Anda di halaman 1dari 48

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PENCAPAIAN INDIKATOR PEMBINAAN


GIZI MASYARAKAT 2014
dan RENCANA SURVEILANS GIZI 2015

Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim


Tahun 2015
Arah Pembangunan Gizi
(pasal 141 UU 36 2009)

(1) Upaya perbaikan gizi masyarakat ditujukan untuk


peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat.
(2) Peningkatan mutu gizi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan melalui:
a) perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan gizi
seimbang;
b) perbaikan perilaku sadar gizi, aktivitas fisik, dan
kesehatan;
c) peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai
dengan kemajuan ilmu dan teknologi; dan
d) peningkatan sistem kewaspadaan pangan dan gizi
Sasaran dan INDIKATOR
PEMBINAAN GIZI MASYARAKAT

Pengumpulan, pengolahan dan


penyajian indikator kinerja yang
cepat, akurat dan berkelanjutan
(Surveilans Gizi)
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA PEMBINAAN GIZI
Prov. Kaltim Tahun 2013 - 2014
2013 2014 2014
INDIKATOR
NO
TARGET CAPAIAN TARGET Capaian

1 Persentase balita ditimbang 80 % 47,07% 85% 51,66 %


berat badannya (D/S)
2 Persentase balita gizi buruk 100 % 100 % **) 100% 100 %
yang mendapat perawatan
3 Persentase bayi usia 0-6 bulan 75% 62,5 % 80% 66,21 %
mendapat ASI Eksklusif
4 Persentase 6-59 bulan dpt 83% 61,04 % 85% 67,51 %
kapsul vitamin A
5 Persentase ibu hamil mendapat 93% 54,63 % 95% 89,7 %
Fe 3
6 Persentase RT yg 85% 97,7 % 90% 98,1 %
mengonsumsi garam
beryodium
7 Penyediaan Buffer stock MP-ASI 100 % 15 % 100 % < 10 %

8 Persentase Kab/Kota yang 100 % 100 % 100 % 100 %


melaksanakan surveilans Gizi
Capaian
Indikator Pembinaan Gizi
Provinsi Kalimantan Timur
GRAFIK KECENDERUNGAN
CAKUPAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU (D/S)
DAN KASUS BALITA GIZI BURUK MENDAPAT PERAWATAN
DI Kutai Timur TAHUN 2005 – 2014

% D/S
Balita Gibur dirawat

Laporan Dinas Kesehatan Kab.Kutim


KECENDERUNGAN CAKUPAN IBU HAMIL
MENDAPAT 90 TABLET TAMBAH DARAH (Fe3)
Di KAB. KUTAI TIMUR TAHUN 2011-2014
Grafik Kecenderungan Cakupan Pemberian Kapsul Vitamin A

Pada Balita (6-59 Bulan) Dii Kab.Kutai Timur


Tahun 2011 – 2014
GRAFIK KECENDERUNGAN PERSENTASE BAYI 0-6 BULAN
YANG MENDAPAT ASI EKSKLUSIF DI KUTAI TIMUR 2011-2014
GRAFIK KECENDERUNGAN KONSUMSI GARAM BERIODIUM
DI KAB. KUTAI TIMUR TAHUN 2011 – 2014
Komposit Indikator Kinerja Program Gizi menurut Kab/Kota Tahun 2014

%GAKI
NO KAB/KOTA ABSENSI Gibur D/S N/D1 Fe_90+ Vit.a ASI GARAM N RMH SHT JLH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Paser 3 3 2 1 3 3 3 4 4 2 28 62,50

2 Kutai Barat 3 2 2 2 3 2 1 0 4 2 21 47,50

3 Kukar 3 3 2 1 2 3 2 0 4 2 22 47,50

4 Kutim 3 2 1 1 3 4 2 4 3 2 25 57,50

5 Berau 2 3 2 1 0 4 4 4 4 3 27 60,00

6 PPU 3 2 3 2 4 2 2 0 3 3 24 55,00

7 Balikpapan 3 2 3 2 3 3 3 4 4 3 30 70,00

8 Samarinda 3 3 2 1 3 2 3 4 4 3 28 62,50

9 Bontang 3 3 3 2 4 3 4 4 4 2 32 72,50

Mahakam
10 Ulu 2 2 4 2 0 3 1 0 4 2 20 45,00

Total 28 25 24 15 25 29 25 24 38 24 257 64,25

TARGET 40 40 40 40 40 40 40 40 40 40 400

% PROV 70,00 62,50 60,00 37,50 62,50 72,50 62,50 60,00 95,00 60,00 64,25 64,25
  >70% Baik
  60-69,99% Cukup
  50-59.99% Kurang
  <50% Buruk
  0
AGENDA PEMBANGUNAN NASIONAL
(NAWA CITA)

1. Menghadirkan Kembali Negara untuk Melindungi Segenap Bangsa dan Memberikan


Rasa Aman pada Seluruh Warga Negara
2. Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Efektif, Demokratis dan
Terpercaya
3. Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa
dalam Kerangka Negara Kesatuan
4. Memperkuat Kehadiran Negara dalam Melakukan Reformasi Sistem dan Penegakan
Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat dan Terpercaya
5. Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia
6. Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional
7. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakan Sektor-Sektor Strategis
Ekonomi Domestik
8. Melakukan Revolusi Karakter Bangsa
9. Memperteguh Kebhinekaan dan Memperkuat Restorasi Sosial Indonesia

16
Sasaran Pembangunan Manusia dan Masyarakat

Pembangunan Kesehatan
RPJMN RPJMD
No Indikator
2014 (2014)
2019 2018
(Baseline) Baseline
1 Meningkatnya Status Kesehatan dan Gizi Masyarakat
1. Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran 346 306
(SDKI 2012)
2. Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup 32 24
(2012/2013)
3. Prevalensi kekurangan gizi (underweight) pada anak 19,6 (2013) 17 16,6 16
balita (persen)
4. Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) 32,9 (2013) 28 27,6 26
anak baduta (persen)

Arah Kebijakan

1.Akselerasi Pemenuhan Akses Pelayanan Kesehatan Ibu,


Anak, Remaja, dan Lanjut Usia yang Berkualitas
2.Mempercepat Perbaikan Gizi Masyarakat

17
ARAH KEBIJAKAN PROGRAM GIZI
2015 - 2019
6 Penguatan peran Linsek
dalam rangka intervensi
Peningkatan
1 sensitif dan spesifik
surveilans gizi
termasuk pemantauan
pertumbuhan
Penguatan
PERBAIKAN pelaksanaan 5
dan pengawasan
GIZI
Peningkatan promosi regulasi dan
perilaku masyarakat standar gizi .
tentang kesehatan, 2
gizi baik. 4
Peningkatan peran
serta masyarakat
Peningkatan akses dalam perbaikan gizi
dan mutu paket
3
yankes dan gizi
RENCANA AKSI PERCEPATAN PERBAIKAN GIZI

19
PEMBERDAYAAN Lansia
MASYARAKAT Pelayanan bagi
anak SMP/A & • Kualitas
remaja • Degenerasi
Pendekatan • Kespro remaja
Continuum of Care Pelayanan
bagi anak
• Konseling:
Gizi
SD HIV/AIDS,
Pelayanan NAPZA dll
bagi • Fe
balita •Penjaringan
Pelayanan •Bln Imunisasi Anak
Persalinan, Sekolah
bagi bayi
nifas & •Upaya Kes Sklh
Pemeriksaa neonatal •PMT
n • Pemantauan stimulasi
Kehamilan pertumbuhan & perkembangan
Pelayanan
PUS & • ASI eksklusif
WUS • Imunisasi dasar
• Inisiasi Menyusu Dini lengkap
• P4K • Pemberian makan
• Buku KIA • Vit K 1 inj
• Imunisasi Hep B • Penimbangan
• ANC terpadu • Vit A
• Kelas Ibu Hamil • Rumah Tunggu
• Konseling • MTBS
• Fe & asam folat • Kemitraan Bidan
• Pelayanan
• PMT ibu hamil Dukun
KB • KB pasca persalinan
• PKRT • TT ibu hamil
JENIS INTERVENSI GIKUR DAN STUNTING

INTERVENSI GIZI SPESIFIK INTERVENSI GIZI SENSITIF


 Upaya-upaya untuk mencegah dan   Upaya-upaya untuk mencegah dan 
mengurangi gangguan secara mengurangi gangguan secara tidak
langsung. langsung.
 Kegiatan ini pada umumnya   Berbagai kegiatan pembangunan pada 
dilakukan oleh sektor kesehatan.  umumnya non-kesehatan.
 Kegiatannya antara lain berupa   Kegiatannya antara lain penyediaan air 
imunisasi, PMT ibu hamil dan balita,  bersih, kegiatan penanggulangan 
monitoring pertumbuhan balita di  kemiskinan, dan kesetaraan gender. 
Posyandu. 
 Sasaran: masyarakat umum, tidak 
 Sasaran : khusus kelompok 1.000  khusus untuk 1000 HPK. 
HPK (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan 
 Kontribusi: 70%
Anak 0-23 bulan).
 Kontribusi: 30%

21
Intervensi Gizi Spesifik

1. Ibu hamil 6. Lansia


• Konseling gizi
 Suplementasi besi folat • Pelayanan gizi
 PMT ibu hamil KEK Lansia
2.Ibu 

Penanggulangan kecacingan
Suplemen kalsium
Menyusui 5. Remaja &
Kepada ibu menyusui
Promosi menyusui / Usia produktif
ASI Eksklusif
Konseling Menyusui
• Kespro remaja
• Konseling: Gizi
• Suplementasi Fe
3.Bayi &
 Balita
Pemantauan pertumbuhan 4. Usia sekolah
 Suplemen vitamin A
 Pemberian garam iodium
 • Penjaringan
PMT / MPASI
• Bln Imunisasi Anak Sekolah
 Fortifikasi besi dan kegiatan
• Upaya Kes Sekolah
suplementasi (Taburia)
• PMT anak sekolah
 Zink untuk manajemen diare
• Promosi MJAS di sekolah
 Pemberian obat cacing 22
22
INTERVENSI GIZI SENSITIF
Pengarusutamaan Pembangunan Gizi pada Lintas Sektor

BKP/PERTANIAN PU
Air Bersih &
Ketahanan
Sanitasi
Pangan dan Gizi

PP DAN PA
BPJS Remaja
Perempuan
Jaminan
Kesehatan
Masyarakat

SOSIAL AGAMA
Pendidikan Gizi
Penanggulangan Masyarakat
Kemiskinan BKKBN
DIKBUD
Keluarga
Berencana 23
Indikator Percepatan Pembinaan Gizi
Masyarakat
( RENSTRA Dinkes Prov. Kaltim)
NO PROGRAM/
KEGIATAN SASARAN INDIKATOR
Base
line
Target
Keterangan
Renstra
Pusat
2014 2015 2016 2017 2018 (2019)

1
% ibu hamil KEK yang 25,6 23,7% 21,8 % 19,9 % 18 %
27,5 % 18%
mendapatkan PMT (20.541) (19.430) (17.865) (16.286)
(14.290)

Persentase ibu hamil yang


2 mendapat Tablet Tambah 90,56% 91,42 % 92,28% 93,14% 94 % 98 %
89,56
(72.655) (74.950) (75.624) (76.225) (76.759)
Pembinaan Meningkatnya Darah (TTD)
Perbaikan Gizi pelayanan gizi
3,1 Masyarakat masyarakat Persentase bayi usia s/d 6
3 bulan yang mendapat ASI 66,21 68,0% 69,7 % 71,5 % 73,2 % 75 % 50 %
eksklusif

Persentase bayi baru lahir


4 mendapat Inisiasi Menyusu 20 % 26 % 32% 38 % 44 % 50 % 50 %
Dini (IMD)

Persentase balita kurus


5 yang mendapat makanan 12,3 11,74 11,8 10,62 10,06 9,5 12,1
tambahan

Persentase remaja puteri


6 yang mendapat Tablet 22,7 22,2 21,6 21,1 20,5 20 22,7
Tambah Darah (TTD)

7 Persentase balita dapat 67,51 71,01 74,51 78,01 81,51 85


vitamin A
24
KEGIATAN SURVEILANS GIZI KEDEPAN

1. Setiap daerah agar menentukan target capaian setiap


indikator dalam RPJMD dan Renstra Dinas Kesehatan
Tahun 2015-2019
2. Perlu didiskusikan Indikator, DO, Cara Pengumpulan
Data, Cara Hitung, Frekwensi Pengamatan dan
Pelaporan dll
3. Operasional kegiatan tetap berpedoman pada Juklak
Surveilan Gizi, PSG dan Juklak Respon Cepat
Penanggulangan Gizi Buruk
4. Sosialisasi Update Surveilans Gizi
5. Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Hasil
Kegiatan Surveilan Gizi
KEBUTUHAN OBAT GIZI MENURUT KAB/KOTA SE KALTIM
TAHUN 2016
Vit A 100.000 Vit A 200.000 IU
KEBUTUHAN OBAT GIZI ( Biru) ( Merah) Tablet Fe ibu Hamil

JUMLA
NO KAB/KOTA JUMLAH BAYI H JUMLAH JUMLAH
6 - 11 BLN BALITA IBU HAMIL IBU VIT. A VIT. A
1-5 NIFAS 100.000 IU 200.000 IU TABLET FE 10% 90% 10% 90% 10% 90%
THN (BIRU) (MERAH)

1 Paser 2.751 2.751 275 2.476 6.275 56.473


25.597 6.052 5.777 62.748 544.706 54.471 490.236

2 Kutai Barat 1.972 1.972 197 1.775 4.498 40.480


18.348 4.338 4.141 44.978 390.446 39.045 351.402

3 Kutai 7.485 7.485 749 6.737 17.073 153.660


Kartanegara 69.647 16.468 15.719 170.733 1.482.118 148.212 1.333.906

4 Kutai Timur 3.053 28.411 6.718 6.412 3.053 69.646 604.591 305 2.748 6.965 62.682 60.459 544.132

5 Penajam Paser 1.707 1.707 171 1.536 3.894 35.044


Utara 15.884 3.756 3.585 38.938 338.016 33.802 304.214

6 Samarinda 8.690 8.690 869 7.821 19.820 178.381


80.852 19.117 18.248 198.201 1.720.565 172.056 1.548.508

7 Bontang 1.716 1.716 172 1.545 3.915 35.231


15.969 3.776 3.604 39.145 339.817 33.982 305.835

8 Balikpapan 6.660 61.968 14.652 13.986 6.660 151.908 1.318.695 666 5.994 15.191 136.717 131.869 1.186.825

9 Berau 2.139 2.139 214 1.925 4.879 43.910


19.902 4.706 4.492 48.789 423.529 42.353 381.176

10 Mahakam Ulu 597 597 60 537 681 6.129


2.778 657 627 6.810 59.130 5.913 53.217
LAIN-LAIN - -

KALTIM 36.771 339.355 80.240 36.771 7.221.613 3.677 33.094 83.190 748.706
76.593 831.895 722.161 6.499.452
Remaja putri yang mendapat tablet tambah darah (TTD):

No Kegiatan DO (revisi) Sumber Pengamat Pelaporan


Data an
21 Jumlah Persentase remaja Laporan Sebulan Sebulan
Remaja putri usia 12 sampai UKS sekali sekali
Putri yang dengan 18 tahun
mendapat yang berada di
Tablet institusi sekolah
Tambah mendapat Tablet
Darah Tambah Darah 1
(TTD) tablet setiap minggu
sekali dan 1 tablet
setiap hari selama
10 hari masa haid,
diberikan selama
minimal 4 bulan
terhadap jumlah
remaja putri usia 12
sampai dengan 18
tahun pada periode
terttentu
Ibu hamil KEK:
N Kegiatan DO Sumber Pengamatan Pelaporan
o Data

3 Ibu hamil Persentase ibu Kohort ibu Bulanan Bulanan


KEK hamil dengan Laporan
ukuran lingkar Puskesmas
lengan atas (LB3 )
kurang dari 23,5
cm terhadap
jumlah ibu hamil
yang diperiksa di
wilayah dan
waktu tertentu
Ibu hamil KEK dapat PMT Ibu hamil:

N Usulan DO Sumber Pengama Pelapora


o Kegiatan Data tan n
(revisi)
4 Ibu Hamil Persentase ibu hamil Kohort ibu Bulanan Bulanan
KEK dapat dengan ukuran lingkar Laporan
PMT Ibu lengan atas kurang Puskesmas
hamil dari 23,5 cm yang
mendapatkan
makanan tambahan
dalam bentuk
makanan lokal
maupun pabrikan
selama 90 hari
terhadap jumlah ibu
hamil dengan ukuran
lingkar lengan atas
kurang dari 23,5 cm
yang ada di wilayah
tertentu
Ibu hamil anemia:
N Kegiatan DO Sumber Data Pengamatan Pelaporan
o (revisi)
2 Jumlah ibu Persentase Kohort ibu Sebulan sekali Setahun
2 hamil ibu hamil Laporan sekali
anemia dengan Puskesmas
kadar Hb
<11,0 g/dl
terhadap
jumlah ibu
hamil yang
diperiksa
Hb yang
ada pada
periode
dan
wilayah
tertentu
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR):
N Usulan DO Sumber Pengamatan Pelaporan
o Kegiatan Data
1 Bayi Persentase Kohort bayi Sebulan sekali Setahun sekali
9 dengan bayi lahir LB3 KIA
Berat Lahir hidup
Rendah dengan berat
(BBLR) badan lahir <
2500 gram
terhadap
jumlah bayi
lahir hidup
pada periode
dan wilayah
tertentu
Bayi baru lahir mendapat Inisiasi Menyusu Dini (IMD):
N Kegiatan DO (revisi) Sumber Pengamata Pelaporan
o Data n
2 Jumlah Persentase bayi • Buku Sebulan 1 bulan sekali
0 Bayi Baru baru lahir yang KIA sekali dihitung
Lahir diletakkan • Kohort komulatif
mendapat segera setelah Bayi setahun
Inisiasi lahir dengan cara • Laporan
Menyusu tengkurap di IMD RS,
Dini (IMD) dada atau perut Pusk
ibu paling singkat rawat
selama satu jam inap
sehingga kulit Bidan
bayi melekat Praktik
pada kulit ibu Mandiri
terhadap jumlah
bayi baru lahir
pada periode dan
wilayah tertentu
Ibu Hamil dapat tablet tambah darah minimal 90 tablet:
N Kegiatan DO Sumber Pengama Pelaporan
o Data tan
1 Jumlah Ibu Persentase ibu Kohor ibu Sebulan Sebulan
Hamil hamil yang Kartu ibu sekali sekali
dapat mendapatkan LB3
tablet minimal 90
tambah tablet tambah
darah darah yang
minimal 90 diminum setiap
tablet hari selama
kehamilannya
terhadap jumlah
ibu hamil yang
ada pada
periode dan
wilayah tertentu
Kasus Balita Kurus dapat PMT
N Kegiatan DO (revisi) Sumber Data Pengamat Pelaporan
o an
1 Jumlah Balita Persentase anak usia Laporan Sebulan Bulanan
6 Gizi Kurang 6 sampai dengan 59 Bulanan sekali
dapat PMT bulan 29 hari dengan Puskesmas
status gizi kurus
(BB/PB atau BB/TB
-3 SD sampai dengan
< -2 SD) yang
mendapat makanan
tambahan selama 90
HMA terhadap jumlah
anak usia 6 sampai
dengan 59 bulan 29
hari dengan status
gizi kurus pada
periode dan wilayah
tertentu
Ibu nifas (0-42 hari) yang mendapat kapsul vitamin A
dosis tinggi (2 kapsul):
N Kegiatan DO Usulan DO (revisi)
o Kegiatan
(revisi)

2 Jumlah Jumlah ibu Nifas (0 - Ibu Nifas (0 - 42 Persentase ibu Nifas


Ibu Nifas 42 hari) yang hari) yang (0 - 42 hari) yang
dapat Vit. mendapat kapsul Vit. mendapat kapsul mendapat kapsul Vit.
A dosis A dosis tinggi yang Vit. A dosis tinggi A dosis tinggi yang
tinggi (2 masing-masing (2 kapsul) masing-masing
kapsul) sebaiknya diberikan sebaiknya diberikan
sesaat setelah sesaat setelah
melahirkan dan melahirkan dan
setelah 24 jam setelah 24 jam
berikutnya berikutnya terhadap
jumlah ibu nifas yang
ada di wilayah
tertentu
Bayi 6-11 bulan dapat vitamin A (100.000 IU):

N Kegiatan DO Usulan DO (revisi)


o Kegiatan
(revisi)

5 Jumlah Jumlah bayi usia 6 Bayi 6-11 Persentase bayi usia 6


Bayi 6-11 bulan sampai dengan bulan dapat bulan sampai dengan
bulan 11 bulan 29 hari yang Vit. A 11 bulan 29 hari yang
dapat Vit. mendapat vit. A bayi (100.000 IU) mendapat vit. A bayi
A (100.000 IU) (100.000 IU) terhadap
(100.000 jumlah bayi usia 6
IU) bulan sampai 11 bulan
29 hari yang ada di
wilayah tertentu
Bayi usia kurang dari 6 bulan dapat ASI eksklusif:

N Kegiatan DO Usulan DO (revisi)


o Kegiatan
(revisi)

6 Jumlah Jumlah bayi usia 0 Bayi usia Persentase bayi usia 0


bayi usia sampai dengan 5 kurang dari 6 sampai dengan 5 bulan
kurang bulan 29 Hari yang bulan dapat 29 Hari yang mendapat
dari 6 mendapat ASI ASI eksklusif ASI Eksklusif terhadap
bulan Eksklusif jumlah bayi usia 0
dapat ASI sampai dengan 5 bulan
eksklusif 29 hari di wilayah
tertentu
Anak Balita dapat vitamin A dosis tinggi (200.000 IU):

N Kegiatan DO Usulan DO (revisi)


o Kegiatan
(revisi)

8 Jumlah Jumlah anak usia 12 Anak Balita Persentase anak usia


Anak Balita bulan sampai dengan dapat Vit. A 12 bulan sampai
dapat Vit. A 59 bulan 29 hari yang dosis tinggi dengan 59 bulan 29 hari
dosis tinggi mendapat vit. A Balita (200.000 IU) yang mendapat vit. A
(200.000 (200.000IU) Balita (200.000IU)
IU) terhadap jumlah anak
usia 12 bulan sampai
dengan 59 bulan 29 hari
yang ada di wilayah
tertentu
Balita punya KMS/ Buku KIA:

N Kegiatan DO Usulan DO (revisi)


o Kegiatan
(revisi)

9 Jumlah Jumlah Anak Usia 0 Balita punya Persentase anak Usia 0


Balita sampai dengan 59 KMS/Buku KIA sampai dengan 59
punya bulan 29 hari yang bulan 29 hari yang
KMS/Buku mempunyai mempunyai KMS/Buku
KIA KMS/Buku KIA KIA terhadap anak usia
0 sampai dengan 59
bulan 29 hari yang ada
di wilayah tertentu
Balita ditimbang (D):

N Kegiata DO Usulan DO (revisi)


o n Kegiatan
(revisi)

10 Jumlah Jumlah Anak Usia 0 Balita Persentase anak Usia


Balita sampai dengan 59 ditimbang (D) 0 sampai dengan 59
ditimban bulan 29 hari yang bulan 29 hari yang
g (D) datang dan datang dan ditimbang
ditimbang di di Posyandu terhadap
Posyandu jumlah anak usia 0
sampai dengan 59
bulan 29 hari yang ada
di wilayah tertentu
Balita ditimbang yang naik berat badannya (N):

No Kegiata DO Usulan DO (revisi)


n Kegiatan
(revisi)

11 Jumlah Jumlah Anak Usia 0 Balita Persentase anak Usia 0


balita sampai dengan 59 ditimbang sampai dengan 59
ditimban bulan 29 hari, yang naik bulan 29 hari, yang naik
g yang ditimbang di berat berat berat badannya
naik Posyandu yang naik badannya (N) terhadap jumlah anak
berat berat berat badannya usia 0 sampai dengan
badanny 59 bulan 29 hari yang
a (N) ditimbang pada wilayah
dan periode tertentu
Balita ditimbang yang tidak naik berat badannya (T):

No Kegiata DO Usulan DO (revisi)


n Kegiatan
(revisi)

12 Jumlah Jumlah Anak Usia 0 Balita Persentase anak Usia 0


balita sampai dengan 59 ditimbang sampai dengan 59
ditimban bulan 29 hari, yang tidak naik bulan 29 hari, yang
g yang ditimbang di berat tidak naik berat berat
tidak naik Posyandu yang tidak badannya (T) badannya terhadap
berat naik berat berat jumlah anak usia 0
badanny badannya sampai dengan 59
a (T) bulan 29 hari yang
ditimbang pada periode
dan wilayah tertentu
Balita ditimbang yang tidak naik berat badannya 2 kali
berturut-turut (2T):
No Kegiatan DO Usulan DO (revisi)
Kegiatan
(revisi)
13 Jumlah Jumlah Anak Usia Balita Persentase anak usia 0
balita 0 sampai dengan ditimbang sampai dengan 59
ditimbang 59 bulan 29 hari, yang tidak bulan 29 hari, yang
yang tidak ditimbang di naik berat tidak naik berat berat
naik berat Posyandu yang badannya 2 badannya dua kali
badannya tidak naik berat kali berturut- berturut-turut terhadap
2 kali berat badannya turut (2T) jumlah anak usia 0
berturut- dua kali berturut- sampai dengan 59
turut (2T) turut bulan 29 hari yang
ditimbang pada periode
dan wilayah tertentu
Balita di Bawah Garis Merah (BGM):

No Kegiatan DO Usulan DO (revisi)


Kegiatan
(revisi)

14 Jumlah Jumlah Anak Usia Balita di Persentase anak usia 0


Balita di 0 sampai dengan Bawah Garis sampai dengan 59 bulan
Bawah 59 bulan 29 hari Merah (BGM) 29 hari yang hasil
Garis yang hasil penimbangan berat
Merah penimbangan badannya berada di
(BGM) berat badannya bawah garis merah kurva
berada di bawah pertumbuhan anak yang
garis merah kurva ada pada KMS/Buku KIA
pertumbuhan terhadap jumlah anak
anak yang ada usia 0 sampai dengan 59
pada KMS/Buku bulan 29 hari yang
KIA ditimbang pada periode
dan wilayah tertentu
Kasus Balita Kurus:
No Kegiatan DO Usulan DO (revisi)
Kegiatan
(revisi)

15 Jumlah Jumlah Anak usia Kasus Balita Persentase anak usia 0


Balita Gizi 0 sampai dengan Kurus sampai dengan 59 bulan
Kurang 59 bulan 29 hari 29 hari dengan status gizi
dengan status gizi kurus (BB/PB atau BB/TB
kurus (BB/PB -3 SD sampai dengan < -2
atau BB/TB -3 SD SD) terhadap jumlah anak
sampai dengan < usia 0 sampai dengan 59
-2 SD) bulan 29 hari yang
dikonfirmasi status gizinya
pada periode dan wilayah
tertentu
Kasus Balita Gizi Buruk:
No Kegiatan DO Usulan DO (revisi)
Kegiatan
(revisi)

17 Jumlah Jumlah Anak usia Kasus Balita Persentase anak usia 0


Balita Gizi 0 sampai dengan Gizi Buruk sampai dengan 59 bulan
Buruk 59 bulan 29 hari 29 hari dengan status gizi
dengan status gizi sangat kurus (BB/PB atau
sangat kurus BB/TB < -3 SD) dan/atau
(BB/PB atau terdapat tanda klinis gizi
BB/TB < -3 SD) buruk terhadap jumlah
dan/atau terdapat anak usia 0 sampai 59
tanda klinis gizi bulan 29 hari yang
buruk dikonfirmasi status gizinya
pada periode dan wilayah
tertentu
Kasus Balita Gizi Buruk ditangani:
No Kegiatan DO Usulan DO (revisi)
Kegiatan
(revisi)
18 Jumah Jumlah Anak usia Kasus Gizi Persentase anak usia 0
Kasus Gizi 0 sampai dengan Buruk sampai dengan 59 bulan
Buruk 59 bulan 29 hari Ditangani 29 hari dengan status gizi
Ditangani dengan status gizi sangat kurus (BB/PB atau
sangat kurus BB/TB < -3 SD) dan/atau
( BB/PB atau terdapat tanda klinis gizi
BB/TB < -3 SD) buruk yang mendapat
dan/atau terdapat perawatan secara rawat
tanda klinis gizi jalan atau rawat inap
buruk yang sesuai standar
mendapat
perawatan sesuai
standar tata
lakasana anak gizi
buruk