Anda di halaman 1dari 22

KUSTA

Oleh Kelompok 3
 Berasal dari bahasa Sanskerta yaitu kustha berarti
kumpulan gejala-gejala kulit secara umum.
 Penyakit kusta merupakan penyakit kronik yang
disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae.
 Mycobacterium leprae merupakan bakteri gram
positif aerob tidak berspora, berbentuk batang yang
tidak mudah diwarnai, namun jika diwarnai akan
tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol
oleh karena itu dinamakan sebagai basil ’’tahan
asam”
 Mycobacterium leprae menyerang berbagai bagian
tubuh diantaranya saraf, kulit, mukosa saluran
pernafasan bagian atas, mata, otot, tulang dan
testis kecuali susunan saraf pusat.
 Masa inkubasi berkisar 2-5 tahun.
AGENT

ENVIRONMENT HOST
Klasifikasi Kusta

Tipe Pausi Bacillary Tipe Multi Bacillary


(Kusta Kering) (Kusta Basah)
* < 5 bercak keputihan dengan * > 5 bercak putih kemerahan
permukaan kering dan kasar, yang menebal dan membengkak
tidak berkeringat, tidak tumbuh yang tersebar merata diseluruh
bulu dan mati rasa. kulit badan.
* Pemeriksaan bakteriologis (-) * Pemeriksaan bakteriologis (+)
* Tidak menular * Sangat mudah menular
Epidemiologi Kusta

Geografi

Distribusi

Faktor
Waktu
Manusia
 Jumlah kasus baru kusta di dunia pada tahun 2011 adalah
sekitar 219.075.
Etnik atau Suku

Sosial Ekonomi

Distribusi menurut Umur

Distribusi menurut Jenis Kelamin


Faktor terjadinya Penyakit Kusta
• Penyebab
• Sumber Penularan
• Cara Keluar dari Pejamu (Host)
• Cara Penularan
• Cara Masuk ke dalam Pejamu (Host)
• Pejamu (Host)
Rantai Penularan Penyakit Kusta
Penyebab:
Mycobacterium
leprae

Sumber
Vaksinasi Host Penularan: Pengobatan
Penderita Kusta

Cara Masuk: Cara Keluar:


Saluran Nafas Saluran Nafas

Cara Penularan:
Droplet
Diagnosa Kusta

Kelainan kulit/lesi
yang
hypopigmentasi
atau kemerahan
dengan mati rasa
Kerusakan saraf
tepi berupa mati Adanya kuman
rasa dan tahan asam
kelemahan otot dalam kerokan
kaki, tangan, atau jaringan kulit
muka

Cardinal
Sign
Pengobatan Kusta
 MDT adalah kombinasi dua atau lebih obat anti kusta, yang
salah satunya harus terdiri atas Rifampisin sebagai anti kusta
yang sifatnya bakterisid kuat dengan obat anti kusta lain yang
bisa bersifat bakteriostatik.
 Kelompok orang yang membutuhkan MDT :
1. Penderita Baru
2. Ulangan :
a. Relaps
b. Masuk Kembali
c. Pindahan
d. Ganti Tipe
Pengobatan MDT yang Direkomendasikan
WHO
Pausi Bacillary Multi Bacillary
(PB) (MB)

Rifampisin Rifampisin

DDS/Dapsone DDS/Dapsone

Clofazimin/Lampren
Pencegahan Kusta
1. Menciptakan sanitasi lingkungan yang bersih.
2. Daya tahan tubuh seseorang harus baik.
3. Segera memeriksakan diri jika ada bercak putih seperti
panu yang mati rasa, agar pengobatanya dapat dilakukan
lebih dini.
Health promotion
(promosi
kesehatan)
Primer
Specific protection
(perlindungan
khusus)

Pencegahan Deteksi dini &


Cacat pada Sekunder Pemberian
Kusta pengobatan

Disability
limitation
Tersier

Rehabilitation
Kegiatan pencegahan cacat di rumah 3 M yaitu:
 Memeriksa mata, tangan dan kaki
 Melindungi mata, tangan dan kaki dari trauma fisik
 Merawat diri
1. Mata
2. Tangan
Untuk Jari Tangan yang
Untuk Kulit Tangan yang Kering Bengkok
3. Kaki
Untuk Kaki yang Semper Untuk Kulit Kaki yang Tebal
dan Kering
Untuk Luka Borok atau
Ulkus
Untuk Kaki yang Mati Rasa