Anda di halaman 1dari 26

Diaper Rush, Seborrhea,

Bisulan dan Miliaris pada


Neonatus dan Bayi
Diaper rush (ruam
popok) adalah
adanya keluhan
bintik merah pada
kelaimn dan
bokong pada bayi
Diaper Rush Place your screenshot here yang mengenakan
pampers di sebut
diakibatkan oleh
gesekan-
gesekankulit
dengan pampers
1
PENYEBAB
1. Kebersihan kulit yang tidak terjaga.
2. Jarang ganti popok setelah bayi/anak kencing.
3. Udara/suhu lingkungan yang terlalu panas/lembab.
4. Akibat menceret.
5. Reaksi kontak terhadap karet, plastik, deterjen.
6. Kemudian dibersihkan dan tidak boleh menggunakan
sabun cuci tangan dan dibilas sampai bersih dan
dikeringkan.
2
Etiologi
Kulit bayi lebih tipis dari orang dewasa, sehingga zat-zat
dari luar sangat mudah meresap ke dalam kulit. Demikian
friksi pada kulit bayi kerap terjadi. Di samping friksi antara
kulit juga terjadi antara kulit dengan produk-produk yang
menempel pada tubuh bayi seperti pakaian atau popok.
Bila dalam keadaan lembab maka gesekan ini mengiritasi
kulit sehingga fungsi kulit sebagai pelindung tubuh
menurun. Contoh turunnya fungsi kulit bayi adalah bintil-
bintil kemerah-merahan pada pipi atau dahi karena
keringat.
3
TANDA DAN GEJALA
1. Iritasi pada kulit yang terkena muncul sebagai
crytaema.
2. Crupsi pada daerah kontak yang menonjol,
seperti pantat, alat kemaluan, perut bawah paha
atas.
3. Keadaan lebih parah terdapat : pencipta,
crythamatosa
Penatalaksanaan

◈Daerah yang terkena diaper rush, tidak boleh terkena air dan harus dibiarkan terbuka dan tetap
kering.
◈Untuk membersihkan kulit yang iritasi dan menggunakan kapas yang mengandung minyak.
◈Segera dibersihkan dan dikeringkan bila anak kencing atau berak.
◈Posisi tidur anak diatur supaya tidak menekan kulit/daerah yang iritasi.
◈Usaha memberikan makanan TKTP
◈Memperhatikan kebersihan kulit dan membersihkan kulit secara keseluruhan
◈Memelihara kebersihan pakaian dan alat-alatnya.
◈Pakaian/celana yang basah oleh air kencing harus direndam di dalam air dicampur acidum
boricun. Tinja pada kulitnya, karena itu popok modern (popok) lebih baik dipakai secara
bergantian dengan popok tradisional. Dengan demikian kulit bayi dapat diistirahatkan dari
bersinggungan secara ketat dengan urin atau tinja. Kecil kemerahan, lecet, dan kulit tampak
merah dan basah. Ini karena urin dan tajam, terutama pada bayi atau anak yang mempunyai
riwayat alergi pada keluarga. Iritasi memudahkan terjadinya infeksi bakteri/jamur.
FAKTOR RESIKO
◈Beberapa faktor penyebab yang diidentifikasi dan berperan
menimbulkan ruam popok antara lain faktor fisik, kimiawi,
enzimnya dan mikroba. faktor tersebut berasal Pemakaian
popok. Kotoran pantat dan cairan yang bercampur
menghasilkan zat yang menyebabkan peningkatan PH
(derajat kesamaan) kulit dan enzim dalam kotoran. Tingkat
kesamaan kulit yang tinggi ini membuat kulit lebih peka,
sehingga memudahkan terjadinya iritasi kulit.
PENANGANAN
◈Jika menggunakan popok dari kain, sebaiknya haruslah terbuat dari bahan
katun yang lembut. Janganlah terlalu ketat menggunakan diaper, hal ini agar
kulit bayi tidak tergeser.
◈Sebaiknya perhatikanlah daya tampung dari diaper itu. Jika telah
menggelembung atau menggantung, sebaiknya segeralah tukar dengan
yang baru.
◈Cobalah menghindari pemakaian diaper yang terlalu sering. Gunakanlah
diaper disaat-saat yang membutuhkan sekali.
◈Janganlah ada sisa urine/kotoran saat membersihkan kulit bayi karena kulit
yang tidak bersih akan sangat mudah mengalami ruam popok.
◈Jangan lupa menggunakan sabun jika kulit bayi yang tertutup diaper
terdapat merah dan kasar.
Seborrhea Adalah
suatu peradangan
pada kulit bagian
atas, yang
menyebabkan
Seborrhea Place your screenshot here timbulnya sisik
pada kulit kepala,
wajah dan kadang
pada bagian tubuh
lainnya.
1
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui. Dermatitis seboreik sering
ditemukan sebagai penyakit keturunan dalam suatu
keluarga. Salah satu penyebab ketombe adalah Pitysporum
ovale ( P. Ovale ). P. Ovale adalah jamur yang secara
alami terdapat pada kulit kepala dan bagian kulit yang lain.
Dalam jumlah yang sedikit, jamur ini tidak menyebabkan
kerugian yang berarti. Namun, dengan adanya perubahan
cuaca, hormon, dan stress, kulit kepala akan menghasilkan
lebih banyak minyak, sehingga menyebabkan jamur P.
Ovale berkembang biak.
2
Etiologi
3
TANDA DAN GEJALA
1. Serpihan/Sisik
2. Gatal
3. Kemerahan
Penatalaksanaan
◈ Kulit kepala dicuci dengan sampo bayi yang lembut dan diolesi
dengan krim hydrocortisone. Selama ada sisik, kulit kepala
dicuci setiap hari dengan sampo yang lembut; setelah sisik
menghilang cukup dicuci 2 kali/minggu. Kini banyak sediaan
krim, lotion, dan shampoo di pasaran untuk membasmi ketombe.
Produk-produk yang digunakan untuk mengatasi ketombe
biasanya mengandung asam salisilat, coal tar, zinc pyrithione,
selenium sulfida dan belerang. Walaupun sebagian digolongkan
FAKTOR RESIKO
◈Stres
◈Kelelahan
◈Cuaca dingin
◈Kulit berminyak
◈Jarang mencuci rambut
◈Pemakaian losyen yang mengandung alkohol
◈Penyakit kulit (misalnya jerawat)
◈Obesitas (kegemukan).
Bisul adalah sebuah
benjolan kecil yang
muncul dari dalam kulit
bayi, berwarna merah
dan jika sudah
beberapa waktu maka
ujung bisul
Bisulan Place your screenshot here mengeluarkan nanah.
Bisul pada bayi bisa
muncul pada beberapa
bagian tubuh seperti
leher, paha, punggung,
pantat, wajah, tangan
atau kaki.
2
Etiologi
Pada dasarnya penyebab bisul pada bayi terjadi
ketika adanya akar keringat rambut atau pori-pori
kulit bayi yang mengalami infeksi. Bakteri yang
sering menyebabkan infeksi adalah jenis bakteri
Staphylococcus aureus. Jika infeksi sudah
menyerang maka bisul bisa muncul dimana saja.
1
PENYEBAB
1. Diabetes
2. Kurang Gizi
3. Masalah Sistem Kekebalan Tubuh Bayi yang
BurukPola makan bayi 1 bulan
4. Penyakit Ekstrim
5. Lingkungan Tempat Tinggal dan Pakaian Bayi yang
Tidak Bersih
6. Bayi Kekurangan Zat Besi
7. Iritasi pada Kulit Bayi
8. Efek Obat-obatan
3
TANDA DAN GEJALA
1. Sekitar tempat munculnya bisul, akan membengkak
dan terlihat lebih merah dibandingkan warna kulit
lainnya.
2. Bayi menjadi demam dan sangat rewel.
3. Bagian tubuh yang dekat dengan kelenjar getah bening
menjadi bengkak.
4. Rasa sakit yang buruk pada bagian kulit yang
membengkak.
5. Munculnya garis merah pada kulit di sekitar bisul.
6. Munculnya nanah pada ujung bisul setelah beberapa
hari.
PENANGANAN
◈ Membersihkan bisul yang sudah pecah
◈ Kompres dengan air hangat
◈ Jangan menekan bisul
◈ Jangan terlalu sering menyentuh bisul
◈ Oleskan madu pada bisul
◈ Membersihkan bisul dengan larutan antiseptik
◈ Penggunaan obat antibiotik
◈ Tindakan bedah untuk mengeluarkan bisul
Penatalaksanaan

◈Selalu menjaga kebersihan pakaian bayi dengan mencuci secara teratur. Selain itu juga harus
mencuci pakaian bayi, tidak menggunakan pakaian bekas untuk bayi, mencuci pakaian bayi
dengan larutan antiseptik dan menjemur pakaian bayi dibawah sinar matahari yang terik.
◈Biasakan untuk mematikan berbagai kemungkinan bakteri yang ada dipakaian bayi dengan cara
menyetrika baju bayi setelah dicuci dan dijemur kering.
◈Biasakan untuk menjaga lingkungan tempat tidur dan tempat bermain bayi selali bersih. Anda
bisa membersihkan secara aktif agar tidak ada bakteri atau sumber kotoran lain yang bisa
mengenai bayi.Selalu cukupi kebutuhan nutrisi bayi baik dengan ASI, susu formula atau
makanan pendamping ASI lainnya.
◈Jaga asupan nutrisi bayi dan ibu menyusui agar tidak terkena diabetes dan obesitas.
◈Jika ada orang yang terkena bisul dan tinggal dalam lingkungan yang sama, maka sementara
jauhkan bayi dari lingkungan tersebut.
Milliariasis disebut
juga sudamina,
liken tropikus,
biang keringat,
keringat buntet,
atau prickle heat.
Miliaris Place your screenshot here Milliariasis adalah
dermatosis yang
disebabkan oleh
retensi keringat
tersumbatnya pori
kelenjar keringat
Etiologi
Penyebab terjadinya milliariasis ini adlah udara
yang panas dan lembap serta adanya infeksi
bakteri.
Patofisiologi
◈Patofisiologi terjadinya milliariasis diawali dengan
tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat, sehingga
pengeluaran keringat tertahan. Tertahannya pengeluaran
keringat ini ditandai dengan adanya vesikel miliar di muara
kelenjar keringat lalu disusul dengan timbulnya radang dan
udema akibat perspirasi yang tidak dapat keluar yang
kemudian diabsorpsi oleh stratum korneum. Milliariasis
sering terjadi pada bayi premature karena proses diferensiasi
sel epidermal dan apendiks yang belum sempurna.
Tanda dan Gejala

Ada 2 tipe milliariasis, yaitu milliaria kristalina dan milliaria rubra.


◈Milliaria kristalina.
Milliaria kristalina ini timbul pada pasien yang mengalami
peningkatan jumlah keringat, seperti pasien demam yang terbaring
di tempat tidur. Lesinya berupa vesikel yang sangat superficial,
bentuknya kecil, dan menyerupai titik embun berukuran 1-2 mm.
umumnya, lesi ini timbul setelah keringat, vesikel mudah pecah
karena trauma yang paling ringan, misalnya akibat gesekan dengan
pakaian. Vesikel yang pecah berwarna jernih dan tanpa reaksi
peradangan, asimptomatik, dan berlangsung singkat. Biasanya
tidak ada keluhan dan dapat sembuh dengan sendirinya.
◈Milliaria rubra
Milliaria rubra memiliki gambaran berupa papula
vesikel dan eritema disekitarnya. Keringat
menembus ke dalam epidermis. Biasanya, disertai
rasa gatal dan pedih pada daerah ruam dan
daerah di sekitarnya, sering juga diikuti dengan
infeksi sekunder lainnya dan dapat juga
menyebabkan timbulnya impetigo dan furunkel.
Penatalaksanaan

◈Prinsip asuhan adalah mengurangi penyumbatan keringat dan


menghilangkan sumbatan yang sudah timbul.
◈ Jaga kebersihan tubuh bayi.
◈Upayakan untuk menciptakan lingkungan dengan kelembapan
yang cukup serta suhu yang sejuk dan kering, misalnya pasien
tinggal di ruangan ber-AC atau didaerah yang sejuk dan kering.
◈Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan tidak terlalu sempit.
◈Segera ganti pakaian yang basah dan kotor.
◈Pada milliaria rubra dapat diberikan bedak salisil 2% dengan
menambahkan mentol 0,5-2% yang bersifat mendinginkan ruam.