Anda di halaman 1dari 51

F54.

Faktor Psikologis dan Perilaku


yang Berhubungan dengan Gang
guan atau Penyakit
dr. Dharmawan A. Purnama, SpKJ
Pendahuluan
• Psikosomatis telah menjadi bagian dari psikiat
ri sejak 75 tahun
• 2 Asumsi dasar :
 ada kesatuan antara pikiran dan tubuh
 faktor psikologis harus diperhatikan saat h
endak mendiagnosis semua penyakit
Pendahuluan
• Gangguan fisik disebabkan oleh faktor psikolo
gis atau emosi, dan sebaliknya. Gangguan me
ntal dan emosi juga dapat disebabkan atau di
picu oleh penyakit fisik.
• Prinsip pengobatan secara holistik memeriks
a dan mengobati pasien secara keseluruhan, ti
dak hanya penyakitnya.
Kriteria Diagnosis
• Terdapat kondisi medis umum (Axis III)
• Faktor psikologi mempengaruhi kondisi medis umum
dengan salah satu dari cara berikut :
 faktor yang mempengaruhi kondisi medis umum
yang diperlihatkan oleh hubungan antara faktor p
sikologis dan kondisi medis umum
 faktor yang menghambat pengobatan medis
 faktor yang menimbulkan risiko kesehatan tamba
han bagi individu
 respon fisiologis terkait stres yang menimbulkan
gejala dari kondisi medis
Kriteria Diagnosis
• Yang harus dieksklusi :
 gangguan mental klasik yang mempunyai gejala fi
sik sebagai bagian dari penyakit (gangguan konver
si, dimana gejala fisik dihasilkan oleh konflik psikol
ogis)
Gangguan somatisasi (gejala fisik bukan berdasark
an patologi organik)
Hipokondriasis (memiliki perhatian berlebih denga
n kesehatan mereka)
Kriteria Diagnosis
• Yang harus dieksklusi :
 keluhan fisik yang sering berhubungan dengan ga
ngguan mental (gangguan distimik, dimana biasan
ya terdapat kelelahan otot, asthenia, fatigue, dan
kelelahan)
Keluhan fisik berkaitan dengan gangguan terkait z
at (contoh : batuk karena ketergantungan nikotin)
Teori Stres
• Stres = hambatan yang mengganggu fungsi psikologi
dan fisiologi yang normal
• Walter Cannon (1920) : studi pertama yang menghub
ungkan stres dengan penyakit.
Mendemostrasikan stimulasi Sistem Saraf Otonom (t
erutama simpatis) menimbulkan respon "fight or flig
ht" yang dikarakteristikkan dengan hipertensi, taikar
di, ↑ cardiac output. Pada manusia, hal ini menyeba
bkan penyakit (e.g., penyakit jantung).
Teori Stres
• Harold Wolff (1950) : fisiologi saluran pencern
aan berhubungan dengan kondisi emosional t
ertentu.
Hiperfungsi berhubungan dengan hostilitas.
Hipofungsi berhubungan dengan kesedihan.
Teori Stres
• Hans Selye mengembangkan general adaptati
on syndrome yang terdiri dari 3 fase:
(1) reaksi alarm
(2) tingkat resistensi untuk mencapai adaptasi
(3) tingkat kelelahan dimana membutuhkan
adaptasi atau akan kehilangan resistensi
Respon Neurotransmitter terhadap Stres
• Stresor mengaktivasi sistem noradrenergik di otak (t
erutama di locus ceruleus) dan menyebabkan pelepa
san katekolamin dari SSO.
• Stresor juga mengaktivasi sistem serotonergik di otak
.
• Glucokorticoid cenderung meningkatkan seluruh fun
gsi serotonin, juga fungsi serotonergik dalam depresi
dan penyakit terkait.
Contohnya glukokortikoid meningkatkan serotonin 5
-hydroxytryptamine (5-HT2) implikasi pada ganggua
n depresi mayor.
Respon Neurotransmitter terhadap Stres
• Stres juga meningkatkan neurotransmisi dopaminerg
ik di jalur mesoprefrontal
• Asam amino dan neurotransmitter peptidergic juga
menimbulkan respon stres.
• Penelitian membuktikan bahwa corticotropin-releasi
ng factor (CRF), glutamat, dan gamma aminobutyric
acid (GABA) semuanya berperan dalam respon stres
atau dalam memodulasi sistem respon stres yang lai
n, seperti sirkuit otak dopaminergik dan noradrenerg
ik.
Respon Endokrin terhadap Stres
Stres CRF disekresikan dari hipotalamus ke sistem hip
ophysial-pituitary-portal CRF bekerja di pituitary an
terior memicu pelepasan ACTH ACTH bekerja di k
orteks adrenal menstimulasi sintesis dan pelepasan
glukokortikoid Glukokortikoid mempunyai beraga
m efek
↑ penggunaan energi, ↑ aktivitas kardiovaskular, da
n menghambat fungsi pertumbuhan, reproduksi, dan
imunitas.
Respon Imun terhadap Stres

Stres inhibisi fungsi imun oleh glukokortikoid.


Reaksi kompensasi axis HPA (Hipotalamus-Pitu
itary-Adrenal) untuk mengurangi stres
Sistem Pencernaan
• Penyakit gastrointestinal merupakan penyakit
medis yang paling sering berhubungan denga
n gangguan psikiatri.
• Faktor psikologis dan psikiatri mempengaruhi
onset, keparahan, dan dampak gangguan gast
rointestinal.
Sistem Pencernaan
• Anxietas dapat mengakibatkan gangguan fung
si GI melalui mekanisme kontrol pusat atau ef
ek humoral, contohnya pelepasan katekolami
n.
• Respon otonom simpatis dapat dibangkitkan d
i hipotalamus lateral, regio dengan interaksi s
araf di antara otak depan limbik.
Sistem Pencernaan
• Respon otonom parasimpatis juga mempenga
ruhi fungsi GI.
• Impuls parasimpatis dari periventricular dan la
teral hipothalamus berjalan ke dorsal motor n
ucleus dari vagus sebagai jalur parasimpatis ut
ama.
• Vagus dimodulasi oleh sistem limbik dan berh
ubungan dengan respon jalur emosi.
Sistem Pencernaan
• Stres akut memicu respon fisiologis di beberapa targ
et organ GI
• Esofagus : ↑ tonus sfingter esofagus bagian atas dan
↑ kontraksi esofagus distal.
globus, disfagi, nyeri dada, dan regurgitasi
• Lambung : ↓ aktivitas motor, nausea dan vomitus
• Usus kecil : ↓ pergerakan motor
• Usus besar : ↑ motilitas
• Efek pada usus kecil dan besar dapat menyebabkan i
rritable bowel syndrome (IBS).
Ulkus Peptikum
• = Ulserasi mukosa distal lambung hingga prok
simal duodenum
• Burning epigastric pain 1-3 jam setelah makan
, menghilang dengan antasida atau makanan.
• Gejala dapat diikuti nausea, vomitus, dispepsi
a, atau tanda perdarahan GI seperti hematem
esis or melena.
Ulkus Peptikum
• Penelitian menemukan bahwa faktor psikologi
s menyebabkan rentannya terjadi ulkus karen
a terjadi peningkatan asam lambung saat stres
.
• Stres juga menurunkan respon imun rentan
terhadap infeksi H. pylori.
Colitis Ulseratif
• = inflammatory bowel disease pada usus besa
r
• Gejala utama : bloody diarrhea.
• Manifestasi extra colon : uveitis, iritis, penyaki
t kulit.
• Faktor psikiatri dapat berperan dalam terjadin
ya colitis ulseratif.
Crohn's disease
• = inflammatory bowel disease pada usus kecil
dan colon.
• Gejala : diare, nyeri perut, ↓ berat badan.
• Karena Crohn's disease adalah penyakit kronis
, comorbid dengan psikiatri terjadi setelah ons
et penyakit.
• Studi : 23% pasien Crohn's disease memiliki ga
ngguan panik.
Efek Samping Obat Psikotropik pad
a Fungsi GI
• Obat psikotropik dapat menimbulkan perubah
an fungsi GI.
• Serotonin ada pada usus dan selective seroton
in reuptake inhibitors (SSRIs) dapat menimbul
kan gejala GI yang signifikan.
• ES SSRI yang signifikan : nausea dan vomitus.
• ES ini harus diperhatikan pada awal terapi dan
berhubungan dengan dosis.
Terapi pada Gangguan GI
• Terapi Psikotropik
TCA untuk ↓ motilitas lambung pada IBS deng
an diarrhea.
Hati-hati karena sebagian besar obat psikotro
pik dimetabolisme di hati.
Lorazepam atau lithium metabolisme di ginj
al
Terapi pada Gangguan GI
• Psikoterapi
Berbagai model psikoterapi dapat digunakan :
jangka pendek, dinamis, individual, suportif, hi
pnoterapi, teknik relaksasi, dan terapi kognitif
• Kombinasi Farmakoterapi dan Psikoterapi
Efektivitas ↑
Penyakit Kardiovaskular
• Depresi, anxietas, perilaku tipe A, hostilitas, ke
marahan, dan stres mental akut adalah faktor
risiko dari penyakit jantung koroner.
• Afek negatif, status sosioekonomi yang renda
h, dan dukungan sosial yang rendah juga meni
mbulkan risiko psikologis.
• Studi : depresi meningkatkan risiko penyakit k
oroner, seperti infark miokard, unstable angin
a, dan kematian.
Pola Perilaku Tipe A, Hostilitas, Kem
arahan
• Perilaku Tipe A = mudah marah, tidak sabaran,
agresif, kompetitif, terburu-buru waktu
• Perilaku tipe A meningkatkan risiko infark mio
kard dan CAD sebesar 2x lipat.
• Hostilitas komponen utama tipe A
• Hostilitas ↑ ↑ risiko kematian akibat MI
• Hostilitas ↓parasimpatis, ↑ katekolamin, ↑
kalsifikasi koroner, ↑ kadar lemak
Manajemen Stres
• Intervensi psikososial
- Pelatihan relaksasi
- manajemen stres
- group social support
• Efek :
- ↓ stres emosional
- ↓ TD dan nadi
- ↓ kolesterol darah
Aritmia dan Sudden Cardiac Death
• Modulasi jantung sensitif terhadap stres emosio
nal, seperti kemarahan, rasa takut, atau kesedih
an.
Stres emosi

aritmia

sudden cardiac death
Hipertensi

• "White coat hypertension"


= TD ↑ hanya di ruang dokter
terkait dengan anxietas

• Situasi mental yang agresif ↑ Hipertensi


Sistem Pernapasan
• Distres psikologi dapat menimbulkan ganggua
n pernapasan.
• Contoh : takipneu pada gangguan cemas
• Gangguan pernapasan dapat mengganggu, se
perti pada pasien asma yang mengalami obstr
uksi jalan napas atau hipoksemia.
Asma
• 30 % penderita asma memenuhi kriteria gang
guan panik atau agorafobia.
• Takut akan dispnea dapat memicu serangan a
sma
• ↑ Anxietas ↑ kematian atau rawat inap ter
kait asma
• Beberapa ciri pasien asma ketakutan, emosi la
bil, sensitif terhadap penolakan, dan kurang gi
gih dalam menghadapi situasi sulit.
Sindrom Hiperventilasi
• Sindrom hiperventilasi bernapas cepat dan da
lam selama beberapa menit tanpa sadar.
• Sering diikuti sesak napas dan anxietas.
• Gejala ikutan : tetani, palpitasi, nyeri kronik, d
an parestesi bisa kejang
• Gejala tersebut diakibatkan kehilangan CO2 be
rlebih alkalosis respiratori
COPD/PPOK

• Prevalensi gangguan panik dan gangguan cem


as ↑ pada COPD
• Gangguan cemas pada COPD : 16 - 34 %
• Gangguan panik pada COPD : 8 - 24 %
Sistem Endokrin
• Gangguan endokrin dapat menimbulkan gejal
a psikiatri.
• Manifestasi fisik endokrin adalah kunci untuk
diagnosa namun tidak selalu muncul.
• Gejala sisa psikiatri dari gangguan endokrin : g
angguan reproduksi, akromegali, prolactin-sec
reting tumor, dan hiperparatiroid.
Hipertiroid • Gejala psikiatri : gugup, fatigue, i
nsomnia, mood labil, dan disforia
.
• Gejala kognitif : perhatian mudah
terganggu, gangguan memori jan
gka pendek, dan respon terkejut
berlebihan.
• Hipertiroid berat dapat mengala
mi halusinasi visual, ide paranoid,
dan delirium.
• Beberapa gejalanya menunjukka
n episode manik.
Hipotiroid
• Gejala psikiatri : depresi, apatis, memori terga
nggu, dan defek kognitif lain.
• Beberapa mengalami gejala psikotik : halusina
si auditori dan paranoia.
• Terapi psikiatri segera dibutuhkan pada pasien
dengan gejala psikiatri yang berat (psikosis ata
u depresi mengarah ke bunuh diri).
Diabetes Melitus
• DM bisa diakibatkan efek samping jangka panj
ang dari serotonin-dopamine antagonist drugs
(SDAs) pada pengobatan psikosis.
• Onset mendadak biasanya berhubungan deng
an stres yang mengganggu keseimbangan ho
meostatis pada orang yang mempunyai predis
posisi.
• Faktor psikologis : frustasi, kesepian, dan mur
ung.
Gangguan Adrenal

• Cushing's Syndrome
Gejala psikiatri umum terjadi
dan bervariasi dari
depresi berat hingga elasi den
gan/tanpa gejala psikotik.
Gangguan Adrenal
• Hiperkortisol
Gejala psikiatrinya banyak.
Sebagian besar : fatigue
75% : mood depresi.
60% depresi sedang-berat.
Emosi labil, irritable, ↓ libido, anxietas, dan hi
persensitif terhadap stimuli
5-15% : Paranoia, halusinasi, depersonalisasi.
Penyakit Kulit
Berbagai penyakit kulit dapat dipengaruhi oleh g
ejala psikiatri atau stres dan penyakit psikiatri
dimana kulit adalah sasaran dari pikiran, perila
ku, dan persepsi yang terganggu

Dermatitis Atopi
Cenderung lebih mudah cemas atau depresi
Psoriasis
• Stres dapat memicu psoriasis
• Pasien dengan psoriasis mem
punyai level anxietas dan dep
resi yang tinggi.
• Comorbid dengan gangguan k
epribadian :
skizoid, OCD, cenderung men
ghindar, pasif-agresif.
Stres

Urtikaria sekresi neuropeptida (v
asoactive intestinal pep
tide dan
substansi P)

vasodilatasi

urtikaria
Sistem Muskuloskeletal
• Banyak pasien penyakit muskuloskeletal meng
alami gangguan psikiatri.
• Comorbid psikiatri ini kemungkinan adalah res
pon psikologis terhadap ketidaknyamanan kar
na penyakitnya atau karena efek proses penya
kit pada SSP.
Sistem Muskuloskeletal
• Rheumatoid Arthritis
20% comorbid dengan depresi
• Systemic Lupus Erythematosus
• Low Back Pain
Dapat diikuti anxietas, rasa takut, atau panik
• Fibromyalgia
Sering dipicu stres spasme arteri lokal ↓perfusi o
ksigen di area tersebut nyeri.
Sering diikuti anxietas, fatigue, gangguan tidur.
Nyeri Kepala
• Kebanyakan nyeri kepala tidak berhubungan d
engan penyakit organik.
• Kebanyakan mengalami nyeri kepala saat stre
s.
• Nyeri kepala adalah gejala yang terlihat pada
banyak gangguan psikiatri (termasuk anxietas
dan depresi).
• Migraine (Vascular) and Cluster Headache
Dipicu oleh siklus estrogen wanita >>
Stres adalah salah satu pemicunya.
• Tension Headache
Stres kontraksi otot kepala dan leher meny
umbat pembuluh darah iskemia.
Sering berhubungan dengan anxietas dan dep
resi
Terapi Gangguan Psikosomatis
• Peran psikiater adalah membawa pasien men
uju perubahan perilaku untuk penyembuhan y
aang optimal
• Hubungan dokter-pasien yang baik menentuk
an keberhasilan terapi.
• Dokter dan pasien melakukan negosiasi meng
enai target yang akan dicapai.
Strategi negosiasi untuk mencapai perubah
an perilaku :
• Edukasi langsung
Jelaskan masalah, tujuan, dan metode untuk
mencapai tujuan.
• Intervensi pihak ketiga
Anggota keluarga, teman, dan klinisi lainnya d
apat mendukung pasien untuk terapi.
Strategi negosiasi untuk mencapai perubah
an perilaku :
3.Eksplorasi pilihan.
Metode alternatif untuk mencapai tujuan.
Contoh : berhenti merokok dengan beralih ma
kan permen karet.
4. Pemberian hadiah.
Klinisi dapat memberi pasien sesuatu yang me
reka inginkan agar pasien mau menjalankan n
asehat.
Strategi negosiasi untuk mencapai perubah
an perilaku :

5. Control sharing.
6. Berempati terhadap kondisi pasien
7. Menentukan standar
Evaluasi terapi selalu dibandingkan dengan st
andar untuk menilai kemajuan terapi.
Thank You