Anda di halaman 1dari 21

HEPATITIS B PADA

NEONATUS

Windy Christine Sesa


N111 16 015

Pembimbing
Dr. Amsyar Praja, Sp. A
PENDAHULUAN

Hepatitis virus akut merupakan urutan


pertama dari berbagai penyakit hati di
seluruh dunia

Indonesia termasuk negara endemisitas


sedang sampai tinggi

Tingginya angka prevalensi hepatitis B di


Indonesia terkait dengan terjadinya
infeksi HBV pada masa dini kehidupan.
DEFINISI
Hepatitis B merupakan peradangan hati yang
disebabkan oleh Virus Hepatitis B.

Hepatitis neonatal → peradangan hati yang terjadi


pada awal masa bayi → satu sampai dua bulan
setelah lahir.
akut : < 6 bulan
 Hepatitis B
Kronik : > 6 bulan
EPIDEMIOLOGI

Indonesia merupakan Negara endemis hepatitis


B, Virus hepatitis B ditemukan pada 0,7-1,2% ibu
hamil.

Bayi yang terinfeksi VHB mempunyai resiko


kronisitas:
 90% → < 1 tahun
 50% → 2- 5 tahun
 5-10% → > 5 tahun
ETIOLOGI

- virus DNA → family Hepadnaviridae


- berukuran 42 nm
- berbentuk bola
- terdiri dari partikel genom (DNA) berlapis ganda
- nukleokapsid di bagian dalam (mengandung DNA)
Cara Transmisi
Transmisi VHB terutama melalui darah atau
cairan tubuh .

Vertical Horizontal
(ibu-bayi) (kontak erat antar
keluarga / individu)

* HBsAg dan HBeAg ibu positif→ risiko transmisi


70-90%,
*hanya HBsAg yang positif → risiko transmisi 10-
67%.
PATOGENESIS
Perjalanan klinis HBV :

a) Stadium I (imun tolerance) → HBeAg (+), kadar


HBV DNA tinggi, kadar ALT normal, gambaran
histologi hati normal atau perubahan minimal.

b) Stadium II (immune clearance ) → HBeAg (+),


kadar HBV DNA tinggi, ALT meningkat, histologi
hati menunjukkan peradangan aktif
Cat : serokonversi HBeAg → Anti HBeAg.
c) Stadium III (inactive HBsAg carrier state) →
HBeAg (-), Anti Hbe(+), kadar HBV DNA rendah
atau tidak terdeteksi (< 100.000 lU/mL), histologi
hati menunjukkan fibrosis hati minimal atau
hepatitis ringan.

d) Stadium IV (reactivation of HBV DNA replication


/HBeAg negative chronic hepatitis B) →
HBeAg (-), Anti HBe (+), kadar HBV DNA (+),
kadar ALT meningkat, histologi hati menunjukkan
proses nekro inflamasi aktif.
Cat : HBsAg menghilang dan timbul antibody anti-
HBs
Petanda Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV

HbsAg + + + _

Anti-HBs _ _ _ +

DNA-VHB + kuat + _ _

Anti HBc + + + +

HbeAg + + _ _

Anti Hbe _ _ + +

AST & ALT N meningkat N N


Faktor predisposisi bayi mengalami infeksi HBV
kronis , karena :

Pada neonatus sistem imunnya belum sempurna


HBeAg ibu akan melewati barier plasenta → sel T
helper tidak responsive
 Adanya IgG anti HBc ibu yang masuk dalam
sirkulasi bayi akan menutupi ekspresi HBcAg di
permukaasn hepatosit bayi → mengganggu
pengenalan dan penghancuran hepatosit oleh sel T
sitotoksik.
Manifestasi Klinis
Bayi yang terinfeksi hepatitis B pada umumnya
tidak menunjukkan gejala. Pada pemeriksaan fisik,
hepatomegali merupakan satu-satunya kelainan yang
ditemukan.
Gejala berkembang dan muncul antara 30-180 hari
setelah terpapar virus.
Gejala-gejala :
-Anoreksia -Malaise
-Nausea & vomitus -Gatal seluruh tubuh
-Nyeri abdomen kanan atas - Ikterus
-Warna urin seperti teh -Warna feses lebih pucat
Gejala gagal hati :

• Asites
• Ikterus yang persisten
• Penurunan berat badan
• Muntah disertai darah
• Perdarahan pada hidung, mulut, anus, atau keluar
bersama feses
PENEGAKKAN DIAGNOSIS
Skrining untuk hepatitis B rutin memerlukan
assay sekurang-kurangnya 2 pertanda serologis.
-HBsAg
- HBeAg → fase akut dan menunjukkan status yang
sangat infeksius.
- Anti-HBcAg
- PCR → Gold Standard → identifikasi DNA-HBV dalam
serum
Penanda serologis infeksi HBV:
Antigen Interpretasi Bentuk Klinis
HBsAg Sedang Infeksi Hepatitis akut, hepatitis kronis
(penanda kronis)

HBeAg Proses replikasi dan Hepatitis akut, hepatitis kronis


sangat menular
Anti- HBs Resolusi infeksi kekebalan
IgM anti HBc Infeksi akut atau Hepatitis akut , hepatitis kronis
infeksi kronis yang
kambuh
Anti- HBe Penurunan Penanda kronis, kekebalan
aktivitas replikasi
PCR DNA HBV Infeksi HBV Hepatitis akut, hepatitis kronis,
penanda kronis
PENATALAKSANAAN
Penanganan hepatits B akut tidak membutuhkan
terapi antiviral dan prinsipnya adalah suportif. Pasien
dianjurkan beristirahat cukup pada periode
simptomatis.

**Pemberian antiviral bila nilai ALT lebih dari 2 kali


batas atas normal selama lebih dari 6 bulan.
Interferon dan lamivudin telah disetujui untuk
digunakan pada terapi hepatitis B kronis.

Interferon :
-dosis 5-10 MU/m2, subkutan 3x/minggu → 4-6
bulan
- Interferon alfa 2 b 3 MU/m2, subkutan 3 x/minggu
→ 16 minggu (IDAI)

Lamivudin :
-100 mg/hari → 1 tahun atau minimal 6 bulan.
- 3 mg/kgBB → 52 minggu atau 1 tahun (IDAI)
Diagnosis Banding

Hepatitis C

Defisiensi
Cystic
alfa
fibrosis
antitrpsin

Gangguan Gangguan
metabolik oksidasi
asam amino asam lemak
KOMPLIKASI

Hepatitis Fulminan

Sirosis hepar

Hepatoma
PENCEGAHAN
Imunoprofilaksis vaksin hepatitis B sebelum
paparan → vaksin HBsAg 3 kali (lahir, 1 dan 6
bulan setelah vaksin) → bayi dan anak <19
tahun diberikan ½ dosis dewasa secara IM di
M. deltoideus → efektivitas 85-95%

Imunoprofilaksis pasca paparan dengan (vaksin


hepatitis B dan imunoglobulin hepatitis B (HBIG)
Jika HbsAg (+) → Dalam waktu 12 jam setelah lahir,
secara bersamaan, diberikan 0,5 ml HBIG dan
vaksin rekombinan (HB Vax-II 5 mg atau Engerix B
10 mg) secara IM → selanjutnya diberikan 1-2 dan
6 bulan berikutnya
DAFTAR PUSTAKA
• Hanifah Oswari,Tinjauan Multi Aspek Hepatitis B pada Anak – Tinjauan
Komprehensif Hepatitis Virus pada Anak. Balai penerbit FKUI, Jakarta, 2000
• Dienstag, Jules L. Viral Hepatitis. Kasper, Braunwald, Fauci, et all. In
Harrison’s : Principles of Internal Medicine : 1822-37. McGraw-Hill, Medical
Publishing Division, 2005.
• Isselbacher, Kurt. Hepatology. Thomas D Boyer MD, Teresa L Wright MD,
Michael P Manns MD A Textbook of Liver Disease. Fifth Edition. Saunders
Elsevier. Canada. 2006
• Lina Herlina Soemara, Vaksinasi Hepatitis B – Tinjauan Komprehensif
Hepatitis Virus pada Anak. Balai penerbit FKUI, Jakarta, 2000
• Julfina Bisanto. Hepatitis virus – Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Anak
dengan Gejala Kuning. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.
Jakarta. 2007
• Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.Panduan Tata Laksana Infeksi Hepatitis
B Kronik. Konsensus PPHI. 2006.
• Satgas Imunisasi IDAI. Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI. Sari Pediatri, Vol.
2, No. 1 . 2006.
THANKYOU 