Anda di halaman 1dari 7

KELOMPOK 2

Liwan s
Cahyani napu
Fidya septiani ali
Cindy S. Adam
Olan djumadi
KASUS 2
Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke instalasi gawat
darurat dengan keluhan sakit pada perut kanan bawah.
Wajahnya tampak pucat, berkeringat dingin, dan meringis
kesakitan. Saat di lakukan pemeriksaan fisik, tekanan darah
100/60 mmHg,nadi 100x,menit, frekuensi napas 26x/menit ,
dan suhu 38,8 ºC , skala nyeri 8. Pasien mengatakan sejak
kemarin perutnya sangat sakit untuk berjalan-jalan, dan
ketika bangun dari tempat tidur, istrinya juga mengatakan
sejak semalam suaminya panas. Tentukan diagnosa
keperawatan dari kasus di atas?
ASUHA KEPERAWATAN
 PENGKAJIAN

Nama : Tn. M
Usia : 20 tahun
Alamat : Desa Pentadio Timur

DATA SUBJEKTIF
• Klien mengatakan sejak kemarin perutnya sangat sakit
untuk berjalan-jalan dan ketika bangun tidur.
• Istri klien mengatakan sejak semalam suaminya panas.

DATA OBJEKTIV
• Tanda-tanda vital :
TD : 100/60 mmHg
S : 38,8 ºC
N : 100x/Menit
RR : 26x/Menit
SK : 8
• Wajah tampak pucat
• Berkeringat dingin
• Meringis kesakitan

 PEMERIKSAAN FISIK
• Keadaan Umum : Lemah
• Kesadaran : Composmentis
• Tanda-tanda vital :
TD : 100/60 mmHg
S : 38,8 ºC
N : 100x/Menit
RR : 26x/Menit
SK : 8
• Pemeriksan Abdomen :
Inspeksi : Simetris, tidak ada benjolan ataupun massa,
tidak ada luka operasi, tidak acites.
Palpasi : Nyeri tekan pada abdomen.
Perkusi : Normal, tidak ada gangguan, suara timpani
Aulkultasi : Tidak terdengar bunyi bising usus
N PENGKAJIAN DIAGNOSA PERENCANA PELAKSAN EVALUA
O AN AAN SI
1. Nama : Tn. M Nyeri akut 1. Mengurangi 1. Lakukan S: Klien
K.U : Lemah pengkajian
b.d nyeri. nyeri secara
mengatak
DS: inflamasi 2. Komunikasi komprhensif an nyeri
OS mengatakan sakit dan infeksi Terapeutik. meliputi sedikit
pada perut kanan bawah 3. Monitoring lokasi dan berkurang
keparahan.
DO: Hipertermia TTV 2. Lakukan (4-5) nyeri
TD : 100/60 mmHg b.d respon 4. Monitoring tehnik sedang.
S : 38,8 ºC sistemik suhu tubuh komunikasi O : Pasien
RR : 26x/menit terapeutik
N : 100x,mnit
dan sesering untuk
masi
SK : 8 inflamasi mungkin. mengetahui terlihat
gastrointest 5. Kolaborasi pengalaman lemah
P : Pada saat berjalan inal dengan nyeri pasien TTV:
TD:
dan bangun tidur. 3. TTV:
Q : Nyeri hilang timbul. dokter. TD: 120/80mmHg 120/80mmHg
R : Nyeri pada perut 6. Berikan S : 37,8 ºC S : 37,8 ºC
kanan bawah. penyuluhan R : 24x/menit R : 24x/menit
S :8 N : 89x/menit N : 89x/menit
T : Jika klien melakukan 4. Lakuka
aktivitas. Kompres air
dingin jika
suhu
tubuhnya
meningkat.
5. Kolaborasi A:Masalah
dengan belum
dokter teratasi.
pemberian
P:
antipiretik
6. Penyuluhan Intervensi
tentang di lanjutkan
gejala yang
berhubunga
n dengan
nyeri
abdomen.
Dapat
terjadi pada
berbagai
usia

2. Nama : Tn. M 1. Mengurangi 1. Lakukan S: pasien


nyeri pengkajian mengataka
KU : Masih Lemah 2. Komunikasi nyeri secara n sudah
terapeutik
DS: komprhensif membaik
3. Monitoring
Klien mengatakan
TTV meliputi O:
nyeri sedikit lokasi dan KU: Cukup
berkurang (4-5) nyeri keparahan.
sedang.
DO: 4. Monitoring 2. Lakukan tehnik TTV:
TD : 120/80 suhu tubuh komunikasi TD:
mmHg sesering terapeutik 120/80mmHg
S : 37,8 ºC mungkin. untuk S : 36,8 ºC
RR : 5. Kolaborasi mengetahui R : 24x/menit
24x/menit dengan pengalaman N : 88x/menit
N : dokter. nyeri pasien
89x,mnit 3. TTV: A:Masalah
TD: 120/80mmHg teratasi.
S : 37,5 ºC P: Pertahankan
R : 22x/menit Intervensi
N : 88x/menit
4. Lakuka
Kompres air
dingin jika
suhu
tubuhnya
meningkat.
5. Kolaborasi
dengan
dokter
pemberian
antipiretik
dan