Anda di halaman 1dari 42

PENGERTIAN MASA NIFAS

1 &
PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI
1. AT T I KA KUR N I A SAR I
2. AV I ATI WI KI R I YA NTO
3. CHOI R UL FA I ZA H N U R A INI
4. CI N T YA AYU A N G GRA NINGRU M

D-IV ALIH JENJANG KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA


2018
PENGERTIAN MASA NIFAS
Periode postpartum adalah masa dari kelahiran
plasenta dan selaput janin hingga kembalinya
traktus reproduksi (alat-alat kandungan) wanita
pada kondisi tidak hamil
Tujuan Asuhan Masa Nifas
1. Meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis ibu dan bayi
2. Pencegahan, diagnosa dini dan pengobatan komplikasi pada ibu
3. Merujuk ibu ke tenaga ahli bila perlu
4. Mendukung dan memperkluat keyakinan ibu, serta memungkinkan ibu
agar mampu melakukan perannya dalam situasi keluarga dan budaya yang
khusus
5. Imunisasi ibu terhadap tetanus
6. Mendorong pelaksanaan metode yang sehat tentang pemberian makan
anak, serta peningkatan pengembangan hubungan yang baik antara ibu
dan anak
Peran dan Tanggung Jawab Bidan dalam
Masa Nifas
1. Teman terdekat sekaligus pendamping
2. Pendidik dlam pemberian pendidikan kesehatan
3. Pelaksana asuhan kepada pasien dalam hal
tindkaan perawatan, pemantauan, penanganan
masalah, rujukan dan deteksi dini komplikasi masa
nifas
Tahapan Masa Nifas
◦Periode immediate postpartum

◦Periode early postpartum (24 jam- 1 minggu)

◦Periode late postpartum (1-5 minggu)


Kebijakan Program Nasional Masa Nifas
6-8 JAM SETELAH PERSALINAN
Mencegah perdarahan karena antonia uteri

Mendeteksi dan merawat penyebab perdarahan dan rujuk jika perdarahan berlanjut

Memberiukan konseling pada ibu atau anggota keluarga mengenai bagaimana cara
mencegah perdarahan masa nifaskarena antonia uteri
Pemberian ASI awal
Melakukan hubungan antara ibu dan bayi yang baru lahir
Menjaga bayi tetap sehat dan mencegah hipotermi
Jika ia adalah petugas yang menolong proses persalinan, maka ia harus tinggal dengan
ibu dan bayi selama 2 jam pertama
6 hari stelah persalinan
Memastikan involusi uterus berjalan dengan normal : uterus berkontraksi, fundus di
bawah umbilicus, tidak ada perdarahan abnomal dan tidak berbau

Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi ataupun perdarahan abnormal

Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat

Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda


penyulit

Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat,
,enjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari
2 minggu setelah persalinan
Memastikan involusi uterus berjalan dengan normal : uterus berkontraksi,
fundus di bawah umbilicus, tidak ada perdarahan abnomal dan tidak
berbau

Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi ataupun perdarahan abnormal

Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat

Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit

Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat,
,enjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari
6 minggu setelah persalinan
Menanyakan pada ibu tentang kesulitan-
kesulitan yang ia atau bayinya alami

Memberikan konseling KB
secara dini
Anatomi dan fisiologis payudara
Anatomi payudara
Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu :
1. Korpus (badan), yaitu bagian yang membesar
2. Areola, yaitu bagian yang kehitaman di tengah
3. Papilla atau puting, yaitu bagian yang menonjol
di puncak payudara
Fisiologis payudara

Pelepasan ASI berada di bawah kendali neuro-


endokrin. Rangsangan sentuhan pada payudara (bayi
mengisap) akan merangsang produksi ASI. Hisapan bayi yang
memicu pelepasan ASI dari alveolus mamae melalui ductus
ke sinus lactiferous, oksitosin memasuki darah dan
menyebabkan kontraksi sel. Kontraksi ini yang mendorong
ASI keluar dari alveoli melalui ductus menuju sinus
lactiferous, tempat ASI di simpan. Pada saat bayi menghisap,
ASI di dalam sinus keluar ke mulut bayi.
Dukungan bidan dalam pemberian
ASI
1. Membiarkan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam
pertama.
2. Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah
masalah umum yang timbul.
3. Membantu ibu pada waktu pertama kali memberi ASI.
4. Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung).
5. Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin.
6. Memberikan kolustrum dan ASI saja.
7. Menghindari susu botol dan “dot empeng”.
Manfaat pemberian ASI

1. Bagi bayi

2. Bagi ibu

3. Bagi semua orang


Upaya memperbanyak ASI
1. Hisapan Bayi dan Keteraturan Bayi Menghisap
2. Makanan
3. Ketenganan Jiwa dan Fikiran
4. Penggunaan Alat Kontrasepsi
5. Perawatan Payudara
6. Istirahat
7. Hindari konsumsi Rokok dan Alkohol
8. Pijat oksitosin
9. Mengkonsumsi jantung pisang batu
10. Mengkonsumsi Jamu Uyup – Uyup
11. Mengkonsumsi Daun Pepaya
Tanda Bayi Cukup ASI
Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau 24 jam minimal mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu
pertama
Bayi sering buang air besar (BAB) berwarna kekuningan berbiji
Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak 6-8 kali/hari dan warnanya jernih sampai
kuning muda
Ibu dapat mendengar suara menelan yang pelan ketika bayi menelan ASI
Payudara ibu terasa lembut dan kosong setiap kali selesai menyusui
Warna bayi merah (tidak kuning) dan kulit terasa kenyal
Pertumbuhan berat badan (BB) dan tinggi (TB) bayi sesuai dengan grafik pertumbuhan
Perkembangan motorik baik (bayi aktif dan motoriknya sesuai dengan rentang usianya)
Bayi kelihatan puas, sewaktu – waktu saat lapar akan bangun dan tidur dengan cukup
Sesudah menyusu atau minum bayi tampak puas, tidak menangis dan dapat tidur nyenyak
ASI Eksklusif
Menurut World Health Organization (WHO)
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja
tanpa tambahan cairan lain baik susu
formula, air putih, air jeruk, ataupun
makanan tambahan lain sebelum mencapai
usia 6 bulan
Tahapan ASI
Kolostrum

ASI Peralihan/ ASI Transisi

Air susu matang (matur)


Komposisi gizi dalam ASI

NUTRISI : Lemak, Karbohidrat, Protein, Garam dan mineral, vitamin

PROTEKTIF : Laktobasillus bifidus menghambat


(pertumbuhan mikroorganisme), Laktoferin (menghambat
pertumbuhan kuman), Lisozim, Faktor antistreptokokus,
antibodi, Tidak menimbulkan alergi
Manfaat ASI untuk bayi
Mempunyai komposisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi yang
dilahirkan

Jumlah kalori yang terdapat dalam ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi
sampai umur 6 bulan

ASI mengandung zat pelindung /antibodi yang melindungu terhadap


penyakit
Dengan diberikannya ASI maka akan memperkuat ikatan batin ibu dan
bayi

Mengurangi kejadian molaklusi akibat penggunaan dot yang lama


Ibu
Mencegah perdarahan masa nifas

Mempercepat involusi uterus

Sebagai salah satu metode KB sementara


Keluarga
Mudah pemberiannya

Menghemat biaya
Negara
Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak

Mengurangi subsidi untuk rumah sakit

Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa


Komposisi gizi dalam ASI
Nutrien (zat gizi) yang
sesuai untuk bayi
lemak

vitamin karbohidrat

Garam dan
protein
mineral
Zat protektif

Laktobasillus
Laktoferin Lisozim
bifidus

Tidak
Faktor
Antibodi menimbulkan
antistreptokokus
alergi
CARA MERAWAT PAYUDARA
Perawatan payudara (Breast Care) adalah
suatu cara merawat payudara yang
dilakukan pada saat kehamilan atau masa
nifas untuk produksi ASI, selain itu untuk
kebersihan payudara dan bentuk putting
susu yang masuk ke dalam atau datar.
Tujuan perawatan payudara
Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi.
Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet.
Untuk menonjolkan puting susu.
Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
Untuk mencegah terjadinya penyumbatan
Untuk memperbanyak produksi ASI
Untuk mengetahui adanya kelainan
Akibat jika tidak dilakukan Perawatan
Payudara
◦ Puting susu kedalam
◦ ASI lama keluar
◦ Produksi ASI terbatas
◦ Pembengkakan pada payudara
◦ Payudara meradang
◦ Payudara kotor
◦ Ibu belum siap menyusu
◦ Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet (Prawirohardjo,
2010).
Tahapan perawatan payudara
Buka Membersihka
Cuci Duduk n putting
pakaian dengan kapas
tangan nyaman
atas + baby oil
PENGURUTAN PERTAMA
Melicinkan kedua tangan dengan baby oil

Menempatkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara

Melakukan pengurutan dimulai kearah atas, lalu telapak tangan kiri ke arah sisi kiri dan telapak
tangan kanan ke arah sisi kanan

Melakukan terus pengurutan ke bawah/ ke samping selanjutnya, pengurutan melintang telapak


tangan mengurut ke depan, lalu kedua tangan dilepas dari payudara

Mengulangi gerakan 20-30 kali tiap satu payudara


Pengurutan kedua
Telapak tangan kiri menopang payudara kiri,
kemudian 2/3 jari tangan kanan membuat
gerakan memutar sambil menekan mulai dari
pangkal payudara dan berakhir pada puting sus.
Melakukan tahap yang sama pada payudara
kanan kurang lebih 2 kali gerakan setiap
payudara
Pengurutan ketiga
Menyokong payudara dengan satu tangan,
sedangkan tangan lain mengurut payudara
dengan sisi kelingking dari arah tepi kea rah
puting susu kurang lebih 30 kali
Pengompresan
Mengompres kedua payudara dengan waslap
hangat lalu mengganti dengan kompres waslap
dingin selama satu menit, kompres bergantian
selama tiga kali berturut-turut dan akhiri
dengan kompres air hangat
Bias hanya dengan dibasuh menggunakan air
hangat 2-3 x, kemudian air dingin 2-3 x dan
diakhiri dengan menggunakan air hangat 2-3 x
Pengosongan ASI
Mengeluarkan ASI dengan meletakkan ibu jari dan jari telunjuk kira-kira 2,5 sammpai
dengan 3 cm dari puting susu
Meletakkan jari-jari tersebut sedemikian rupa sehingga penampung ASI berada
dibawahnya
Menekan payudara ke arah dada dan perhatikan agar jari-jari jangan diregangkan.
Angkat payudara yang agak besar dahulu, lalu tekanlah kea rah dada
Gerakan ibu jari dan telunjuk ke arah puting susu untuk menekan dan mengosongkan
tempat penampungan susu pada payudara tanpa rasa sakit
Mengulangi gerakan itu untuk mengosongkan daerah penampungan air susu. Gunakan
kedua tangan pada masing-masing payudara.
Menggunakan BH yang menyangga
Cara menyusui yang benar
1. Cuci tangan dengan air yang bersih dan mengalir
2. Ibu duduk dengan santai kaki tidak boleh
menggantung
3. Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola
sekitarnya. Manfaatnya adalah sebagai desinfektan
dan menjaga kelembaban puting susu.
4. Posisikan bayi dengan benar
Bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat
lengkungan siku ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan
ibu
Perut bayi menempel ke tubuh ibu
Mulut bayi berada didepan puting ibu
Lengan yang dibawah merangkul tubuh ibu, jangan berada di
antara tubh ibu dan bayi. Tangan yang diatas boleh dipegang ibu
atau diletakkan di atas dada ibu
Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus
5. Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yan lain
menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan
areolanya
6. Bibir bayi dirangsang dengan puting ibu dan akan membuka
lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi di dekatkan ke payudara
ibu dan puting serta areola dimasukkan ke dalam mulut bayi.
7. Cek apakah perlekatan sudah benar
Dagu menempel ke payudara ibu
Mulut terbuka lebar
Sebagian besar areola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi
Bibir bayi terlipat keluar
Pipi bayi tidak boleh kempot (karena bayi tidak menghisap, tetapi memerah ASI)
Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunyi menelan
Ibu tidak kesakitan
Bayi tenang
8. Setelah bayi menghisap, ibu tidak lagi
memegang/menyangga payudaranya
9. Ibu memperhatikan bayi selama menyusui
10. Jika bayi sudah selesai menyusu,
lepas isapan bayi dengan :
Jari kelingking
dimasukkan ke mulut
bayi melalui sudut
Dagu bayi ditekan ke
mulut
bawah

11. Setelah selesai menyusu, mengoleskan sedikit ASI pada puting susu dan
areola dan membiarkannya kering dengan sendirinya.
12. Menyendawakan bayi
Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu kemudian
punggung ditepuk perlahan-lahan sampai bayi bersendawa (bila
tidak bersendawa tunggu 10-15 menit) ATAU
Bayi ditengkurapkan dipangkuan ibu dengan menyangga dahi bayi,
kemudian punggung atas ditepuk perlahan-lahan sampai bayi
bersendawa (bila tidak bersendawa tunggu 10-15 menit)

13. Menyusukan kedua payudara secara bergantian


14. Menyusukan bayi setiap saat (on demand).
MASALAH DALAM PEMBERIAN ASI
1. Puting yang terbenam
2. Puting lecet
3. Pembengkakan
4. Nyeri hebat pada payudara
5. Mastitis
6. Abses payudara
7. Sumbatan pada duktus
8. Bintik putih