Anda di halaman 1dari 22

Oleh Kelompok 9 :

Nadia Putri Padmayuni (1607532082 / 11)


Evita Nindia Putri (1607532090 / 19)
Harista Dwi Anggreni (1607532099 / 28)
Akun-akun dalam silklus perolehan modal dan pengembaliannya
01 bergantung pada tipe operasi bisnis perusahaan dan bagaimana
operasi tersebut ditandai.

Semua perseroan memiliki modal saham dan laba ditahan, tetapi


02 hanya sedikit yang memiliki saham preferen, agio saham dan saham
dibeli kembali (treasury stock).

Metodologi untuk perancangan pengujian rinci saldo untuk akun


03 dalam siklus perolehan modal dan pengembaliannya sama dengan
metodologi yang diikuti untuk akun lainnya.
Untuk memahami dengan baik prosedur audit untuk banyak akun dalam siklus
perolehan modal dan pengembaliannya, maka akan dibahas mengenai :

1 2
pengauditan utang wesel dan pengauditan modal saham biasa,
beban bunga yang bersangkutan agio saham biasa, dividen, dan
untuk memberi gambaran laba ditahan untuk
pinjaman bunga menggambarkan akun-akun
ekuitas.
Utang wesel adalah kewajiban
legal kepada seorang kreditor
yang terdiri dari pokok pinjaman
dan bunganya, yang mungkin
dijamin atau tidak dijamin
dengan aset. Wesel diterbitkan
untuk berbagai macam tujuan,
dan aset lain dijadikan sebagai
jaminan pinjaman, seperti
sekuritas, piutang usaha,
persediaan dan aset tetap.
Tujuan pengauditan atas utang wesel

1
Menentukan apakah pengendalian
internal atas utang wesel memadai.

01
2
02 Transaksi yang menyangkut
pokok pinjaman dan bunga
wesel telah diotorisasi
dengan benar.
3
Kewajiban untuk utang 03
wesel serta utang bunga
yang bersangkutan telah 04
ditetapkan dengan benar. 4
Pengungkapan terhadap utang wesel
dan bunga yang terkait telah memenuhi
empat tujuan audit penyajian dan
pengungkapan.
PENGENDALIAN
INTERNAL 1
Penerbitan wesel harus mendapat
otorisasi terlebih dahulu.

Ada empat pengendalian internal 2


Terdapat pengendalian yang memadai untuk
bagi utang wesel, yaitu : pembayaran pokok pinjaman maupun bunga.

3
Dokumen dan catatan yang memadai.

4
Verifikasi independen secara periodik.
Pengujian pengendalian atas utang
wesel beserta bunganya, harus
dititikberatkan pada pengujian atas
empat pengendalian seperti yang telah
dibahas pada bab sebelumnya. Auditor
juga harus memeriksa ketelitian catatan
penerimaa dari pencarian pinjaman
serta pembayaran kembali pokok
pinjaman serta bunganya.
Tabel Prosedur Analitis untuk Utang Wesel
PROSEDUR ANALITIS
Prosedur Analitis Kemungkinan Kesalahan Penyajian
Hitung kembali rata-rata beban bunga atas Kesalahan penyajian beban bunga dan utang
dasar tingkat bunga rata-rata dan saldo. bunga atau perhitungan utang wesel.
Membandingkan wesel individual yang Penghilangan atau kesalahan penyajian
masih berjalan dengan tahun lalu. utang wesel.
Prosedur analitis
Membandingkan total saldo dalam akun Kesalahan penting
penyajian dalam
beban pengauditan
bunga dan utangutang
wesel karena pengujian rinci beban bunga dan utang
utang wesel, beban bunga, dan utang bunga bunga sering kali dapat ditiadakan apabila hasilnya
wesel.
memuaskan. Prediksi independen auditor atas beban
dengan tahun lalu. bunga, dengan menggunakan saldo utang berjalan
pada tingkat bunga, akan membantu auditor dalam
menilai kewajaran beban bunga dan menguji
kemungkinan adanya utang wesel yang tidak dicatat.
PENGUJIAN RINCI Utang wesel yang ada telah dicatat dan
dilaporkan (kelengkapan)
SALDO
Utang wesel yang tercantum dalam
Ada dua tujuan audit saldo yang penting daftar telah dicatat dengan akurat
dalam audit atas utang wesel: (ketelitian).

Selain tujuan audit saldo, empat tujuan audit


penyajian dan pengungkapan juga penting
untuk utang wesel karena hal tersebut
tercantum dalam persyaratan standar
akuntansi keuangan.
Ada perbedaan penting antara pengauditan ekuitas
pemilik pada perseroan publik dengan perseroan
tertutup. Pada perusahaan perseroan tertutup yang
pemegang sahamnya biasanya hanya sedikit, transaksi
yang menyangkut akun modal selama satu periode
jarang sekali terjadi. Sebaliknya dalam perusahaan
public, verifikasi ekuitas pemilik jauh lebih kompleks
karena perusahaan memiliki pemegang saham yang
banyak dan sering terjadi perubahan idividu yang
pemagang saham.
PENGENDALIAN INTERNAL

Otoritas Transaksi Secara Tepat

Pembukuan dan Pemisahan


Tugas yang Tepat

Registrar Independen dan Agen


Transfer Saham
Otoritas Transaksi Secara Tepat
Karena hampir setiap transaksi ekuitas pemilik material, banyak
transaksi semacam ini harus mendapat otorisasi dari dewan
komisaris. Berikut adalah sejumlah transaksi yang biasnya
memerlukan otoritas khusus:

Penerbitan Modal Pembelian Pengumuman


Saham Kembali Modal Dividen.
Saham.
Pembukuan dan Pemisahan Tugas
yang Tepat
Apabila perusahaan menangani sendiri catatan transaksi saham dan
saham yang beredar, pengendalian internal harus memadai untuk
memastikan bahwa:

01 Pemegang saham sesungguhnya diakui dalam catatan


perusahaan.

Jumlah dividen yang benar dibayarkan kepada


02 pemegang yang memiliki saham perusahaan pada
tanggal pencatatan dividen.

03 Potensi terjadinya kecurangan aset diminimalkan.


Master file modal saham para pemegang saham
1. Check untuk pembayaran dividen
hendaknya disiapkan berdasarkan
Pengendalian internal yang catatan sertifikat saham oleh
memengaruhi pembayaran seseorang yang tidak bertanggung-
dividen meliputi: jawab atas catatan modal saham.

SWOT
2. Setelah chek disiapkan, 3. Sebaiknya diselenggarakan akun
selanjutnya dilakukan verifikasi imprest dividen yang terpisah untuk
independen tentang nama mencegah pembayaran dividen yang
pemegang saham dan jumlah rupiah lebih besar daripada jumlah yang
yang tertulis pada check serta diotorisasi.
rekonsiliasi jumlah total check
Registrar Independen
dan Agen Transfer
Saham
• Tanggung jawab registrar independen
adalah memastikan bahwa saham
diterbitkan perusahaan sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam
anggaran dasar perusahaan setelah
mendapat otorisasi dari dewan
komisaris.

• Banyak perseroan besar juga


menggunakan jasa agen transfer
saham untuk menyelenggrakan
pecatatan saham, termasuk
mendokumentasikan perpindahan
(transfer) pemilik saham.
PENGAUDITAN MODAL SAHAM
DAN AGIO SAHAM
Empat hal yang menjadi perhatian utama auditor dalam pengauditan
modal saham dan agio saham:

Transaksi yang Transaksi modal


terjadi telah saham terbukukan
dibukukan (tujuan sungguh-sungguh
transaksi- terjadi dan telah
kelengkapan) dicatat dengan tepat
(tujuan audit
transaksi-keterjadian
dan ketelitian)

Modal saham Modal saham telah


telah dicatat disajikan dan
dengan akurat diungkapkan dengan
(tujuan audit tepat (keempat tujuan
saldo- ketelitian) penyajian dan
pengungkapan)
Transaksi Modal Saham Terbukukan Sungguh-
Transaksi yang Telah Terjadi Dibukukan
Sungguh Terjadi dan Dicatat Dengan Tepat

Tujuan ini dapat dengan mudah dicapai


Pengujian yang eksentif dibutuhkan untuk
apabila perusahaan klien mengguunakan
transaksi-transaksi yang menyangkut
registrasi independen atau agen transfer.
penerbitan modal saham. Tujuan transaksi
Auditor bisa menggirimkan konfirmasi
keberadaan biasanya dapat diuji dengan
kepada mereka untuk menanyakan
memeriksa otorisasi sebgaimana tercantum
transaksi apa yang telah terjadi dan
dalam notulen rapat dewan komisaris.
keakuratan transaksi yang ada, dan
kemudian memastikan apakah semua
transaksi telah terjadi.
Modal Saham Dibutuhkan Dengan Tepat

• Auditor memeriksa saldo akhir dalam akun modal


saham dengan pertama-tama menentukan jumlah
saham yang beredar pada tanggal neraca. Konfirmasi
dari agen transfer adalah cara paling sederhana untuk
mendapat informasi ini

• Setelah auditor puas bahwa jumlah saham yang


beredar telah ditentukan dengan benar, nilai pari
dibukukan dalam akun modal saham dapat diperiksa
dengan mengalihkan jumlah lembar saham dengan
nilai pari saham.

• Pertimbangan penting ketika mengaudit tujuan saldo


tentang ketelitia untuk modal saham adalah memeriksa
kebenaran jumlah saham yang digunakan dalam
perhitungan laba per lembar saham.
Modal Saham Disajikan dan
Diungkap dengan Tepat

Sumber informasi terpenting untuk


menentukan apakah kesempatan tujuan
penyajian dan pengungkapan untuk aktivitas
modal saham telah terpenuhi adalah anggaran
dasar perusahaan, notulen rapat dewan
komisaris, dan analisa auditor tentang
transaksi modal sagam.
PENGAUDITAN DEVIDEN
Tujuan terpenting, termasuk yang berkaitan dengan
utang dividen, adalah:

Dividen terbukukan Dividen dibayarkan


sungguh-sungguh terjadi kepada pemegang
(keterjadian) saham yang ada /yang
. berhak (keterjadian)

Dividen yang ada telah Utang dividen telah


dicatat (kelengkapan) dicatat (kelengkapan)
.

Dividen telah dicatat Utang dividen telah


dengan akurat dicatat dengan akurat
(ketelitian) (ketelitian)
.
PENGAUDITAN LABA DITAHAN

• Pada kebanyakan perusahaan, transaksi- • Untuk mengaudit pengkreditan atas laba


transaksi yang menyangkut laba ditahan ditahan untuk laba bersih yang diperoleh
hanyalah pencatatan laba bersih untuk tahun selama taun yang diaudit, auditor hanya
buku yang bersangkutan dan pengumuman perlu menelusuri ayat jurnal dalam laba
deviden. ditahan ke angka laba bersih yang
tercantu, dalam laporan laba-rugi.
• Untuk memulai pengauditan atas laba ditahan,
auditor pertama-tama menganalisis laba • Dalam mengaudit pendebetan dan
ditahan selama periode yang di audit. Skedul pengkreditan atas laba ditahan, selain
audit yang menunjukkan analisis, biasanya yang disebablan oleh laba bersih dan
merupakan bagian dari arsip permanen, deviden, auditor harus memastikan
mencakup deskripsi setiap transaksi yang apakah transaksi transaksi telah
mempengaruhi akun ini. dimasukkan.
Any Questions?