Anda di halaman 1dari 22

CARPAL TUNNEL SYNDROME

Oleh : Fatiha Sri Utami Tamad


Supervisor: Prof. dr. MI Widiastuti, PAK (K) SpS(K), M.Sc
 neuropati tekanan terhadap nervus medianus di
dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan,
tepatnya di bawah fleksor retinakulum

DEFINISI

Gambar 1. Nervus Medianus


Becker RE, Biagio M. Anatomy, Shoulder and Upper Limb, Ulnar Nerve.
Pubmed. 2018 .Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499892/

ANATOMI

Gambar 2. Anatomi carpal tunnel


Ghasemi RM. A handy review of carpal tunnel syndrome: From anatomy to diagnosis and
treatment. World J Radiol. 2014.
68-173 kasus per
100000 orang
EPIDEMIOLOGI

♀>♂
1. Pekerjaan

•Gerakan berulang, getaran lokal,


tekanan mekanik, durasi kerja, lama kerja

ETIOLOGI 2. Individu

• Jenis kelamin, usia, genetik, obesitas,


aktivitas di luar kerja

3. Kesehatan
Teori
Teori kompresi
insufisiensi mekanik
vask

Teori
getaran
PATOFISIOLOGI

CTS
Lanjut : jari-jarinya
Pembengkakan dan
Awal: parestesia, kurang kurang trampil dan
Keluhan parestesia dan kekakuan pada jari-jari,
merasa (numbness) atau bahkan mengakibatkan
nyeri sering dirasakan tangan dan pergelangan
kesemutan (tingling) kelemahan, atrofi otot-
lebih berat pada malam tangan biasanya lebih
pada jari dan setengah otot thenar dan otot-otot
hari sering dirasakan di pagi
sisi radial jari lainnya yang diinnervasi
hari.
oleh nervus medianus

MANIFESTASI
KLINIS

Gambar 3. Gejala carpal tunnel


Dikutip dari Jones R. Netter’s Neurology. Edisi 2. Philadelphia : Elsevier; 2011.
PENEGAKAN
DIAGNOSIS

Gambar 4. Flick’s Sign


Dikutip dari Jones R. Netter’s Neurology. Edisi 2. Philadelphia : Elsevier; 2011.

(+) : << keluhan


PENEGAKAN
DIAGNOSIS

Gambar 5. Thenar wasting


Dikutip dari Jones R. Netter’s Neurology. Edisi 2. Philadelphia : Elsevier; 2011.

(+) : atrofi otot thenar


PENEGAKAN
DIAGNOSIS

Gambar 6. phalen’s test


Dikutip dari Jones R. Netter’s Neurology. Edisi 2. Philadelphia : Elsevier; 2011.

60 detik  CTS
PENEGAKAN
DIAGNOSIS

Gambar 7. Tinel Sign


Dikutip dari Jones R. Netter’s Neurology. Edisi 2. Philadelphia : Elsevier; 2011.

(+) : parestesi/nyeri
PENEGAKAN
DIAGNOSIS

Gambar 8. Tourniquet test


Dikutip dari Jones R. Netter’s Neurology. Edisi 2. Philadelphia : Elsevier; 2011.

1 menit  CTS
PENEGAKAN
DIAGNOSIS

Gambar 9. Luthy’s sign


Dikutip dari Jones R. Netter’s Neurology. Edisi 2. Philadelphia : Elsevier; 2011.

(+) Bila kulit tangan penderita tidak dapat menyentuh


dindingnya
•Wrist extension test,
•Pemeriksaan sensibilitas
PENEGAKAN •Fungsi otonom

DIAGNOSIS
Gambar 10. EMG pada

EMG CTS
Dikutip dari Jones R.
Netter’s Neurology. Edisi
2. Philadelphia : Elsevier;
2011.

PEMERIKSAAN
PENUNJANG X-Ray
USG
Lab
parestesia,
hipoestesia,
nyeriatau rasa
tebal (n.
Medianus)

Kriteria
diagnosis 1/> tinel,
phalen, ↓
sensorik/

(NIOSH) elektrodiagnostik

Riw pekerjaan
repetitif pada
tangan
Cervical radiculopathy

DIAGNOSIS Thoracic outlet syndrome


BANDING de Quervain's syndrome
TATALAKSANA

Gambar 10 Terapi bidai dan injeksi steroid


Dikutip dari Jones R. Netter’s Neurology. Edisi 2. Philadelphia :
Elsevier; 2011.
•Anti inflamasi non steroid atau steroid
•Estrogen
•Vitamin Neurotropik
TATALAKSANA •Fisioterapi
•Ultrasound
•Operatif bila tidak membaik
 ROTASI KERJA
 PENYESUAIAN ALAT KERJA
 ALAT BERGETAR SHOCK
ABSORBER
PENCEGAHAN
 POSTUR KERJA YANG BAIK
 EXERCISE
Secara umum baik namun sering kambuh jika faktor
PROGNOSIS resiko masih ada
MOHON ARAHAN
DAN BIMBINGANNYA