Anda di halaman 1dari 32

 RADIASI adalah Pancaran Energi

 Sinar X atau yang lebih dikenal dengan sinar Rontgen( sesuai dengan
penemu Wilhelm Conrad Roentgen) pada 8 Nopember 1895,di temukan
pada penelitian sinar katoda.
 Sinar X adalah gelombang Elektromagnetik dengan energi tinggi 0,5keV-
150keV.
 Apakah sinar X berbahaya?
 Kapan sinar X bisa menyebabkan radiasi?
 Apakah sinar X bisa menyebabkab mandul,kanker dan bahkan bisa terjadi
kematian?
 Apakah sinar X yang di fotokan ke pasien berbahaya?
 Dosis radiasi itu apa? Berapa ideal nya?
 Dan masih banyak pertanyaan dari masyarakat dan pasien pada waktu
dilakukan foto rontgen

o Batasan pada
sinar X
diagnostik
Dosis Radiasi terdiri atas ;
1 .Dosis serap, yaitu Energi radiasi yang di serap oleh jaringan per satuan massa
jaringan.
Satuan Dosis Serap adalah Gray atau disingkat Gy
Dimana 1Gy = 100rad (radiation absorbed dose) E Joule
=
m Kg

L
E out = n’ (h.ʋ)
Radiasi Gamma ,X

E in = n ( h.ʋ ) Massa = ρ.Volume=ρ.l.p x


x
Jika Radiasi materi jaringan maka Energi yang datang akan berkurang
setelah melewati materi/jaringan tersebut maka Energi radiasi bisa di
hitung dengan;
E = Ein – Eout
Contoh perhitungan Dosis Serap
Jika Energi yang datang/masuk dengan dosis 100% setelah melewati jaringan
menjadi 25% dari Energi semula,maka yang diserap jaringan adalah

100% 25%
E = E in – E out
= 100% - 25% ( h.ʋ )
=75% (h.ʋ)
75%

2. Dosis Equivalen yaitu Dosis serap radiasi yang mempertimbangkan


kemampuan/ daya rusak radiasi.

HT = WR. D WR= faktor kualitasRadiasi


HT= Dosis equivqlen, satuan nya Sievert =Sv
Berikut tabel WR ( faktor kualitas radiasi)

Radiasi WR  Kenapa Wr Proton 5 ?


Karena pada partikel alfa atau inti helium
γ , X 1 Ada 2proton dan 2 netron sehingga
karena Wr alfa 20 maka proton adalah
α 20 seperempat nya - ¼ x 20=5.

P (proton) 5  netron 5-20 ?


Karena netron tidak bermuatan jika
N (netron) 5 - 20
mengenai jaringan maka daya rusak nya
E (elektron) 1-5 minimal seperti proton dan maksimal nya
seperti alfa.

 Elektron 1-5 ?
Daya rusak maksimal seperti proton
3. Dosis Efektif yaitu dosis yang mempertimbangkan sensitivitas jaringan.

Dosis Efektif di simbolkan HE HE satuanya dalam Sievert (rem)


HE = WR . HT

Jenis Jaringan WͲ
Tabel sensitivitas jaringan
Gonads 0,20
Paru 0,12
Colon 0,12
Sumsung 0,12
Lambung 0,12
KulIt 0,01
Tulang 0,01
Organ lain 0,05
Efek kerusakan jaringan sangat terkait dengan besar dosis serap, jenis radiasi
dan jenis dari jaringan.
Hubungan antara kerusakan dengan dosis bersifat kuadratis

EFEK ~̴ a D² + b D

D = dosis serap
a , b = konstanta yang tergantung pada jaringan.

Contoh ;
seandainya sinar gamma mengenai kulit dimana dosis sinar gamma sebesar
100rad akan merusak / membunuh sel kulit sebanyak 2juta sel. Berapa jumlah
sel kulit yang mati jika terkena dosis 300rad? ( a=2 ,b=1 )
Efek 100 = 2x 100² + 1 x 100
Efek 300 = 2x 300² + 1 x 300

20100 = 2000000
180300 X X = 17,9juta

QUIZ ;
Jelaskan grafik hubungan antara kematian sel dengan dosis serta grafik
hubungan antara sel hidup dengan dosis radiasi.

Dosis
Radiasi

Beberapa Sel Mati dan ada


yang recovery untuk hidup
kembali tergantung dosis
dan jenis radiasi
Grafik hubungan kematian sel terhadap dosis

3000

100%2500
% sel

%sel mati oleh


2000 gamma
Serie
s1
50% 1500

1000

% sel hidup
20% 500 oleh gamma

0
0 10 20 30 40 6000rad
50 60
dosis
Sel hidup
Sel mati

0
(dosis) 0

Gb.1 Gb.2
Grafik kematian sel (%) oleh radiasi pada dosis tertentu

Ket.; (gb.1)Jika dosis yang diberikan 300rad Alfa kematian sel 100%
jika dosis yang diberikan 1200 rad Proton kematian sel 100%
Jika dosis yang diberikan 6000 rad Gamma kematian sel 100%.

untuk Grafik sel hidup akan berlaku kebalikan nya (gb.2)


satuan dosis radiasi yang lain (tambahan)

-Paparan (exposure)

satuan Rontgen pada waktu pertama kali dalam tahun 1928 didefinisikan hanya
berlaku untuk sinar X, tetapi pada tahun 1937 tidak hanya untuk sinar X tapi
berlaku untuk sinar Gamma.
Pengertian nya di Definisikan ;
‘satu Rontgen adalah kuantitas radiasi sinar-X atau Gamma yang menghasilkan
satu e.s.u. ion positif atau negatif di dalam satu cm³ udara normal (NTP)’
1R = 1 esu/cm³ udara ( NTP).
oleh karena 1 ion bernuatan 4,8x10^10esu dan massa 1cm³ udara standart
adalah 0,001293 gram,maka nilai penyinaran sebesar 1R sesuai dengan
penyerapan energi sebesar 87,7 erg oleh 1 gram udara atau 87,7erg/gram

1 rad = 100 erg/gram udara


1 erg/gram udara = 0,01 rad
atau 1 R = 0,877rad
• Dosis Kolektif (tambahan)
Dosis kolektif adalah dosis ekivalen atau dosis efektif yang digunakan apabila
terjadi penyinaran pada sejumlah besar populasi peduduk. Penyinaran ini biasanya
muncul akibat kecelakaan nuklir atau kecelakaan radiasi. Simbol besaran untuk dosis
kolektif adalah ST dengan satuan sievert-man (Sv-man).

• Dosis ekivalen/dosis efektif yg dipergunakan apabila terjadi penyinaran pada


sejumlah besar populasi (penduduk). Penyinaran ini biasanya muncul apabila
terjadi kecelakaan nuklir/radiasi. Dalam hal ini perlu diperhitungkan distribusi
dosis radiasinya dan distribusi populasi yg terkena penyinaran.

• S =p x H
• Keterarangan :
• H= Dosis ekivalen
• p= jumlah populasi (penduduk)

• Satuan dosis kolektif :


• -SI = sievert-man
• -Satuan lama = rem-man
Bagaimana jika radiasi yang bermanfaat
tersebut di gunakan untuk pasien?

PRINSIP DASAR DARI PROTEKSI


RADIASI ADALAH;
T,D,S (TIME,DISTANCE,SECON)
PENGGUNAAN MODALITAS X.RAY
DIAGNOSTIK HARUS MEMPERHATIKAN
TIGA PILAR PROTEKSI RADIASI ‘

 PEKERJA RADIASI
 PASIEN DAN,
 PENDAMPING PASIEN(DLM KONDISI KHUSUS)
MODALITAS RADIODIAGNOSTIK ADA DUA MACAM

STASIONER;
A. X.RAY KONVENSIONAL DAN DIGITAL
B. CT.SCAN

MOBILE UNIT ;
PASAL 46 PASAL 1 PERKA BAPETEN NOMOR 8 TAHUN 2011
AREA MOBILE UNIT HANYA BOLEH DIGUNAKAN UNTUK
PEMERIKSAAN RUTIN DI;
a. Instalasi gawat darurat
b. Instalasi perawatan intensif (ICU dan ruangan tertentu)
c. Ruang radiologi apabila X.ray terpasang tetap mengalami kerusakan
d. Mobile station
e. Klinik
f. Puskesmas atau
g. Praktek dokter
APA YANG PERLU DI EDUKASI KAN
KEPADA PASIEN SEBELUM
DILAKUKAN FOTO RONTGEN?

PENJELASAN EFEK
RADIASI DAN KNAPA
HARUS DILAKUKAN
FOTO RONTGEN
PENJELASAN FOTO PENJELASAN (MANFAAT >>> )
RONTGEN YANG SECARA GARIS
AKAN DILAKUKAN BESAR RADIASI
& DOSIS

INFORMCOCENT
Prinsip-prinsip berikut sangat membantu sebelum mengedukasi;

Setiap pemeriksaan harus dibenarkan. Manfaat dan risiko dari pemeriksaan atau
prosedur yang dimaksud harus dipertimbangkan, dan kemungkinan menggunakan
metode lain yang tidak melibatkan paparan radiasi harus dieksplorasi. Ini adalah
prinsip pembenaran;
Setelah dibenarkan, pemeriksaan harus dilakukan dengan dosis radiasi minimal. Ini
membutuhkan pencapaian kualitas gambar yang cukup sambil menjaga eksposur
serendah mungkin dicapai. Ini adalah prinsip pengoptimalan dan ALARA;
Dosis radiasi dapat dibandingkan dengan tingkat referensi regional, nasional atau
internasional yang menunjukkan perkiraan tingkat dosis untuk prosedur medis yang
berbeda;
Pemeriksaan ulang yang tidak perlu harus dihindari. Pemeriksaan berulang kadang
diperlukan untuk memantau kemajuan, terutama dengan pengobatan kanker.
PELAKSANAAN DI LAPANGAN SETELAH PENJELASAN KEPADA
PASIEN,PERAWAT,PENDAMPING PASIEN ;

1. PENGATURAN KONDISI EXPOSURE (kV,mA,s) yang tepat


2. ATUR KOLIMATOR SESUAI OBYEK YANG
DIHARAPKAN,JANGAN GUNAKAN KOLIMATOR YANG TIDAK
LAYAK.
3. PILIH DETEKTOR ATAU KASET YANG SESUAI OBYEK
4. APABILA HARUS ADA PERAWAT/PENDANPING PASIEN
BERIKAN EDUKASI JUGA DAN BERIKAN A.P.D.
5. ATUR JARAK OBYEK DAN FOKAL SPOT TABUNG SESUAI
KETENTUAN>>>DOSIS BERPENGARUH
6. ATUR BERKAS X.RAY SEOPTIMALNYA
7. JANGAN TERJADI FOTO HASIL CROPPING AKIBAT KELEBIHAN
OBYEK YANG TERKENA X.RAY
Bagaimana dengan dosis pada
pasien ?
Tidak ada batasan yang ditentukan pada
dosis radiasi untuk pasien. Ini berarti
bahwa tidak ada jumlah radiasi yang
dianggap terlalu banyak untuk seorang
pasien ketika prosedur tersebut
dibenarkan oleh dokter.
Dokter akan mempertimbangkan manfaat
versus risiko. Beberapa organisasi
internasional telah menetapkan pedoman
dan rekomendasi berdasarkan data
ilmiah. Setiap upaya harus dilakukan
untuk mengurangi pemaparan pasien
terhadap radiasi. Sebuah prinsip yang
dikenal sebagai ALARA - Serendah
Mungkin Berprestasi - praktik panduan.
Pemeriksaan yang tidak melayani tujuan
medis tidak pantas, tidak peduli seberapa
kecil dosisnya.
Penggunaan Alat Pelindung Diri (A.P.D)bisa mengurangi
paparan radiasi ;
1.Apron single dan dobel
2.Thyroid shield
3.Gonad
4.Sarung tangan pB
Yang terbuat dari bahan plumbum (pb) dengan nomer atom tinggi
bisa menahan efek radiasi sinar X
Sifat plumbum :
a.Lemas bisa di bentuk dengan mudah
b.Efektif menahan radiasi sinar x,ada yg dalam bentuk serat kain
c.Ketebalan nya bisa di sesuaikan, 0,35..0,5..1..2mm

PENGGUNAAN APRON
mmPB Attenuation(100kV, Berat
400mAs kG
0,25 91% 1,9
0,35 94% 2,8
0,5 96% 3,8
Bagaimana saya tahu jika saya mendapatkan dosis
radiasi yang dibutuhkan dan tidak lebih?

1.Sertakan kondisi ekpose pada film yang di bawakan ke pasien,


2.Pada pesawat x.ray baru dosis yang diterima detektor plate bisa
diketahui .
Sehingga bisa dihitung dosis kulit yang diterima pasien dan bisa
digunakan data awal perhitungan dosis.
3. Penggunaan standart dosis yang direkomendasikan Bapeten
adalah penting untuk tujuan limitasi dosis.
“DOSIS NBD (lihat di PERKA BAPETEN NOMER 8 TAHUN 2011 TENTANG KESELAMATAN
RADIASI DALAM PENGGUNAAN PESAWAT SINAR X RADIOLOGI DIAGNOSTIK DAN
INTERVENSIONAL”
Beberapa hal yang harus menjadi perhatian !!
(pada penggunaan X.ray diagnostik)
1. Lakukan pemindaian hanya jika terindikasi! Sejumlah besar pemeriksaan
dengan citra tidak diperlukan Direkomendasikan untuk dilakukan konsultasi
antara dokter perujuk dan dokter spesialis radiologi
2. Anjurkan penggunaan pencitraan non-radiasi alternatif (MRI, US) jika
memungkinkan, terutama untuk pasien berusia muda
3. Selalu cek apakah pasien tengah hamil Gunakan tanda khusus dan bahan
informatif untuk mengingatkan pasien bahwa dia HARUS memberitahukan jika
tengah hamil
4. Citra kualitas tinggi /crisp dapat terlihat menarik tapi memberikan dosis radiasi
yang lebih tinggi pada pasien. Mulai gunakan citra dengan sedikit derau tanpa
kehilangan informasi diagnostik yang diinginkan
5. Gunakan protokol CT spesifik-indikasi untuk setiap bagian tubuh, misalnya
untuk tindak lanjut nodul paru atau batu ginjal, pencitraan diagnostik dapat
diperoleh dengan dosis radiasi lebih rendah 50-75% dibanding protokol rutin
atau penggunaan rutin
6. CT Multiple pass atau phase TIDAK boleh dilakukan secara rutin CT Multiphase
dapat memperbesar dosis hingga 2-3 kali CT fase tunggal.
7. Sesuaikan parameter pajanan sesuai dengan pasien dan bagian tubuhnya
8. Kenali peralatan Anda: Pelajari bagaimana menyesuaikan parameter sistem
automatic exposure control (AEC) untuk mengatur dosis radiasi untuk berbagai indikasi
klinik dan daerah tubuh yang berbeda Sebagian besar pemeriksaan CT tubuh harus
dilakukan dengan menggunakan AEC.
9. Teknik yang baik: Rendahkan kVp, mAs Tinggikan pitch Batasi pindaian sepanjang
yang diperlukan Selalu pusatkan area of interest pada isosenter dari gantry CT Semua
protokol CT harus menyatakan awal dan akhir lokasi untuk indikasi klinik yang berbeda
Irisan tipis hanya jika diperlukan
10. Perhatikan nilai dosis radiasi dan bandingkan dengan tingkat acuan diagnostik
(DRLs) Hati-hati dengan satuan dosis CT dan tingkat dosis yang direkomendasikan
untuk daerah tubuh yang berbeda.
BATAN,2007
No. Pemeriksaan Dosis rata2 (mGy)
1 Ct abdomen 25
2 Head 50
3 Lumbar spine 35
persyaratan Proteksi Radiasi dalam pemanfaatan tenaga nuklir,
yang meliputi: a. justifikasi; b. limitasi dosis; dan c. optimisasi
Proteksi dan Keselamatan Radiasi.

Justifikasi ; harus didasarkan pada asas bahwa manfaat yang akan diperoleh lebih
besar daripada risiko yang ditimbulkan.
diberlakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang meliputi:
a. adanya penerapan teknologi lain dimana risiko yang ditimbulkan lebih kecil
daripada jenis Pemanfaatan Tenaga Nuklir yang sudah ada sebelumnya;
b. ekonomi dan sosial;
c. kesehatan dan keselamatan; dan
d. pengelolaan limbah radioaktif dan dekomisioning.

Limitasi Dosis ; sebagaimana dimaksud wajib diberlakukan oleh Pemegang Izin


melalui penerapan Nilai Batas Dosis.

Optimisasi ;harus dilaksanakan oleh Pemegang Izin melalui penetapan:


a. Pembatas Dosis; (pekerja( hamil tdk boleh d daerah ≥ 1mSv/thn ) dan anggota
masyarakat(0,3mSv/thn) )
b. tingkat panduan untuk Paparan Medik.
PERKA BAPETEN NO.4 THN2013
Efek Radiasi pengion

 Berdasarkan jenis sel

 Efek Genetik atau efek pewarisan adalah efek radiasi yang


dirasakan/dialami oleh keturunan dari orang yang terkena radiasi.
Contoh nya; cacat bawaan karena mutasi gen sewaktu pembentukan
janin (organ terbalik,kembar siam,organ yg menyatu,tidak tumbuhnya
salahsatu organ )

 Efek Somatik adalah jika akibat radisi tersebut dapat langsung bisa
dirasakan oleh orang yang terkena radiasi tersebut. (luka
bakar,epilasi,eritema)
 Berdasarkan Waktu

 Efek segera :tanda perubahan fisik segera teramati dalam waktu tidak
terlalu lama/ langsung
 Efek Tertunda ; yang terjadi dalam kurun waktu
lama,bulan /tahun. Misal,kanker,katarak

 Berdasarkan Dosis Radiasi

 Efek stokastik adalah efek yang kebolehjadian timbulnya merupakan


fungsi dosis radiasi dan diperkirakan tidak mengenal dosis ambang
( kanker,leukimia)
 Efek non stokastik adalah efek yang kualitas keparahannya bervariasi
menurut dosis dan hanya timbul apabila dosis ambang dilampaui
 (epilasi,eritema,katarak,steril)
 Efek Teratogenik adalah efek timbulnya cacat bawaan karena ada
penyinaran yang sewaktu janin berada dalam kandungan. ( kematian
janin apabila apabila usia 15hari umur kehamilan)
Kurva efek radiasi
TERIMA KASIH

APABILA ADA YANG KURANG


ADALAH MURNI DARI NARA
SUMBER DAN MOHON MAAF “