Anda di halaman 1dari 17

Teknik Pengecoran

Riza Muharni, MT.


History of Casting
 Dimulai 6.000 tahun lalu : casting perunggu
3000 SM di Mesopotamia.
 Pengecoran besi kasar pada abad ke -14
ketika Jerman – Itali merubah tanur primitif
beralas datar menjadi tanur tiup berbentuk
silinder.
 Pengecoran dengan menggunakan cetakan
pasir (sand) telah dikenal beratus – ratus
tahun lalu.
 Pengecoran Modern ( tahun 1700 an , 1800
an ( pertengahan ), 1875 – sekarang ).
 Benda cor produk tahun 1900 – 1940 an
cenderung tebal dan performancenya
lebih baik.
 Tahun 1920 – 1940 an kualitas proses
produksi mencapai puncaknya.
Keuntungan proses casting :
1. Part yang dibuat memiliki bentuk internal
dan eksternal yang kompleks.
2. Part yang dibuat memiliki cavity ( cross
sectional area ) yang besar.
3. Part yang dibuat dapat mencapai
spesifikasi toleransi yang mendekati
spesifikasi toleransi akhir.
4. Metal berharga : tidak ada / sedikit
kehilanagan material.
5. Membutuhkan material yang memiliki
karakteristik redam ( damping ) yang baik.
Kelemahan Casting :
1. Keterbatasan dalam sifat mekanik.
2. Keterbatasan dalam ke akurasian dimensi.
3. Kekuatan kurang.
4. Part dapat dimanufaktur dengan proses
lain yang lebih mudah dan hemat biaya.
5. Tungku peleburan yang mengeluarkan
limbah padat dan polusi udara.
Bentuk Produk Casting :
1. Ingot
2. Produk bentukan
Pengertian Casting
Proses pengecoran ( casting ) adalah
proses pembuatan produk dengan
menuangkan logam cair kedalam cetakan.
Klasifikasi pengecoran berdasarkan bahan :
1. Besi cor
2. Baja cor
3. Baja paduan cor
4. Aluminium cor
5. Tembaga / paduan cor
Proses Pengecoran
• Pembentukan cetakan
• Persiapan dan peleburan logam
• Penuangan logam cair kedalam
cetakan.
• Setelah dingin benda cor di lepaskan
dari cetakannya.
• Untuk beberapa metode pengecoran
diperlukan proses pengerjaan lanjut.
Jenis – jenis Casting
1. Grafity Casting
2. Invesment Casting
3. Centrifugal Casting
4. Dies Casting
5. Continous Casting
Jenis – jenis Pola
Jenis – jenis Cetakan (moulding)