Anda di halaman 1dari 11

LASER HARDENING

Yuli Yetri
1. PENGERASAN DENGAN SINAR LASER
Laser Hardening merupakan proses pengerasan
permukaan material menggunakan radiasi sinar laser.
Pengerasan dengan sinar laser digunakan untuk
pengerasan dengan memanaskan logam pada permukaan
kemudian didinginkan. Pengerasan dilakukan hanya pada
daerah yang diinginkan. Tujuannya adalah untuk mengubah
struktur pada permukaan bahan untuk mengurangi tingkat
keausan dari gesekan dengan material lain.
2. PROSES YANG TERJADI

Dalam pengerasan permukaaan dengan menggunakan laser,


reaksi metalurgi yang terjadi sama dengan proses konvensional, kecuali
siklus proses pemanasan yang jauh lebih singkat dari proses
pengerasan konvensional. Di proses ini waktu pemanasan bisa
berlangsung selama 1 detik atau bahkan kurang, dan kekerasan yang
dicapai berkisar 490-840 Hv.
Selama proses laser hardenig, bahan (material karbon) dipanaskan
untuk waktu yang singkat di bagian permukaan bahan dengan
kedalaman pengerasan lapisan luar biasanya 1 - 1,5 mm di atas suhu
austenit (sekitar 900 ke 1400 derajat Celsius) dan ditransubstansikan ke
pendinginan cepat ke dalam struktur martensit.
KOMPONEN PADA LASER HARDENING

1. Benda kerja yang akan dikeraskan menggunakan proses


laser
2. Sistem set dioda laser
3. Pirometer untuk pengotrolan temperatur
4. Powder feeder (penyemprot serbuk grafit dan gas argon)
 CARA KERJA LASER HARDENING
Bahan dipanaskan di atas suhu austenitising dengan laser untuk waktu yang singkat.
Dengan gerakan lebih lanjut dari sinar laser, bahan sekitarnya dengan pendinginan cepat
pada lapisan panas. Yang disebut self-quenching . Pendinginan yang cepat menciptakan
martensit, struktur logam yang sangat keras, yang menyebabkan peningkatan kekerasan.
Dalam proses pengerasan laser, kerapatan daya yang relatif rendah digunakan. Semakin kecil
area pengerasan laser dan semakin rendah kedalaman kekerasan yang dibutuhkan, semakin
efisien prosesnya. Sinar laser dirancang sedemikian rupa untuk menyinari area seluas
mungkin. Untuk ini, optik pemindai juga digunakan.
Strukturmikro
Austenit FCC (Face Centered Cubic)
 Ciri – Ciri :
Semua sumbu memiliku panjang yang sama dengan sudut antara sumbu
90 derajat. Sel satuan memiliki atom yang terletak pada pusat bidang atau sisi
dan atom pada tiap titik sudutnya. Kedelapan atom pada titik sudut
menghasilkan satu atom dan keenam bidang sisi menghasilkan tiga atom per
sel satuan. Dengan demikian sel satuan FCC memiliki 4 atom.
Martensit BCT (Body Centered Tetragonal)
 Ciri Ciri :
Sel satuan ini memiliki satu atom pada pusat kubus dan seperdelapan atom
pada delapan titik sudutnya. Sel satuan ini memiliki dua sumbu yang sama
panjang dan satu sumbu berbeda. Struktur antara sumbu pada struktur BCT
adalah 90 derajat.
Contoh material

Gambar. Cogwheel And Chain Wheel


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
 KELEBIHAN DARI METODE LASER HARDENING
1. Kita dapat melakukan pengerasan secara selektif, jadi
pengerasan hanya diberikan pada bagian-bagian yang
kita inginkan.
2. Kecepatan produksi tinggi, proses mudah dikontrol,
dapat digunakan untuk benda ukuran rumit, daerah
terpengaruh panas tipis, distorsi sedikit dan pengerjaan
bersih.
 KEKURANGAN DARI METODE LASER HARDENING
1. Biaya peralatan yang mahal.
2. Tidak dapat digunakan pada logam yang kandungan
karbonnya tinggi melebihi 0,7 % ke atas.
TERIMA KASIH