Anda di halaman 1dari 23

ANALISIS SELISIH PROPORSI

PEMILIH DALAM PEMILU PRESIDEN


TAHUN 2014

Disusun Oleh
Nama : Dwi Indah Widyasari
Nim : 4112312002
Jurusan/Prodi : Matematika/D3.Staterkom
BAB I BAB II BAB III

Latar Belakang Profil Instansi Kesimpulan

Gambaran Umum
Rumusan Masalah Saran
Pemilu

Tujuan & Manfaat Landasan Teori

Data Hasil
Tempat & Waktu
Penelitian
Metode Analisis Data Hasil
Pengumpulan Penelitian
Sistematika
Penulisan
BAB I

 Sesuai dengan Program Studi Statistika Terapan dan


Latar Belakang Komputasi bidang statistik, maka KPU ( Komisi Pemilihan
Umum ) merupakan salah satu instansi yang dapat menjadi
sarana untuk mengaplikasikan teori – teori yang telah didapat
mahasiswa dibangku kuliah, khususnya mengenai ilmu
statistik.
 Dalam pelaksanaan kegiatan PKL ini penulis memperoleh data
pemilih diseluruh kota atau kabupaten di Jawa Tengah dalam
pemilu presiden tahun 2014. Data tersebut nantinya akan
dilakukan uji proporsi dua populasi dengan membuat
pernyataan (hipotesis) terlebih dahulu dan mengukur taksiran
proporsinya untuk mengetahui ada atau tidak adanya
perbedaan proporsi dua populasi tersebut.
 Data yang digunakan untuk uji proporsi dua populasi adalah
data pemilih perempuan dalam pemilu sebagai p1 dan data
pemilih laki - laki sebagai p2. Oleh karena itu penulis
membuat laporan dengan judul “Analisis Proporsi Pemilih
dalam Pemilu Presiden Tahun 2014”
BAB I

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Adakah perbedaan proporsi kedua jenis kelamin
antara pemilih perempuan dan pemilih laki – laki
dalam pemilu presiden tahun 2014?
2. Dalam interval berapa perbedaan proporsi kedua
jenis kelamin antara pemilih perempuan dan
pemilih laki – laki dalam pemilu presiden tahun
2014?
BAB I

Tujuan & Manfaat Tujuan dan manfaat dari laporan kerja lapangan ini
yaitu :
 untuk mengetahui proporsi antara pemilih
perempuan dan laki – laki pada pemilu presiden.
Sehingga dapat menjadi bahan acuan dan
pertimbangan KPU Provinsi Jawa Tengah dalam
memberikan sosialiasi dalam pemilu di tahun yang
akan datang.
BAB I

Tempat & Waktu tempat dan waktu pelaksanaan praktik kerja


lapangan yaitu :
 Tempat
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini dilaksanakan
di KPU Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di
Jl.Veteran No 1A Semarang.
 Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja
Lapangan dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2014
s.d 29 Agustus 2014 dengan jam kerja sesuai
peraturan KPU Provinsi Jawa Tengah yaitu pukul
07.30 sampai pukul 16.30 WIB.
BAB I

Metode Dalam penelitian ini, penulis menggunakan


Pengumpulan beberapa metode pengumpulan data, sebagai
berikut :
 Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode
pengumpulan data dengan cara mencari data dan
informasi melalui hasil pengumpulan data dari
KPU kabupaten / kota diprovinsi jawa tengah.
 Metode Pustaka
Metode pustaka adalah metode dengan cara
mencari data dari buku, catatan dan pustaka –
pustaka yang menunjang laporan ini.
BAB I

Sistematika Secara garis besar sistematika penulisan laporan ini


Penulisan dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
 Bagian Pengantar Laporan PKL
Bagian pengantar terdiri dari halaman judul,
halaman pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar
isi.
 Bagian Halaman Utama Laporan PKL
BAB 1 : PENDAHULUAN
BAB II : ISI
BAB III : PENUTUP
 Bagian Akhir Laporan PKL
BAB II

 Sejarah Perkembangan Komisi Pemilihan Umum


Profil Instansi (KPU)
 Visi dan Misi Komisi Pemilihan Umum (KPU)
 Tugas dan Wewenang Komisi Pemilihan Umum
(KPU)
 Struktur Organisasi Komisi Pemilih Umum (KPU)
 Deskripsi Jabatan Komisi Pemilih Umum (KPU)
BAB II

Gambaran Umum  Pemilihan Umum Presiden Tahun 2014


Pemilu  Definisi Pemilih
 Kriteria Pemilih
BAB II

 Distribusi Proporsi
Landasan Teori
 Distribusi Selisih Proporsi
 Menaksir Proporsi
 Menaksir Selisih Proporsi
 Menguji Proporsi : Uji Dua Pihak
 Menguji Proporsi : Uji Satu Pihak
 Prosedur Pengujian Selisih Proporsi
 Prosedur Mencari Selisih Interval
BAB II

Landasan Teori  Distribusi Proporsi


Jika ukuran populasi kecil dibandingkan dengan
ukuran sampel, yakni (n/N) > 5%, maka
digunakan rumus (1) :
𝜇𝑥/𝑛 = 𝜋
𝜋(1 − 𝜋) 𝑁 − 𝑛
𝜎𝑥/𝑛 =
𝑛 𝑁−1
Jika ukuran populasi besar dibandingkan dengan
ukuran sampel, yakni (n/N) ≤ 5% maka
digunakan rumus (2):
𝜇𝑥/𝑛 = 𝜋
𝜋(1 − 𝜋)
𝜎𝑥/𝑛 =
𝑛
 Distribusi Selisih Proporsi
𝑥𝑖 𝑦𝑗
, 𝑖 = 1, 2, . . . , 𝑘 𝑑𝑎𝑛 , 𝑗 = 1, 2, . . . , 𝑟.
𝑛𝑖 𝑛2
dengan xi = adanya peristiwa A dalam sampel yang diambil
dari populasi kesatu, yj = adanya peristiwa B dalam
sampel yang diambil dari populasi kedua, k dan r masing –
masing banyak sampel yang mungkin diambil dari
populasi kesatu dan populasi kedua.
berlaku rumus:
𝜇𝑠𝑝 = 𝜋1 − 𝜋2
𝜋1 (1−𝜋1 ) 𝜋2 (1−𝜋2 )
𝜎𝑠𝑝 = +
𝑛1 𝑛2
1 1
SEo = 𝑝Ƹ 1 − 𝑝Ƹ +𝑛
𝑛1 2
Untuk ukuran – ukuran sampel n1 dan n2 cukup besar,
biasanya n1 ≥ 30 dan n2 ≥ 30, maka distribusi selisih
proporsi ini akan mendekati distribusi normal dengan
parameter seperti tertera dalam rumus (3). Supaya
distribusi normal ini menjadi distribusi normal baku maka
diperlukan transformasi rumus:
(𝑥/𝑛1 −𝑦/𝑛2 )−(𝜋1 −𝜋2 )
Z= 𝜎𝑠𝑝
 Menaksir Proporsi
titik taksiran untuk π adalah (x/n). Jika 100 𝛾 % interval
kepercayaan untuk penaksiran π dikehendaki, maka kedua
persamaan berikut harus diselesaikan dengan rumus (5)
dan (6).
σ𝑛𝑦=𝑥 𝑛𝑦 𝜋 𝑦 (1 − 𝜋)𝑛−𝑦 = 1/2(1 − 𝛾) ……rumus (5)
𝑛
σ𝑛𝑦=0 𝑦
𝜋 𝑦 (1 − 𝜋)𝑛−𝑦 = 1/2(1 − 𝛾) ……rumus (6)
karena rumus diatas terlalu panjang, maka digunakan
rumus 100 𝛾 % yakin untuk interval kepercayaan π, yaitu
rumus (7).
𝑝𝑞 𝑝𝑞
𝑝 − 𝑧1/2𝛾 < 𝜋 < 𝑝 + 𝑧1/2𝛾
𝑛 𝑛
Dengan p = x/n, dan q= 1- p sedangkan 𝑧1/2𝛾 adalah
bilangan z didapat dari daftar normal baku untuk peluang
½𝛾
 Menaksir Selisih Proporsi
digunakan pendekatan distribusi normal, asalkan n1 dan
n2 cukup besar. Rumus yang digunakan untuk interval
kepercayaan 100 𝛾% selisih (π1 - π2) adalah.
𝑝1 𝑞1 𝑝2 𝑞2
(𝑝1 −𝑝2 ) − 𝑧1/2𝛾 + < 𝜋1 − 𝜋2 < (𝑝1 −𝑝2 ) +
𝑛1 𝑛2
𝑝1 𝑞1 𝑝2 𝑞2
𝑧1/2𝛾 +
𝑛1 𝑛2
Dengan p1 = 1 – p1, q2 = 1 – p2 dan 𝑧1/2𝛾 didapat dari
daftar normal baku dengan peluang ½ 𝛾
 Menguji Proporsi : Uji Dua Pihak
pengujian ini digunakan rumus (8) statistik uji Z yaitu. Z
𝑥
𝑛
−𝜋0 𝑝1Ƹ −𝑝2Ƹ
= , atau Z =
𝜋0 (1−𝜋0 )/𝑛 SEo
Kriteria untuk pengujian ini, dengan taraf nyata α adalah
terima H0 jika - 𝑧1/2𝛾 (1- α) < z <𝑧1/2𝛾 (1- α), dimana
𝑧1/2𝛾 (1- α) didapat dari daftar normal baku dengan
peluang ½ (1- α)
 Menguji Proporsi : Uji Satu Pihak
Maka statistik uji z yang digunakan masih sama seperti
pada rumus (8) yang berbeda hanyalah penentuan kriteria
pengujiannya. Dalam hal ini, tolak H0 jika z ≥ z 0,5 – α,
dimana z 0,5 – α didapat dari distribusi normal baku
dengan peluang (0,5 – α). Untuk Z < Z 0,5 – α hipotesis H0
diterima
 Prosedur Pengujian Selisih Proporsi
Langkah – langkah yang dilakukan untuk melakukan
pengujian selisih proporsi adalah sebagai berikut.
 Membuat hipotesis null dan alternatif
H0 :π1= π2
H1 :π1≠π2
 Taraf Signifikan
 Dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikan α =
0,05
 Kriteria Pengujian
Tolak H0 apabila Z hitung > Z tabel
 Menghitung nilai proporsi dari populasi
𝑥
Ƹ = 𝑛1
𝑝1
1
𝑥2 𝑥1 +𝑥2
𝑝2
Ƹ = , 𝑝Ƹ =
𝑛2 𝑛1 +𝑛2
 Menghitung standard error
1 1
𝑆𝐸𝑜 = 𝑝(1
Ƹ − 𝑝)(
Ƹ + )
𝑛1 𝑛2
 Menghitung nilai Z
𝑝Ƹ1 − 𝑝Ƹ 2
𝑍=
𝑆𝐸𝑜
 Kesimpulan
 Prosedur Mencari Selisih Interval
Langkah – langkah yang dilakukan untuk mencari selisih
interval adalah sebagai berikut.
 Menghitung nilai proporsi
𝑥
Ƹ = 𝑛1
𝑝1
1
𝑥2
𝑝2
Ƹ =
𝑛2
 Sehingga didapat
q1 = 1 – p1
q2 = 1 – p1
 Menghitung interval
𝑝1 𝑞1 𝑝2 𝑞2
+
𝑛1 𝑛2
 Menghitung nilai Z
 Menghitung selisih interval
𝑝1 𝑞1 𝑝2 𝑞2
(𝑝1 −𝑝2 ) − 𝑧1/2𝛾 𝑛1
+ 𝑛2
< 𝜋1 − 𝜋2 < (𝑝1 −𝑝2 ) +
𝑝1 𝑞1 𝑝2 𝑞2
𝑧1/2𝛾 𝑛1
+ 𝑛2
 Kesimpulan
Data Hasil
Penelitian
Untuk melakukan pengujian selisih proporsi dua
populasi yaitu proporsi pemilih perempuan dan
pemilih laki – laki dalam pemilu, dilakukan
langkah – langkah sebagai berikut.
 Membuat hipotesis null dan alternatif
H0 :π1= π2
H1 :π1≠π2
 Taraf Signifikan
Dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikan α = 0,05
 Kriteria Pengujian
Tolak H0 apabila Z hitung > Z tabel
 Menghitung nilai proporsi dari populasi
𝑥1 10.510.990
𝑝1
Ƹ = = = 0,76
𝑛1 13.888.409
𝑥2 9.157.414
𝑝2
Ƹ = = = 0,67
𝑛2 13.708.654
𝑥1 + 𝑥2 10.510.990 + 9.157.414
𝑝Ƹ = = = 0,71
𝑛1 + 𝑛2 13.888.409 + 13.708.654
• Menghitung standard error

1 1
• 𝑆𝐸𝑜 = 𝑝(1
ො − 𝑝)(
ො + )
𝑛1 𝑛2

1 1
• = 0,71(1 − 0,71)( + )
13.888.409 13.708.654
• = 0,00071
• Menghitung nilai Z
𝑝ො1 −𝑝ො2
• 𝑍=
𝑆𝐸𝑜
0,76−0,67
• =
0,00071
• = 515,53
• 𝑍 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 𝑍1/2(1−𝛼) = 1,96