Anda di halaman 1dari 36

KUMPULAN MATERI 2019 DC

HIPERSOMNIA
Sejak kapan keluhan tersebut muncul ?
Apakah berlangsung sampai setiap hari ?
Saat bagaimana keluhan tersebut muncul ? Apakah ada kondisi kondisi tertentu yang
membuat keluhan ini muncul ?
Coba ibu ceritakan bagimana penyakitnya, apakah memburuk atau membaik ?
Factor pencetus apa yang apat membuat kembali muncul ?
Atau peristiwa tertentu seperti peminfahan tempat kerja ?
Apakah ada rasa menyalahkan diri sendiri, tidak memilki arti apa2, putus asa, tidak ada
harapan hidup,nafsu makan, malas……..
Apakah ada rasa berdebar debar dan khawatir
Gangguan proses berpikir dan
Afek : apakah pasien pernah menangis atau tertawa tanpa sebab yang jelas
Proses berpikir : pernah berbicara melantur, t
INSOMNIA (3A)
Lakukan wawancara psikiatri
Tuliskan status mental
Dx dan dd sampaikan ke keluarga
Edukasi ke px untuk terapi selanjutnya
Berikan resep dan th pada pasien
1. ketuk pintu dr, selamat pagi dok , beri kartu ujian
2. selamat pagi pak, sy dr devi yang bertugas dipuskesmas hari ini
3. bapak saya akan mengajukan bebrapa pertanyaan mengenai identitas, keluhan
bapak, dan apapun yang bapak sampaikan akan sangat membantu saya ,untuk
menentukan ibu sakit apa. Jangan khatir, ibu berbicara seluluasa mungkin , setiap
yang ibu sampaikan menjadi rahasia medis……….
4. bagaimana ibu bersedia ?
Nama ibu ?
Umur ibu ?
Alamat ?
Pekerjaan ibu ?
Pendidikan terakhir ?
Sudah menikah ?
Punya berapa anak ?
Bapak ada keluahan apa ? Tidak bias tidur
Sejak kapan keluhan tidak bias tidur dialami ya pak ? Sdh 1 bulan ini
Apakah saat tidur sulit untuk memulainya , lalu terbangun atau bangun terlalu cepat
?
Apakah ada gejala depresi : ……………..cemas ;
Apakah sudah mendapat pengobatan sebelumya :
Apakah pernah menglami penyakit yang sama dahulu
Apakah ada obat obat yang sring dipakai ?
Apakah ada keluhan fisik lainyya
Ada punya riwayat alergi ?
Ada menggunakan zat adiktif? Suka minum kopi ?
Apakah pernah mengalami trauma pada kepala
Apakah pernnah mengalami pembedahan
Apakah ada stresorr psikososia : yang menyebabkan pasien berubah
STATUS MENTAL
1. menilai penampilan umum : pakaian rapi , kesan dapat merawat diri
2. menilai perilaku dan psikomotor : normoaktif
3. memeriksa dan menilai kesadaran : compos mentis, GCS E4,v5 m 5
4. memeriksa dan menilai mood dan afek ; mood eutimik, afek : appropriate
5. menilai pembicaraan : arus biasa, nada suara biasa, produktivitas biasa, isi relevan
6. memeriksa dan menilai gangguan presepsi : tidak dijumpai halusinasi dan ilusi
7. memeriksa dan menilai bentuk pikiran : reality testing ability baik
8. menilai isi pikiran : waham kebesaran +, yakin dirinya artis terkenal
9. memeriksa dan menilai orientasi : baik
10. memeriksa dan menilai daya ingat : daya ingat baik
11. memeriksa dan menilai konsentrasi dan perhatian : terganggu
12. menilai dan memeriksa : visuospasial
13. memeriksa dan menilai pikiran abstark : baik
14. menilai pengendalian implus : baik
15. memeriksa dan menilai terhadap realitas dan tilikan : tilikan derajat 4
Ttv………
Kepala leher
Thorax
Abdomen
Ekstremitas
Dx ; insomnia non organic / insomnia primer
Dd
1. insomnia sekunder
2. hypersomnia
3. sleep apnea
Zolpidem 1x1 malam
Diazepam 1x 5 mg oral malam
Estazolam 1x2 mg oral malam
Saya menganjurkan bapak untuk masuk tidur pada jam yang sama
Batasi penggunaan kamar hanya untuk tidur
Hindari meminum kopi, merokok atau obaat stimulant
Hindari tidur siang hari
Hindari menonton televise, main games hp dikamar tidur
Mandi air hangat 20 menit sebelum tidur
Buat kondisi kamar tidur yang nyaman, seperti tempat tidur yang rapi dan bersih,
suhu yang sejuk
TETANUS /4A
Seorang laki laki berusia 20 tahun diantar keluarganya ke IGD RS dengan keluahan
kaku. Pada kedua tangan dan kaki disertai sulit menelan, susah membuka mulut dan
perut terasa kencang seperti papan.
1. lakukan anamnesis
2. lakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien sesuai dengan keluhan
3. lakukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan dan tanyakan hasil pemeriksaan
tersebut ?
4. tentukan diagnosis dan diagnosis banding
5. tuliskan resep untuk farmakologi
6. lakukan edukasi terhadap pasien terkait diagnosis dan tatalaksan
Keluhan utama : kaku pada kedua tangan dan kaki
Sejak kapan ? 1 minggu yang lalu
Progres ? Semakin lama semakain berat
Keluhan lain ? Sulit menelan, susah membuka mulut , perut kencang seperti papan .
Kejang yang terjadi tanpa rangsangan
Usaha yang dilakukan : belum pernah ke dokter
Obat yang dipakai saat ini ?
Riwyat penyakit sebelumnya ?
Riwayat trauma ; jatuh dari motor 1 bulan yang lalu, lalu robek dikaki kanan
1. PF meminta ijin sebelum melkukan
2. melakukan pf sesuai yang dikeluhkan pasien
3. setiap tindakan dilakukan hati –hati dan tidak membahayakan pasien
4. memperhatikan kenyamanan pasien
5. menunjukkan rasa hormat
6. melakukan tindakan sesuai prioritas
7. merujuk apabila sudah merupakan kewenangan layanan sekunder
Ku : TSB
KES : CM
TD ; 120/80
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. MENGUSULKAN pemeriksaan penunjang


2. gula plasma sewaktu ; 265 mg (>- 200)
3. glukosa plasma puasa : 155 mg(>-126)
4. TTGO : 270 mg (> 200 )
4. HBA1C : 7 (>6,5)
PAROTITIS
DM TIPE 2
URETERITIS GONORE
SYOK ANAFILAKTIK
TATALAKSANA GIZI BURUK
1. Fase stabilisasi ( 1 – 2 hari dan 3 – 7 hari )
2. Fase Transisi minggu ke 2 ( 7 – 14 hari )
3. Fase rehabilitasi minggu ke 3 dan minggu ke 7
10 TATALAKSANA GIZI BURUK
1. mencegah dan mengataasi hipoglikemia
2. mencegah dan mengatasi hypotermia
3. mencegah dan mengatasi dehidrasi
4. memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit
5. mengatasi infeksi
6. memperbaiki
7. kejar tumbuh kembang
8.mikronutrien
9.stimulasi
10. tindak lanjut dirumah
IMUNISASI BCG
1. Peserta menjelaskan prosedur dan meminta izin untuk melakukan tindakan (inform
consent) pada ibu bayi
2. mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
3. Membersihkan lengan kanan dengan kapas yang dibasahi air matang
4. Memasukkan ujung jarum ke dalam kulit sedikit mungkin melukai kulit, penyuntikan
dilakukan pada 1/3 lengan kanan bagian atas, suntikan dilakuakn secara intrakutan
5. Menyuntikan 0,05 cc vaksin BCG sampai timbul gelembung di daerah suntikan
6. Mencuci tangan
CONJUNCTIVITIS BAKTERIALIS/4A
SKENARIO KLINIK:
Ny. Tina, 23 tahun mengeluhkan mata kanannya merah sejak 2 hari yang lalu. Tidak
terdapat penurunan tajam penglihatan.

TUGAS :
1. Lakukan anamnesis
2. Lakukan Pemeriksaan fisik yang sesuai dengan keluhan pasien
3.Sampaikan usulan pemeriksaan penunjang, tanyakan hasil pemeriksaan penunjang dan
sampaikan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang pada penguji.
4. Sebutkan dua diagnosis banding dan satu diagnosis kerja.
5. tuliskan resep sesuai masalah klinik pasien.
6. berikan konseling dan edukasi pada pasien tentang penyakitnya.
Penguji menilai anamnesis yang dilakukan peserta ujian meliputi :
Memperkenalkan diri pada pasien
Menanyakan identitas pasien
Menanyakan keluhan utama pasien
Menanyakan onset keluhan
Menanyakan lokasi keluhan pada mata kanan dan atau kiri?
Menanyakan progresivitas keluhan pasien
Menanyakan rekurensi keluhan pasien
Menanyakan gejala penyerta :
Pandangan kabur?
Gatal?
Riwayat Penyakit Sekarang
Keluhan Utama : mata merah.
Sejak kapan/onset : sejak 2 hari yang lalu
Lokasi : kanan
Durasi/frekuensi : pertama kali, dulu pernah saat masih sekolah
Karakteristik : gatal, kadang keluar air mata, saat pagi hari sulit dibuka karna lengket. Belekannya warna kuning kental.
Progresi : awalnya mata kanan pedih, dikucek, tambah merah seluruh bagian matanya, sekarang belekannya bertambah
banyak
Yang memperparah : saat gatal, dikucek, tambah nyeri dan memerah
Yang mengurangi : dibiarkan saja
Usaha yang dilakukan : merendam mata dengan air sirih
Obat dipakai saat ini : tidak ada.
Riwayat penyakit dahulu
tidak ada
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada
Riwayat pribadi (relevan)
Alergi obat : tidak ada

Pertanyaan wajib oleh PS : penyakit saya bisa sembuh tidak dok?


Peran yang wajib ditunjukkan : kooperatif
Mata berair?
Belekan?warna secret?
Silau?
Nyeri?
Sensasi benda asing/ada yang mengganjal/seperti berpasir?
Demam?
Malaise?
Menanyakan riwayat trauma pada mata
Menanyakan riwayat penggunaan kontak lensa
Menanyakan kontak dengan penderita konjungtivitis
Menanyakan apakah terdapat riwayat alergi
Menanyakan riwayat alergi pada keluarga pasien
Menanyakan apakah sudah diobati
Menanyakan apakah ada alergi terhadap obat tertentu
Penguji menilai pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh peserta ujian.
Bila peserta ujian melakukan pemeriksaan di bawah ini, penguji menyampaikan hasil pada
peserta.
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Membuka kelopak mata atas dan bawah(elevasi kelopak mata)
Menggunakan senter untuk inspeksi
Meminta pasien untuk melihat ke atas ,bawah, kiri dan kanan.
Hasil Pemeriksaan Fisik :
KU:sakit ringan
Tanda Vital: TD:110 /70 mmHg; N: 88x/menit; R:18x /menit; t: 37,1OC
Status Lokalis:
At oculi dextra, edema palpebra (+) injeksi konjungtiva (+) injeksi siliar (-) secret mucopurulent
(+)
Penguji menilai usulan pemeriksaan penunjang dan interpretasi data pemeriksaan
penunjang.
Pemeriksaan swab secret mata  hasil : gram negative
Penguji menilai diagnosis dan dua (2) diagnosis banding.
Diagnosis :
Konjungtivitis bakterialis oculi dextra

Diagnosa banding :
Konjungtivitis viral oculi dextra
Konjungtivitis fungal oculi dextra
Penguji menilai tatalaksana farmakoterapi berupa resep yang dituliskan oleh peserta ujian.
Nama obat, sediaan, dosis, dan cara pemberian

Obat yang diberikan adalah tetes mata antibiotic seperti Kloramfenikol, gentamicin,
ofloxacin, dll.

Contoh penulisan resep :


R/ chloramphenicol eye drops fl No I
S 4 dd 2 gtt OD
Penguji menilai komunikasi dan edukasi yang disampaikan peserta ujian kepada
pasien.
Menjelaskan bahwa konjungtivitis merupakan penyakit yang mudah menular, oleh
karena itu sebelum dan sesudah memeberikan obat pada mata pasien harus mencuci
tangna dengan bersih
Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yang
sakit
Bersihkan secret mata dengan menggunakan kain tipis bersih atau kasa steril yang
diberi air hangat
Beri obat tetes 4 kali sehari sebanyak 1-2 tetes pada mata kanan.