Anda di halaman 1dari 7

SISTEM PENGENDALIAN

INTERN PEMERINTAH
DASAR HUKUM SPIP

Pasal 55 ayat (4) : Menteri/Pimpinan lembaga selaku Pengguna


Anggaran/Pengguna Barang memberikan pernyataan bahwa
pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan Sistem
Pengendalian Intern yang memadai dan akuntansi keuangan telah
diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah
(SAP).

Pasal 58 ayat (1) dan (2) : Dalam rangka meningkatkan kinerja,


transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara,
Presiden selaku Kepala Pemerintah mengatur dan
menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern di lingkungan
pemerintah secara menyeluruh. SPI ditetapkan dengan Peraturan
Pemerintah.
DEFINISI SPIP
(PP 60 TAHUN 2008)

Proses yang integral pada tindakan dan


kegiatan yang dilakukan secara terus
menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai
untuk memberikan keyakinan memadai atas
tercapainya tujuan organisasi melalui
kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan
pelaporan keuangan, pengamanan aset
negara, dan ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan
TUJUAN SPIP

Memberikan keyakinan memadai bagi


tercapainya efektivitas dan efisiensi
pencapaian tujuan penyelenggaraan
pemerintahan, keandalan pelaporan
keuangan, pengamanan aset negara,
dan ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan
UNSUR-UNSUR SPIP
Ps. 4

Lingkungan 8 Lingkungan Pengendalian


Pengendalian

Ps. 13

Penilaian Identifikasi Risiko


Risiko Analisis Risiko

Ps. 18

SPIP Kegiatan
11 Kegiatan Pengendalian
Pengendalian
Ps. 41

Informasi & Sarana Komunikasi


Komunikasi Sistem Informasi

Pemantauan Pemantauan Berkelanjutan


Pengendalian Evaluasi Terpisah
Intern
Ps. 43 Tindak Lanjut 6
Unsur SPIP
1. Lingkungan pengendalian (control environment)
Pimpinan instansi pemerintah dan seluruh pegawai harus menciptakan dan memelihara
lingkungan dalam keseluruhan organisasi yang menimbulkan perilaku positif dan
mendukung terhadap pengendalian intern dan manajemen yang sehat.

2. Penilaian risiko (risk assessment)


Pengendalian intern harus memberikan penilaian risiko yang dihadapi unit organisasi,
baik dari luar maupun dari dalam.

3. Kegiatan pengendalian (control activities)


Kegiatan pengendalian membantu memastikan bahwa arahan pimpinan instansi
pemerintah dilaksanakan. Kegiatan pengendalian harus efisien dan efektif dalam
pencapaian tujuan pengendalian organisasi.

4. Informasi dan komunikasi (information and communications)


Informasi dicatat dan dilaporkan kepada pimpinan instansi pemerintah dan pihak lain
yang membutuhkan. Informasi disajikan dalam suatu bentuk dan sarana tertentu serta tepat
waktu, sehingga memungkinkan pimpinan instansi pemerintah melaksanakan pengendalian
dan tanggung jawabnya.

5. Pemantauan (monitoring)
Pemantauan harus dapat menilai kualitas kinerja dari waktu ke waktu dan memastikan
bahwa rekomendasi hasil audit dan review lainnya dapat segera ditindaklanjuti.