Anda di halaman 1dari 22

BATUK

Nasyidah Hannum Rizki Marta Putri


Nurul Fitria Pakpahan Sri Mardiah Islami
Akmal Yuliandi Pratama Pidia Awalia Nisbah
Welas Apriati Dewi Maulana Yusuf Alkandahri
Ima Herviana Rivi Privita
Rakhajati Prasetio Agustiana Wulandari
BATUK

Batuk adalah suatu refleks pertahanan tubuh


untuk mengeluarkan/ membersihkan saluran
nafas dari benda asing

bukan penyakit, tetapi merupakan gejala


atau tanda adanya gangguan pada saluran
pernafasan

Disisi lain, batuk merupakan jalan


menyebarkannya infeksi
• Infeksi : TB, Influenza,Bronkitis,Pneumonia

Penyebab • Bukan Infeksi : perokok berat, iritan yang


terhirup, Semua gangguan yang
menyebabkan inflamasi, konstriksi,

Batuk infiltrasi,dan kompresi jalan nafas

• Tenggorokan yang sakit dan gatal.

Gejala • Pengeluaran udara yang kuat dari saluran


pernafasan yang dapat disertai batuk

Batuk
Klasifikasi Batuk

BATUK

Berdasarkan Berdasarkan
Durasi Tanda Klinis

Akut SubAkut Kronis Batuk Kering Batuk


Berdahak
Klasifikasi Berdasarkan Durasi

Akut Sub Akut Kronis

• Batuk • Batuk • Batuk


Yang yang >8
terjadi terjadi minggu
<3 3-8
minggu minggu

Durasi Batuk dapat memprediksi penyebab


batuk
Penyebab Batuk Berdasarkan Durasi
Batuk

Batuk Akut Batuk Sub Akut Batuk Kronis


• ISPA • Jika batuk terjadi setelah • Pada perokok : mungkin
• pneumonia, pulmonary kejadian ISPA yang tidak disebabkan oleh COPD
embolus, atau congestive terkomplikasi pneumonia atau bronchogenic
heart failure (chest X-ray normal) carcinoma
postinfectius cough • Pada non-perokok yang
• adanya post-nasal drip, hasil foto thorax-nya
diatasi dengan obat normal dan tidak sedang
common cold, tetapi batuk menggunakan ACE
masih bertahan dugaan inhibitor, penyebab yang
sinusitis bakterial mungkin : postnasal drip,
• Jika ada wheezes, ronchi asthma, dan
cough variant asthma gastroesophageal reflux.
Klasifikasi Berdasarkan Tanda Klinis
• seringkali sangat menganggu, tidak

Batuk dimaksudkan untuk membersihkan saluran


nafas, pada kondisi tertentu berbahaya
(pasca operasi) →perlu ditekan

Kering • apabila tidak ada sekresi saluran nafas,


iritasi pada tenggorokan → timbul rasa
sakit.

• batuk yang terjadi karena adanya dahak

Batuk pada tenggorokan.


• mekanisme pengeluaran sekret atau benda
asing di saluran nafas →sebaiknya tidak

Berdahak ditekan
Penatalaksanaan Terapi Batuk
Tujuan Terapi :
1. Menghilangkan gejala batuk
2. Menghilangkan penyakit/kondisi penyebab batuk

Strategi Terapi :
1. Menggunakan obat-obat antitusif atau ekspektoran
2. Menggunakan obat-obat sesuai dengan penyebabnya
3. Menghentikan penggunaan obat-obat penyebab batuk

Pengobatan :
1. Terapi Dengan Obat
2. Terapi Non Obat : perbanyak minum air putih, hindari
paparan debu, udara malam yang dingin
Terapi Farmakologi
• Obat yang dapat mengurangi ransang batuk, menurunkan frekuensi dan
intensitas batuk  menekan refleks batuk akibat penghambatan pusat
Antitusif batuk dalam batang otak

• Obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari saluran pernafasan


(ekspektorasi)  meningkatkan frekuensi batuk
• Secara refleks memicu pengeluaran lendir saluran nafas menurunkan
Ekspektoran tingkat kekentalan dan mempermudah pengeluaran dahak

• Obat untuk mengencerkan dahak dan tidak lengket  mempermudah


pengeluaran dahak
Mukolitik
Terapi Farmakologi
Antitusif Ekspektoran Mukolitik
Ambroxol
gliseril
Dextrometorfan guaiakolat /
Hbr guaiafenesin Bromheksin

Ammonium Asetilsistein
Noscapine chlorida

Erdostein
Succus Liquiritae
diphenhidramin (OBH)
Karbosistein
Terapi Non Farmakologi
• Memperbanyak minum air putih untuk membantu
mengencerkan dahak, mengurangi iritasi dan rasa gatal.
• Menghindari paparan debu, minuman atau makanan yang
merangsang tenggorokan seperti makanan yang berminyak
dan minuman dingin.
• Menghindari paparan udara dingin.
• Menghindari merokok dan asap rokok karena dapat
mengiritasi tenggorokan sehingga dapat memperparah
batuk.
• Menggunakan zat – zat Emoliensia seperti kembang gula,
madu, atau permen hisap pelega tenggorokan. Ini berfungsi
untuk melunakkan rangsangan batuk, dan mengurangi
iritasi pada tenggorokan dan selaput lendir.
Contoh kasus
AN seorang perempuan berusia 20 tahun datang
ke apotik, mengeluh batuk terus menerus sejak
2 hari yang lalu sehingga AN menjadi lemas dan
tidak bersemangat bekerja , AN diketahui
bekerja sebagai SPG event yang sering kali kerja
di luar ruangan, sejak seminggu yang lalu beliau
kerja lembur setiap harinya. Terapi apa yang
tepat diberikan kepada pasien AN ‘
Swamedikasi Obat Batuk

Jika pasien mengalami Jika pasien mengalami


batuk kering, batuk berdahak,
sebaiknya diberikan sebaiknya diberikan
antitusif ekspektorant atau
mukolitik

Jika batuk akibat Jika batuk tidak


merokok, sembuh dalam 2
direkomendasikan untuk minggu segera
mengikuti program berkonsultasi dengan
berhenti merokok
dokter
Pengobatan batuk pada anak yang
dianjurkan adalah dengan minum air putih
yang cukup

Pada pasien diabetes, penggunaan Pada pasien anak dibawah


obat batuk berupa sirup yang
mengandung gula perlu usia 6 tahun, tidak
dipertimbangkan. Pasien dapat dianjurkan menggunakan
disarankan untuk melakukan obat batuk dan pada anak
pemeriksaan gula darah lebih rutin.
Bila memungkinkan, dapat usia 12 tahun keatas dapat
dipertimbangkan pula obat batuk digunakan obat batuk
yang tidak mengandung gula, dengan dasar pertimbangan
misalnya penggunaan obat dalam
bentuk tablet. dan pengawasan ketat oleh
dokter dan apoteker
Kondisi Khusus
• Wanita hamil dan menyusui
• Riwayat gejala yang berkaitan dengan
batuk kronik seperti, PPOK, gagal
jantung kongestif, asma, dan
bronchitis kronik.
• Batuk yang menghasilkan lendir
barwarna atau darah
• Batuk yang disebabkan oleh Harus berkonsultasi
golongan obat tertentu dengan dokter, dan
• Batuk yang disertai demam > 38,6 C,
o tidak boleh melakukan
napas pendek, nyeri dada, swamedikasi.
berkeringat, menggigil, sakit kepala
berat, atau pembengkakan
pergelangan kaki
• Batuk yang memburuk atau tidak
reda setelah mengalami infeksi
saluran pernapasan atas oleh virus
seperti pilek flu
Daftar pustaka
Gitawati, R. 2014. Bahan Aktif Dalam Kombinasi Obat Flu dan Batuk-
Pilek, dan Pemilihan Obat Flu yang Rasional. Media Litbangkes. Vol. 24, No.
1. Pp. 10-18.
Hanson, C. 2016. Cough Mixtures – an overview. S Afr Pharm J. Vol 83,
No 5. Pp. 14-17.
InfoPOM. 2004. Pengobatan Sendiri. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan
Makanan Republik Indonesia.
Rutter, P, dan D. Newby. 2016. Community Pharmacy Australian New
Zealand Edition: Symptoms, Diagnosis and Treatment. 3rd Edition. Australia:
Elsevier.
Staff Pengajar Departemen Farmakologi FK Universitas Sriwijaya.
2008. Kumpulan Kuliah Farmakologi. Edisi 2. Jakarta: EGC.
Setyanto, D. B. 2004. Batuk Kronik pada Anak: masalah dan tata
laksana. Sari Pediatri. Vol. 6, No. 2. Hal. 64-70.