Anda di halaman 1dari 76

Sistem Urologi

Kelas Tutorial 308


ANATOMI GINJAL
Anatomi Ginjal

Tampilan
Ginjal berbentuk seperti kacang berwarna
merah tua.
• Berat: 12,5 cm
• Tebalnya: 2,5 cm
• Berat tiap ginjal laki-laki: 125-175 gram
• Berat tiap ginjal perempuan: 115-155 gram
Lokasi
a) Ginjal terletak pada dinding abdomen
posterior yang berdekatan dengan
retroperitonel (bagian usus dalam). Terdapat
kelenjar adrenal diatasnya.
b) Ginjal kanan terletak agak dibawah dibanding
ginjal kiri karena ada hati pada sisi kanan
Jaringan ikat pembungkus
Setiap ginjal diselubungi tiga lapisan jaringan ikat:
• Fasis renal adalah pembungkus terluar,
melabuhkan ginjal pada struktur di sekitarnya
dan mempertahankan posisi organ.
• Lemak parirenal adalah jaringan adiposa yang
terbungkus fasia ginjal. Jaringan ini membantali
ginjal dan membantu organ tetap pada posisinya.
• Kapsul fibrosa adalah membran halus transparan
yang langsung membungkus ginjal dan dapat
dengan mudah dilepas
Pembuluh Darah Ginjal
Persarafan ginjal
Persarafan ginjal berasal dari pleksus
aortikus yang berada didepan aorta
abdominalis.
Pleksus aortikus berhubungan dengan
pleksus seliakus, pleksus
mesenterikus, dan pleksus renalis
Pleksus renalis berjalan bersama
a.renalis.
Pleksus renalis berisi serabut aferen,
serabut simfatis, dan serabut
parasimfatis
Serabut aferen membawa nyeri viseral
dari ginjal menuju ke medula spinalis.
Nyeri ginjal termasuk nyeri / kolik
abdomen, dengan penjalaran nyeri ke
angulus kostovertebralis di dinding
belakang perut
A. Pembentukan unit-unit ekskresi
• Pada permulaan minggu ke 4, mesoderm intermedia di
daerah servical terputus hubungannya dengan somit,
sehingga membentuk kelompok-kelompok sel yang tersusun
secara segmental (nefrotom). Di daerah thoraks, lumbal, dan
sakral. Mesoderm intermedia:
1. Terputus hubungannya dengan rongga selom
2. Sistem segmentalnya menghilang
3. Membentuk 2, 3 atau lebih saluran ekskresi pada setiap
segmen
• Mesoderm intermedia yang tidak mengalami segmentasi akan
membentuk korda jaringan nefrogenik, yang akan
menghasilkan tubulus ekskretorius (ginjal) pada semua sistem
ginjal dan membentuk rigi-rigi longitudinal bilateral => rigi-
rigi urogenital, pada dinding dorsal rongga selom.
B. Sistem ginjal
Pada manusia terdapat 3 proses pembentukan
ginjal:

1. Pronefros
Proses yang digambarkan oleh 7-10 kelompok
sel padat di daerah leher. kelompok yang
pertama membentuk nefrotom vestigium yang
menghilang sebelum nefrotom yang di sebelah
kaudal terbentuk. pada akhir minggu 4, semua
tanda sistem pronefros menghilang.
• Pada minggu ke 4, sistem mesonefros mulai tampak.
Saluran ini memanjang dengan cepat, membentuk sebuah
gelung yang berbentuk huruf S dan terdapat glomerolus
diujung medialnya dan membentuk simpai bowman. Simpai
bowman + glomerolus => korpuskulus mesonefrikus (ginjal).
Di sebelah lateral, saluran yang bermuara pada saluran
pengumpul memanjang => duktus mesonefrikus/duktus
wolf.

• Pada pertengahan minggu ke 2, mesonefros membentuk


organ bulat telur yang besar (terdapat di kiri dan kanan
garis tengah). Pada medial mesonefros terdapat gonad,
sehingga rigi-rigi yang dibentuk ke 2 organ besar tadi
disebut rigi urogenital.
• Metanefros (ginjal tetap)
Proses ini tampak minggu ke 5. Satuan-satuan ekskresi
berkembang dari mesonefros metanefros dan akan
berfungsi pada trimester pertama.
ANATOMI URETRA
Anatomi Ureter
• Adalah saluran yang menyalurkan urine dari
ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria).
• Terdiri dari 2 saluran pipa, dengan panjang 25-
30 cm, dan penampang 0,5 cm.
• Ureter sebagian terletak dalam rongga
abdomen dan sebagian terletak dalam rongga
pelvis.
Lapisan dinding ureter
terdiri dari :
• Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
• Lapisan tengah lapisan otot polos
• Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Lapisan Dinding Ureter
Lapisan dinding ureter menimbulkan
gerakan-gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali
yang akan mendorong air kemih masuk ke
dalam kandung kemih. Gerakan peristaltik
mendorong urine melalui ureter yang
diekskresikan oleh ginjal dan disemprotkan
dalam bentuk pancaran, melalui orteum
uretralis masuk ke dalam kandung kemih.
Anatomi Uretra
Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah
sepanjang fasia muskulus psoas dan dilapisi oleh
peritoneum. Penyempitan ureter terjadi pada tempat
ureter meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah,
saraf, dan pembuluh limfe berasal dari pembuluh
sekitarnya mempunyai saraf sensorik.
Pars abdominalis ureter dalam kavum abdomen
ureter terletak di belakang peritoneum sebelah media
anterior m. psoas mayor dan ditutupi oleh fasia
subserosa. Vasa spermatika/ovarika interna menyilang
ureter secara oblique, selanjutnya ureter akan
mencapai kavum pelvis dan menyilang arteri iliaka
eksterna.
Anatomi Ureter
Ureter kanan terletak pada pars desendens duodenum.
Sewaktu turun ke bawah terdapat di kanan bawah dan disilang
oleh kolon dekstra dan vosa iliaka iliokolika, dekat apertura
pelvis akan dilewati oleh bagian bawah mesenterium dan bagian
akhir ilium. Ureter kiri disilang oleh vasa koplika sinistra dekat
apertura pelvis superior dan berjalan di belakang kolon sigmoid
dan mesenterium.

Pars pelvis ureter berjalan pada bagian dinding lateral dari


kavum pelvis sepanjang tepi anterior dari insisura iskhiadika
mayor dan tertutup oleh poritenium. Ureter dapat ditemukan di
depan arteri hipogastrika bagian dalam nervus obturatoris arteri
vasialia anterior dan arteri hemoridalis media. Pada bagian
bawah insisura iskhiadika mayor, ureter agak miring ke bagian
medial untuk mencapai sudut lateral dari vesika urinaria.
URETER PADA PRIA
Terdapat di dalam visura seminalis atas dan
disilang oleh duktus deferens dan dikelilingi oleh
pleksus vesikalis. Selanjutnya ureter berjalan
oblique sepanjang 2cm di dalam dinding vesika
urinaria, pada sudut lateral dari trigonum vesika.
Sewaktu menembus vesika urinaria, dinding atas
dan dinding bawah ureter akan tertutup dan
pada waktu vesika urinaria penuh akan
membentuk katup (valvula) dan mencegah
pengembalian urine dari vesika urinaria.
Ureter pada Wanita
Terdapat di belakang fossa ovarika dan berjalan ke
bagian medial dan ke depan bagian lateralis serviks
uteri bagian atas vagina untuk mencapai fundus vesika
urinaria. Dalam perjalanannya, ureter didampingi oleh
arteri uterina sepanjang 2,5 cm dan selanjutnya arteri
ini menyilang ureter dan menuju ke atas di antara
lapisan ligamentum. Ureter mempunyai 2 cm dari sisi
serviks uteri. Ada tiga tempat yang penting dari ureter
yang mudah terjadi penyumbatan yaitu pada
sambungan ureter pelvis diameter 2 mm, penyilangan
vosa iliaka diameter 4 mm dan pada saat masuk ke
vesika urinaria yang berdiameter 1-5 mm.
Persarafan Ureter
Persarafan ureter merupakan cabang dari
pleksus mesenterikus inferior, pleksus
spermatikus, dan pleksus pelvis; sepertiga dari
nervus vagus; rantai eferens dan nervus vagus
rantai eferens dari nervus torakali ke-11 dan
ke-12, nervus lumbalis ke-1, dan nervus vagus
mempunyai rantai eferen untuk ureter.
Pembuluh Darah Ureter
• Arteri renalis
• Arteri spermatika interna
• Arteri hipogastrika
• Arteri vesikalis inferior
VESIKA URINARIA
Vesika Urinaria
• Vesika Urinaria ( kandung kemih) dapat mengembang dan
mengempis seperti balon karet, terletak di belakang simfisis pubis
di dalam rongga panggul. Bentuk kandung kemih seperti kerucut
yang dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan dengan
ligamentum vesika umbikalis medius.
• Bagian vesika urinaria terdiri dari:
1. Fundus yaitu, bagian yang menghadap ke arah belakang dan
bawah, bagian ini terpisah dari rektum oleh spatium
rectovesikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferen, vesika
seminalis dan prostat.
2. Korpus, yaitu bagian antara verteks dan fundus
3. Verteks, bagian yang mancung kearah muka dan berhubungan
dengan ligamentum vesika umbikalis
Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan
sebelah luar(peritonium), tunika muskularis
(lapisan otot), tunika submukosa, dan lapisan
mukosa (lapisan bagian dalam). Pembuluh
limfe vesika urinaria mengalirkan cairan limfe
ke dalam nodi limfatik iliaka interna dan
eksterna.
Lapisan otot vesika urinaria
• Lapisan otot vesika urinaria terdiri dari otot
polos yang tersusun dan saling berkaitan dan
disebut muskular destrusor vesikae. Peredaran
darah vesika urinaria berasal dari arteri
vesikalis superior dan inferior yang merupakan
cabang dari arteri iliaka interna. Venanya
membentuk pleksus venosus vesikalis yang
berhubungan dengan pleksus prostatikus yang
mengalirkan darah ke vena iliaka interna.
Persyarafan Vesika Urinaria
• Persyarafan vesika urinaria berasal dari
pleksus hipogastrika inferior. Serabut
gangliion simpatikus berasal dari ganglion
lumbalis ke-1 dan ke-2 yang berjalan turun ke
vesika urinaria melalui pleksus hipogastrikus.
Serabut pragangllion parasimpatis yang keluar
dari nervus splenikus pelvis yang berasal dari
nervus sakralis 2,3 dan 4 berjalan melalui
hipogastrikus inferior mencapai dinding vesika
urinaria
Sebagian besar serabut aferen sensoris
yang keluar dari vesika urinaria menuju
sistem susunan saraf pusat melalui nervus
splanikus pelvikus berjalan bersama saraf
simpatis melalui pleksus hipogastrikus masuk
kedalam segmen lumbal ke-1 dan ke-2
medula spinalis.
URETRA
Uretra
Uretra adalah saluran sempit yang
berpangkal pada kandung kemih
Uretra Pada Pria
1. Uretra proostatika

2. Uretra membranosa

3. Uretra kavernosa
Uretra Pada Pria
• Pada pria uretra berjalan berkelok-kelok melalui
tengah-tengah prostat kemudian menembus
lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis ke
bagian penis
• Panjangnya 15-20 cm.
• Lapisan uretra laki-laki terdiri dari lapisan mukosa
(lapisan paling dalam), dan lapisan submukosa
• Uretra pria mulai dari orifisium uretra interna di
dalam vesika urinaria sampai orifisium uretra
eksterna
• Uretra prostatika merupakan saluran terlebar
• Panjangnya 3cm
• Berjalan hampir vertikulum melalui glandula prostat, mulai dari basis ke
apeks dan lebih dekat ke permukaan anterior
• Bentuk salurannya seperti kumparan yang bagian tengahnya lebih luas
dan makin ke bawah makin dangkal kemudian bergabung dengan pars
membran
• Potongan transversal saluran ini mengadap ke depan
• Uretra pars membranasea ini merupakan saluran yang paling pendek dan
paling dangkal
• Berjalan mengarah ke bawah dan ke depan diantara apeks glandula prostat
dan bulbus uretra
• Pars membranasea menembus diafragma urogenitalis, panjangnya kira-kira
2,5 cm, di bawah belakang simfisis pubis diliputi oleh jaringan sfingter uretra
membranasea
• Di depan saluran ini terdapat vena dorsalis penis yang mencapai pelvis di
antara ligamentum transversal pelvis dan ligamentum arquarta pubis.
• Uretra kavernosus merupakan saluran terpanjang dari
uretra
• Terdapat di dalam korpus kavernosus uretra
• Panjangnya 15 cm, mulai dari pars membranasea
sampai ke orifisium dari diafragma urogenitalis
• Pars kavernosus uretra berjalan ke depan dan ke atas
menuju bagian depan simfisis pubis. Pada keadaan penis
berkontraksi, pars kovernosus akan membelok ke bawah
dan ke depan
• Pars kovernosus ini dangkal sesuai dengan korpus penis
6mm dan berdilatasi ke belakang
• Bagian depan berdilatasi di dalam gland penis yang
akan membentuk fossa navikularis uretra.
TESTIS

Testis berkembang di dalam rongga abdomen sewaktu


janin dan turun melalui saluran inguinalkanan dan kiri masuk ke
dalam skrotum menjelang akhir kehamilan. Testis ini terletak oblik
menggantung pada urat-urat spermatik di dalam skrotum
Testosteron, hormone kelamin laki-laki, disekresikan
sel interstisiil, yaitu sel-sel yang terletak di dalam ruang
antara tubula-tubula seminiferus testis di bawah
rangsangan hormone perangsang sel interstisiil (ICSH) dan
hipofisis yang sebenarnya adalah bahan yang sama dengan
hormon luteinizing (LH).

Kelenjar prostat kira-kira sebesar buah walnut atau


buah kenari besat, letaknya di bawah kandung kencing,
mengelilingi uretra, dan terdiri atas kelenjar majemuk,
saluran-saluran, dan otot polos. Prostat mengeluarkan
secret cairan yang bercampur dengan secret dari testis.
Pembesaran prostat akan membendung uretra dan
menyebabkan retensio urinae.
Skrotum (kandung buah pelir) adalah sebuah struktur berupa
kantong yang terdiri atas kulit tanpa lemak subkutan; berisi sedikit
jaringan otot. Testis (buah pelir) berada di dalamnya, setiap testis
berada dalam pembungkus yang disebut tunika vaginalis, yang dibentuk
dari peritoneum.
Penis (zakar) terdiri atas jaringan seperti busa dan memanjang
dari glans penis (kepala zakar), tempat muara uretra. Kulit pembungkus
glans penis adalahpreputum atau kulup. Khitan adalah pelepasan sama
sekali atau sebagian dari preputum.
URETRA WANITA
Uretra pada wanita, terletak di belakang simfisis pubis
berjalan miring sedikit kearah atas, panjangnya 3-4 cm.
Lapisan uretra wanita terdiri dari tunika muskularis
(sebelah luar), lapisan spongeosa merupakan pleksus dari
vena-vena, dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam).
Muara pada uretra wanita terletak di sebelah atas vagina
(antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai
saluran ekskresi. Apabila tidak berdilatasi diameternya 6cm.
Uretra ini menembus fasia diafragma urogenitalis dan
orifisium eksterna langsung de depan permukaan vagina,
2,5 cm di belakang gland klitoris. Glandula uretra bermuara
ke uretra, yang terbesar diantaranya adalah glandula pars
uretalis (skene) yang bermuara ke dalam orifisium uretra
yang hanya berfungsi sebagai saluran ekskresi.
FUNGSI SISTEM UROLOGI
Fungsi Sistem Urologi
• Mengatur volume dan tekanan darah dengan mengatur
banyaknya air yang hilang dalam urine, melepaskan
eritropoietin dan melepaskan renin
• Mengatur konsentrasi plasma darah dengan mengontrol
jumlah natrium, kalium, klorida, dan ion lain yang hilang
dalam urine dan mengambil kadar ion kalsium
• Membantu menstabilkan pH darah, dengan mengontrol
kehilangan ion hidrogen dan ion bikarbonat dalam urine
• Menyimpan nutrien dengan mencegah pengeluaran dalam
urine, mengeluarkan sampah nitrogen seperti urea dan asam
urat
• Membantu dalam mendeteksi racun - racun
Fungsi Ekskresi
• Ginjal mengeksresi produk-produk akhir
metabolisme dalam urine. Zat-zat sisa ini
bersifat toksik bagi tubuh apabila tertimbun.
• Ginjal juga mengekskresi banyak senyawa
asing yang masuk ke dalam tubuh.
Fungsi Sekresi
• Ginjal menyekresi eritropoietin, hormon yang
merangsang produksi sel darah merah oleh sum-
sum tulang. Fungsi ini berperan dalam
homeostasis dengan membantu
mempertahankan kandungan O2 yang optimal di
dalam darah.
• Ginjal menyekresi renin, hormon yang mengawali
jalur renin-angiotensin-aldosteron untuk
mengontrol reabsorpsi Na+ oleh tubulus, yang
penting dalam pemeliharan jangka panjang
volume plasma dan tekanan darah arteri.
FUNGSI GINJAL
Fungsi Ginjal
1. Mempertahankan keseimbangan H2O dalam tubuh.
2. Mengatur jumlah dan kosentrasi sebagian besar ion
CES termasuk Na+, Cl-, K+, HCO3-, Ca2+, Mg2+, SO4, PO4,
dan H+ bahkan fluktuasi minor pada kosentrasi
sebagian elektrolit dalam CES dapat menimbulkan
pengaruh besar, sebagai contoh perubahan kosentrasi
K+ di CES dapat menimbulkan disfungsi jantung yang
fatal.
3. Memelihara volume plasma yang sesuai, sehingga
sangat berperan dalan pengaturan jangka panjang
tekanan darah arteri. Fungsi ini di laksanakan melalui
fungsi ginjal sebagai pengatur keseimbangan garam.
4. Membantu memelihara keseimbangan asam-basa tubuh
dengan menyesuaikan pengeluaran H+ dan HCO3- melalui
urine.
5. Membantu memelihara osmolaritas(konsentrasi zat
terlarut) berbagai cairan tubuh, terutama melalui
pengaturan H2O
6. Mengeksresikan (mengeliminasi) produk-produk sisa
(buangan) dari metabolisme tubuh. Misal urea, asam urat,
dan kreatin. Jika di biarkan menumpuk, zat-zat sisa tersebut
bersifat toksik terutama bagi otak.
7. Mengeksresikan banyak senyawa asing, misalnya obat, zat
penambah pada makanan, pestiside, dan bahan-bahan
eksogen non-nutrisi lainnya yang berhasil masuk kedalam
tubuh.
8. Menghasilkan eritopoietin, suatu hormon yang
dapat merangsang pembentukan sel darah merah.
9. Mengsekresikan renin, suatu hormon enzimatik
yang memicu reaksi berantai yang penting dalam
proses konservasi garam oleh ginjal.
10. Mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya yaitu
kaslitriol.
11. Mensintesis glukkosa saat kelaparan atau berpuasa
12. Menghasilkan zat hormon yang berperan
membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah
di sumsum tulang
Tes Fungsi Ginjal
Tes Protein (albumin)
Bila ada kerusakan pada glomerulus atau tubula,
protein dapat masuk ke urine.
2. Tes konsentrasi urea darah
Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan ureum, ureum
darah naik di atas kadar normal 20-40 mg/100 ccm
darah. Karena filtrasi glomerulus harus menurun
sampai sebanyak 50 persen sebelum kenaikan kadar
urea darah terjadi, tes ini bukan yang sangat peka Tes
konsentrasi
3. Dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk
melihat sampai berapa tinggi berat jenis naik
ALIRAN DARAH GINJAL
Darah yang menuju ke ginjal berasal dari aorta abdominalis
yang kemudian bercabang menjadi arteri renalis dan masuk ke
dalam ginjal melalui bagian cekungan ginjal (hilus renalis). Arteri
renalis sebelum memasuki ginjal biasanya bercabang menjadi 2
yaitu satu pada bagian anterior dan posterior.
Cabang anterior memberikan darah untuk ginjal anterior dan
ventral dari ginjal sedangkan cabang posterior memberikan darah
untuk ginjal posterior dan bagian dorsal. Keduanya menyebar
sampai ke medula ginjal yang terletak antara piramid disebut
arteri interlobaris.
Dari arteri interlobaris, pada bagian medula ada arteri yang
melewati basis piramid disebut arteri arkuarta. Arteri arkuarta
bercabang menjadi arteri interlobularis yang berjalan tegak ke
dalam korteks.
Arteriol aferen merupakan cabang arteria interlobularis yang
pendek dan lurus. 1 arteriol aferen membentuk 50 kapiler yang
bercabang-cabang menjadi gelung-gelung kapiler yang
membentuk glomerulus.
Kapiler-kapiler ini kemudian bersatu membentuk arteriol
eferen serta meninggalkan setiap glomerulus untuk membentuk
jaringan kapiler peritubular yang mengelilingi tubulus proksimal
dan distal untuk memberi nutrisi serta mengeluarkan zat-zat yang
di reabsorbsi.
Dinding ateriol eferen banyak mengandung otot polos yang
mampu mengubah garis tengah lumen, sedangkan lumen ateriol
aferen tetap konstan pada garis tengahnya, karena sel otot polos
yang mengelilinginya berperan dalam sekresi daripada peranan
kontraksi.
Kapiler peritubular mengalir ke dalam vena korteks yang
kemudian menyatu membentuk vena interlobularis.
Vena arkuata menerima darah dari vena interlobaris yang
bergabung dan bermuara ke dalam vena renalis.
Vena renalis meninggalkan ginjal untuk bersatu dengan vena
kava inferior
MEKANISME PERKEMIHAN
Proses Filtrasi
• Pembentukan urine dimulai dengan filtrasi
sejumlah besar cairan yang bebas protein dari
kapiler glomerulus ke kapsula bowman.

• Proses filtrasi ultrafiltrasi /( ultrafiltrasi) terjadi


pada glomerulus. Proses ini terjadi karena
permukaan aferen lebih besar dari permukaan
eferen sehingga terjadi penyerapan darah. Setiap
menit kira-kira 1200 ml darah, terdiri dari 450 ml
sel darah dan 660 ml plasma masuk ke dalam
glomerulus.
Laju filtrasi glomerular (glomerular
filtration rate [GFR]), pada laki-laki laju filtrasi
sekitar 125 ml/menit dan pada perempuan
sekitar 110 ml/menit.
Susunan cairan filtrasi sama seperti
susunan plasma darah tapi tidak ada proteinnya.
Membrane glomerulus bekerja sebagai suatu
saringan biasa dan tidak memerlukan energy
dalam proses ini. Pembentukan urine dimulai
dengan filtrasi sejumlah besar cairan yang bebas
rotein dsri kapiler glomerulus ke kapsula
bowman.
Filtrasi Dibantu oleh Faktor Berikut :

1.Membran kapiler glomerular lebih


permeable, filtrasi jadi berjalan dengan sangat
cepat
2.Tekanan darah dalam glomerular lebih tinggi,
karena arteriol aferen lebih kecil disbanding
diameter arteriol aferen
Proses Absorpsi
• Penyerapan kembali sebagian besar terhadap
glukosa natrium, klorida, fosfat, dan ion
bikarbonat. Proses ini terjadi secara pasif yang
dikenal dengan obligator reabsorpsi dan
terjadi pada tubulus atas. Dalam tubulus ginjal
cairan filtrasi dipekatkan dan zat yang penting
bagi tubuh masuk ke proses reabsorpsi.
Zat esensial yang mutlak diperlukan(missal :
glukosa, NaCl, garam) direapsorpsi dengan sempurna
ke dalam kapiler peritubular kecuali kadarnya melebihi
kadar batas ginjal. Batas kadar tertinggi suatu zat dalam
darah yang apabila dilampaui menyebabkan ekskresi
tersebut masuk ke dalam urine. Zat yang sebagian di
absorpsi sel-sel tubulus bila diperlukan, misalnya
kalium. Zat yang di absorpsi dalam jumlah kecil dari
hasil metabolisme, misalnya ureum, fosfat dan asam
urat. Zat yang sama sekali tidsk diadsorpsi , tidak dapat
di sekresi oleh sel tubulus, misalnya kreatinin.
Jumlah hasil air yang diadsorpsi ±120
ml/menit, 70-80% diadsorpsi oleh tubulus
proksimal, disebut juga reabsorpsi air obligatori.
Sisanya 20-30% diadsorpsi secara fakultatif
dengan bantuan hormon vasopressin / ADH
(hormon antidiuretik) di tubulus distal.
Proses Reabsorpsi
• Sebagian besar filtrat (99%) secara selektif
direabsorpsi dalam tubulus ginjal melalui
difusi pasif gradien kimia atau listrik, transpor
aktif terhadap gradient tersebut atau difusi
terfasilitasi. Sekitar 85% natrium klorida dan
air serta semua glukosa dan asam amino pada
filtrat glomerulus diadsorpsi dalam tubulus
kontortus proksimal. Walaupun reabsorpsi
berlangsung pada semua bagian nefron.
Proses Sekresi
• Tubulus ginjal dapat mengekskresikan /
menambah zat-zat ke dalam cairan filtrasi
secara selama metabolisme sel-sel
membentuk asam dalam jumlah yang besar.
Namun pH dalam darah dan cairan tubuh
dapat tetap dipertahankan sekitar 7,4 (alkalis).
Sel tubuh mengandung amoniak yang
bersenyawa dengan asam kemudian
disekresikan sebagai ammonium supaya pH
darah dan cairan tubuh tetap alkalis.