Anda di halaman 1dari 8

Aspek politik makanan minangkabau

oleh :
Aspek politik dalam makanan Minang
kelompok 3
Makanan minang dan kaitannya dengan politik

Sumatera Barat cukup terkenal dengan makanan khas


Minangkabaunya baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Makanan tersebut sangat erat hubungannya dalam
aktivitas adat minangkabau.
Maryetti (2007) menjelaskan bahwa makanan bagi
orang Minangkabau sangat erat kaitannya dengan struktur
masyarakatnya. Dengan menggunakan analisa structural
Levi Strauss, Maryeti menggambarkan bahwa jenis
makanan bagi orang Minangkabau ada 3 yaitu makanan
adat, samba adat, makan beradat. Disamping terkait
dengan jenis makanan tersebut, juga dijelaskan bagaimana
tatakrama makan pada orang Minangkabau.
Makanan minang dan kaitannya dengan politik

Dari penjelasan tersebut tergambar bahwa makanan pada


orang minangkabau memiliki fungsi masing-masing dalam
kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari berbagai jenis makanan
yang dimakan pada waktu-waktu tertentu dan ketatnya penyajian
makanan pada saat upacara adat. Hal ini tentu sangat berpengaruh
pada konsepsi orang Minangkabau terhadap makanan itu sendiri.
Seperti makanan utama itu adalah nasi, dengan lauk dari jenis ikan
atau daging sesuai pada situasi yang sedang berlangsung. Dalam
tatakrama juga diatur bahwa dalam menikmati makan harus duduk
bersila, tidak boleh sambil berdiri, sambil berbicara, dan posisi
duduk juga harus disesuaikan dengan hubungan kekerabatan
diantara orang-orang yang ikut dalam makan tersebut seperti antara
urang sumando dengan mamak.
Rendang filosofi kepemimpinan di minangkabau

Berasal dari Padang, Sumatera Barat, rendang menjadi masakan paling


fenomenal di Indonesia. Tak hanya tersebar di seluruh Indonesia, aromanya
juga menyebar dari gerai makanan di Metro Center, Washington DC, Amerika
Serikat.Bercita rasa pedas, rendang adalah masakan yang mengandung
bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan
bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen
sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami.Bagi masyarakat
Minangkabau, rendang tak sekedar makanan, namun memiliki posisi terhormat
dalam budaya. Di balik sedapnya rasa, rendang memiliki filosofi musyawarah
dan mufakat.
Rendang filosofi kepemimpinan di minangkabau
Rendang adalah salah satu hidangan hantaran dalam upacara adat Minang
yang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang juga
memiliki filosofis tersendiri yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat
bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu :
a. Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari “Niniak Mamak”(para pemimpin
suku adat).
b. Karumbia (kelapa), merupakan lambang “Cadiak Pandai”(kaum intelektual).
c. Lado (Cabai), merupakan lambang “alim ulama” yang pedas, tegas untuk
mengajarkan syariat agama.
d. Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat
Minangkabau.
Sehingga, jika salah satu dari bumbu itu hilang maka rasa rendang tidak akan
lengkap."Kalau hilang satu saja rasanya tuh nggak lengkap sebagai rendang. Itu
sebabnya semua orang di dalam masyarakat jadi penting,"
Selera Politik dan kaitannya dengan Nasi Padang
Politik identik dengan makanan, semakin enak rasa yang diberikan dan promosi yang
ditawarkan, maka makanan tersebut memiliki penggemar pasti (tetap). Tapi, pengemar
(konstituen) berubah pilihan saat makanan baru datang dengan model, kreavitas yang baru
dan menarik. Hanya makanan yang tetap bisa menjaga selera yang tidak bisa digerus zaman
dan promosi. Itu lah “nasi padang”,
Bukan hanya soal rasa dan brending yang tetap dijaga, ketangguhan orang padang lah
yang membuat masakan padang tetap tangguh dalam bisnis “rumah makan”. Ketangguhan
rumah makan padang belum ada politisi yang mampu meniru kekuatan rasa dan selera yang
diminati penggemar, sehingga tetap memiliki penggemar dari zaman ke zaman yang grafiknya
terus naik. Politisi sekarang kemunculannya nya ditentukan selera sesaat akibat membludaknya
promosi atau momentum. Menjaga rasa tidak berhubungan dengan momentum dan citra
sesaat, tetapi kualitas yang dijaga bertahun-tahun—ini bisa jadi sindirin terhadap partai politik
(parpol) yang gagal menwariskan rasa berkualitas kepada kader-kadernya. Makanyap
kemunculan kepala deaerah di negara ini lebih kepada rasa dan selera sesaat setelah itu
mereka ditinggalkan setelah datangnya tokoh-tokoh baru dengan rasa yang baru.
Aspek politis lainnya
• Aspek politis
Secara politis RM Minang/Padang merakyat (pekerjaan terendah dan elit
para pemimpin dan birokrat/pengusaha di semua tingkat ekonomi dan
profesi
Mengajak kawan/pejabat sampai presiden ke RM Minang adalah ke
banggaan dan elit
 Mengajak (traktir) makan RM inang/Padang cukup dengan uang di
kantong sekitar Rp 50.000 an, sampai Rp 50 jutaan
Daftar kepustakaan
Purwadi, D. 2011. Rendang Masakan Terlezat di Dunia.
Cnngo.World’s 50 Most Delicious Foods.
Waspandi, Sarwona.2007.Daftar Makanan Penukar.Jakarta:FK.UI
Finot PA.Historical perspective of the Maillard reaction in food science. Ann NY
Acad Sci.2005;1043:1–8
(Analis Politik/Political Commentator/Kolumnis Selasar.com)