Anda di halaman 1dari 3

Prosedur Transfusi Darah

1. Penentuan golongan darah ABO dan Rh. Baik


donor maupun resepien harus mempunyai
golongan darah yang sama
2. Pemeriksaan untuk donor terdiri atas :
a. Penapisan ( screening) terhdap antibodi dalam
serum donor dengan tes antiglobulin indirek ( tes
coombs indirek)
b. Ter serologik untuk hepatitis (B&C), HIV, Sifilis
dan CMV
3. Pemeriksan untuk resepien :
a. Major side cross match : Serum resepien diinkubasikan
dengan RBC donor untuk mencari antibodi dalam serum
resepien
b. Minor side cross match : Mencari antibodi dalam serum
donor. Tujuannya hampir sama dengan prosedur 2a
4. Pemeriksaan Klerikal ( Identifikasi) :
Memeriksa dengan teliti dan mencocokkan label darah
resepien dan donor. Reaksi transfusi berat sebagian besar
timbul akibat kesalahan identifikasi.
5. Prosedur pemberian darah, yaitu :
a. Hangatkan darah perlahan lahan
b. Catat nadi, tensi, suhu dan respirasi sebelum transfusi
c. Pasang infus dengan infus set darah ( memakai alat
penyaring)
d. Pertama, berikan larutan NaCL fisiologik
e. Pada 5 menit pertama pemberian darah dengan tetesan
pelan-pelan, awasi terjadinya reaksi cepat
6. Kecepatan transfusi,yaitu :
a. Untuk syok hipovolemik  beri tetesan cepat (gerojok)
b. Normovolemik  beri 500ml/6jam
c. Pada anemia kronik, penyakit jantung dan paru beri
tetesan perlahan lahan 500ml/24 jam atau beri diuretik
( furosemid) sebelum transfusi