Anda di halaman 1dari 59

FISIKA DASAR I

Semester Gasal 2012-2013

JUNINGTYASTUTI
MATERI
I. PENDAHULUAN
II. VEKTOR
A. DEVINISI
B. PENJUMLAHAN VEKTOR
C. PERKALIAN VEKTOR
III. GERAK LURUS :
A. JARAK, KECEPATAN dan PERCEPATAN
B. GERAK LURUS BERATURAN
C. GERAK LURUS TIDAK BERATURAN
IV. GERAK BENDA DALAM BIDANG DATAR :
A. GERAK PELURU
B. GERAK MELINGKAR
C. BESARAN ANGULAR

V. HUKUM NEWTON TENTANG GERAK :


A. GAYA dan MASA
B. HUKUM NEWTON I,II dan III
VI. KESETIMBANGAN
A. SYARAT KESETIMBANGAN dan MOMEN
B. GAYA-2 SEBIDANG
C. PUSAT MASA
D. TITIK BERAT

VII. KERJA dan ENERGI


A. PENGERTIAN ENERGI dan MACAM ENERGI
B. PENGERTIAN KERJA dan MACAM
VIII. MOMENTUM, IMPULS dan GERAK RELATIF :
A. MOMENTUM LINIER
B. IMPULSE
C. HUKUM KEKALAN MOMENTUM
IX. PERPINDAHAN PANAS
X. MEKANIKA FLUIDA
DAFTAR PUSTAKA

1. David Holiday & Robert Resnick , fisika, edisi 3, Jilid. 1


2. Gamiyati.A.S, Mekanika, FMIPA UI
3. Giancoli C, Dauglass, Fisika I, edisi 4 (terjemahan), Erlangga
4. Sears Zemansky, Fisika untuk Universitas (terjemahan)
5. Tipler, Paul.A, Fisika untuk Sains & Teknologi, edisi 3 (terjemahan)
6. Umar Yahdi, Pengantar Fisika Mekanika, Diktat Kuliah
7. Cari sendiri..............

EVALUASI

1. Nilai Tugas = 30 %
2. Nilai UTS = 30 %
3. Nilai UAS = 40 %
4 Nilai Akhir = 100 %
I. PENDAHULUAN
1. Pengertian Dasar
Ilmu Pengetahuan yang
FISIKA mempelajari bagian-2 dari alam
dan interaksi dari bagian tsb

1. Fisika KLASIK (Mekanika,


Listrik-Magnet, Panas, Bunyi,
Gelomang)
Sebagai dasar
2. Fisika MODERN (Teori
Relativitas dari Einstin) teknik elektro

Antara Lain :
1. Mesin Listrik 2. Teknik Komputer
3. Bahan Listrik 4. Elektronika
5. Teknik Transmisi 6. Robotika
7. Teknik Informasi, dll
2. Hubungan Fisika dan Ilmu Pengetahuann lain:
A. PENGUKURAN :
 Membandingkan suatu besaran dengan besaran
standar
 Fisika termasuk ilmu pengatahuan eksakta yang
berdasarkan pengukuran
 Pengukuran mempunyai batas ketelitian, baik dari
alat ukur maupun terhadap pengukurnya. Semakin kecil
perbedaan pengukuran (ketelitian baik), semakin baik
pengukuran tersebut.

Contoh :

dengan : T = periode (de)


l = panjang tali (m)
g = percepatab gravitasi bumi (m/det)
Tabel : Kelipatan Matrik (SI)

No Besar Perfix Simbol No Besar Perifix Simbol

1 9

2 10

3 11

4 12

5 13

6 14

7 15

8
B. Besaran, Demensi dan Satuan
I. BESARAN  Sesuatu yang dapat diukur
a. Memiliki tujuh besaran pokok, yaitu :
1. Panjang (l = m) 5. Temperatur Thermo (T=Kelvin/K)
2. Masa (m=kg) 6. Intensitas Penyinaran (Cd= Candle)
3. Waktu (t=detik) 7. Banyaknya Zat (Molekul=mol)
4. Arus Listrik (I=Ampere)
b. Besaran di dalam FD.Mekanika merupakan kombinasi dari besaran yang
lebih mendasar, seperti kecepatan = panjang x waktu
c. Besaran masa, seperti yang disebutkan dalam tabel berikut :

d. Besaran Waktu didefinisikan sebagai :


satu detik = (1/60) x (1/60) x (1/24) hari matahari
e. Besaran pokok yang tidak berdimensi
1. Sudut Datar (plane Angle)  radial = rad

2. Sudut Ruang ( Solid Angle)  Steredian = Sr


f. Besaran Turunan
g. Besaran Pelengkap
1. Skalar  besaran yang harganya tidak tergantung padasistem koordinat
 terdiri daari satu koponen
2. Vektor  besaran yang harganya sangat tergantung sistem koordinat
 terdiri dari tiga komponen
3. Tensor  sama dengan vektor
 mempunyai tiga pangkat n (3n)
 mempunyai komponen n  2 (bulat)

III. DIMENSI  penulisan besaran-2 dng rmenggunakan simbul besaran dasar


a. Kegunaan Dimensi :
1. Membuktikan dua besaran fisis setara atau tidak
2. Menurunkan satuan dari satuan dasar
3. Meneliti kebenaran suatu rumus atau persamaan
b. Penjabaran Dimensi :
1. Dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri
2. Setiap suku berdimensi sama
c. Cara Penulisan :
1. Panjang = [l]
2. Masa = [m]......................dll
III. SATUAN  Ukuran dari suatu besaran
1 Satuan Dinamis :
 Satuan dasar : panjang, masa, waktu
 Terdiri dari :

2. Satuan Statis :
 Satuan dasar : panjang, gaya, waktu
 Terdiri dari :

Contoh :
1. Menentukan gaya :
Tabel Satuan SI
TUGAS- I  dikumpulkan minggu depan sesuai jadwal kelasnya.

1. Buatlah resume (ringkasan) tentang pelajaran FISIKA di SMA/SMK


dari kelas II yang meliputi antara lain

2. Tulis nama SMA/SMK anda

3. Tugas minimal 2 halaman folio (bolak-balik)

4. Tugas ditulis tangan rapi atau diketik komputer


II. VEKTOR
I. DEVINISI :
A. Besaran skalar :
 Mempunyai besaran, tidak mempunyai arah, dan dinyatakan dalam
bilangan / angka
 Misal : waktu, volume, kerja, densitas, energi, massa
B. Besaran Vektor :
 Mempunyai besaran dan mempunyai arah
 Seperti : kecepatan, percepatan, gaya, perpindahan, dll
C. Penggambaran vektor :

dengan :

Titik P : titik poangkal (titik tangkap)


Titik Q : ujung
Besaran Vektor : PQ
Nilai besaran : |PQ|
D. Notasi (simbol) sebuah vektor dapat berupa huruf besar, huruf kecil, huruf
tebal atau huruf miring,
Contoh :

E. Vektor terdiri dari :


* Vektor bebas  sebuah vektor yang dapat dipindahkan kemana
saja,selama arah dan besaran tetap
* Vektor satuan  sebuah vektor yang besarnya satuan vektor (i,j,k)
* Vektor negatip  sebuah vektor yang mempunyai nilai sama, berlawanan
arah
* Vektor resultan  penjumlahan dari vektor
F. Yang perlu diperhatikan pada Vektor adalah :

Contoh :
2. KOMPONEN VEKTOR

A. Vektor dalam Ruang


Jika vektor dalam ruang dinyatakan dalam A = Ax + Ay + Az atau dapat pula
dinyatakan dalam :
A=
dan besarnya adalah :

dengan :
= masing-2 merupakan komponen vektor

Vektor satuan pada sumbu x,y,z adalah :


Arah vektor A terhadap sumbu x,y,z positip, adalah :

B. Vektor dalam Bidang :


Jika vewktor A tidak ada dalam sumbu z, maka :

dan besar vektor A adalah :

Komponen vektor : dan besarnya :


Arah vektor A terhadap sumbu x,y positip, adalah :

C. Penjumlahan Vektor
1. Metode Grafik :
Penjumlahan untuk dua vektor
Penjumlahan vektor > dua vektor

Sehingga vektor total R = A + B + C + D

2. Metode Jajaran Genjang


Catatan :

1. Jika vektor A dan B searah, berarti  = 0  R = A + B


2. Jika vektor A dan B berlawanan arah, sudut  = 180o 
R=A-B
3. Jika vektor A dan B saling  , sudut  = 90o  R  0

3. Metode Segitiga
4. Metode Poligon :

Resultante dari vektor A,B,C adalah R = A + B + C

5. Metode Uraian :

Besar vektor R :

Arah vektor R :
D. Perkalian Vektor

A = vektor
k = konstanta
C = vektor

1. Perkalian titik (dot product )


C = A• B
dengan :
2. Perkalian silang (cross product)

Dengan :
E. Vektor Satuan :

Koordinat satuan (koordinat tegak) dengan tiga demensi terdiri dari :


- vektor satuan sumbu x = i
- vektor satuan sumbu y = j
- vektor satuan sumbu z = k

Sifat-sifat perkalian titik vektor satuan :


1. i.i = j.j = k.k = 1.1.cos.0 = 1
2. i.j = j.k = i.k = 1.1.cos 90o = 0
Sifat-sifat perkalian silang vektor satuan :
1. ixi=jxj=kxk=0
2. ixj =k 3. j x i = - k
3. kxi=j 4. i x k = - j
5. jxk=i 6. k x j = - i

Berdasarkan komponen-2 nya, penulisan vektor A dengan menggunakan


Koordinat kartesian adalah sebagai berikut :

A = Ax.i + Ay.j + Az.k

dengan :

Ax, Ay dan Az = komponen vektor A arah x,y dan z


F. Perkalian silang dengan vektor satuan :

dengan cara determinan :


III. GERAK LURUS

A. Jarak, kecepatan dan Percepatan Gerak lurus


1. Disebut juga gerakan dimensi
GERAK 2. Mempelajari gerakan suatu partikel
3. Mengamati lintasan partikel
4. Acuan koordinat kartesian

VEKTOR POSISI, KECEPATAN DAN PERCEPATAN

1. Posisi :

Posisi partikel dinyatakan sebagai : x = f(t)

+
Arah partikel
-
2. Kecepatan rata-rata

Perbandingan antara pergeseran dengan selang waktu


dinyatakan sebagai kecepatan v , secara matematis :
3. Kecepatan Sesaat
Selang waktu sesingkat mungkin  tidak terjadi perubahan gerakan

 waktu yang dibutuhkan pendek

Secara matematika, dinyatakan sebagai “ harga limit “

atau

atau

4. Percepatan sesaat :

5. Percepatan rata-rata :
Dari gambar di atas, kecepatan partikel A = v1 dan kecepatan partikel
B=v2, maka selisih kecepatan/ selang waktu disebut percepatan rata-2,
secara matematika dinyatakan :
atau

dan
B. Gerak Lurus Beraturan

1. Gerakan dengan Kecepatan tetap

Yang dimaksud kecepatan tetap adalah v = vo = konstan


Menentukan posisi menggunakan integral berikut :

Persamaan menentukan posisi x, konstanta merupakan posisi awal


mulai bergerak mulai bergerak = xo
2. Gerakan dengan Percepatan tetap

Percepatan tetap disebut juga sebagai gerakan dengan percepatan


Uniform (misal: benda jatuh bebas mempunyai percepatan selalu tetap.

Berdasarkan persaqmaan dv = a dt 
Sehingga :
v2 = v1 + a (t2 – t1)
Hubungan pergeseran x dengan selang waktu t ,

Jika t1 = 0, t2 = t, v1 = vo, v2 = v, x1 = xo dan x2 = x, maka diperolah :

dan
Yang mana xo dan vo merupakan kondisi awal dari gerak partikel searah
dengan sumbu x. Nilai x, v dan a dapat bertanda positif / negatif, berikut
grafik kecepatan dan pergeseran pergerakan dengan percepatan konstan.
C. GerakLlusrus Berubah Beraturan
1. Gerak Jatuh Bebas

Jika sebuah benda sedang jatuh oleh pengaruh gaya


+ Y
benda gravitasi bumi, maka benda tersebut dinyatakan dalam
keadaan jatuh bebas. Besar percepatan jatuh bebas
dinyatakan dalam :
g = 9,8 m/s2  10 m/s2
-g Jika arah keatas adalah y positif, maka untuk benda
m/s2 jatuh bebas dengan kecepatan awal = nol dinyatakan
X sebagai :

Arah – dari nilai g menyatakan percepatan kearah


bawah, y << dan v = arah negatif, secara matematis
dinyatakan :
nilai g = positip
Dengan :
IV. GERAK BENDA DALAM BIDANG DATAR
DENGAN PERCEPATAN TETAP

1. Kecepatan Gerak melintang


Jika partikel bergerak pada lintasan melengkung :
pada t1, partikel di titik A  OA = tx1 + j.y1 + k1
pada t2, partikel di titik B  OB = tx2 +j.y2 + k2
pergeseran yang terjadi  AB = r
terlihat pada gambar  nilai r2 = r1 + r, sehingga :
AB = r = r2 – r1
= i.(x2-x1) + j.(y2 – y1) k.(z2 – z1)

AB  i.x + j.y + k.z

dan kecepatan rata-rata


atau

Gambar : Pergeseran & kecepatan rata-2 gerak melengkung


1. Besar dan arah kecepatan
selalu berubah
2. Besar berubah, karena
kelajuan partikel
3. Arah kecepatan berubah,
karena tangen lintasan &
kelengkungan (tgt.r1 & r2)

2. Percepatan Gerak Melengkung


Gambar berikut menunjukkan kecepatan ketika waktunya t1 & t2
dan partikel berada di titik A & B, perubahan vektor kecepatan
dinyatakan oleh :
v = v2 – v1
Percepatan rata-rata dalam iterval t

Karena sejajar v, maka percepatan :

Percepatan sesaat dinyatakan dalam :


Jika kecepatan berubah dalam arahn pada kurva lintasan partikel, maka
Percepatan selalu menuju ke pusat kelengkungan kurva, sehingga :

komponen percepatan terhadap sumbu x,y dan z menjadi :

dan besar percepatan dinyatakan dalam :


3. Gerak Peluru
Gerak peluru adalah gerakan
suatu partikel yang besar
percepatan dan arahnya
selalu tetap.
Gerak sebuah peluru yang
ditembakkan dengan sudut
elevasi  terhadap vo

Gerak peluru = gerak pada bidang, dengan percepatan = a = g


Pada bidang dimana vo dan a = g, pada arah y kearah atas,

sehingga;
dan
Karena kecepatan arah subu x = tetap, arah y = berubah beraturan, jika :
r = i.x + j.y
x = Vox.t r = (i.Vox + j.Voy).t – ½.g.t2
y = Voy.t – ½.gt2
Nilai x dan Y merupakan koordinat
atau
posisi peluru sebagai fungsi waktu

Pada saat bola mencapai titik tertinggi (titik A) , kecepatan ke


arah sumbu y  vy = 0, sehingga waktu untuk mencapai titik
tertinggi akan diperoleh :
0 = vo – gt  t = voy / g atau th = vo sin  / g
Untuk menentukan titik tertinggi (h) , dengan vy = 0 merupakan
subsitusi dari persamaan berikut :
y = 0 – ½ g.t2
y = h = (vo sin )2 / 2.g
t = vo sin  / g
Waktu yang diperlukan bola sampai di titik B, dengan y = 0, sehingga :

y = voy.t – ½ gt2
dengan tB = 2.vo.sin / g
y = 0

Besar jarak terjauh peluru (R) adalah :

R = Vox. TB = (vo cos ) { 2.vo.sin/g}

R = 2.v2o. sin .cos   R = 2.v2o sin2 / g

Contoh :
4. Gerak Melingkar
Gerak melingkar beraturan adalah suatu gerak dimana besar
kecepatan dan percepatannya konstan dengan arah berubah setiap
saat. Arah kecepatan di suatu titik = arah garis singgung lingkaran
Arah percepatan selalu mengarah ke pusat lingkaran.
Jika sebuah benda bergerak mengelilingi lingkaran dengan jari2 = R,
kecepatan benda = v, panjang busur = s = R., maka :

1.  = kecepatan sudut =
= 2..f = rad/detik
2. f = frekuensi = hetz
3. P = T = periode = detik
4.  = .t = sudut A-B
5. R = jari-jari = m
6. v = kecepatan = m/det
Apabila kecepatan (posisi sudut) pada setiap saat, menjadi :

Percepatan tangensial (aT) pada gerak melingkar adalah :

Sedangkan percepatan cetripetal = ac, adalah :

Jika pada gerak melingkar beraturan tidak ada percepatan sudut, maka
Tidak ada percepatan tangensial, namun percepatan sentripetal yang
akan merubah arah gerak kecepatan, yang mana nilai  = tetap,sehingga
Percepatan total benda/partikel adalah :

Gaya centripental adalah gaya yang bekerja pada benda/partikel,


adalah :

Analogi gerak melingkar beratuaran dengan gerak lurus beraturan :


4.1. Pergerakan pada belokan miring
Pergerakan pada belokan miring, seperti gerakan mobil yang berbelok
miring, lihat Gambar berikut :

Jika gaya centrripetalnya < komponen gaya normal (N) pada arah
sejajar jalan, maka mobil dapat bergerak pada tikungan tanpa
terlempar.
Apabila sudut kemiringan = , maka :
N = N.sin  + N.cos. 
dengan :
N.sin  = m.v2 / r
tg. = v2./ r.g
N.cos. = m.g

Jika jalan mempunyai koefisien gesek = s, maka persamaan gaya normal N
menjadi :
N sin. + N.s = m.v2 / r
dan
N.cos. = m.g

4.2. Gerak Melingkar pada Bidang Vertikal


Jika sebuah benda bergerak pada lingkaran pada titik A, B,C dan D
Maka besar gaya dapat ditentukan sebagai berikut :
Pada titik A = titik terendah
F = m.a = m.vA2 / r
NA - mg = F
NA = mg + m.vA2 / r
Pada titik B, karena arah gaya gravitasi
kebawah dan arah gaya tekan keluar,
maka gaya centripetal = negatif, sehingga
benda pada titik B akan jatuh.
Pada titik C = titik teratas
F = m.a = m.vA2 / r
NC + mg = F
NC = - mg + m.vA2 / r
Pada titik D = titik sebarang
F = m.a = m.vA2 / r
ND - mg.cos. = m.vA2 / r
ND = mg.cos. + m.vA2 / r

4.2. Ayunan Konis


Ayunan konis adalah putaran dari sebuah benda yang diikat dengan tali
dan tali membentuk kerucut, seperti gambar berikut :

T.cos 

l 
T.sin 

r
m.g
4.3 Gerak Relatif
Gerak Relatif merupakan perpaduan 2 buah gerak lurus beraturan
Misal : sebuah kapal laut bergerak dengan kecepatan v1, di atas kapal
seorang penumpang bergerak dengan kecepatan v2 dan membentuk
sudut  terhadap gerak kapal. Jika perpindahan kapal = s1, perpindahan
penumpang = s2, maka vektor perpindahan penumpang yang diam
adalah :
s = s1 + s2
Jika kapal bergerak selama t detik, maka :
s1 = v1.t
dan s = (v1 + v2).t atau s = v.t
s2 = v2.t
Diagram gerak relatif v1 dan v2

Secara umum, bila benda A bergerak dengan kecepatan va terhadap acuan


dan benda B bergerak dengan kecepatan vb terhadap acuan yang sama,
maka kecepatan benda A terhadap benda B dinamakan kecepatan relatif
dan dinyatakan sebagai vab, secara matematika ditulis sebagai :
5. Satuan Angular

Perpindahan angular (sudut) dinyatakan dalam putaran, radial atau derajat

5.1. Satuan Radian


S = busur panjang
R = r = jari-2 lintasan
 = sudut antara dua jari-2
5.2. Kecepatan sudut suatu benda
ωr = rad/det = o/det = rpm
o = sudut pada t=0
r = sudut pada t = tr
ω = 2.pi.f f = frekuensi

5.3. Percepatan sudut suatu benda


5.4. Gaya Centrifugal

F = m.a

5.5. Hubungan Besaran Tangensial dan Angular