Anda di halaman 1dari 32

Eka Rian Suryadi

PEMBAHASAN :
1.PENGERTIAN RPR
2.SEJARAH TREPONEMA PALLIDUM
3.INFEKSI SIFILIS
4.JENIS PEMERIKSAAN
5.UJI KUALITATIF
6.UJI SEMI KUANTITATIF
7.PENYIMPANAN
8.KUALITAS KONTROL
Pengertian RPR
Tes RPR (Rapid Plasma Reagin)
adalah suatu tes untuk
mengetahui ada atau tidaknya
antibodi terhadap kuman non
Treponemal.Tetapi tes ini
menggunakan antigen yang non
spesifik.
Sejarah T.pallidum

Nama Treponema diambil dari bahasa


Yunani yaitu trepo dan nema yang artinya
turning thread (benang bergulung).
Treponema pallidum merupakan salah satu
bakteri Spirochetes patogen dominan.
Treponema pallidum sudah dikenal selama 500
tahun sebagai penyebab penyakit menular
seksual yaitu sifilis.
Treponema ini menyebabkan
Next . . . penyakit yang disebut
Syphilis(Raja Singa)
Penyakit Syphilis ini menular,
terutama kalau seorang
penderita Syphilis melakukan
kontak seksual dengan orang
lain,pasti orang ini akan
tertular penyakit ini.

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang sangat


infeksius, disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral,
Yaitu Treponema pallidum.
INFEKSI SIFILIS

PRIMER

STADIUM DINI SEKUNDER

LATEN DINI

STADIUM LANJUT TERSIER


Dari segi imunoassay, suatu infeksi dari t.pallidum
yang menyebabkan sifilis akan menimbulkan 2
jenis antibodi sebagai berikut :

1. Antibodi non-treponema
atau reagin

2.Antibodi treponema
JENIS PEMERIKSAAN

UJI UJI
KUALITATIF SEMI KUANTITAF
Uji kualitatif
1.Prinsip
2. Tujuan
3. Alat
4. Bahan
5. Specimen
6. Prosedur kerja
7. Interprestasi hasil
TUJUAN
Untuk mengetahui adanya antibodi non spesifik
terhadap infeksi treponema pallidum

PRINSIP
Bila dalam serum terdapat antibodi non spesifik
terhadap infeksi treponema pallidum, maka dalam
penambahan antigen non treponemal akan
menyebabkan terjadinya aglutinasi
UJI KUALITATIF

Alat :
1. Slide
2. Pipet antigen Bahan :
3. Pipet serum 1. Reagen
4. Rotator suspensi Spesimen :
5. Pipet tetes 1.Serum
PROSEDUR KERJA
1) Diambil 1 tetes serum, lalu diletakkan pada
slide kertas
2) Ditambahkan 1 tetes antigen RPR
3) Rotator pada kecepatan 180rpm selama 4
menit/100rpm selama 8 menit
4) Diamati reaksi aglutinasi yang terjadi secara
visual
Interprestasi hasil
A. REAKTIF KUAT : Bila tampak gumpalan
sedang atau besar di tengah dan di pinggir
lingkaran.
B. REAKTIF LEMAH: Bila tampak gumpalan
kecil-kecil halus pada pinggir lingkaran.
C. NON REAKTIF : Bila tidak tampak
aglutinasi/gumpalan.
Uji semi kuantitatif
1. Prinsip
2. Tujuan
3. Alat
4. Bahan
5. Specimen
6. Prosedur kerja
7. Interprestasi hasil
Tujuan
Untuk menetapkan secara semikuantitatif kadar
reagen dalam sampel penderita

Prinsip
Antibodi non spesifik terhadap infeksi
treponema pallidum akan bereaksi dengan
serum penderita
UJI SEMI KUANTITATIF
alat
A. Rotator
B. Mikropipet 50 ul
C. Kartu/slide tempat bahan
reaksi
D. Tip kuning
E. Botol penetes a. Suspensi RPR
suspense antigen dan Carbon antigen
jarum penetesnya b. Control positif
F. Pipet pengaduk c. Control negatif Spesimen
G. Tabung reaksi dan rak d. NaCL 0,9%
tabung reaksi serum
Prosedur uji semi
kuantitatif
1. Seluruh reagensia yang akan di gunakan
sebaiknya dibiarkan mencapai suhu ruang
terlebih dahulu kira-kira 15 menit
2. Alat-alat yang di gunakan harus dalam
keadaan bersih
3. Di siapkan 4 tabung reaksi dengan rak tabung.
4. Di masukkan NaCL 0,9% kedalam tabung 1,
lalu di campur
5. Kemudian masukkan 0,5 ml serum kedalam
tabung 1, lali di campur.
Next…
6.Dari tabung 1 diambil 0,5 ml kemudian dipindahkan
ketabung 2,kocok perlahan-lahan dengan menggunakan
pipet,kemudian ambil 0,5 mil dari tabung ke-2
pindahkan ke tabung 3,kocok perlahan-lahan dengan
menggunakan pipet,diammbil 0,5 ml pindahkan ke
tabung 4. setelah itu dikocok perlahan ambil 0,5 ml
kemudian di buang.
7.Dari masing-masing tabung di ambil 0,5 ul sampel yang
diencerkan.teteskan 50 ul sampel tersebut diuji pada
lingkaran dikartu reaksi/slide yang tersedia.gunakan
pipet yang berbeda untuk meneteskan spesimen yang
berbeda.
8. Teteskan juga masing-masing 1 tetes serum
positif control dan serum negative control
pada lingkaran lain dikartu reaksi yang
digunakan.
9.Sebarkan sampel memenuhi masing-masing
lingkaran dengan menggunakan sisi datar dari
pipet pengaduk yang tersedia.gunakan
pengaduk yang berbeda untuk setiap sampel
untuk mengindari terjadinya kontaminasi.
10.Kocok cairan suspensi antigen RPR sebelum
digunakan. Pasang jarum yang tersedia pada
botol penetes suspensi antigen.kemudian
pindahkan cairan suspensi antigen dari
botolnya kedalam penetes
11.Teteskan 1 tetes suspensi antigen dari botol
penetes itu kemasing-masing lingkaran yang
berisi sampel.
12.Letakkan kartu reaksi pada rotator atau shaker
pada kecepatan 100rpm selama 8 menit
13.Baca hasil tes segera dibawah cahaya terang.
Interpretasi hasil semi kuantitatif

Interpretasi hasil adalah pengenceran


tertinggi yang masih memberikan hasil
positif (aglutinasi)
Penyimpanan serum
Serum dapat disimpan pada 2-8°c sampai 7 hari
jika penyimpanan panjang adalah sampel yang
diperlukan harus dibekukan pada -20°C. jika
ingin di gunakan kembali di ambil sampel beku
kemudian dicairkan pada suhu kamar dan
dicampur sepenuhnya sebelum pengujian.
Kontrol kualitas
serum kontrol positif dan negatif harus
digunakan secara rutin untuk memverifikasi
tes. standar internasional yang tersedia secara
komersial.

Nilai spesivitas 94,7%


Nilai sensitivitas 77,8%
Pemeriksaan antibodi
1. Untuk spesimen serum

a. Keluarkan test card, biarkan pada suhu ruang


b. Letakkan tes card pada tempat yang datar
c. Ambil serum dengan pipet, teteskan 3 tetes
sampel ke lubang sampel (S)
d. Baca hasil setelah 10 menit
2. Untuk spesimen darah

a. Keluarkan tes card , biarkan pada suhu ruang


b. Letakkan tes card pada tempat datar
c. Ambil darah dengan ppet, teteskan 2 tetes
sampel ke lubang sampel (S)
d. Tambahkan 1 tetes buffer
e. Baca hasil setelah 10 menit
TERIMA
KASIH