Anda di halaman 1dari 14

KORUPSI

OLEH : ZULFA EKA WATI


NIM : 1712731134
Nilai-Nilai Antikorupsi
 Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi
penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran
mustahil seseorang bisa menjadi pribadi yang berintegritas.
 Disiplin
adalah kunci keberhasilan semua orang, ketekunan, dan konsisten
untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan
selalu mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya.
 Kesederhanaan
Dengan gaya hidup sederhana, seseorang dibiasakan untuk tidak
hidup boros yang tidak sesuai dengan kemampuannya.
Nilai-Nilai Antikorupsi
 Tanggung jawab
Mahasiswa yang memiliki rasa tanggung jawab akan memiliki
kecenderungan menyelesaikan tugas lebih baik dibanding
mahasiswa yang tidak memiliki rasa tanggung jawab.
 Adil
Keadilan adalah penilaian dengan memberikan kepada siapapun
sesuai dengan apa yang menjadi haknya, yakni dengan bertindak
proporsional dan tidak melanggar hukum.
 Berani
Keberanian sangat diperlukan untuk mencapai kesuksesan, serta
keberanian akan semakin matang jika diiringi dengan keyakinan,
serta keyakinan akan semakin kuat jika pengetahuannya juga kuat.
Nilai-Nilai Antikorupsi
 Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang
memiliki sifat kasih sayang.
 Bekerja keras
merupakan hal yang penting guna tercapainya hasil yang
sesuai dengan target. Kerja keras dapat diwujudkan oleh
mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
 Kemandirian
dianggap sebagai suatu hal yang penting dan harus dimiliki
oleh seorang pemimpin, karena tanpa kemandirian seseorang
tidak akan mampu memimpin orang lain.
Prinsip-Prinsip Antikorupsi
 Akuntabilitas
Prinsip akuntabilitas merupakan pilar penting dalam rangka
mencegah terjadinya korupsi.
 Transparansi
menjadi pintu masuk, sekaligus kontrol bagi seluruh proses
dinamika struktural kelembagaan.
 Kewajaran
Prinsip kewajaran (fairness) dimaksudkan untuk mencegah
adanya ketidak wajaran dalam penganggaran, dalam bentuk
mark up maupun ketidakwajaran lainnya.
Prinsip-Prinsip Antikorupsi
 Kebijakan
berperan untuk mengatur tata interaksi dalam ranah sosial
agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan
negara dan masyarakat.
 Kontrol kebijakan
adalah upaya agar kebijakan yang dibuat benar -benar efektif
dan menghapus semua bentuk korupsi.
TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG
BAIK DAN BERSIH
 Reformasi Birokrasi
Reformasi merupakan proses upaya sistematis, terpadu, dan
komprehensif, dengan tujuan untuk merealisasikan tata
pemerintahan yang baik.
Birokrasi adalah struktur organisasi yang digambarkan dengan
hierarki yang pejabatnya diangkat dan ditunjuk, garis
tanggung jawab dan kewenangannya diatur oleh peraturan
yang diketahui (termasuk sebelumnya), dan justifikasi setiap
keputusan membutuhkan referensi untuk mengetahui
kebijakan yang pengesahannya ditentukan oleh pem beri
mandat di luar struktur organisasi itu sendiri.
TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG
BAIK DAN BERSIH
 Program Kementerian Kesehatan dalam Upaya
Pencegahan Korupsi
1. Melaksanakan upaya upaya pencegahan;
2. Melaksanakan langkah langkah strategis dibidang penegakan
hukum;
3. Melaksanakan upaya upaya harmonisasi penyusunan peraturan
perundang-undangan di bidang pemberantasan korupsi dan
sektor terkait lainnya;
4. Melaksanakan kerja sama internasional dan penyelamatan aset
hasil tipikor;
5. Meningkatkan upaya pendidikan dan bidaya antikorupsi;
6. Meningkatkan koordinasi dalam rangka mekanisme pelaporan
pelak sanaan upaya pemberantasan korupsi.
TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG
BAIK DAN BERSIH
 Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP)
1. Lingkungan Pengendalian, merupakan kondisi dalam instansi
pemerintah yang mempengaruhi efektivitas pengendalian intern.
2. Penilaian Risiko, adalah kegiatan penilaian atas kemungkinan
kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi
pemerintah.
3. Kegiatan Pengendalian adalah tindakan yang diperlukan untuk
mengatasi risiko
4. Informasi dan komunikasi proses pengolahan data yang telah
diolah dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan
5. Pemantauan pengendalian Intern, pemantauan harus dapat
menilai kualitas kinerja baik secara kualitatif dan kuantitatif
TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG
BAIK DAN BERSIH
 Pembangunan Zona Integritas
1. Penilaian Satuan Kerja Berpredikat WBK
Penilaian Satuan Kerja berpredikat yang berpredikat WBK di lingkungan
Kementerian Kesehatan dilakukan oleh Tim Penilai Internal (TPI) yang
dibentuk oleh Menteri Kesehatan. Penilaian dilakukan dengan dengan
menggunakan indikator proses (nilai di atas 75) dan indikator hasil yang
mengukur efektivitas kegiatan pencegahan korupsi yang telah
dilaksanakan.
2. Penilaian dan Penetapan Satuan Kerja Berpredikat WBBM
Penilaian satker yang berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
(WBBM), dilakukan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) melalui evaluasi
atas kebenaran material hasil self -assessment yang dilaksanakan oleh TPI
termasuk hasil self-assesament tentang capaian indikator hasilWBBM.
SEJARAH KORUPSI
 Korupsi Sejak Dahulu Sampai Sekarang
1. Pasca-Kemerdekaan orde lama
o Membentuk Badan Pemberantasan Korupsi yakni,
Panitia Retooling Aparatur Negara (PARAN)
o Digalakkan dengan membentuk lembaga yang bertugas
meneruskan kasus-kasus korupsi di meja pengadilan
yang dikenal “Operasi Budhi”
o Selang beberapa hari kemudian, Soebandrio
mengumumkan pembubaran Operasi Budhi yang
kemudian diganti namanya menjadi Komando Tertinggi
Retooling Aparat Revolusi (KOTRAR)
SEJARAH KORUPSI
2. Pasca-Kemerdekaan orde baru
o Dibentuk Tim Pemberantasan Korupsi (TPK) yang
diketuai Jaksa Agung.
o Presiden Soeharto membentuk Komite Empat
o Dibentuklah Operasi Tertib (Opstib) yang bertugas
antara lain memberantas korupsi
SEJARAH KORUPSI
3. Pasca-Kemerdekaan era reformasi
o Pembentukan berbagai komisi seperti KPKPN, KPPU, atau
lembaga Ombudsman
o Pada tahun 2003 dibentuk suatu komisi untuk mengatasi,
menanggulangi, dan memberantas korupsi di Indonesia.
Komisi ini dinamai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
o Mulai tahun 2003 s.d. 2014 yaitu kerja sama KPK dengan
PPATK, BPK, Polri, dan Kejaksaan Agung. Data dari
Lembaga Survei Nasional (LSN) Pada Pemilu tahun 2009,
sebanyak <40% publik bersedia menerima uang dari
caleg/partai.
SEJARAH KORUPSI
 Berdirinya Lembaga Penegak Hukum, Pemberantasan, dan
Pencegahan Korupsi
1. Kepolisian
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian
Republik Indonesia
2. Kejaksaan
Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan
Republik Indonesia
3. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
KPK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002
4. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
Pengadilan Tipikor merupakan pengadilan khusus yang berada di
lingkungan peradilan umum dan berkedudukan di setiap ibu kota
kabupaten/kota yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum
pengadilan negeri yang bersangkutan.