Anda di halaman 1dari 38

PENGENDALIAN KOROSI

DENGAN PROTECTIVE
COATING/PAINTING

Yuli Yetri
Coating atau Painting merupakan
salah satu cara penanggulangan
Korosi.
Efektif, karena : mudah diaplikasikan
baik sebelum konstruksi terpasang,
pada saat difabrikasi dan atau setelah
konstruksi selesai.
Coating/Painting harus dapat
berfungsi sebagai proteksi terhadap
korosi, tahan lama dan berpenampilan
baik.
DEFINISI
COATING : Pelapis, pelindung dan
berfungsi sebagai penanggulangan
korosi. Terbuat dari bahan Organic
dan Inorganic dalam bentuk liquid atau
padat, dari bahan yang keras non
metal, komposit, ceramic, metal, dan
bahan sintetis.
PAINTING : Cat yang terbuat dari
bahan Organic berupa liquid, terutama
untuk dekoratif atau estetika.
Kinerja Protective Coating dipengaruhi
oleh disain konstruksi. Disain yang
buruk dapat membuat konstruksi akan
lebih cepat berkarat.
Contoh disain yang buruk adalah :
- kontak antar logam yang berbeda
potensial
- adanya celah pada konstruksi
- permukaan yang kasar dan ujung-
ujung yang lancip
- permukaan yang sulit diakses atau
yang kompleks
METODA PENANGGULANGAN
KOROSI
Pemilihan kualitas bahan konstruksi
(Material Selection)
Disain konstruksi yang baik
Pengaturan lingkungan agar tidak
korosif
Proteksi Katodik
Proteksi Anodik
Protective Coating/Painting
Pelapisan Logam
PROTECTIVE
COATING/PAINTING

Memproteksi permukaan logam dari


korosi dengan cara membentuk suatu
lapisan yang dapat memisahkan dan
menghalangi atau mengisolir antara
permukaan logam dengan lingkungan
luar.
FAKTOR-FAKTOR PENTING PADA
APLIKASI PROTECTIVE COATING

Permukaan konstruksi, jenis logam dan


disain konstruksi
Kondisi lingkungan (tingkat korosivitas)
Mutu coating atau cat
Coating system
Surface preparation
Aplikator
Spesifikasi (Manajemen Mutu)
1. PERMUKAAN KONSTRUKSI,
JENIS LOGAM DAN DISAIN
KONSTRUKSI

Coating atau cat digunakan untuk


memproteksi permukaan logam, non logam
dan non ferrous steel (galvanis, aluminium,
dll. untuk perlindungan ganda dan estetika),
baik konstruksi baru atau maintenance.

Cacat pada bahan/konstruksi termasuk


disain yang kurang baik secara langsung
dapat berpengaruh buruk pada sistem
pelapisan.
2. KONDISI LINGKUNGAN
(TINGKAT KOROSIVITAS)

Faktor lingkungan yang berpengaruh


adalah : atmosfir, humidity,
immersion, tidal zone, temperatur,
sinar matahari, kandungan zat-zat
kimia, dll.

Semakin tinggi tingkat korosif suatu


lingkungan maka semakin tinggi pula
laju korosi yang akan terjadi.
3. MUTU COATING

Coating atau cat yang berkualitas baik


hanya dapat dihasilkan bila menggunakan
bahan baku yang berkualitas baik.
Pemakaian bahan baku bermutu oleh
pabrik pembuat cat, formulasi yang tepat,
proses produksi dan kontrol laboratorium
yang baik harus dilaksanakan secara
konsisten.
Pemilihan produk yang tepat dan produsen
yang berlandaskan spesialisasi,
pengalaman yang teruji, kelengkapan R&D
serta konsistensi produk yang bermutu.
4. COATING SYSTEM
Pemilihan sistem pelapisan dan kombinasi
sistem pelapisan Primer, Intermediate,
Finish Coat.
Aplikasi untuk menghasilkan lapisan dari
bahan cat yang cair/kental menjadi bahan
yang solid, kering dan merekat menutupi
permukaan konstruksi secara sempurna.
Coating atau cat setelah diaplikasi harus
dapat berfungsi sebagai proteksi,
performance, berdaya guna dan
mendapatkan usia pakai maksimal sesuai
spesifikasi yang diharapkan.
Pemilihan generic cat secara tepat
haruslah sesuai dengan
penggunaannya secara khusus.
Setiap generic memiliki keunggulan
dan kelemahan, karakter, klasifikasi
dan sifat yang berbeda antara jenis
yang satu dengan yang lainnya.
Contoh : cat jenis alkyd tidak cocok
bila diaplikasikan pada permukaan
non ferrous atau semen (concrete),
karena akan menimbulkan
saponifikasi. Begitu juga pada area
yang senantiasa terendam dengan
larutan.
5. SURFACE PREPARATION

85% kegagalan hasil pengecatan


adalah akibat surface preparation yang
kurang baik.

Faktor-faktor utama dalam surface


preparation : metoda, standard dan
code practice, teknik preparasi,
peralatan, tenaga kerja terlatih,
terampil dan mahir, dan pengetahuan
keselamatan kerja.
6. APLIKATOR

Coating atau cat dapat diaplikasikan dengan


menggunakan peralatan sesuai
rekomendasi produsen (data teknis produk).
Setiap peralatan memiliki keunggulan dan
kelemahan, juga memerlukan Painter yang
memiliki kualifikasi dan atau operator yang
bersertifikat.
Pokok-pokok dalam aplikasi : peralatan,
tenaga kerja yang mahir dan terampil, cuaca
yang baik, memahami data teknis produk,
MSDS dan keselamatan kerja.
7. SPESIFIKASI (MANAJEMEN
MUTU)
Peranan Inspector sebelum, selama
dan sesudah proses aplikasi sangat
penting sebagai bagian dari quality
management system.
Quality control/Inspeksi sangat
berperan untuk mencegah kesalahan,
memberikan solusi untuk memperbaiki
kekeliruan selama proses berlangsung
dan untuk menghindari kesalahan
yang berkesinambungan.
Inspector Coating harus mampu
menguasai Spesifikasi, Standard
Procedure, Teknik dan Inspeksi serta
pengawasan fisik baik untuk verifikasi
Dokumen Teknis, Laporan, hasil
pengujian atau testing termasuk
penggunaan peralatan uji.

Inspector Coating adalah seseorang


yang memiliki sertifikat yang
dikeluarkan oleh suatu badan
independen profesi seperi NACE
International dan INDOCOR untuk
lingkup Nasional.
PEMILIHAN JENIS CAT DAN
KOMBINASI PADA SISTEM
PELAPISAN

Protective coating atau cat


merupakan salah satu pilihan yang
paling banyak digunakan saat ini.
Coating atau cat telah terbukti efektif
dan efisien sebagai pilihan yang
praktis dan ekonomis untuk
penanggulangan korosi.
DEFINISI

Liquid protective coating atau cat :


suatu produk cair atau kental yang
apabila diulaskan/disemprotkan pada
suatu permukaan yang telah lebih
dulu dipersiapkan akan membentuk
suatu lapisan tipis kering, berkohesi
dan memiliki daya lekat yang baik
terhadap permukaan serta mampu
memproteksi permukaan tersebut dari
pengaruh lingkungannya
KOMPOSISI CAT

Binder
Pigment
Solvent
Extender
Additive
Component of Coatings
TYPE DAN KLASIFIKASI CAT
Solvent Evaporation Coating :
Proses pengeringan berdasar pada
penguapan solvent.
Contoh : chlorinated rubber, vinyl,
tar/bitumen/asphalt.

Oxidation Coating : Proses


penguapan cat yang memerlukan
oksigen sebagai penghantar.
Contoh : drying oils, alkyd, epoxy,
phenolic dan urethane.
Chemically Curing (Induced
Polymerization) :
Proses pengeringan terjadi bila
mencampur dua komponen yang
berbeda, terjadi reaksi dan induksi
antar keduanya hingga menjadi satu
rangkaian polymerisasi dan
membentuk lapisan kering.
Contoh : urethane, coal tar epoxy,
epoxy emulsion, polyurethane,
polyurea, vinyl (butyral) wash primer
dan polysiloxane.
Heat Induces Polymerization
Coatings :
Proses pengeringannya memerlukan
suatu tingkat panas tertentu untuk
membentuk lapisan kering.
Contoh : epoxy – phenolic, coal tar
enamel dan silicone.
Zinc Rich Coatings :
Proses pengeringannya memerlukan
persenyawaan dari bahan tertentu
dengan reaksi-reaksi kimia lain :
carbondioksida, uap air dan solvent.
Coating jenis ini bisa bahan Organic
dan Inorganic.
Coating jenis ini harus kontak
langsung dengan besi dan tingkat
kebersihannya minimal SSPC SP 10.
Contoh : Zinc ethyl silicate, thermal
spray coating dan metallic coating.
Protective Coating untuk
Penggunaan Khusus (pipeline, dll) :
Jenis coating lainnya yang dianggap
khusus dan dikerjakan di manufaktur
dan banyak digunakan dalam
lingkungan perminyakan hulu adalah :
fusion bonded epoxy, tar enamel,
polyethylene, polypropylene, ceramic
coating, concrete weight coating, FRP
(Fiber Reinforcement Plastic), taping
dan wrapping.
FUNGSI CAT (KHUSUS LIQUID
COATING)

SHOP PRIMER
PRIMER COAT
INTERMEDIATE COAT
FINISH/TOP COAT
LAIN-LAIN
SHOP PRIMER :
Proteksi sementara selama proses
pembangunan konstruksi dan akan
memudahkan prosedur pekerjaan
selanjutnya.

PRIMER COAT :
Cat lapis dasar pada multi coat system,
harus memiliki daya lekat yang baik pada
permukaan dan harus mengandung
proteksi serta mampu menerima cat
diatasnya. Dapat mengandung inhibitor,
bersifat barrier atau memiliki efek galvanis.
Intermediate Coat :
Cat lapis kedua atau penebal agar
lapisan menjadi kedap air dan untuk
menciptakan tebal lapisan tertentu
sesuai dengan yang dipersyaratkan.
Harus dapat melekat dengan baik
pada lapisan dasar atau primer dan
dapat menerima lapisan finish/top
coat.
FINISH/TOP COAT :
Cat lapis akhir dan sebagai pelindung
paling luar tahan terhadap kondisi
lingkungan serta menonjolkan warna
sebagai estetika atau sinyal. Harus
dapat melekat dengan baik terhadap
lapisan intermediate dan beberapa
lapis finish coat diatasnya yang
kompatibel, setara atau sejenis.
LAIN-LAIN :
- HOLDING PRIMER (BLAST
PRIMER) :
Cat yang digunakan untuk
memperpanjang proteksi sementara
dimana pekerjaan blasting dilakukan
bertahap.

- MIST COAT/FLASH COAT :


Prosedur teknis pengecatan pada
permukaan, umumnya jenis zinc
silicate untuk menghindari popping.
- TIE COAT :
Jenis cat yang digunakan untuk
mengisolasi atau menutupi
permukaan yang tidak rata. Misalnya :
permukaan dengan kondisi pitting
merata, permukaan berpori,
menjembatani cat lama atau baru
terhadap cat antifouling.
MEKANISME PROTEKSI
PROTECTIVE COATING

BARRIER EFFECT
Menciptakan rintangan atau hambatan
yang kuat untuk memisahkan atau
mengisolasi permukaan logam dari air
dan oksigen.
Dengan cara melapisi cat yang kedap
air dengan ketebalan 250 – 500 micron.
Contoh : bitumen, coal tar epoxy, vinyl
tar dan epoxy.
INHIBITOR EFFECT
Memberikan peluang kepada air atau
larutan untuk menembus rongga-rongga
pada lapisan cat dan melarutkan sebagian
campuran inhibitor pada permukaan cat
dan akan bereaksi terhadap permukaan
baja dan membuat permukaan menjadi
pasif.
Prinsipnya adalah menambahkan inhibitor
pada cat primer sebagai bagian dari
pigments untuk menahan laju korosi.
Contoh : zinc chromatic, zinc phosphate,
zinc metaborate, red lead dan calcium
plumbate.
GALVANIC EFFECT
Lapis pelindung baja yang dapat
memiliki proteksi seperti pada sistem
proteksi katodik atau galvanis. Efek ini
dapat diperoleh karena coating atau
cat itu mengandung metallic zinc
(logam yang potensialnya lebih
rendah). Cat diformulasi khusus untuk
mendapatkan perlindungan yang
efisien tergantung pada persentase
kandungan partikel-partikel zinc yang
kontak langsung dengan baja.
Contoh : zinc rich epoxy, ethyl silicate
dan alkali silicate.
COATING/PAINTING
SPESIFIKASI

Adalah Dokumen teknis tertulis resmi/legal


dan bagian dari kontrak yang menjabarkan
pekerjaan yang akan dilaksanakan
menyangkut kualitas material dan kuantitas
serta pencapaian akhir produk sesuai
dengan persyaratan teknis yang
disyaratkan oleh disainer engineering,
dibuat untuk proyek konstruksi baru atau
pemeliharaan, dilaksanakan di Field,
Workshop, Fabrikasi, Manufacture atau
konstruksi terpasang.
PERMASALAHAN AKIBAT
SPESIFIKASI KURANG BAIK
Penawaran dari aplikator/kontraktor yang
tidak qualified
Harga penawaran tidak realistis
Penggunaan produk yang berubah-ubah
Kualitas rendah dan jumlah volume
pekerjaan yang tidak sesuai
Penggantian kontraktor atau sub-kontraktor
Pemutusan kontrak sebelum waktunya
Keterlambatan schedule
Claim dan kemungkinan adanya perkara.
SPESIFIKASI YANG BAIK

TEPAT
JELAS
PADAT
SISTEMATIS

Panduan penulisan dan isi spesifikasi


secara lengkap dan terstandar : ISO
12944.
TERIMAKASIH