Anda di halaman 1dari 19

Muhammad Riyan Arrizal

01.211.6456
 Title: Evaluation of preventive effects of
colostrum against neonatal conjunctivitis: A
randomized clinical trial

 Author :Sadigheh Ghaemi, Parsa Navaei, Shima


Rahimirad, Mohaddeseh Behjati, and Roya
Kelishadi

 Date of published: Jun 23, 2014

 Published by : Journal of Education Health


Promotion
 Konjungtivitis neonatus mengakibatkan beberapa
komplikasi, antara lain pseudofolikular di tarsus,
obstruksi nasolakrimal, sampai kebutaan

 Penyebab utama dari konjungtivitis neonatus adalah


bakteri staphylococcus aureus

 Sampai saat ini, pengobatan konjungtivitis neonatus


menggunakan bahan kimia AgNO3, Eritromisin,
Gentamisin, Neomycin, Kloramfenikol, Tetracycline dan
Povidone Iodine
 Masing-masing bahan kimia tersebut memiliki
keterbatasan dan efek samping masing-masing

 Penelitian sebelumnya (Ibhanesebhor) menunjukan


bahwa kolustrum memiliki kemampuan untuk mencegah
pertumbuhan bakteri staphyococcus aureus

 Kolustrum pada ibu bayi prematur mengandung


komponen antibodi dan imunologi lebih banyak

 Kolustrum sebagai agen murah, aman dan mudah di


dapat
 Untuk mengetahui peran protektif dari
tetesan kolostrum pada neonatus daripada
agen konvensional yang saat ini tersedia yang
digunakan untuk pencegahan neonatal
konjungtivitis.
Kritera inklusi: Kriteria eksklusi :
Neonatus prematur Hasil kultur bakter swab mata
Orang tua menyetujui informed
(+) sebelum penelitian
consent
 Study design:
◦ penelitian randomized clinical trial

 Time Research
◦ November 2011 hingga Juli 2012

Place
 Medical School, Isfahan University of Medical
Sciences, Isfahan, Iran
Konjungtivitis Total
No Yes
Colostrum 68 21 89
Topical 69 13 82
antibiotic
Control 65 32 97
Total 202 66 268
P=0,036

 Tabel 1 menujukkan frekuensi konjungtivitis pada tiga


kelompok
 Data dari 268 neonatus yang lengkap dan dimasukkan ke
analisis. Seperti disajikan pada Tabel 1, frekuensi
konjungtivitis lebih tinggi pada kelompok kontrol, diikuti oleh
kelompok yang menerima kolostrum topikal dan kelompok
yang menerima antibiotik topikal (P = 0,036).
 Analisa data
Data pada penilitian ini dibagi menjadi 3
klompok yakni data kelompok kolustrum,
data kelompok eritromisin 0,5% dan data
kelompok kontrol. Hubungan antara ketiga
variabel kelompok dianalisa menggunakan
chi square test . Nilai p=0,036 (p < 0,05)
dianggap bermakna. Data dianalisa
menggunakkan program SPSS versi 17.0
 Hasil penelitian menunjukkan peran yang efektif dari
kolostrum dalam pencegahan konjungtivitis neonatal

 Pada penelitian ini menujukkan pravelensi neonatus


tidak konjungtivitis sebanyak 76 % pada pemberian
kolostrum topikal, 84 % pada pemberian eritromisin,
dan 67 % pada kelompok tanpa perlakuan

 Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian


Ibhahesbler yang menunjukan efek positif
penggunaan kolostrum pada bakteri yang terlibat
dalam neonatal konjungtivitis
 Kolostrum mengandung leukosit dan
berbagai macam immunoglobulin

 Susu ibu dari bayi prematur mengandung


lebih banyak antibodi dan komponen
imunologi

 Pendidikan ibu dan pemberian ASI eksklusif


adalah langkah yang paling mendasar
mengurangi timbulnya berbagai macam
infeksi seperti konjungtivitis neonatal
 Kolostrum disarankan sebagai pilihan
alternatif untuk profilaksis antibiotik
terhadap konjungtivitis neonatal. Kolostrum
mudah diakses tanpa potensi bahaya dan
efek samping. Pendidikan publik tentang efek
menguntungkan seperti kolostrum topikal
akan bermanfaat.
VARIABEL BEBAS VARIABEL TERIKAT

Kolostrum Konjungtivitis
Neonatus
Abstrak satu paragraf
Komponen:
• Background
• Materials
• Methdos
• Result
• Conclusion
Kurang dari 250 kata
(181 kata)
 P :Neonatus prematur
 I : Kolostrum
 C : Eritromisin 5%
 O : ada tidaknya neonatal konjungtivitis
Pertanyaan
Apakah alokasi pasien pada Ya
penelitian ini dilakukan secara
acak?
Apakah pengamatan pasien Ya
dilakukan secara cukup panjang
dan lengkap?
Apakah semua pasien dalam Ya
kelompok yang diacak, dianalisis?
Apakah pasien dan dokter tetap Ya
blind dalam melakukan terapi?
Dapat Diterapkan
Apakah pada pasien kita terdapat tidak
perbedaan bila dibandingkan
dengan yang terdapat pada
penelitian (sehingga hasil tersebut
tidak dapat diterapkan pada
pasien kita) ?
Apakah terapi tersebut mungin Ya
dapat diterapkan pada pasien kita?
Apakah pasien memiliki potensi Potensi yang menguntungkan
yang menguntungan atau
merugikan bila terapi tersebut
diterapkan?