Anda di halaman 1dari 9

Cara distribusi obat yang baik

(CDOB)
Vania Amanda 1508020046
Samuel s p 1508020045
Obat
merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan
termasuk produk biologi dan kontrasepsi, yang
digunakan untuk mempengaruhi atau
menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan
patolcgi dalam rangka pencegahan,
penyembuhan, pemulihan dan peningkatan
kesehatan.
Tujuan
• obat dapat terjamin dalam aspek keamanan
dan kebermutuannya serta melindungi
masyarakat dari obat dan makanan yang
beresiko terhadap kesehatan.
• untuk memastikan kualitas produk yang
dicapai melalui sepanjang jalur distribusi.
Aspek-aspek CDOB
• personalia
• Dokumentasi
• pengadaan dan penyaluran
• penyimpanan dan penarikan kembali.
• Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011
Pedagang Besar Farmasi, yang selanjutnya
disingkat PBF adalah perusahaan berbentuk
badan hukum yang memiliki izin untuk
pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat
dan/atau bahan obat dalam jumlah besar
sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan. Setiap pendirian PBF wajib
memiliki izin dari Direktur Jenderal.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011
harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
• berbadan hukum berupa perseroan terbatas atau koperasi;
• memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
• memiliki secara tetap apoteker Warga Negara Indonesia sebagai
penanggung jawab;
• komisaris/dewan pengawas dan direksi/pengurus tidak pernah terlibat,
baik langsung atau tidak langsung dalam pelanggaran peraturan
perundang-undangan di bidang farmasi;
• menguasai bangunan dan sarana yang memadai untuk dapat
melaksanakan pengadaan, penyimpanan dan penyaluran obat serta dapat
menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi PBF;
• menguasai gudang sebagai tempat penyimpanan dengan perlengkapan
yang dapat menjamin mutu serta keamanan obat yang disimpan; dan
• memiliki ruang penyimpanan obat yang terpisah dari ruangan lain sesuai
CDOB.
Penting !
• Setiap Pedagang Besar Farmasi dalam
melaksanakan praktek kefarmasian harus
terdapat apoteker penanggung jawab dan
tidak boleh hanya memperkerjakan seorang
asisten apoteker saja.
• Peran Apoteker di Pedagang Besar Farmasi
sangat diperlukan guna pengendalian mutu
obat atau bahan obat sesuai dengan standar
operasional dan peraturan perundang-
undangan yang ditetapkan oleh Menteri
Kesehatan.