Anda di halaman 1dari 32

Dementia Insight

Dr. Tumpal Siagian, Sp S

Bagian Neurologi, RS UKI & RS TEBET


JAKARTA
DEMENSIA

Suatu sindroma (yang disebabkan berbagai


kelainan) yang ditandai dengan gangguan fungsi
kognitif yang sebelumnya lebih tinggi (termasuk
gangguan memori)
Gangguan ini cukup berat sehingga
mengganggu fungsi okupasional/pekerjaan dan
atau aktifitas sosial

DSM-IV (1994)
DEFINISI

Demensia adalah suatu keadaan perburukan fungsi


intelektual meliputi memori dan proses berfikir,
sehingga mengganggu aktivitas kehidupan sehari-
hari (ICD 10).
Lansia
• Indonesia
• > 60 th (UU no.13, 1998 tentang kesejahteraan
lansia)
• Th 2005-2010 lansia menyamai jumlah balita
• 19 juta (8,5% dari jumlah penduduk)
• Umur harapan hidup
– 67 th, perempuan
– 63 th, laki-laki
• Demensia, 15 % dari lansia (Menkes RI, 2004)
JENIS DEMENSIA
ETIOLOGI

 Degeneratif – seperti Alzheimer’s ditandai kortikal atrofi


serebri adanya neurofibrillary tangels dan semile plaques.
 Vaskular - Multiple cerebral infark atau difuse small
vessel disease
 Neoplastic – Metastase atau tumor di frontal
 Trauma – Subdural haematoma kronis
 Infection – syphilis CJD, AIDS, SSPE
 Toxic – Alkohol, lead, CO
 Metabolic – Hypothyroidsm, hepatic filure, Uremia, def
Vit B12, prolong hypoglycaemia and prolonged hypoxia
 Psychiatric - depression
PATOFISIOLOGI
Hipotesa Kholinergik
IN THE AD BRAIN ACHE ACTIVITY FALLS
WHEREAS BUCHE ACTIVITY RISES

AChE BuChE

Enzyme activity

Time (progression of disease)

• Cortex (–30%) • Cortex (+40%)


• Hippocampus (–40%) • Hippocampus (+65%)

Giacobini, 1997
Neuropatologi AD

C.4.
IN-ART-DWF-DC-D-04
ALZHEIMER’S DISEASE &
VASKULER DEMENSIA
Cholinergic deficit

AD Probable Possible Mixed Possible Probable VaD

Amyloid plaques Mixed Stroke/TIA


Genetic factors Hypertension
AD/CVD Diabetes
Neurofibrillary tangles Amyloid plaques Hypercholesterolemia
Genetic factors Heart disease
Neurofibrillary tangles
Stroke/TIA
Hypertension
Diabetes
Hypercholesterolemia
Heart disease
A.5. Kalaria RN, Ballard C. Alzheimer Dis Assoc Disord. 1999;13(Suppl 3):S115-123.
IN-ART-DWF-DC-D-04
Disfungsi Kolinergik
“FOKUS TERAPI TERKINI”
Penuaan/Faktor yang
Faktor Lingkungan Genetik
Tidak diketahui

Lanjutan Patologis

Plak Neuritik Neurofibillary


Tangles
Defisit Neurotransmiter
(NFT)
pada celah sinaps

Kolinergik
FOKUS TERAPI FOKUS TERAPI
Defisit / Disfungsi

Gejala Penurunan Kognitif pada Demensia

A.7.
IN-ART-DWF-DC-D-04 Adapted from: Evans D A. et al.: JAMA. 262, 1551-2556, 1989
Faktor Resiko Demensia

(Reference : Journal Nature, vol. 415, Jan 2002 )


IN-ART-DWF-DC-D-04 A.3.
TREATMENT STRATEGIES IN AD

Normal Cognitive MCI DEMENTIA


Function

Primary prevention

Secondary prevention
Tertiary prevention
Epidemiologi
-risk factor
Phropylatic
Neuroprotection Molecular biology
Pathogenesis/pathological substrate
Disease modifying strategies
Progresivitas Demensia

Reference : Mc Dowell et al, Aging, vol. 13, 2001.


A.6.
IN-ART-DWF-DC-D-04
RADIOLOGI PADA VAD
 Terdapat penurunan fungsi neurotransmitter asetilkolin (jalur
kolinergik) pada pasien VaD di 4 area yaitu Korteks,
Hipokampus, Cairan Otak & Striatum
 Terapi AChE Is memberikan hasil bermakna pada
penatalaksanaan VaD

Sesudah Therapi Sebelum Therapi Sesudah Therapi Sebelum Therapi

D.8. Selden NR, et al. Brain. 1998;121:2249-2257.


Swartz RH, Black SE. J Neurol Sci. 2002;203-204(C):281.
IN-ART-DWF-DC-D-04 Sandra Black, American Heart Assc., 2003; 2323 – 2332;34.
PERKEMBANGAN KONSEP &
PENGOBATAN DEMENSIA
Senile dementia  normal aging No need to treat
1860s
Senile dementia  abnormal Treat with vasodilators
1890s process due to arteriosclerosis

Senile dementia = AD Cholinergic hypothesis 


1970s cholinomimetics in AD

Arteriosclerotic dementia = MID Treat by preventing further


cerebrovascular
1970s damage

VaD is more than MID Prevent/treat risk factors


1990s
Cholinergic hypothesis of VaD Rationale for the use of
2000 cholinomimetics in VaD

Kalaria RN, Ballard C. Alzheimer Dis Assoc Disord. 1999;13(Suppl 3):S115-123.


A.4.
IN-ART-DWF-DC-D-04
Indikator Terapan Pengobatan

• Pathophysiology dementia
• Evidence base medicine-level of
confidence
• Anectdotal
• Tolerability
Jenis Pengobatan

• Farmakologik
• Non farmakologik
Terapi Farmakologis

Jenis Obat-obatan untuk Terapi Dementia


• Brain AChE-inhibitors :
– AChE inhibitors : Donepezil Hidroklorida (Arisept)
– BuChE inhibitors
– nACh receptor modulation
• NMDA – antagonist : memantine
• Clioguinol : chelating agent, prevent AB-
aggregation
• Choline precursor loading :citicolin, lecithin
Lanjutan ….

Jenis Obat-obatan untuk Terapi Dementia

• Amyloid vaccine : on going research


• Nicotine : inhibit beta- amyloidosis and
AB-aggregation, protection AB- induced
neurotoxicity (emiilien et.al, 2000; Moore
et.al, 2000)
• Beta and delta secretose inhibitors (under
trial)
• Cholesterol lowering agent (VaD)
Lanjutan ….

Jenis Obat-obatan untuk Terapi Dementia

• Piracetam (MCI-trial)
• Ca-channel blocker : nimodipin, nicardipin
• Antihypertensive drugs (VaD)
• Ergot derivates : Hydergine, nicergolin
• Vasoactive/vasodilator : cyclandelate,
pentoxyfilline, naftidrofuril
Lanjutan ….

Jenis Obat-obatan untuk Terapi Dementia

• NSAID : ibuprofen, ASA


• Antioxidant : ginkobiloba, vit E
• HRT ?
Lanjutan ….

Drugs for Psycho – Behavioural


Symptoms

• Antidepresants (SSRI)
• Anxiolitics
• Antipsychotics
Hindari penggunaan Amitribtilin, CPZ, Tri
heksipenidil
Pemeriksaaan Kuantitatif
• Mini-Mental State Examination (MMSE)
dengan nilai 0 - 30

• Clinical Dementia Rating (CDR) dengan


nilai 0 - 3

• Global Deterioration Scale (GDS) dengan


nilai 1 - 7
Pencegahan dan Deteksi Dini
Untuk Dokter Umum dan Keluarga
Tes Secara Kuantitatif Deteksi Demensia
Tiga Jenis Perangkat Tes
MMSE, CDR dan GDS
Penanganan Non Farmakologis

Berbagai cara : konseling, terapi


suportif/psikoterapi, terapi kognitif, aktifitas
hidup sehari-hari dan sosialisasi.
Berdasarakan konsep :
K : komunikasi I: Imajinasi S: Sosialisasi
S: Spiritual M: Musik & Kesenian lain
E: Emosi
## K I S S M E ##
HORAS
HATURNUHUN

Medicine horn - Naga Morsarang

TOBA -BATAK