konservasi meliputi cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman hutan
raya, taman wisata alam.
PERATURAN PERUNDANGAN PENDUKUNG

• 1. TATA GUNA LAHAN • 3. SIRKULASI & PARKIR


a. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 a. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005
Tentang Penggunaan Tanah Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung

• 2. BENTUK & MASSA BANGUNAN • 4. RUANG TERBUKA


a. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun Peraturan Menteri PU Nomor
2005 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan
Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di
Gedung Kawasan Perkotaan
PERATURAN PERUNDANGAN PENDUKUNG

• 5. JALUR PEDESTRIAN • 7. TANDA-TANDA


Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2014
Tentang Pedoman Perencanaan , Penyediaan, dan
Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan
Kaki di Kawasan Perkotaan

• 6. AKTIVITAS PENDUKUNG • 8. PRESERVASI


THANK YOU!