Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN KASUS

DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF)

OLEH:
DR. ADY FITRA SARAGIH
P R O G R A M I N T E R N S H I P R S K A R YA M E D I K A
2019
LATAR BELAKANG
DHF ~ DBD
1994 : incidence rate 9,7 per
100.000 penduduk
infeksi tropik
endemik di 2004 : kejadian luar biasa
Indonesia incidence rate 29,7 per 100.000
 jumlah kematian sebanyak
724 org.

2 penyebab kematian utama :


- Pemeriksaan penyaring yang kurang ketat
- Keterlambatan pasien datang ke sarana yankes
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)

VIRUS DENGUE  Flavivirus 4 serotipe


DEN-1, DEN-2,DEN-3,DEN-4
klinis infeksi virus Dengue

Infeksi Virus Dengue

Asimtomatik Simtomatik

Viral Syndrome/ Demam Dengue Demam Berdarah Dengue


Undifferentiated (DD) (DBD)
Fever

Tanpa Dengan Tanpa Syok Dengan Syok


Perdarahan Perdarahan (DSS)
DIAGNOSIS
DHF
DEMAM DENGUE Demam/riw. Demam akut antara 2-7 hari
 biasanya Bifasik.

Demam akut 2-7 hari diikuti 2 Diikuti min. 1 dari manifestasi perdarahan :
manifestasi lain : - Uji Tourniqet (+)
- Petekhie, ekimosis/purpura
- Nyeri kepala
- Perdarahan mukosa/perdarahan tempat
- Nyeri retroorbital lain
- Hematemesis/melena
- Mialgia/artralgia
- Ruam kulit Trombositopeni (<100.000)
- Manifestasi perdarahan Terdapat min. 1 tanda plasma leakage :
- Peningkatan Ht > 20% dibandingkan
(petekhie/uji Tourniqet (+)) standar sesuai umur & jenis kelamin
- Leukopenia - Peningkatan Ht > 20% setelah
mendapatkan terapi cairan dibandingkan
Ht sebelumnya
- Tanda kebocoran plasma : efusi pleura,
ascites, hipoproteinemia
Grades of DHF
 Grade 1
 Fever and nonspecific constitutional symptoms
 Positive tourniquet test is only hemorrhagic
manifestation
 Grade 2
 Grade 1 manifestations + spontaneous bleeding

 Grade 3
 Signs of circulatory failure (rapid/weak pulse,
narrow pulse pressure, hypotension,
cold/clammy skin)
 Grade 4
 Profound shock (undetectable pulse and BP)
PEMERIKSAAN PENUNJANG DHF

Pemeriksaan Pemeriksaan
Laboratorium Radiologi
Pemeriksaan Laboratorium DHF

 Leukosit  dapat normal atau menurun


Mulai hari ke-3 dapat ditemui limfositosis relatif (>45%
dari total leukosit), disertai adanya limfosit plasma biru
(LPB) > 15% dari jumlah total leukosit yang pada fase syok
akan meningkat.
 Trombosit  umumnya trombositopenia pada hari ke 3-
8.
 Hematokrit  Kebocoran plasma dibuktikan dengan
ditemukannya peningkatan hematokrit ≥ 20% dari
hematokrit awal, umumnya dimulai pada hari ke-3
demam.
 Imuno serologi dilakukan pemeriksaan IgM dan IgG
terhadap dengue
- pada hari 4-5  timbul IgM yg kemudian diikuti
timbulnya IgG
 NS1 
- Antigen NS 1 dapat dideteksi pada awal demam hari
pertama sampai hari ke delapan
- Sensitivitas antigen NS1 berkisar 63% - 93,4% dengan
spesifisitas 100% sama tingginya dengan spesifisitas gold
standard kultur virus.
Pemerikaan Radiologis

 Foto thorax : Efusi pleura Kebocoran Plasma


DIAGNOSIS BANDING

 Demam tifoid
 Campak
 Influenza
 Chikungunya
 Idiophatic Trombocytopenia Purpura (ITP)
 leptospirosis
PENATALAKSANAAN

Tidak ada terapi spesifik  PRINSIP UTAMA :


TERAPI SUPORTIF
(Pemeliharaan Volume Cairan Sirkulasi)
PROTOKOL 1
Penanganan tersangka (probable) DBD dewasa TANPA SYOK
PROTOKOL 2
Pemberian Cairan Pada Tersangka DBD Dewasa di Ruang Rawat
PROTOKOL 3
penatalaksanaan DBD dgn
peningkatan
Ht > 20%
PROTOKOL 4
Penatalaksanaan
Perdarahan Spontan
PROTOKOL 5
Tatalaksana Sindrom Syok
Dengue pada Dewasa
PROGNOSIS

Pada DBD dan terutama DSS dengan penatalaksanaan


yang tidak tepat memiliki angka mortalitas yang tinggi
I. IDENTITAS
PASIEN
Nama : An. I Suku Bangsa : Jawa
Umur : 10 Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki Pendidikan : SD
Alamat : Jl. Imam Bonjol Cikarang Barat

ORANG TUA/ WALI


AYAH
Nama : Tn. J Agama : Islam
Umur : 42 Tahun Pendidikan : Diploma
Suku Bangsa : Jawa Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Imam Bonjol Cikarang Barat

IBU
Nama : Ny. S Agama : Islam
Umur : 33 tahun Pendidikan : SLTA
Suku bangsa : Jawa Pekerjaan : IRT

Hubungan dengan orang tua : anak kandung


Anamnesis

Alloanamnesis dengan kedua orang tua pasien pada saat masuk

Keluhan utama

• Demam 3 hari SMRS

Keluhan tambahan

• Batuk, mual (+), nyeri kepala


Pasien datang ke RS Karya
Medika I dengan keluhan Perjalanan
demam 3 hari SMRS, penyakit
demam tinggi mendadak
terus –menerus walaupun
sudah diberi obat
penurun panas

Batuk (+), mual (+), pilek


(+). Nyeri kepala (+).
BAB dan BAK biasa.
Pasien mengalami
penurunan nafsu makan
sejak 3 hari terakhir,
lemas(+)
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

 Rubella usia 7 bulan


 Diare usia 1 tahun
Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
Perawatan Antenatal Rutin memeriksa kehamilan ke bidan
Penyakit Kehamilan -

Tempat Kelahiran Praktek Bidan


Penolong Persalinan Bidan
Cara Persalinan Spontan
Masa Gestasi Cukup bulan (39minggu)
Riwayat Kelahiran Berat Badan : 3.950 gram
Panjang Badan Lahir : -
Langsung menangis/tidak langsung
menangis
Kelainan bawaan : tidak ada
RIWAYAT PERKEMBANGAN

 Pertumbuhan gigi pertama : 7 bulan

 Psikomotor
 Tengkurap : 4 bulan
 Duduk : 7 bulan
 Berdiri : 10 bulan
 Berjalan : 11 bulan
 Bicara : 12 bulan
 Baca dan tulis: 6 tahun

 Perkembangan pubertas :-

 Gangguan Perkembangan : tidak ada

Kesan Perkembangan : Perkembangan pasien baik


VAKSIN DASAR (umur) ULANGAN (umur)

BCG 1 bulan 6bulan - - - -


I
M
DPT/ DT 2 bulan 4 bulan 6 bulan - - -
U
Polio 0 bulan 2 bulan 4 bulan - - - N
Campak 9 bulan - - - - -
I
S
Hepatitis B 0 bulan 1 bulan 6 bulan - - -
A
MMR - - - - - - S
Tifoid - - - - - -
I

Hib - - - - - -

PCV - - - - - -

Rotavirus - - - - - -

Influenza - - - - - -

Hepatitis A - - - - - -

Varisela - - - - - -

HPV

Kesan : Imunisasi dasar pasien sudah lengkap. Imunisasi ulangan tidak dilakukan karena tidak mengerti
Pemeriksaan Fisik
Pada Saat Masuk  BB: 45 kg / TB: 110 cm
 KU: Lemah, tampak sakit sedang
 Kesadaran: compos mentis  Menurut BMI
 Tanda vital:
 BMI = BB(Kg)/TB(Cm)
 Nadi: 100/menit, reguler teraba
kuat  BMI = 45 Kg/ 110 Cm = 37
 RR: 22x/menit  Kesan gizi: Obesitas
 Suhu: 38,5oC
Pemeriksaan Generalisata

Kepala & rambut: normocefali, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut

Mata: Oedem palpebra -/-, pupil bulat isokor diameter 2,5 mm, Refleks cahaya langsung +/+ Refleks cahaya
tidak langsung +/+
Telinga: Normotia, liang telinga lapang, membran timpani intak,

Hidung: Normosepti, sekret (-), hiperemis (+)

Bibir: Kering, merah, cyanosis (-)

Mulut: Mukosa tidak hiperemis

Gigi-geligi : semua gigi susu terdapat caries

Lidah : normoglotia, basah, papil eutrofi

Tonsil : T1-T2 , tidak hiperemis

Faring : hiperemis, uvula di tengah


Pemeriksaan Generalisata
LEHER :
P: Batas kanan jantung pada linea parasternalis dextra setinggi ICS III, IV, V
Pembesaran KGB pada tidak ditemukan Batas kiri jantung pada linea midclavicularis sinistra setinggi ICS V
Batas atas jantung pada linea parasternalis sinistra setinggi ICS II
Pembesaran kelenjar tyroid tidak ditemukan
A: Bunyi jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-)

THORAKS
Dinding thoraks
ABDOMEN
I : bentuk datar, simetris
I : Bentuk datar, simetris kanan dan kiri dalam keadaan statis dan
dinamis A : Bising usus (+) normal
P : supel, turgor kulit baik, hepar & lien tidak teraba,
nyeri epigastrium (+)
PARU
P: timpani pada 4 kuadran
I : Pergerakan dada simetris kanan dan kiri, tidak ada bagian yang
tertinggal, tidak ada retraksi
P : Vocal fremitus sama kuat di kedua lapang paru
ANUS: Tidak ada kelainan
P: Sonor di seluruh lapang paru
GENITAL: Jenis kelamin laki-laki, tidak ada kelainan
•Batas paru kanan-hepar : Linea midclavikularis dextra setinggi ICS ANGGOTA GERAK: Akral hangat, tidak terdapat oedem
V
pada keempat ekstremitas
•Batas paru kiri-gaster: Linea axilaris anterior sinistra setinggi ICS
KULIT : Tidak efluoresensi yang bermakna
VII
A: Suara nafas vesikuler, wheezing -/-, ronkhi -/-
PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
 Refleks fisiologis : Biceps +/+ , Triceps +/+ , Patella
+/+ , Achilles +/+
JANTUNG
 Refleks patologis : Babinsky -/- , Chaddok -/- , Tanda
I : Ictus cordis terlihat pada linea midclavicularis sinistra setinggi
rangsang meningeal (-)
ICS V
P : Ictus cordis teraba pada linea midclavicularis sinistra setinggi
ICS V
Pemeriksaan Laboratorium

Darah rutin
 Leukosit : 2.800/mm3
 Eritrosit : 4,40 juta/mm3
 Hemoglobin : 12,7 g/dl
 Hematokrit : 36 %
 Trombosit : 115.000/mm3
Diagnosis

DIAGNOSIS KERJA
 Demam berdarah dengue
 Obesitas
Penatalaksanaan

Non Medikamentosa:

• Ajarkan anak untuk mengurangi berat badannya dengan makan makanan


yang berkalori rendah namun tinggi protein dan vitamin serta berolahraga

Medikamentosa :
• IVFD RL 20 TPM
• Paracetamol 3x500mg
• Ranitidin 2 x 1
• Ceftriaxone 2 x 1
Perawatan S O A P
KU : tampak sakit sedang • Dengue IVFD RL 20 tpm
Kes : CM haemorrhagic fever Terapi lain teruskan
TV:
TD: 90/60 mmHg, , S: 37.5oC, N: 80
x/mnt (reguler, kuat), RR: 23x/m (pagi)

TD: 90/60 mmHg, S: 38oC, N: 100 x/mnt


(reguler, kuat), RR: 28x/m
(malam)

Nyeri kepala berkurang, demam, Mata: oedem palpebra (-), CA-/-, SI-/-
Perawatan 1
batuk, pilek, nafsu makan menurun Telinga: normotia
Mulut: merah muda, lembab
Leher: KGB tidak teraba
Thoraks: BJ I-II reg, murmur (-), gallop (-
); SN Ves +/+, Wh -/- Rh -/-
Abdomen: BU (+), timpani, NT
epigastrium (+)
Ekstremitas: akral hangat, oedem
ekstremitas (-)

KU : baik  Dengue • IVFD RL 20 tpm


Kes : CM haemorrhagic fever • Paracetamol 3 x 500 mg
TV: • BLPL
TD: 100/60 mmHg, S; 36.4 oC, N: 88
x/mnt (reguler, kuat), RR: 22x/mnt
(pagi)

Nyeri kepala (-), demam berkurang, Mata: oedem palpebra (-), CA-/-, SI-/-
Telinga: normotia
Peraatan 2 lemas (-), batuk pilek (-), nafsu makan
Mulut: merah muda, lembab
(+) Leher: KGB tidak teraba
Thoraks: BJ I-II reg, murmur (-), gallop (-
); SN Ves +/+, Wh -/- Rh -/-
Abdomen: BU (+), timpani, NT
epigastrium (-)
Ekstremitas: akral hangat, oedem
ekstremitas (-),