Anda di halaman 1dari 28

Teori Pembelajaran

Humanistik
Pensyarah: Encik Saiful Lizan

Disediakan Oleh: Kan Pui Kee, Tai Kwee Fen, Angeline, Priyaa
Maksud
● lebih melihat pada sudut perkembangan keperibadian manusia.
● melihat kejadian iaitu bagaimana dirinya terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif.
Kemampuan positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang
beraliran humanisme biasanya menfokuskan pengajarannya pada pembangunan
kemampuan yang positif. Kemampuan positif tersebut mempunyai kaitan yang dengan
pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif.
● Emosi merupakan karakteristik yang sangat kuat yang nampak dari para pendidik beraliran
humanisme.
● Dalam teori pembelajaran humanistik, belajar merupakan proses yang dimulai dan ditujukan
demi kepentingan memanusiakan manusia. Dimana memanusiakan manusia di sini
mempunyai tujuan untuk mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang
yang belajar secara optima.
Ciri-ciri Teori Humanisme

● Pendekatan humanisme dalam pendidikan menekankan


pada perkembangan positif.

● Pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk


mencari dan menemukan kemampuan yang mereka miliki
dan mengembangkan kemampuan tersebut.
● Hal ini mencakup kemampuan interpersonal sosial dan
metode untuk pengembangan diri yang ditujukan untuk
memperkaya diri, menikmati keberadaan hidup dan juga
masyarakat.

● Ketrampilan atau kemampuan membangun diri secara


positif ini menjadi sangat penting dalam pendidikan
kerana keterkaitannya dengan keberhasilan akademik.
● Dalam teori belajar humanistik, belajar dianggap berhasil jika pelajar
memahami persekitarannya dan dirinya sendiri.

● Pelajar dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia


mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya.

● Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut


pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.
● Tujuan utama para pendidik adalah membantu pelajar untuk
mengembangkan dirinya, iaitu membantu masing-masing individu untuk
mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu
dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka.

● Ada salah satu idea penting dalam teori belajar humanisme iaitu siswa harus
mampu untuk mengarahkan dirinya sendiri dalam kegiatan belajar mengajar,
sehingga pelajar mengetahui apa yang dipelajarinya serta tahu seberapa
besar pelajar tersebut dapat memahaminya.
● Dan juga pelajar dapat mengetahui mana, bila, dan bagaimana mereka akan
belajar.

● Dengan demikian maka pelajar diharapkan mendapat manfaat dan faedah


dari hasil belajar bagi dirinya sendiri.

● Aliran humanisme memandang belajar sebagai suatu proses yang terjadi


dalam individu yang meliputi bahagian/domain yang ada iaitu dapat meliputi
domain kognitif, afektif, dan psikomotor.
● Dengan kata lain, pendekatan humanisme menekankan pentingnya emosi
atau perasaan, komunikasi terbuka, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap
pelajar.

● Untuk itu, metod pembelajaran humanistik mengarah kepada upaya untuk


mengasah nilai-nilai kemanusiaan pelajar.

● Sehingga para pendidik/guru diharapkan dalam pembelajaran lebih


menekankan nilai-nilai kerjasama, saling membantu, dan menguntungkan,
kejujuran dan kreativiti untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran
sehingga menghasilkan suatu proses pembelajaran yang diharapkan sesuai
dengan tujuan dan hasil belajar yang dicapai pelajar.
Tokoh Humanisme
Arthur Combs (1912-1999)

● Belajar hanya akan terjadi apabila memberi makna kepada individu tersebut. Ini bermaksud bahawa
dalam kegiatan pembelajaran guru tidak boleh memaksakan bahan yang tidak disukai oleh pelajar.
Sehingga pelajar belajar sesuai dengan apa yang diinginkan tanpa adanya paksaan sedikit pun.

● Guru harus lebih memahami perilaku pelajar dengan mencuba memahami dunia persepsi pelajar
tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus berusaha merubah keyakinan atau
pandangan yang ada pada pelajar. Perilaku internal membezakan seseorang dari yang lain.

● Berpendapat bahawa kebanyakan guru membuat kesalahan dengan berpendapat bahawa pelajar akan
belajar apabila bahan pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Padahal arti tidaklah
menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa diri pelajar untuk
memperoleh makna bagi pribadinya dari sumber pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan
kehidupannya.
Abraham Maslow
Teori Maslow didasarkan pada andaian bahawa di dalam diri individu ada dua hal :

i) suatu usaha yang positif untuk berkembang;

ii) kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu.

individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi keperluan yang bersifat hirarki. Pada diri masing-
masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang,
takut untuk mengambil kesempatan, takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya,
tetapi di sudut lain seseorang juga memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keperluan, keunikan diri,
ke arah berfungsinya semua kemampuan, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar dan pada
ketika itu juga ia dapat menerima diri sendiri.
● Maslow membahagi keinginan-keinginan (needs) manusia menjadi tujuh hirarki. Bila
seseorang telah dapat memenuhi keperluanan pertama, seperti keperluan fisiologi,
barulah ia dapat menginginkan keperluan yang terletak di atasnya, ialah keperluanan
mendapatkan rasa aman dan seterusnya. Hierarki keperluan manusia menurut Maslow
ini mempunyai implikasi yang penting yang harus diperharikan oleh guru pada waktu
ia mengajar murid-murid. Ia mengatakan bahawa perhatian dan motivasi belajar ini
mungkin berkembang kalau keperluan asasr murid belum terpenuhi.
Penyempurnaan Kendiri

Penghargaan Diri

Kasih Sayang

Keperluan Keselamatan

Keperluan Fisiologi
Carl Roger

Seorang psikologi humanisme yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka dalam membantu
individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya.
Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan
dan pembelajaran.

Ada beberapa andaian asas teori Rogers adalah:

● Kecenderungan formatif; Segala hal di dunia baik organik maupun non-organik tersusun dari hal-hal yang lebih kecil;
● Kecenderungan aktualisasi;
● Kecenderungan setiap makhluk hidup untuk bergerak menuju ke kesempurnaan atau memenuhi potensial dirinya.
Setiap individu mempunyai kekuatan yang kreatif untuk menyelesaikan masalahnya.
Aplikasi dan Implikasi Humanisme
a. Guru Sebagai Fasilitator

Psikologi humanisme memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator.

1. Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal,


situasi kelompok, atau pengalaman kelas

2. Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan


perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum.

3.Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk


melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan
pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi.
4. Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang
paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai
tujuan mereka.

5. Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk
dapat dimanfaatkan oleh kelompok.

6. Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan


menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan
mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual
ataupun bagi kelompok
7. Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur
dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang
anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang
individu, seperti siswa yang lain.

8. Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan
juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi
sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh
siswa
Aplikasi Teori Humanistik Terhadap Pembelajaran Siswa

Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada roh atau spirit selama proses
pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan.

Peranan guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para
siswa sedangkan guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar
dalam kehidupan siswa.

Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa


untuk memperoleh tujuan pembelajaran.
Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses
pengalaman belajarnya sendiri.

Diharapkan siswa memahami potensi diri , mengembangkan potensi dirinya


secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif.

Pembelajaran berdasarkan teori humanisme ini sesuai untuk diterapkan kepada


bahan-bahan pembelajaran yang bersifat pembentukan keperibadian, hati nurani,
perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Indikator dari
keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa bersemangat, berinisiatif dalam
belajar dan terjadi perubahan cara berfikir, perilaku dan sikap atas kemahuan
sendiri.

Pelajar diharap akan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh
pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab
tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar peraturan, norma, disiplin
Aplikasi teori - Pendekatan Perkembangan

● Guru Sebagai Fasilitator


● Psikologi humanistik memberi perhatian atas guru sebagai fasilitator. Berikut
iniadalah berbagai cara untuk memberi kemudahan belajar dan berbagai kual
itas fasilitator. Ini merupakanikhtisar yang sangat singkat dari beberapa
(petunjuk):
● a)Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal,
situasi kelompok,atau pengalaman kelas
● b)Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan
perorangan di dalamkelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat
umum.
● c)Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk
melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan
pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi.
● d) Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar
yang paling luas danmudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu
mencapai tujuan mereka.
● e)Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel
untuk dapatdimanfaatkan oleh kelompok.
Aplikasi teori - Pendekatan Pencegahan
● Pencegahan adalah usaha
untuk menghalang masalah
sebelum ianya terjadi e.g;
mengadakan ceramah, kempen
motivasi jaya diri dll
CERAMAH PENYESUAIAN DIRI MURID (Sapora Sipon, Ahmad Jazimin
Jusoh & Hapsah Md. Yusof,2003)
● Keperluan klien harus dipenuhi
– menyediakan persekitaran
yang kondusif yang
menggalakkan klien untuk
mengenal pasti kelebihan dan
kekurangan dirinya.
BENGKEL LAWATAN KE PENJARA
Aplikasi teori - Pendekatan Pemulihan

● Dalam proses pembelajaran dan pemudahcaraan, guru perlu memainkan peranannya dengan
mempraktikkan teori humanistik ini.
● Contohnya, murid-murid tidak menyiapkan kerja rumah,tidak menunjukkan sikap tenang
semasa berada dalam kelas serta tidak mempunyai motivasi untuk belajar.
● Menurut Maslow, guru tidak boleh menyalahkan murid-murid tersebut malah guru perlu
memahami sebab-sebab berlakunya situasi begini.Keperluan murid-murid tersebut mungkin
tidak dipenuhi
● –Tidak bersarapan pagi
● –Tidak cukup tidur
● –Masalah peribadi di rumah (cemas dan takut)
Aplikasi teori - Pendekatan Krisis
● Pendekatan krisis; mengendalikan krisis yang timbul secara mendadak dan
memerlukan perhatian serta tindakan segera kaunselor. Kaunselor boleh
bertindak sebagai orang tengah atau perunding bagi mengatasi krisis yang
berlaku, pendekatan ini bertujuan untuk menangguhkan tindakan yang boleh
memudaratkan klien
(Sapora Sipon, Ahmad Jazimin Jusoh & Hapsah Md. Yusof,2003)