Anda di halaman 1dari 30

PT.

TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk

PSAK 30, ISAK 16, ISAK 22, ISAK 23


By:
Ivo Dimeria Krisni
Ines Cahyani
PSAK 30

SEWA
Sewa adalah suatu perjanjian yang mana lessor
memberikan kepada lesse hak untuk menggunakan
suatu asset selama periode waktu yang telah
disepakati. Sebagai imbalannya lessee melakukan
pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada
lessor

Definisi o Sewa operasi adalah sewa selain sewa pembiayaan


o Sewa pembiayaan adalah sewa yang mengalihkan
secara substansial seluruh resiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan suatu aset. Hak milik pada
akhirnya dapat dialihkan atau dapat juga tidak
dialihkan
 Sewa Pembiayaan (Finance Lease) adalah sewa yang
mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset.
Hak milik pada akhirnya dapat dialihkan, dapat juga
Klasifikasi tidak dialihkan

Sewa  Sewa Operasi (Operating Lease) adalah sewa yang


tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
 Perjanjian sewa mengandung elemen tanah dan
bangunan  diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan atau sewa operasi diatur tersendiri.
 Dalam menentukan klasifikasi  pada umumnya
tanah memiliki umur ekonomik yang tidak terbatas.
 Pembayaran sewa dialokasikan antara elemen tanah
Sewa Tanah & dan bangunan secara proporsional sesuai nilai wajar
relatif bagian perjanjian sewa pada awal kontrak.
Bangunan  Apabila tidak dapat dialokasikan, seluruh sewa
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan kecuali
sangat jelas bahwa kedua elemen tersebut adalah
sewa operasi. Bila demikian maka seluruh sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Sewa Dalam
Laporan Keuangan
Lessee

Sewa Pembiayaan
 Aset dan kewajiban diakui sebesar nilai wajar aset
sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa
minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.
 Tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat suku
bunga implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan

Pengukuran secara praktis; jika tidak, digunakan tingkat suku


bunga pinjaman inkremental lessee.
Awal  Biaya langsung awal yang dikeluarkan lessee
ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai
aset, termasuk biaya sehubungan dengan aktivitas
sewa tertentu.
Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan
antara bagian yang merupakan beban keuangan
dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban.
Pengukuran
Selanjutnya
Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap
periode selama masa sewa.
 Jumlah tercatat neto untuk setiap kelompok aset pada tanggal
pelaporan
 Rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum masa depan
pada akhir periode pelaporan & nilai kininya

 Rental kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode


 Total perkiraan penerimaan pembayaran minimum sewa-lanjut
masa depan dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan
pada akhir periode pelaporan
Pengungkapan
 Penjelasan umum isi pengaturan sewa yang material yang meliputi,
tetapi tidak terbatas pada, hal berikut:
1. Dasar penentuan utang rental kontinjen
2. Keberadaan dan persyaratan dari opsi pembaruan atau
pembelian dan klausul eksalasi
3. Pembatasan yang ditetapkan dalam pengaturan sewa, seperti
pembatasan dividen, tambahan utang, dan sewa-lanjut
Sewa Dalam
Laporan Keuangan
Lessee

Sewa Operasi
Pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan dasar
Pengukuran garis lurus selama masa sewa kecuali terdapat dasar
sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola
Awal waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna
 Total pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi
yang tidak dapat dibataklan untuk setiap periode berikut:
a. Sampai dengan 1 tahun
b. Lebih dari 1 tahun – 5 tahun
c. Lebih dari 5 tahun
 Total perkiraan penerimaan pembayaran minimum sewa-lanjut masa
depan dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan pada
akhir periode pelaporan
 Pembayaran sewa dan sewa-lanjut yang diakui sebagai beban pada
Pengungkapan periode, dengan pengungkapan terpisah untuk jumlah pembayaran
minimum sewa, rental kontnjen, dan pembayaran sewa-lanjut
 Penjelasan umum pengaturan sewa lessee yang signifikan, yang
meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
a. dasar utang rental kontinjen
b. keberadaan dan persyaratan dari opsi pembaruan atau pembelian
dan klausul eskalasi
c.pembatasan yang ditetapkan dalam pengaturan sewa, seperti
pembatasan dividen, tambahan utang dan sewa-lanjut
Sewa Dalam
Laporan Keuangan
Lessor

Sewa Pembiayaan
 Lessor mengakui aset berupa piutang sewa pembiayaan
Pengukuran dalam laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang sama
Awal dengan investasi sewa neto
 Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu
Pengukuran pola yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian
periodik yang konstan atas investasi neto lessor dalam sewa
Selanjutnya pembiayaan
 Jumlah gabungan pembayaran sewa minimum masa depan
dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap
periode berikut:
a. kurang dari 1 tahun

b. lebih dari 1 tahun – 5 tahun


Pengungkapan
c. lebih dari 5 ahun
 Total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam
periode
 Penjelasan umum isi pengaturan sewa lessor
Sewa Dalam
Laporan Keuangan
Lessor

Sewa Operasi
 Lessor menyajikan aset untuk sewa operasi dalam laporan
posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut
 Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai
pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa,
kecuali terdapat dasar sistematis lain yang lebih
mencerminkan pola waktu yang mana penggunaan manfaat
aset sewaan menurun

 Biaya langsung awal yang dikeluarkan oleh lessor dalam


proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi
ditambahkan dalam jumlah tercatat aset sewaan dan diakui
sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama
dengan pendapatan sewa
 Rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang
pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan
 Pendapatan keuangan yang belum diterima
 Nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat
lessor
Pengungkapan  Akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran
sewa minimum
 Rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam
periode
 Penjelasan umum isi pengaturan sewa lessor yang material
Transaksi Jual
dan
Sewa Balik
Transaksi jual dan sewa balik meliputi penjualan aset dan
penyewaan balik aset yang sama.
 Jika transaksi jual dan sewa balik menghasilkan sewa
pembiayaan, maka selisih lebih hasil penjualan atas
jumlah tercatat tidak diakui segera sebagai penghasilan
oleh penjual, tetapi ditangguhkkan dan di amortisasi
selama masa sewa

 Jika transaksi menghasilkan sewa operasi dan jelas


bahwa transaksi tersebut terjadi pada nilai wajar, maka
keuntungan atau kerugian diakui segera.
ISAK 16
PERJANJIAN
KONSESI JASA
 Pemerintah telah memperkenalkan perjanjian jasa kontraktual
untuk menarik partisipasi sektor swasta dalam pembangunan,
pembiayaan, pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur.
 Kewajiban untuk melayani publik oleh operator adalah salah
satu ciri perjanjian jasa tersebut, adapun ciri umum lainnya
adalah:
1. Pihak yang memberikan perjanjian jasa adalah entitas sektor

Latar publik

Belakang 2. Operator bertanggung jawab setidaknya untuk sebagian


pengelolaan infrastruktur dan jasa terkait dan tidak hanya
bertindak sebagai agen untuk kepentingan pemberi konsesi
3. Kontrak menetapkan harga awal yang akan dikenakan oleh
operator dan mengatur perubahan harga selama periode
perjanjian jasa
4. operator diwajibkan untuk menyerahkan infrastruktur
kepada pemberi konsesi pada akhir periode perjanjian.
 Intreprestasi ini memberikan panduan akuntansi untuk
operator atas perjanjian konsesi jasa publik ke swasta
JIKA:

Ruang  Pemberi konsesi mengendalikan / meregulasi jasa apa


yang harus diberikan oleh operator
Lingkup  Pemberi konsesi mengendalikan – melalui
kepemilikan, hak manfaat atau sebaliknya – atas setiap
kepentingan residu signifikan dalam infrastruktur pada
akhir masa perjanjian
ISAK 22
PERJANJIAN KONSESI
JASA: Pengungkapan
Entitas dapat terlibat dalam suatu perjanjian dengan pihak
lain untuk memberikan jasa yang memberikan akses publik
Operator atas fasilitas ekonomi dan sosial utama.
mengungkapkan Pemberian konsesi dapat berupa entitas sector publik
jumlah pendapatan maupun swasta, termasuk lembaga pemerintah.

& laba rugi yang Pemberi konsesi mengungkapkan hal berikut:

diakui selama a. Gambaran perjanjian


periode atas b. Persyaratansignifikan dari perjanjian yang dapat
pertukaran jasa mempengaruhi jumlah, waktu dan kepastian arus kas masa
depan
konstruksi dengan c. Sifat dan tingkatan
aset keuangan atau d. Perubahan dalam perjanjian yang terjadi selama periode
aset tak berwujud berjalan
e. Pengklasifikasian perjanjian konsesi jasa
ISAK 23
SEWA OPERASI -
INSENTIF
 Dalam negosiasi sewa operasi baru atau yang
diperbaharui lessor dapat menawrkan insentif kepada
lessee agar bersedia untuk melakukan perjanjian
 Seluruh insentif untuk perjanjian sewa operasi baru
atau yang diperbaharui diakui sebagai bagian tidak
terpisahkan dari imbalan neto yang disepakati untuk
mengguanakan aset sewaan terlepas dari sifat atau
bentuk insentif atau waktu pembayaran
 Lessor mengakui biaya agregat dari insentif sebagai
pengurang penghasilan rental selama masa sewa,
dengan dasar garis lurus kecuali dasar sistematis lain
lebih mewakili pola waktu selama manfaat aset sewaan
berkurang
 Lessee mengakui manfaat agregat dari insentif sebagai
pengurang beban rental selama masa sewa, dengan
dasar garis lurus kecuali dasar sistematis lain lebih
mewakili pola waktu dari manfaat yang diperoleh
lessee dari pemanfaatan asset sewaan.
SELESAI