Anda di halaman 1dari 44

Disampaikan dalam Pertemuan di petugas Gizi dan

Bidan Koordinator.
Tanggal, 27 Mei 2015
Keadaan dan Masalah
Kesehatan ibu dan Anak & KB
PERMASALAHAN KESEHATAN IBU
DI JAWA TENGAH
MAPPING IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN
Pada 7 Indikator MDGs (AKI, AKB, AKABA, GIBUR, HIV, DBD, TB)
AKI, AKB, AKI, AKB,
AKABA, AKABA,
BALITA BALITA Jepara
Jepar
GIBUR, TB, GIBUR, TB, a Pati
Rembang
HIV Kota
DBD
Kota Pekalongan Kudu
Brebe Tegal s
Pemalang Kota Demak
s AKI, AKB,
Tegal Batang
Ba Kendal Semara Blora
Pekalonganta AKABA,
ng Grobog
Pekalon ng Kab an
DBD, TB,
gan TemangguSemarang HIV
Purbalingg ng Salatig
JABAR

a a Sragen
WonosoKab.
Banyuma Banjarneg
bo Ma
Magelang
s ara
Cil gel
Kota Surakart
ac Cilaca ang
Magelang Boyolal a S
Kebume R

JATIM
ap p i
n PurworejMage K Kr.anya
Sukoharr
o lang Klaten
jo
DI. Yogyakarta
AKI, AKB, Wonogi
AKABA, ri

Keterangan: HIV, DBD


= Perhatian khusus
= Perlu Perhatian
= AKI =DINKES = AKABA JATENG
AKB PROVINSI = Balita
2015Gibur = DBD = TB = HIV
= Dipertahankan
TREN ANGKA KEMATIAN IBU

130
126.55

125

120
117.02 116.34 118.62
116.01
114.42
115

110

104.97
105

100
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 AKI

2009 2010 2011 2012 2013 2014


Angka Kematian Ibu 104,97 116,01 116,34 118,62
117,0 126,55
(per 100.000 kelahiran (611 (668 (675 (668
2 (711 kasus)
hidup) Kasus) Kasus) Kasus) kasus)
Kab. dengan Kasus Kematian Ibu tertinggi Th.2014:
Brebes, Kab. Tegal, Grobogan, Pemalang Kab. Pekalongan 5
KASUS KEMATIAN IBU 2014

80 73
Jateng = 711 kasus
70 (AKI= 126,55)
60
47
50 43
39 40
36
40 33 33
26
30 23
20 20 20
17 17 17 19 19
20 13 13 14 14 14 14 14
10 11 12 12
6 6 7
10 2 2 5
0

6
TEGAL

11

9
GROBOGAN

8
BREBES

7
BANYUMAS

6
PATI

6
KENDAL

6
CILACAP

5
PEKALONGAN

5
KOTA SEMARANG

5
PEMALANG

5
KEBUMEN

4
SRAGEN

4
BATANG

4
SUKOHARJO

4
DEMAK

4
KUDUS

4
BLORA

4
SEMARANG

3
BANJARNEGARA
3
JEPARA
3

KLATEN
3

PURBALINGGA
2
KEMATIAN IBU sd 10 APRIL 2015

WONOSOBO
2

MAGELANG
2

KOTA SALATIGA
2

BOYOLALI
1

PURWOREJO
1

WONOGIRI
1

KARANGANYAR
1

KOTA MAGELANG
1

KOTA SURAKARTA
1

KOTA PEKALONGAN
N = 128

KOTA TEGAL
0

REMBANG
0

TEMANGGUNG
KEMATIAN IBU MENURUT UMUR
2013 2014

< 20 th
< 20 th 7%
5% > 35 th
> 35 th 26%
25%

20-35 th
20-35 th 67%
70%
9
KEMATIAN IBU MENURUT
TK PENDIDIKAN

2014
2013
PT (-) SD
PT (-) SD 7% 1%
6% 3%

SLTA SD
SLTA SD 22% 42%
23% 37%

SLTP
SLTP 28%
31%
KEMATIAN IBU MENURUT JML ANAK

2013

G>3
16%
G>3
G1 20%
32%
G3 G1
19% 31%
G3
G2
19% G2
33%
30%

2014
KEMATIAN IBU SESUAI DG JML ANC
2013

ANC < 4
ANC < 4 14%
18%

ANC > 4 ANC > 4


82% 86%

2014
KEMATIAN IBU MENURUT
PENYEBAB KEMATIAN
2014
2013

PERDARAHAN HDK INFEKSI GANGG SIST PEREDARAN DARAH LAIN2

PERDARAHAN INFEKSI 23%


19% 4% 42%

LAIN2
51%
26%

PEB/EKLAMSI
26%

5% 4%
KEMATIAN IBU MENURUT
KONDISI SAAT MENINGGAL

2014
2013

HAMIL
HAMIL 27%
25%

NIFAS
NIFAS 57% BERSALIN
BERSALIN
58%
17%
16%
KEMATIAN IBU MENURUT
PENOLONG PERSALINAN

2013 2014
DUKUN
DUKUN 1%
2%
BIDAN
BIDAN 22%
22%

DOKTER
DOKTER 77%
76%
KEMATIAN IBU MENURUT
TEMPAT MENINGGAL
2013 2014

JALAN
PUSK RMH PUSK
7%
1% 7% 2%
RMH JALAN
10% 11%

RS
82% RS
80%
KEMATIAN IBU MENURUT
WAKTU TINDAKAN DI RS
2013

< 48 JAM > 48 JAM


2014
> 48 JAM < 48 JAM
50% 50% 41% 59%
PENYEBAB tidak LANGSUNG
KEMATIAN IBU
1. Perlindungan dan Perilaku dalam Keluarga
a. Kekerasan thd perempuan dan beban ganda
b. Perilaku konsumsi dalam rumah tangga
c. Perilaku Aborsi dan Perawatan Persalinan
d. Perkawinan Usia muda
e. Pandangan Budaya Masyarakat thd Ajaran
Agama
PENYEBAB tidak LANGSUNG
KEMATIAN IBU

2. Pemenuhan hak reproduksi


a. Kesertaan Masy dlm Keluarga Berencana
b. Akses dan Kualitas Pelayanan KB
c. Kesertaan Pria dlm KB dan Kesh Reproduksi
d. Akses dan Penggunaan Pelayanan Kesehatan
3. Faktor Dasar
a. Keterbatasan Pengetahuan
b. Status Perempuan
STRATEGI PENURUNAN AKI
A

SAFE
MOTHERHOOD
PERSALINAN BERSIH
ANC
AMAN
KB POED
PELAYANAN
KEBIDANAN DASAR

PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

PE M B E R DAYAAN WAN I TA
B
STRATEGI NASIONAL MAKING PREGNANCY
SAFER (MPS) DI INDONESIA 2001-2010

• Peningkatan kualitas &akses pelaya kesh ibu, bayi


1 &balita di tingkat dasar dan rujukan

• Membangun kemitraan yg efektif


2

• Mendorong pemberdayaan perempuan, keluarga


3 &masyarakat

• Meningkatk sistem surveilans, pembiayaan,


4 monitoring dan informasi KIA
3 PESAN KUNCI MPS

• Setiap persalinan ditolong oleh nakes


terlatih
• Setiap komplikasi obstetri dan
neonatal mendapat pelayanan yang
adekuat
• Setiap WUS punya akses terhadap
upaya pencegahan kehamiln yg tdak
diingikan dan penanganan komplikasi
keguguran
Apa yang harus kader tahu ????

Ibu Ibu Ibu Bayi dan


BBL
Hamil Bersalin Nifas Anak
Apa yang harus
Bagaimana tanda bayi
dilakukan oleh ibu Apa tanda bahaya Bagaimana tanda dan anak sehat
hamil dan penyakit ibu nifas bayi lahir sehat
Apa tanda persalinan

Bagaimana makan Bagaimana cara


yang baik untuk ibu memantau tumbang
hamil bayi dan anak
Bagaimana cara
Mengapa ibu nifas
merawat bayi baru
perlu KB
lahir
Bagaimana cara
Apa tanda bahaya ibu
perawatan sehari-
hamil
hari bayidan anak
Apa tanda bahaya
ibu bersalin
Bagaimana tanda
Bagaimana persiapan bayi sakit Bagaimana tanda bayi
melahirkan dan anak sakit
Apa peran Kader ???? SIAP ANTAR
JAGA

Lakukan Deteksi Resiko Tabulin, Dasolin, Ambulan


Tinggi Desa, Donor Darah
Peristiwa ini
dapat dihindari
jika dilakukan DETEKSI DINI
RESIKO DAN KOMPLIKASI
Tujuan Penggunaan KSPR
1. Melakukan deteksi resiko tinggi sedini mungkin
2. Mencegah resiko kematian pada ibu dan bayi
3. Mempersiapkan mental ibu sedini mungkin, biaya,
transportasi dan pengambilan keputusan untuk
perencanaan tempat dan penolong persalinan
• Cakupan program pelayanan KIA terutama
pemeriksaan ANC dan pertolongan nakes meningkat
SKRINING/DETEKSI DINI RESIKO IBU HAMIL

Komponen penting dalam perawatan ibu hamil


SKRINING Kegiatan Kontak Pro Aktip
Di Rumah, Berbasis keluarga dengan
Ibu Hamil, Suami dan Keluarga
Cara : Praktis
Sederhana
Cepat
Mudah
Murah
Tidak Berbahaya
Tersedia Tempat Rujukan
Dilakukan Secara Luas :
* Tenaga Kesehatan
* Tenaga Non Kesehatan ( PKK, Dukun)
Tahu-Peduli-Sepakat-Gerak (Action) – Mandiri
Ibu Hamil
Suami
Keluarga
ALAT SKRINING
1. Kartu Skor :

 Format Kombinasi antara Ceklis &


sistem Skor ( 2, 4, 8 )
 Pelatihan dengan cara mengisi dan menggunakan
Mudah
Sederhana
Gambar

Fungsi Kartu Skor :

1. Skrining / Deteksi adanya faktor risiko atau ibu


hamil Risiko Tinggi
2. Pemantau dan kendali bumil selama kehamilan
3. Pedoman Untuk Memberi Penyuluhan
4. Pencatatan/Pelaporan
5. Validasi Data Kehamilan, Persalinan dan Nifas

2. Kartu Prakiraan Persalinan “Soedarto” (KPPS)


Fungsi Skor
I. Bagi Klien Kode Warna
* Alat Edukasi / Informasi
1. Mudah dimengerti
2. Diterima
3. Pengambilan Keputusan
II. Bagi Provider
* Warning Sign
1. Lebih Waspada
2. Pengamatan / Penilaian Klinis
3. Cara Persalinan Adekuat
Contoh pemberian skor dan perhitungan jml skor
Kasus Kehamilan Kontak Pemberian Jumlah Kode warna
Skor
- Bumil berumur 30 th 2
Kehamilan yg ketiga I
hamil 3 bulan
Anak kedua lahir dg
operasi Sesar 8
10 Kuning
- Pd umur kehamilan 4
bl terjd perdarahan,
oleh ibu PKK dirujuk
ke RS & di rawat. II 8
Setelah perdarahan
berhenti dipulangkan
18 Merah
-Ibu PKK melakukan
kontak, bumil dirumah
tdk ada perdarahan
-Mendadak perdarahan III - V Tetap 18 Merah
banyak oleh ibu PKK
dg cepat dirujuk ke RS Tetap 18 Merah
CONTOH KASUS
• RUJUKAN DINI BERENCANA

Kabupaten Sukamaju, Kecamatan Sugih Waras

Kontak I

Ibu Siti: Umur 36 th GIII P II A0, hamil 3 bulan

TB 142 cm

Anak I : Aterm, lahir spontan/ dukun. Hidup umur 11 th

Anak II: Prematur, lahir spontan, lahir mati


Menghitung Skor
Skor awal Umur Ibu dan paritas :2
Faktor risiko 1. Umur Ibu 36 th :4
2. Primi Tua Sekunder :4
3. Riwayat Obstetri Jelek : 4
4. TB rendah :4

Jumlah Skor 18
KEHAMILAN RISIKO SANGAT TINGGI
Perawatan antenatal
Pemeliharaan kehamilan terpadu oleh : Kader, Dukun, Bidan, Dokter Puskesmas
Penyuluhan/ KIE : Keadaan tetap
Hamil Aterm : dilakukan rujukan diantar oleh dukun ke RS, S.C terencana, ibu dan bayi
hidup sehat.
ILUSTRASI KASUS
NYATA ke-1
Ny. Idah, 45 tahun
G6P5 hamil 9 bulan.
melakukan
pemeriksaan hamil
hanya satu kali
SERING MENGELUH
PUSING.
TERDAPAT BENGKAK
DI KAKI, TANGAN
DAN WAJAH
MERASA MULAS HENDAK
MELAHIRKAN
KEMUDIAN DIBAWA
KERUMAH BIDAN.
PADA SAAT PERSALINAN
MENGALAMI KEJANG
CONTOH KASUS

Ny. Rani , 15 tahun


primigravida
usia kehamilan 34 minggu:
Tinggi Badan : 140 cm
BERAPA SKORNYA?????
• SKOR AWAL : 2
• Terlalu Muda : 4
• TB < 145 cm : 4
JUMLAH : 10
KELOMPOK : KRT
PERAWATAN HAMIL :BIDAN/ DOKTER
PERSALINAN : POLINDES/PKM/ RS
Kesimpulan dari data AKI
• Umur : usia produktif
• Pendidikan : Sekolah dasar
• Jumlah anak : 2 orang
• ANC : > 4 kali
• Penyebab : lain-lain
• Saat meninggal: nifas
• Penolong : dokter
• Tempat : RS
• Tindakan : < 48 jam
PRINSIP PRINSIP PENYELENGGARAAN
KIA/KB DENGAN PENDEKATAN PHC
Mengatasi masalah dengan melihat faktor pengaruh

Menekankan Promotif dan preventif

Melibatkan PSM secara aktif

Meningkatkan kerjasama linsek

Pelaksanaan pelayanan scr terpadu

Pelaksanaan rujukan dan pembinaan jaringan rujukan

Dukungan tim kerja yang solid


PENDEKATAN H L BLUM

Kependudukan
Jumlah dan penyebarannya serta
pertumbuhannya
Keturunan

Sosial
Kultural Promotif
Pendidikan
Derajat Preventif
Lingkungan Kesehatan Yan Kesehatan
Ekonomi Masyarakat
Ekologi Kuratif
Rehabilitatif

Perilaku
Kesehatan jiwa
Intelegensi Emosi
Adaptasi