Anda di halaman 1dari 10

KOMPONEN MINYAK

BUMI
KELOMPOK 2
Anggota : 1. Belinda Fitri Diana
2. Cicha Amelia
3. Lusiana Azzahra.P
4. Mila Kresna
5. Putri Dwi Aprila
6. Saripah
Kelas : XI MIPA 2
I. PENDAHULUAN

Minyak bumi terdiri dari campuran

kompleks dari berbagai hidrokarbon,

sebagian besar seri alkana, tetapi

bervariasi dalam penampilan, komposisi,

dan kemurniannya.
II. KOMPONEN MINYAK BUMI
• Fase : cair, gas, padat
• Komposisi utama :
a. Hidrokarbon (83 – 87 % C,11 – 14 % H)
b. Senyawa Nitrogen (0 – 0,5 %)
c. Senyawa Sulfur (0 – 6 %)
d. Oksigen (0 – 3,5 %)
KOMPONEN MINYAK BUMI
Meskipun komponen-komponen utama
penyusun minyak bumi di dominasi
oleh hidrokarbon. Namun komponen-
komponen utama penyusun minyak bumi
pada setiap daerah bisa berbeda-beda.
Misalnya, minyak bumi di Indonesia
banyak mengandung senyawa
hidrokarbon alifatik jenuh, di Amerika
banyak mengandung senyawa
hidrokarbon aromatik, dan di Rusia
banyak mengandung hidrokarbon
III. PENGGOLONGAN MINYAK BUMI
(berdasarkan hidrokarbon yang dikandung)

• Minyak mentah parafinik (parafin,


isoparafin, olefin) rantai hidrokarbon
terbuka
• Minyak mentah naphtenik (naphtena)
rantai hidrokarbon tertutup(cincin)
• Campuran (mixed based)
JENIS-JENIS MINYAK MENTAH BERDASARKAN
KOMPOSISI HIDROKARBON
A. Aliphatics/rantai hidrokarbon terbuka
1. n parafin (CnH2n+2)
* fraksi utama
* bilangan oktan rendah
2. Iso parafin (CnH2n+2)
– Jumlah sedikit
– Dapat dinaikkan melalui proses-proses lanjutan
– Mempunyai rantai cabang
– Baik untuk “internal combustion engine”
3. Olefin (CnH2n+2)

– Tidak ada dalam minyak mentah


– Hasil proses cracking katalitis
– Baik untuk bahan baku zat petrokimia
B. Aromatic/senyawa cincin.
1. Naphtena (CnH2n) sikloheksana
– Banyak dalam minyak mentah
– Senyawa siklis jenuh & tidak reaktif
– MR rendah dimanfaatkan sebagai bahan bakar
– MR tinggi berada dalam fraksi gas
2. Aromatis (CnH2n-6)
– Berjumlah sedikit dalam minyak mentah
– Dibutuhkan dalam bensin (premium) karena
mempunyai anti knocking
– Sering dipisahkan dari minyak bumi sebagai bahan
baku petrokimia
C. Pengotor
Senyawa Sulfur dan Nitrogen
– Merupakan kotoran
– Sulfur berbau dan dapat menimbulkan korosi
– Pada bensin dan minyak tanah kedua senyawa ini
dipisahkan dari produk
TERIMAKASIH