Anda di halaman 1dari 42

DINAS PENDIDIKAN

PROVINSI JAWA TIMUR

PENDAYAGUNAAN DATA

Nanang Wibisono,
KK-DATADIK Dinas Pendidikan Prov.Jatim
081330468645, nanangwibisono@gmail.com
Imagination is more important than knowledge”
(Albert Einstein )
Dengan Data
Kita
Menjawab.........

•Data membuka Mata


•Data membuka Pikiran, dan
•Data membuka Hati

(Purwanto, Field Officer Unicef Makassar, 2008)


Untuk membuat kebijakan yang baik diperlukan data dan kemampuan memahami
data tersebut secara sistemik
Data Pokok Pendidikan - Kebudayaan

KONSEP DASAR DAPODIK


EMPAT BAGIAN PENTING KONSEP DASAR DAPODIK DAPODIK adalah suatu konsep pengelolaan Data
Pendidikan yang bersifat Relational dan Longitudinal,
sehingga program-program pembangunan pendidikan
dapat terarah dan akan mempermundah dalam
menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi
pembangunan pendidikan dalam rangka peningkatan
Mutu Pendidikan yang Merata dan Tepat Sasaran.

Acuan pembangunan pendidikan nasional adalah


terpenuhinya SPM dan SNP dalam pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan.

Untuk mewujudkan pembangunan pendidikan


tersebut dibagi menjadi empat faktor/bidang garapan
yaitu:
1. PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan)
2. Satuan Pendidikan
3. Peserta Didik, dan
4. Substansi Pendidikan.
Sumber Data yang sama
(DAPODIK) Didalam implementasinya keempat faktor pendidikan
Empat Jenis data (Tiga Entitas Data & Substansi Pend.) harus tergambarkan atau didukung dengan Data
Program Pembangunan/Pembinaan
Pokok Pendidikan yang sama sumbernya.
Acuan Program Pembangunan/Pembinaan
RANAH 1
DAPODIK REFERENSI
(PDSPK)

3
2 PENDAYAGUNAAN
DAPODIK (BOS,PIP,PMP,UN,
(DAPO DIKDASMEN)
INFO GTK,
AKREDITASI, DLL)
Pendayagunaan Dapodik

• Sebaran Sekolah
• Rasio
• Rehab
• PIP
• RKB • BOS
• Profil Pendidikan Daerah • Ujian Nasional

Sekolah
Peserta
Didik

Guru dan
Tenaga
Kependidikan
Substansi
Pendidikan
• Beban mengajar
• Rasio Guru
• Peningkatan Mutu
• Tunjangan Guru
• Pembinaan
• E-rapor
• UKG
• Pemetaan Mutu
• Peningkatan Kompetensi
Web Terkait Dapodik

dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id
sdm.data.kemdikbud.go.id
vervalsp.data.kemdikbud.go.id
vervalpd.data.kemdikbud.go.id
vervalptk.data.kemdikbud.go.id
sekolah.data.kemdikbud.go.id
gtk.kemdikbud.go.id
bansos.dikdasmen.kemdikbud.go.id
pmp.dikdasmen.kemdikbud.go.id
http://ult.kemdikbud.go.id/
Sifat Relational Entitas Data
NPSN Kode Wil (SP) Satuan Pendidikan:
• Lokasi Satuan Pendidikan (1)
SP 1 Wilayah • Peserta didiknya? (2)
• Pendidik & Tenaga Kependidikannya? (5)
5 6
2 4 (PD) Peserta Didik:
• Sekolah dimana?, (2)
3 • Diajar siapa?, (3)
PD PTK
• Alamat rumah dan orang tuanya (6)
NISN NUPTK
(PTK) Pendidikan & Tenaga Kependidikan:
Rombel/Kelas
• Mengajar dimana? (5)
• Mengajar siapa? (3)
Secara teknis aplikasi sistem integratornya adalah kelas/rombel • Rumah dimana? (4)

Sifat Longitudinal Entitas Data (Time Series)


Time Series Program
Pembangunan untuk SP
PT
Time Series Program SMA/MA/SMK
Pembangunan untuk PTK PD Melanjutkan

SMP/MTs PD Melanjutkan

SD/MI PD Melanjutkan

PAUD PD Melanjutkan
Time Series Program
Pembangunan untuk PD
ALUR DATA DAN INFORMASI KEMDIKBUD
TERKAIT DENGAN MEKANISME PENGELOLAAN
PENGELOLAAN
SUMBER DATA PENGUMPULAN (QUALITY CONTROL) PENDAYAGUNAAN

Masing-masing
• Perencanaan
Satuan Direktorat Jenderal • Integrasi • Program Pembangunan/
Pendidikan • PAUDNI • Verifikasi-Validasi Pembinaan
• DIKDASMEN • Kompilasi • Monitoring Program
• KEBUDAYAAN • Analisis/Protret • Evaluasi Program
• BAHASA Pendidikan • Penelitian

Feedback

Untuk mendapatkan data yang sahih sesuai dengan kondisi dilapangan dan menjaga kualitas data, disusun tiga
tahapan yang dikelola oleh unit yang berbeda:
1. Tahapan pengumpulan
2. Tahapan Pengelolaan (Quality Control)
3. Tahapan Pendayagunaan

Didalam alur Data dan Informasi, Data dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal melalui Sekretariat masing-masing, kemudian
diintegrasikan dan diverifikasi-validasi oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), yang selanjutnya digunakan oleh unit
yang terkait dalam menyusun program-program pembinaan untuk pembangunan.

Dengan penekanan bahwa semua data harus berangkat dari data:


1. INDIVIDUAL LEMBAGA (SATUAN PENDIDIKAN)
2. INDIVIDUAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
3. INDIVIDUAL PESERTA DIDIK.
KONFIGURASI PENGELOLAAN DATA POKOK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Provinsi+LPMP Kab-Kota

Unit Lain

Proses Pendayagunaan
• Perencanaan
K/L Lain
• Analisis
• Monitoring-Evaluasi
UNESCO dll

• Proses Sinkronisasi Data Mart


Business • Proses Integrasi • NPSN
Intelligence • Proses Verifikasi Data Warehouse
• NISN
• Proses Validasi Referensi • NUPTK
Operational
Data Store • Wilayah
(ODS)

PAUDdikmas/ Dikdasmen/ Kebudayaan Bahasa


GTK GTK

Lembaga (Satuan Pendidikan + Kebudayaan + Kebahasaan)


KONDISI AWAL PENGELOLAAN DATA SEBELUM TERINTEGRASI

Program-program
Pembangunan/Pembinaan

Dinas Provinsi

Dinas Kab-Kota

Setiap Program Pembangunan


Mekanisme SP memiliki mekanisme pengelolaan data
SP = Satuan Pendidikan
secara parsial yang bersumber dari
sekolah, koordinasi dengan Dinas
Ijin Operasional melalui bidang bidang yang berbeda,
sesuai jenis program pembinaannya.
Ijin Operasional oleh Lembaga yang berwewenang
STRATEGI PENGELOLAAN DATA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN YANG TERINTEGRASI

Program-program Pengumpulan data yang


Pembangunan/Pembinaan terkontrol melalui Data
Master Referensi

Dikdasmen Kebudayaan

PAUD
Bahasa
Dikmas

Integrator entitas GTK (NUPTK)


data yang terkontrol
melalui sifat data
relational dan Peserta Didik (NISN)
longitudinal sebagai
Data Master SP (NPSN)
Referensi SP = Satuan Pendidikan Terkontrolnya Data Entitas Master
NPSN = Nomor Pokok Sekolah Nasional (8 dgt) Referensi, maka diharapkan data program-
NISN = Nomor Identitas Siswa Nasional (10 dgt) program pembangunan terkontrol dalam
NUPTK = Nomor Unik Pendidik-Tenaga Kependidikan (14 dgt) Ijin Operasional satu mekanisme pengelolaan. Berakar
pada Ijin operational yang dikeluarkan oleh
Ijin Operasional oleh Lembaga yang berwewenang lembaga berwewenang.
SISTEM PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI

Manajemen Pengetahuan Derivatif Strategi Pembangunan


Strategi Pembangunan
Yang Terintegrasi
Wisdom
Proses
(W)
Perubahan
Prinsip
Knowledge
(K) Proses Kebijakan Terintegrasi
Perubahan 3
Information Pola
(I) Proses Informasi Terintegrasi
Perubahan 2
Data Relasi
(D)
Data Terintegrasi
*) Rowley, Jennifer (2007). "The wisdom hierarchy:
1
representations of the DIKW hierarchy". Journal of Information
and Communication Science 33 (2): 163–180

Data Referensi
Data Pokok Pendidikan - Kebudayaan
Menurut fungsi Sistem

DAPODIK
EIS

Data Pokok Pendidikan-Kebudayaan


Merupakan Sistem Pengelolaan Data
Pendidikan dan Kebudayaan yang
DSS

Terintegrasi, untuk menunjang Tata


Kelola Data dan Informasi yang
terpadu.
Transactional System

SATU DATA
ARUS DATA

Koordinatif dengan lembaga yang berwenang.

PDSPK

Dapo Aliran Data


Data
(Unit Utama) Warehouse

Aliran Data
Backbone

• Monitoring
Sekolah Dinas • Evaluasi
• Pendayagunaan
Update
Data 15
ARUS DATA

Kebijakan

Verifikasi Validasi
Pendayagunaan
Verifikasi Validasi

Sekolah Sinkronisasi

DW Pusat
DW Provinsi DW Kab-Kota

Kontrol Kualitas Data

Permasalahan Aliran Data (BI Arus data)

Permasalahan Upload
KONSEP SATU DATA

Data Verifikasi Data Cut Off


DAPODIK

Data Verifikasi adalah data yang Data Cut Off adalah data yang
masih terus berjalan dan bergerak diberhentikan pada periode atau
(entri data, verifikasi dan validasi) waktu tertentu terkait dengan
sampai periode pendataan kebutuhan pendayagunaan data.
berakhir.
• Penelusuran (Query)
• Sekolah Kita • Statistik Data
• Jendela Pendidikan • Statistik Publikasi
• NIEP
• Spasial Pendidikan

Pendayagunaan Data
Transaksi Perencanaan
Informasi Berbasis Spasial Yang Terintegrasi

Sudah ada di
Data Warehouse
Kemendikbud

Kantor Pendidikan

Sekolah
Overlay dengan
Google Maps
Cagar Budaya

Rumah
Direktorat
Museum Jenderal
Kebudayaan
Tempat-tempat
Umum

Kawasan Cagar Budaya

BIG
Badan Informasi Geospasial
(Kebijakan Satu Peta)

Pusat Belajar (Bahasa, Kebudayaan, Ketrampilan,


Sanggar, Padepokan, dll)
JENIS INDIKATOR DALAM PROFIL PENDIDIKAN

1 2
PENDIDIKAN
NONPENDIDIKAN

1. Kepadatan penduduk Mewujudkan Akses yang


2. % Penduduk tk pend Meluas, Merata, dan
3. Angka buta/melek huruf Berkeadilan
4. % Angkatan/bukan
angkatan kerja
5. % Penduduk miskin Mewujudkan Pembelajaran
6. % Penduduk agama yang Bermutu
MISI KEMENDIKBUD 2015-2019
MISI KEMENDIKBUD
2019

Mewujudkan Akses Mewujudkan akses yang meluas, merata, dan berkeadilan


yang Meluas, Merata, adalah mengoptimalkan capaian wajib belajar 12 tahun;
dan Berkeadilan meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan
pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang
berkebutuhan khusus dan masyarakat terpinggirkan, serta
bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T);

Mewujudkan Mewujudkan pembelajaran yang bermutu adalah


Pembelajaran yang meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup standar
Bermutu nasional pendidikan; serta memfokuskan kebijakan
berdasarkan percepatan peningkatan mutu untuk
menghadapi persaingan global dengan pemahaman akan
keberagaman, dan penguatan praktik baik dan inovasi;
INDIKATOR MISI KEMENDIKBUD

No. Jenis Indikator Satuan


1 Rasio Siswa per Kelas (R-S/K) Siswa
2 Rasio Kelas per Ruang Kelas (R-K/RK) Kelas
3 % Perpustakaan Persentase
4 % Ruang UKS Persentase
5 % Tempat Olahraga Persentase
Mewujudkan
6 % Laboratorium Persentase
Akses yang
7 Angka Partisipasi Murni (APM) Persentase
Meluas, Merata,
8 Angka Partisipasi Kasar (APK) Persentase
dan Berkeadilan
9 Tingkat Pelayanan Sekolah (TPS) Siswa
10 Satuan Biaya (SB) Rupiah
11 Perbedaan Gender APK (PG APK) Persentase
12 Indeks Paritas Gender APK (IPG APK) Indeks
13 % Siswa Swasta (% S-Swt) Persentase
INDIKATOR MISI KEMENDIKBUD
No. Jenis Indikator Satuan
1 % Siswa Baru TK (%SB TK) Persentase
2 AMM/AM Persentase
3 Angka Lulusan (AL) Persentase
4 Angka Mengulang (AU) Persentase
5 Angka Putus Sekolah (APS) Persentase
6 AB5/AB Persentase
Mewujudkan 7 Rata2 Lama Belajar (RLB) Tahun
Pembelajaran 8 % Guru Layak (% GL) Persentase

yang Bermutu 9 Rasio Siswa per Guru (R-S/G) Siswa


10 % Guru sertifikasi (%GS) Persentase
11 % Sekolah Akreditasi Minimal B Persentase
12 % Ruang Kelas baik (%RKb) Persentase
13 % Perpustakaan baik (%Perpusb) Persentase
14 % Ruang UKS baik (%RUKSb) Persentase
15 % Laboratorium baik (%Labb) Persentase
STANDAR INDIKATOR PENDIDIKAN
Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan Berkeadilan
No. Jenis Indikator Satuan SD SMP SM Dikdasmen Penjelasan
Rasio Siswa per Kelas Permendikbud 23/2013, 24/2007
1 (R-S/K) Siswa 32 36 36 - (SMA) & 40/2008 (SMK)
Rasio Kelas per Ruang
2 Kelas (R-K/RK) Kelas 1 1 1 1 Ideal
3 % Perpustakaan Persentase 100 100 100 100 Ideal
4 % Ruang UKS Persentase 100 100 100 100 Ideal
5 % Tempat Olahraga Persentase 100 100 100 100 Ideal
6 % Laboratorium Persentase - 100 100 100 Ideal
Angka Partisipasi
7 Murni (APM) Persentase 100 100 100 100 Ideal
Angka Partisipasi Kasar
8 (APK) Persentase 100 100 100 100 Ideal
Tingkat Pelayanan
9 Sekolah (TPS) Siswa 52 81 62 59 Angka nasional 2014/2015
10 Satuan Biaya (SB) Rupiah 828,000 1,014,000 1,428,000 - SD, SMP, & SM 70% dr BOS 2014
Perbedaan Gender APK
11 (PG APK) Persentase 0 0 0 0 Ideal
Indeks Paritas Gender
12 APK (IPG APK) Indeks 1 1 1 1 Ideal
% Siswa Swasta (% S-
13 Swt) Persentase 10 25 50 - Ideal
STANDAR INDIKATOR PENDIDIKAN
Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu
No. Jenis Indikator Satuan SD SMP SM Dikdasmen Penjelasan
1 % Siswa Baru TK (%SB TK) Persentase 100,00 - - - Ideal
2 AMM/AM Persentase 50 100 100 100 Ideal
3 Angka Lulusan (AL) Persentase 100 100 100 100 Ideal
4 Angka Mengulang (AU) Persentase 0 0 0 0 Ideal
5 Angka Putus Sekolah (APS) Persentase 0 0 0 0 Ideal
6 AB5/AB Persentase 95 100 100 - Ideal
7 Rata2 Lama Belajar (RLB) Tahun 6 3 3 - Ideal
8 % Guru Layak (% GL) Persentase 100 100 100 100 Ideal
9 Rasio Siswa per Guru (R-S/G) Siswa 16 15 12 - Angka nasional 2014/2015
% Sekolah Akreditasi Minimal
10 B Persentase 100 100 100 100 Ideal
11 % Ruang Kelas baik (%RKb) Persentase 100 100 100 100 Ideal
% Perpustakaan baik
12 (%Perpusb) Persentase 100 100 100 100 Ideal
13 % Ruang UKS baik (%RUKSb) Persentase 100 100 100 100 Ideal
% Laboratorium baik
14 (%Labb) Persentase - 100 100 100 Ideal
INDIKATOR MEWUJUDKAN AKSES YANG MELUAS, MERATA DAN BERKEADILAN

Rasio Siswa
per Kelas Rasio Kelas
% Siswa (R-S/K) per Ruang
Swasta (%
Kelas (R-
S-Swt)
K/RK)
Indeks
Paritas %
Gender Perpustaka
APK (IPG an
APK)

Perbedaan Mewujudkan
Gender % Ruang
APK (PG Akses yang UKS
APK)
Meluas, Merata,
dan
Berkeadilan
Satuan % Tempat
Biaya (SB) Olahraga

Tingkat
%
Pelayanan
Laboratori
Sekolah
um
(TPS)
Angka Angka
Partisipasi Partisipasi
Kasar Murni
(APK) (APM)
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

1 2
RASIO SISWA/KELAS RASIO KELAS/RUANG KELAS

Definisi: Perbandingan antara Definisi: Perbandingan antara


jumlah siswa(S) dengan jumlah jumlah kelas (K) dengan jumlah
kelas/kel belajar (K) ruang kelas (RK)
Rumus: Rumus:
R-S/K = S : K R-K/RK = K : RK
Kriteria: Kriteria:
Makin tinggi rasio berarti makin Idealnya = 1, berarti semua ruang
padat siswa yang berada di kelas kelas hanya digunakan sekali
atau makin kurang jumlah ruang untuk kegiatan belajar mengajar
kelas. Kegunaan:
Kegunaan: Untuk mengetahui
Untuk mengetahui rata-rata kekurangan/kelebihan ruang
besarnya kelas kelas.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

3 4
% PERPUSTAKAAN % Ruang UKS

Definisi: Perbandingan antara jumlah Definisi: Perbandingan antara


perpustakaan (Perpus) dengan jml ruang UKS (RUKS) dg
jumlah sekolah (S), dinyatakan dalam sekolah (Sek) dinyatakan dlm %
persentase
Rumus: Rumus:
%Perpus = Perpustakaan:Sekolah %RUKS=RUKS/Sek x 100
Kriteria: Kriteria:
Idealnya = 100%, berarti semua Idealnya =100% berarti semua
sekolah telah memiliki perpustakaan sekolah memiliki ruang UKS
Kegunaan:
Kegunaan:
Untuk mengetahui sekolah yang
Untuk mengetahui sekolah yang
belum memiliki perpustakaan. belum memiliki ruang UKS
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

5 6
% LABORATORIUM % TEMPAT OLAHRAGA
(%TOR)
Definisi: Perbandingan antara
jml laboratorium (Lab) dg jml
sekolah (Sek) dinyatakan dlm % Definisi: Perbandingan antara
Rumus: jml tempat olahraga (TOR) dg jml
sekolah (Sek) dinyatakan dlm %
%Lab=Lab/Sek(Sek x 5)x100 Rumus:
*) Khusus SMA sek x 5
Kriteria: %TOR=TOR/Sek x 100
Idealnya =100% berarti semua Kriteria:
sekolah memiliki laboratorium Idealnya =100% berarti semua
(khusus SMA 5 lab). sekolah memiliki ruang olahraga.
Kegunaan: Kegunaan:
Untuk mengetahui sekolah yang Untuk mengetahui sekolah yang
belum memiliki laboratorium belum memiliki ruang olahraga
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

7 ANGKA PARTISIPASI KASAR 8 ANGKA PARTISIPASI MURNI


(APK) (APM)
Definisi: Definisi:
APK adalah perbandingan antara siswa APM adalah perbandingan antara siswa
pada jenjang pendidikan tertentu usia sekolah tertentu pada jenjang
dengan penduduk usia sekolah dan pendidikan tertentu dengan penduduk
dinyatakan dalam persentase. usia yang sesuai dan dinyatakan dalam
Rumus: persentase.
Siswa j Rumus:
APKj = ------------------------ x 100 Siswa us j
Penduduk us j APMj = ------------------------ x 100
Kriteria: Penduduk us j
Kriteria:
Makin tinggi APK berarti makin banyak
anak usia sekolah yg bersekolah di Makin tinggi APM berarti makin banyak
jenjang pendidikan tertentu atau anak usia sekolah yg bersekolah sesuai
banyak anak di luar usia sekolah. usia resmi di jenjang pendidikan tertentu.
Nilai idealnya 100%.
Kegunaan:
Kegunaan:
Untuk mengetahui banyaknya siswa
yang bersekolah pada jenjang Untuk mengetahui banyaknya anak usia
pendidikan tertentu sekolah yang bersekolah pada jenjang yang
sesuai.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

9 TINGKAT PELAYANAN SEKOLAH


(TPS) 10 SATUAN BIAYA
(SB)
Definisi:
TPS SD adalah perbandingan antara Definisi:
jumlah penduduk usia masuk sekolah (6-7
tahun) terhadap sekolah ekuivalen. SB adalah perbandingan antara
TPS SMP/SM adalah perbandingan antara
jumlah anggaran pendidikan dari
lulusan SD/SMP terhadap sekolah APBD (tak termasuk modal) dibagi
ekuivalen. dengan jumlah siswa.
Sekolah ekuivalen (SE) adalah rombel dibagi 6 Rumus:
dengan maksud agar bisa dibandingkan antara
SD, SMP, dan SM Anggaran APBD j
Rumus: SB j = -------------------------- x 100
Siswa j
P6-7 th/Lulusan j
TPS j = ----------------------------- x 100 Kriteria:
SE
Makin tinggi SB berarti makin tinggi
Kriteria:
alokasi anggaran dari APBD
Makin tinggi TPS berarti makin kecil sehingga makin baik
kesempatan yang diberikan kepada siswa
Kegunaan:
Kegunaan:
Untuk mengetahui kesempatan yang
Untuk mengetahui seberapa besar
diberikan sekolah dalam melayani anggaran pendidikan yang berasal
penduduk usia masuk sekolah dan lulusan dari APBD
yang melanjutkan
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

11 PERBEDAAN GENDER 12 INDEX PARITAS GENDER


ANGKA PARTISIPASI KASAR ANGKA PARTISIPASI KASAR
(PG APK) (IPG APK)
Definisi: Definisi:
Perbedaan APK antara Laki-laki dengan APK Perbandingan antara APK Perempuan dengan
APK Laki-laki
Perempuan Rumus:
Rumus: IPG APK = APK Perempuan/APK Laki2
PG APK = APK Laki2 – APK Perempuan Contoh:
Contoh: IPG APK SD =
PG APK SD = APK SD Perempuan/APK SD Laki-laki
APK SD Laki2 - APK SD Perempuan IPG APK SMP =
PG APK SMP = APK SMP Perempuan/APK Laki2
APK SMP Laki2 - APK SMP Perempuan
Perempuan IPG APK SM =
PG APK SM = APK SM Perempuan/APK SM Laki2
APK SM Laki2 - APK SM Perempuan Kriteria:
Kriteria: Idealnya 1 berarti ada kesetaraan gender.
Idealnya 0% berarti tak ada perbedaan gender. Kegunaan:
Kegunaan: Untuk mengetahui apakah sudah terjadi
Untuk mengetahui apakah perbedaan tersebut kesetaraan gender antara laki-laki dan
lebih banyak perempuan atau laki-laki perempuan.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

13
% SISWA SWASTA
(% S-Swt)
Definisi:
Perbandingan antara siswa swasta (S-Swt)
dengan jumlah siswa seluruhnya (S),
dinyatakan dalam persentase.
Rumus:
S-Swt
%S-Swt = ----------- x 100
S
Kriteria:
Makin tinggi nilainya berarti makin tinggi
partisipasi swasta dalam penyelenggaraan
sekolah.
Kegunaan:
Untuk mengetahui besarnya partisipasi
sekolah swasta dalam menampung siswa.
INDIKATOR MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG BERMUTU

% Siswa
% Baru TK
Laboratori (%SB TK) AMM/AM
um baik
(%Labb)
% Ruang Angka
UKS baik Lulusan
(%RUKSb) (AL)

%
Perpustak Angka
aan baik Mengulang
(%Perpus (AU)
b)
Mewujudkan
% Ruang
Pembelajaran Angka
Putus
Kelas baik
(%RKb)
yang Bermutu Sekolah
(APS)

% Sekolah
Akreditasi AB5/AB
Minimal B

% Guru Rata2
Lama
Sertifikasi
Belajar
(%GS) Rasio (RLB)
% Guru
Siswa per
Layak (%
Guru (R-
GL)
S/G)
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN
1 % Siswa Baru TK 2 AMM/AM
(%SB TK) Definisi:
AMM adalah perbandingan antara jumlah
siswa baru usia masuk sekolah pada jenjang
Definisi: Perbandingan antara jumlah pendidikan tertentu dengan penduduk usia
masuk sekolah dan dinyatakan dalam
siswa baru SD asal TK/RA/BA (SBTK) persentase.
dengan jumlah siswa baru seluruhnya
Rumus:
(SBS), dinyatakan dalam persentase
Siswa Baru ums j
Rumus: AMM j = ---------------------------- x 100
SBTK Penduduk ums j
%SB TK = ----------- x 100 Kriteria:
SBS Makin tinggi AMM berarti makin banyak
Kriteria: anak yang masuk sekolah sesuai dengan
Idealnya 100% berarti semua siswa baru ketentuan.
adalah lulusan TK/RA/BA. Kegunaan:
Makin tinggi nilainya berarti makin baik.
Kegunaan: Untuk mengetahui banyaknya anak usia
Untuk mengetahui mutu masukan SD masuk sekolah yang sesuai dengan
ketentuan atau usia resmi masuk sekolah.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN
3 ANGKA LULUSAN 4 ANGKA MENGULANG
(AL) (AU)
Definisi: Perbandingan antara jumlah
Definisi: Perbandingan antara jumlah siswa mengulang (Ut) dengan jumlah
lulusan (Lt) dengan jumlah siswa siswa tahun ajaran sebelumnya (St-1),
tingkat tertinggi th ajaran sebelumnya
(St-1), dinyatakan dalam persentase dinyatakan dalam persentase
Rumus: Rumus:
Lt Ut
AL = ------- x 100 AU = ------- x 100
St-1 St-1
Kriteria: Kriteria:
Idealnya 100% berarti siswa tingkat Idealnya 0% berarti tidak ada siswa yang
tertinggi lulus semua. Makin tinggi mengulang. Makin rendah nilainya berarti
nilainya berarti makin baik. makin baik.
Kegunaan: Kegunaan:
Untuk mengetahui banyaknya siswa Untuk mengetahui banyaknya siswa
yang tidak lulus sehingga dapat mengulang sehingga dapat
direncanakan program remedial. direncanakan program remedial.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN
5 ANGKA PUTUS SEKOLAH 6 ANGKA BERTAHAN 5 SD
(APS)
(AB5 SD)
Definisi: Perbandingan antara jumlah Definisi: Perbandingan antara
putus sekolah (PSt) dengan jumlah jumlah siswa yang dapat bertahan
siswa tahun ajaran sebelumnya (St-1), pada tingkat 5 SD dari kohort 1000
dinyatakan dalam persentase dibandingkan dengan tahun siswa,
Rumus: dinyatakan dengan persentase
PSt Rumus:
PS = ----------- x 100 Jumlah Siswa Bertahan Tk 5
St-1 AB = ------------------------------------------ x 100
Kriteria: 5.000
Idealnya 0% berarti tidak ada siswa
Kriteria: makin mendekati 100% makin
yang putus sekolah. Makin rendah
baik,
nilainya berarti makin baik. Kegunaan: untuk mengetahui siswa yg
Kegunaan: dapat bertahan sampai tk 5.
Untuk mengetahui banyaknya siswa
putus sekolah sehingga dapat
direncanakan program retrieval.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

7
RATA-RATA LAMA BELAJAR
(RLB)
Definisi: Rata-rata lama belajar yang diperlukan siswa sampai lulus dari
kohort 1000
Rumus:

(lulusan I x 6) + (lulusan I x 7) + (lulusan I x 8)


RLBlSD = ----------------------------------------------------------------
lulusan I + II + III
(lulusan I x 3) + (lulusan I x 4) + (lulusan I x 5)
RLBSMP/SM = -------------------------------------------------------------
lulusan I+ II + III

Kriteria: idealnya RLB SD 6 tahun dan SMP/SM 3 tahun


Makin tinggi makin buruk berarti banyak siswa mengulang
Kegunaan: untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan siswa sampai
lulus.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN
8 % GURU LAYAK 9 RASIO SISWA PER GURU
(%GL) (R-S/G)

Definisi: Definisi:
%GL adalah perbandingan antara jumlah R-S/G adalah perbandingan antara
guru layak mengajar (ijazah S1/Diploma 4
jumlah siswa (S) dengan jumlah guru
(G)
&lebih tinggi) (GL) dengan jumlah guru
Rumus:
seluruh (GS).
Rumus: S
GL R-S/G = ------
%GL = --------- x 100 G
GS
Kriteria: Kriteria:
Idealnya 100% berarti semua guru mengajar Makin besar nilainya makin banyak
telah sesuai dengan ketentuan UU
guru melayani siswa atau makin
kurang guru yg ada
No.14/2005. Makin tinggi %GL berarti makin
baik. Kegunaan:
Kegunaan: Untuk mengetahui tambahan guru
Untuk mengetahui banyaknya guru yang yang diperlukan
perlu disetarakan
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN
% Guru Sertifikasi (%GS) 11 SEKOLAH MINIMAL AKREDITASI B
10 (% Min Akreditasi B)

Definisi:
% Guru Sertifikasi adalah perbandingan Definisi:
antara jumlah guru yang sudah % Min Akreditasi B adalah perbandingan
bersertifikasi dengan jumlah seluruh Guru. antara jumlah sekolah yang minimal
berakreditasi B dengan jumlah seluruh
Rumus:
Guru Sertifikasi Sekolah.
%Guru Sertifikasi= --------------------------- x 100 Rumus:
Total Guru
Sek Akrd A+B
%Min Akreditasi B = ----------------------- x 100
Kriteria: Sekolah
Idealnya 100% berarti semua Guru Sudah Kriteria:
bersertifikasi. Makin banyak guru yang Idealnya 100% berarti semua Sekolah
bersertifikasi berarti makin baik. minimal berakreditasi minimal B. Makin
Kegunaan: tinggi sekolah minimal akreditasi B berarti
makin baik.
Untuk mengetahui banyaknya guru yang
sudah bersertifikasi Kegunaan:
Untuk mengetahui banyaknya sekolah
yang perlu diakreditasi.
.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

12 % RUANG KELAS BAIK 13 % PERPUSTAKAAN BAIK


(%RKb) (%Perpusb)

Definisi: Perbandingan antara jumlah Definisi: Perbandingan antara


ruang kelas baik(RKb) dengan jumlah jumlah perpustakaan baik
ruang kelas seluruhnya (RK), (Perpusb) dengan perpustakaan
dinyatakan dalam persentase seluruhnya (Perpus), dinyatakan
Rumus: dalam persentase
Rumus:
RKb Perpusb
%RKb = --------- x 100 %Perpus = --------------- x 100
Perpus
RK Kriteria:
Kriteria: Idealnya 100% berarti semua
Idealnya 100% berarti semua ruang kelas
dalam kondisi baik. Makin tinggi nilainya
perpustakaan dalam kondisi baik.
berarti makin baik. Makin tinggi nilainya makin baik.
Kegunaan: Kegunaan:
Untuk mengetahui banyaknya ruang kelas Untuk mengetahui banyaknya
yang rusak dan perlu rehabilitasi. perpustakaan yng rusak dan perlu
rehabilitasi.
PERHITUNGAN INDIKATOR PENDIDIKAN

14 % RUANG UKS BAIK 15 %LABORATORIUM BAIK


(%RUKSb) (%Labb)

Definisi: Perbandingan antara Definisi: Perbandingan antara jumlah


jumlah ruang UKS baik (UKSb) laboratorium baik (Labb) dengan jumlah
dengan jumlah ruang UKS laboratorium seluruhnya (Lab),
seluruhnya (RUKS), dinyatakan dinyatakan dalam persentase
dalam persentase Rumus:
Rumus:
Labb
RUKSb %Labb = ------------- x 100
%RUKSb = --------------- x 100 Lab
RUKS
Kriteria: Kriteria:
Idealnya 100% berarti semua ruang UKS Idealnya 100% berarti semua laboratorium
dalam kondisi baik. Makin tinggi nilainya dalam kondisi baik. Makin tinggi nilainya makin
makin baik. baik.
Kegunaan: Kegunaan:
Untuk mengetahui banyaknya ruang UKS Untuk mengetahui banyaknya laboratorium
yang rusak dan perlu rehabilitasi. yang rusak dan perlu rehabilitasi.
SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA, dan SATU DATA

•Data membuka Mata


“AKU PUNYA IMAJINASI” (Moro, Kab. Karimun 30-3-2015, LM) •Data membuka Pikiran, dan
•Data membuka Hati

(Purwanto, Field Officer Unicef Makassar, 2005)

Imagination is more important than


knowledge” (Albert Einstein )

Pusat Data dan Statistik Pendidikan-Kebudayaan


Setjen, Kemdikbud
Jakarta, 2016