Anda di halaman 1dari 63

NUIM ROZAQ

Pembimbing : dr. Sigid Djuniawan, SpB

Carcinoma Mammae
KSM ILMU BEDAH
RSUD SYARIFAH AMBAMI RATU EBO
BANGKALAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2018
LAPORAN KASUS
IDENTITAS

• Nama : Ny. U
• TTL/Usia : 61 th
• Alamat : Tragah
• Pekerjaan : Petani
• Status : Tidak Menikah
• Agama : Islam
• Suku : Madura
• Poli : Rabu, 5 Desember 2018 pukul 09.30
• No. RM : 189219
ANAMNESA
– Keluhan Utama
– Benjolan pada payudara Kanan

– Riwayat Penyakit Sekarang


– Pasien datang ke poli RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan pada hari Rabu, 5 Desember 2018
pukul 09.30 WIB dengan keluhan benjolan pada payudara kanan sejak 8 bulan yang lalu. Benjolan
teraba keras dan tidak nyeri. Benjolan sulit digerakkan. Benjolan berbatas tegas dan teraba kasar.
Pasien mengatakan tidak melihat adanya perubahan bentuk maupun ukuran payudara baik kiri
maupun kanan. Puting susu tidak mendesak masuk ke dalam. Tidak ada cairan yang keluar dari
payudara kiri maupun kanan. Pasien tidak merasa nyeri pada payudara kiri dan kanan. Tidak ada
penurunan berat badan sebelum maupun setelah pasien menemukan benjolan tersebut. Benjolan
diketahui secara tidak sengaja setelah tetangga pasien ada yang memiliki benjolan pada payudara.
Benjolan berukuran kelereng kemudian membesar seukuran bola pingpong. Selain itu benjolan
diketiak diketahui sejak 3 bulan yll. Tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang sama, riwayat
kanker pada keluarga disangkal. Buang air kecil dan buang air besar lancar.
ANAMNESA
• Riwayat Penyakit Dahulu • Riwayat Penyakit Keluarga
• Riwayat HT (-) • Riwayat penyakit serupa : disangkal
• Riwayat DM (-)
• Riwayat HT : disangkal
• Riwayat penyakit jantung (-)
• Riwayat TB (-) • Riwayat DM : disangkal
• Riwayat penyakit jantung : disangkal
• Riwayat TB : disangkal
• Riwayat penyakit lain : disangkal
– Riwayat Menstruasi
– Riwayat haid: Pasien pertama kali haid usia 12 tahun. Haid teratur setiap bulan,
tidak ada nyeri perut yang mengganggu aktivitas saat periode haid. Pasien
berhenti haid sekitar 5 tahun yang lalu.
– Riwayat pernikahan : pasien tidak menikah
– Riwayat KB : -
– Riwayat melahirkan: -
ANAMNESA
• Riwayat Pengobatan
•-
• Riwayat Alergi
•-
Pemeriksaan fisik
– Keadaan Umum : tampak sakit sedang
– Kesadaran : compos mentis, GCS 456
– Vital sign :
– TD : 110/70 mmHg
– Nadi : 88x/m
– RR : 24x/m
– Suhu : 36,5 0C
Pemeriksaan fisik cont.

 Kepala :

 Mata : ptosis (-/-), anemis (+/+), ikterus (-/-), pupil bulat isokor Ө 3mm, RC +

 Hidung : cuping hidung (-), krepitasi (-), septum deviasi (-), epistaksis (-)

 Telinga : hematom (-), hematorea (-), otorea (-)

 Mulut dan faring : bibir sianosis (-), bibir kering dan pucat (+), laserasi (-), edema (-)

 Leher : Deformitas (-), krepitasi (-), lesi (-), edema(-), massa (-), jejas (-)
Pemeriksaan fisik cont.
– Thorax :
– Inspeksi : pengembangan dada asimetris, dada kanan tertinggal akibat infitrasi dinding dada;
tidak tampak retraksi intercostal; jejas (-); ulserasi mammae dextra (+)
– Palpasi : pengembangan dada asimetris, krepitasi (-),
– Perkusi : Sonor Sonor
Sonor Sonor
Sonor Sonor

– Auskultasi :
– Jantung  S1/S2 regular, murmur (-)
– Paru : Ves Ves
Ves Ves
Ves Ves
Pemeriksaan fisik cont.
– Abdomen :
– Inspeksi : Datar, distended (-), darm countour (-), darm steifung (-), massa (-), scar (-),
bekas operasi (-), jejas (-)
– Auskultasi : Peristaltik (+) normal , metalic sound (-), bruit (-)
– Perkusi : Timpani (+), tapping pain (-)
– Palpasi : Soufel (+), Defans muscular (-), massa suprapubik (-),hepar teraba membesar,
3jari dibawah arcus costae, dan lien tidak teraba, undulasi (-)
– Nyeri tekan :
- - -
- - -

- - -
– Genitalia : dBn
– Ekstremitas : akral hangat +/+, pucat (+), CRT <2 detik, turgor (N)
STATUS LOKALIS
Regio Mammae Dextra • Palpasi :
– Benjolan (+) berukuran 4cm x 3 cm x 3cm • Jumlah : tunggal
pada daerah inferolateral, retraksi puting (-), • Ukuran : Ø ± 4 x 3 x 3 cm
nipple discharge (-),peau d’orange (-) , abses
• Konsistensi: padat keras
(-), darah (-)
• Batas : Tegas
Regio Mammae Sinistra • Bentuk : berlobus-lobus
• Permukaan: tidak rata
– Nodul visible (-), nipple discharge atau
retraksi (-), Pembesaran KGB Axilla (-), • Nyeri tekan (-)
infraclavicular (-), mamaria interna (-), • Nodul satelit (-)
supraclavicular (-), coli dexta (-) • Terfiksasi ke dinding dada, muskulus pectoralis
mayor tidak berkontraksi saat tangan diangkat
• Pembesaran KGB: axilla (+), mamaria interna,
infra clavicula (-), supraclavicula (-), coli (-)
STATUS LOKALIS
RESUME
• Wanita usia 61 th dengan tumor regio mammae dextra curiga ganas.
Tumor pada regio mamae dextra, batas tegas, ukuran Ø4 x 3 x 3 cm,
tunggal, immobile
DIAGNOSA KERJA
• Diagnosa Kerja : Tumor Mammae dextra T2cN2M0 Curiga ganas
• Diagnosa Sekunder :-
• Diagnosa Penyulit :-

• Diagnosa Banding
Fibroadenoma
Kistosarkoma phylloides
Penunjang
Makroskopik :
Dilakukan 2x pucture pada nodule mammae dextra diameter 4 cm padat kenyal mobilitas
terbatas
Miroskopik :
Hapusan hiperseluler mengandung kelompok dan sebaran sel epitel ductuli anaplasia inti

bulat oval pleomorfik hiperkromosomik sebagian anak inti prominent dengan bahan
musin diantaranya.
Kesimpulan : Mammae Dextra FNAB
Adenocarcinoma kesan Mucinous Carcinoma
1. Diagnosa Kerja : Carcinoma Mammae Stadium IIIA (T2N2M0)
Diagnosa Histologi : Adenocarcinoma kesan Mucinous Carcinoma
2. Diagnosa Sekunder :-
3. Diagnosa Komplikasi : -
- Melakukan observasi berkala
Tatalaksana
- Rencana terapi
1. Medikamentosa
 Infus RL 20 tpm
 IV cefazolin 2x1 g
 IV metamizole 3x1 g
2. Operatif
Mastektomi Radikal dengan penambahan Kemoterapi dan radioterapi.
3. Rencana tindak lanjut
a. Observasi keadaan umum
TINJAUAN PUSTAKA
• Letak ( pada wanita dewasa ) :
- Anterior dinding thorax, setinggi costa ke-2 /ke-3 sampai costa ke-6
/ ke-7.
- Terbentang antara linea sternalis sampai linea axillaris anterior
atau media.
• Mammae terdiri atas : Parenkim epithelial, lemak, pembuluh darah,
saraf, saluran getah bening, otot, dan fascia.
• 3 Bagian utama mammae :
Gl.Mammae, papilla mammae, areola mammae.
• Pada pria = rudimenter
Anatomi
– + 15 – 20 Lobus
– 1 lobus : dibentuk oleh lobulus –
lobulus
– 1 lobulus = 10 – 100 grup acini.
– Mammae dilapisi fascia
pectoralis, permukaan anterior
dan posterior dihubungkan lig.
cooper.
– Bursa retromammaria
– 4 Quadran
– Superior ( Lateral & Medial)
– Inferior ( Lateral & Medial )
– Paling banyak komponen
kelenjar = Superior Lateral
– Diameter : + 10 – 12 cm
– Tebal : 5 – 7 cm
– Berat : 150 – 225 gr
(Nonlaktasi) atau 500 gr
(laktasi )
– A. Mamaria Interna (cab a.
subklavia
– A. aksilaris (a. thorako
akromialis, a. thorakalis
lateralis, a. sub skapularis
– A. interkostalis III, IV, V
Inervasi Mammae :
• Berasal dari rami cutaneous anterior dan lateral dari n.
intercostalis 4 sampai 6.
• Rami communicantes akan menghubungkan masing – masing
rami anterior ke trunkus simpatis.
• Cabang – cabang dari n. intercostalis akan berjalan melalui
fascia pectoralis sampai ke kulit, termasuk payudara yang ada
di jaringan subkutan.
• Cabang dari n. intercostalis kemudian akan menyampaikan
serabut sensoris ke kulit payudara dan serabut simpatis ke
pembuluh darah di payudara dan otot-otot halus pada kulit
dan papilla mammae.
– Level 1 : sisi lateral m. pec
mayor, KGB vena aksila, KGB
subscapula
– Level 2 : Posterior m. pec
minor, termasuk kelenjar
intrapektoral
– Level 3 : Medial m. Pec
mayor (subklavikula,
infraklavikula, apical)
Definisi

– Kanker  sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme


normalnya pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak
terkendali.
– Kanker payudara (Carcinoma mammae)  neoplasma yang ganas
berasal dari parenchyma
Insidensi dan Epidemiologi
– Menurut WHO 8-9% wanita akan mengalami kanker payudara
– Kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita usia 20-59
– Setiap tahun lebih dari 250.000 kasus baru kanker payudara terdiagnosa di Eropa dan
kurang lebih 175.000 di Amerika Serikat
– Tahun 2001, sebanyak 240.000 wanita terdiagnosis kanker payudara, dan lebih dari 40.000
diantaranya meninggal akibat penyakit tersebut.
– Diperkirakan sepertiga dari jumlah tersebut akan bertambah dalam 20 tahun kedepan.
– Insidensi kanker payudara meningkat terutama pada wanita usia tua, namun tidak
ditemukan hubungan antara kejadian kanker payudara dengan lingkungan.
Faktor Resiko
1. Usia.
• Wanita berusia < 25 tahun
• Insidensi meningkat seiring meningkatnya usia, tujuh puluh tujuh persen kasus terjadi
pada usia > 50 tahun.
• Rata-rata usia terdiagnosis kanker payudara adalah 64 tahun.
2. Usia saat menarche.
• Menarche < 11 tahun resiko 20% di banding menarche saat usia 14 tahun keatas.
• Menopause yang lebih lama juga meningkatkan resiko
3. Usia saat pertama kali melahirkan
• Melahirkan pada usia < 20 tahun memiliki resiko 2x dibandingkan nullipara atau wanita
yang hamil pertama kali di usia lebih dari 35 tahun.
4. Faktor keturunan
5. Riwayat biopsi payudara sebelumnya
6. Ras
Rendah pada keturunan Afrika-Amerika.
Wanita kulit hitam yang berusia < 40 tahun lebih sering mengalami kanker
payudara dibandingkan wanita kulit putih.
Angka kejadiannya pada usia > 50 tahun, Pada Kaukasoid 1 : 15 , wanita
afrika adalah 1 : 20, 1 : 26 pada wanita Asia Pasifik, dan 1 : 27 pada wanita
Hispanik
Patofisiologi

• Mutasi p53, BRCA1 dan BRCA2 


menggangu reaksi silang DNA  putusnya
Perubahan Genetik rantai DNA
dan Lingkungan • Delesi GATA-3  penghambatan
diferensiasi

Mutasi Proto-
• Pertumbuhan dan pembelahan sel
oncogen tidak terkontrol

• Proliferasi sel mioepitel


dan sel sekretorik di
Tumorogenesis
lumen  hyperplasia sel
 hyperplasia atipikal
karsinoma in situ baik
lobuler maupun ductal
Gejala Klinis
Stadium, Sistem TNM,
Klasifikasi Histologi
• Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada
tumor jinak.
• Untuk menentukan suatu stadium  pemeriksaan klinis , pemeriksaan
penunjang
• Cara untuk menentukan stadium  TNM yang direkomendasikan oleh
UICC(International Union Against Cancer dari WHO atau World Health
Organization) / AJCC (American Joint Committee On Cancer yang disponsori
oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons).
Penilaian Stadium Kanker : “TNM System”
a) T : Tumor Size ( 0 – 4 )
b) N : Node ( 0 – 3 )
c) M : Metastasis ( x,0,1 )
Ukuran T secara klinis, radiologis, dan mikroskopis adalah sama. Nilai T dalam cm, nilai paling kecil dibulatkan ke angka 0,1 cm.
• Tx : Tumor primer tidak dapat dnilai.
• To : Tidak terdapat tumor primer.
• Tis : Karsinoma in situ.
–Tis(DCIS) : Ductal Carcinoma In Situ.
–Tis(LCIS) : Lobular Carcinoma In Situ.
–Tis(Paget’s) : Penyakit Paget pada putting tanpa adanya tumor.
• T1 : Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya 2cm atau kurang.
–T1mic : Adanya mikroinvasi ukuran 0,1 cm atau kurang.
–T1a : Tumor dengan ukuran lebih dari 0,1 cm sampai 0,5 cm.
–T1b : Tumor dengan ukuran lebih dari 0,5 cm sampai 1 cm.
–T1c : Tumor dengan ukuran lebih dari 1 cm sampai 2 cm.
• T2 : Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya lebih dari 2 cm sampai 5 cm.
• T3 : Tumor dengan ukuran diameter terbesar lebih dari 5 cm.
• T4 : Ukuran tumor berapapun dengan ekstensi langsung ke dinding dada atau kulit.
–T4a : Ekstensi ke dinding dada tidak termasuk otot pektoralis.
–T4b : Edema (termasuk peau d’orange), ulserasi, nodul satelit pada kulit yang terbatas pada 1 payudara.
–T4c : Mencakup kedua hal di atas.
–T4d : inflammatory carcinoma.
– Nx : Kgb regional tidak bisa dinilai (telah diangkat sebelumnya).
– N0 : Tidak terdapat metastasis kgb.
– N1 : Metastasis ke kgb aksila ipsilateral yang mobil.
– N2 : Metastasis ke kgb aksila ipsilateral terfiksir, berkonglomerasi, atau adanya pembesaran kgb
ke mamaria interna ipsilateral (klinis) tanpa adanya metastasis ke kgb aksila.
– N2a : Metastasis pada kgb aksila terfiksir atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain.
– N2b : Metastasis hanya pada kgb mamaria interna ipsilateral secara klinis dan tidak terdapat
metastasis pada kgb aksila.
– N3 : Metastasis pada kgb infraklavikular ipsilateral dengan atau tanpa metastasis kgb aksila atau
klinis terdapat metastasis pada kgb aksila; atau metastasis pada kgb supraklavikula ipsilateral
dengan atau tanpa metastasis pada kgb aksila/mamaria interna.
– N3a : Metastasis ke kgb infraklavikular ipsilateral.
– N3b : Metastasis ke kgb mamaria interna dan kgb aksila.
– N3c : Metastasis ke kgb supraklavikula.
– Catatan: Terdeteksi secara klinis; terdeteksi dengan pemeriksaan fisik atau secara imaging (di luar
limfoscintigrafi).
– Mx : Metastasis jauh belum dapat dinilai.
– M0 : Tidak terdapat metastasis jauh.
– M1 : Terdapat metastasis jauh.
Anatomi
Stage/Prognostic Groups
Jalur Penyebaran

1. Invasi lokal
2. Metastasis kelenjar limfe regional
3. Metastasis hematogen
Ductal carsinoma
insitu

Karsinoma Lobular carsinima


Insitu insitu

Adenocarsinoma with
productive fibrosis

Medulary carsinoma
Invasive
ductal
carsinoma Papilary carsinoma
Klasifikasi Karsinoma
histologi Invasive Tubular Carsinoma

Invasive
Lobular Mucinous carsinoma
carsinoma

Paget’s
disease
Diagnosa
• Keluhan terdapat benjolan pada payudaranya.
• Tanda dan gejala lainnya meliputi:
1) pembesaran payudara yang tidak simetris
2) perubahan puting susu
3) Retraksi
4) mengeluarkan sekret
5) ulkus atau kemerahan pada kulit payudara
6) benjolan pada ketiak
7) nyeri pada otot sekitar payudara.
Pemeriksaan fisik
Inspeksi
• Dilatasi pembuluh-pembuluh balik di bawah kulit
• Edema kulit harus diperthatikan pada tumor yang terletak tidak jauh di bawah kulit (peau d’oranges)
• Puting susu tertarik ke dalam eksem pada puting susu
• Edema
• Ulserasi
• satelit tumor di kulit
• nodul pada axilla
Palpasi
Palpasi dimulai dari bagian perifer sampai areola mammae dan papilla mammae, apabila terdapat massa
maka perlu dievaluasi tentang :
• Besar atau diameter serta letak dan batas tumor dengan jaringan sekitarnya
• Hubungan kulit dengan tumor apakah masih bebas atau ada perlengketan
• Hubungan tumor dengan jaringan di bawahnya apakah bebas atau ada perlengketan,
• Kelenjar limfe di aksila, infraklavikular, dan supraklavikular.
• Adanya tumor satelit
Penunjang
– Mammography
– Ultrasound
– MRI
– Biopsy
Tatalaksana

 Radiasi
 Kemoterapi ( CAF / CMF )
 Surgery
 Hormonal Therapy ( Tamoxifen )
 Breast Conservation Surgery
 Lumpectomy
 Partial ( Segmental ) Mastectomy

 Mastectomy
 Simple ( Total ) Mastectomy
 Modified Radical Mastectomy
 Radical Mastectomy
Cont.
– Lumpectomy
Cont.

– Partial ( Segmental ) Mastectomy


Cont.
– Simple ( Total ) Mastectomy
Cont.
– Modified Radical Mastectomy
Cont.
– Radical Mastectomy
Prognosis
Prognosis karsinoma mamma tergantung dari :
– Usia
– Ukuran tumor.
– Adanya metastasis ke kelenjar limfe
– Derajat kanker secara histologis
Persentase harapan hidup pasien kanker payudara dalam lima tahun digambarkan dalam
tabel five-year survival rate berikut ini :

Stage 5-year survival rate


0 93%
I 88%
IIA 81%
IIB 74%
IIIA 67%
IIIB 41%
IIIC 49%
15%
TERIMA KASIH