Anda di halaman 1dari 15

PENYEBAB DAN PENCEGAHAN

KERUSAKAN PADA MATERIAL


• ADAM RIZKY M
• EHSAN TRI S
• GALANG MR
• MASRI ANDI P
• RAFI HAYYU A
Umumnya, suatu komponen dapat
dipertimbangkan mengalami
kegagalan jika komponen tersebut
tidak berfungsi sesuai dengan yang
diharapkan secara efisien. Bentuk
umum kegagalan mekanik adalah
sebagai berikut:
JENIS JENIS KERUSAKAN MATERIAL
• KOROSI
• FATIGUE
• CACAT PADA PENGELASAN
• KERUSAKAN AKIBAT PENGECORAN
• CREEP/MULUR
FATIGUE

Fatigue adalah bentuk dari kegagalan yang terjadi pada


struktur yang terjadi karena beban
dinamik yang berfluktuasi dibawah yield strength yang
terjadi dalam waktu yang lama dan
berulang-ulang.
Fatik menduduki 90% penyebab utama kegagalan
pemakaian. Terdapat 3 fase dalam perpatahan fatik yaitu,
permulaan retak, penyebaran retak, dan patah.
PROSES TERJADINYA FATIGUE
• Mekanisme dari permulaan retak umumnya
dimulai dari crack initiation yang terjadi di
permukaan material yang lemah, akibat adanya
pembebanan berulang.
• Selanjutnya, adalah penyebaran retak ini
berkembang menjadi microcracks.
• Perambatan atau perpaduan microcracks ini
kemudian membentuk macrocracks yang akan
berujung pada failure.
• Maka setelah itu, material akan mengalami apa
yang dinamakan perpatahan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TERJADINYA FATIGUE
1. Tegangan Siklik
2. Geometri
3. Kualitas permukaan
4. Tipe material
5. Tegangan sisa
6. Besar dan penyebaran internal defects
7. Arah beban
8. Besar butir
9. Lingkungan
10. Temperatur
Karakteristik Kelelahan Material
(Fatigue)
Karakteristik Makroskopis
Karaketristik Mikroskopis
Penyebab Kegagalan Fatigue
1. Salah memilih material
2. Ketidaksempurnaan material
3. Salah dalam proses pembuatan
4. Salah desain
5. Salah dalam proses assembling (Perakitan)
6. Kondisi operasi yang tidak sesuai
7. Salah Perawatan
Pencegahan kegagalan fatigue
Sandblasting, adalah proses
penyemprotan abrasive material
biasanya berupa pasir silika atau
steel grit dengan tekanan tinggi
pada suatu permukaan dengan
tujuan untuk menghilangkan
material-material kontaminasi
seperti karat, cat, garam, oli dll.
Selain itu juga bertujuan untuk
membuat profile (kekasaran) pada
permukaan metal sehingga cat
lebih melekat.
COATING
Dalam bidang
material, coating merupakan
salah satu teknik perlakuan
permukaan (surface treatment).
Bila di terjemahkan bebas
coating berarti “pelapisan”.
Dengan coating, permukaan
suatu material dilapisi dengan
material yang lain, dengan
tujuan “memperbaiki” sifat
base-materialnya, seperti:
meningkatkan ketahanan aus,
ketahanan korosi, fatigue life,
sebagai thermal barrier dll.
Shot peening

Shot peening adalah proses pengerjaan dingin


pada permukaan material dengan cara
penyemprotan butiran baja atau gelas halus
pada permukaan material sehingga didapat
tegangan sisa. Tujuan dari proses ini adalah
untuk meningkatkan sifat fatik material.
Shot peening banyak diaplikasikan pada
produksi pegas lilin, pegas daun, dan poros
dengan tujuan untuk mempertinggi
ketahanan terhadap beban dinamis dari
komponen tersebut.
Proses shot peening dilakukan dengan
penembakan bola – bola baja yang
berkecepatan tinggi pada permukaan benda
kerja. Tujuan dari proses ini adalah untuk
memberikan tegangan sisa tekan pada
permukaan suatu komponen yang dapat
memperbaiki sifat bahan terhadap beban
dinamis.