Anda di halaman 1dari 22

SISTEM NEUROMUSKULER BBL

TITIK ENDARWATI
Pertumbuhan otak cepat → perlu
glukosa u/ sumber energi & O2 u/
proses metabolisme yg adekuat
Aktivitas motorik spontan muncul
berbentuk tremor
 di mulut & di dagu t/u saat
menangis
 di ekstremitas t/u lengan &dagu
Tremor ini Normal
Tremor persisten (mengenai
seluruh tubuh) : kondisi
patologis
Gerakan tonik & klonik yang
mencolok serta kedutan otot
wajah : tanda konvulsi
(kejang)
Kontrol neuromuskuler BBL
ditemukan meskipun masih
terbatas
Bayi akan memutar kepala ke
samping jika bayi diletakkan di
permukaan keras dengan
wajah menghadap ke bawah
untuk mempertahankan jalan
nafas
Bayiberusaha mengangkat
kepalanya agar tetap sejajar
dengan tubuhnya jika kedua
lengan bayi ditarik ke atas
hingga kepala terangkat
Sentuh bibir, pipi, atau sudut
mulut bayi dengan puting
Respon yang khas : Bayi
menoleh ke arah stimulus,
membuka mulutnya,
memasukkan puting dan
mengisap
Refleks Mengisap & membuka
mulut
Beri bayi minum
Respon yang khas : menelan biasanya
diatur oleh mengisap dan biasanya terjadi
tanpa cegukan, batuk, atau muntah

Refleks Menelan
Tempatkan jari
pada telapak
tangan
Respon yang
khas : jari-jari
bayi
menggenggam
jari-jari
pemeriksa
Refleks menggenggam telapak
tangan
Tempatkan jari
pada pangkal
jari kaki
Respon yang
khas : Jari-jari
kaki menekuk
ke bawah

Refleks menggenggam telapak kaki


Sentuh atau tekan ujung
lidah
Respon yang khas : BBL
menjulurkan lidah keluar

Refleks menjulurkan lidah


Ketuk dahi, batang hidung BBL yang
matanya sedang terbuka
Respon yang khas : BBL akan
mengejapkan mata pada 4-5 ketukan
pertama

Refleks Glabellar (Myerson’s)


Refleks leher tonik (fencing)

Pada waktu bayi jatuh


tertidur atau dalam keadaan
tidur, dengan cepat putar
kepala ke arah sisi
Respon yang khas : Jika bayi
menghadap ke sisi kiri,
lengan dan kaki pada sisi itu
akan lurus; sedangkan
lengan dan tungkainya akan
berada dalam posisi fleksi
(putar kepala ke arah kanan
dan ekstrimitas akan
mengambil postur
berlawanan)
Gendong bayi dalam posisi
setengah duduk;biarkan kepala dan
badan jatuh ke belakang dengan
sudut sedikitnya 30 derajad
Tempatkan bayi pada permukaan
yang rata; hentakkan permukaan
untuk mengejutkan bayi
Respon yang khas : Abduksi dan
ekstensi simetris lengan; jari-jari
mengembang seperti kipas dan
membentuk huruf C dengan ibu jari
dan jari telunjuk; mungkin terlihat
adanya sedikit tremor; lengan
teraduksi dalam gerakan memeluk
Refleks Moro
dan kembali dalam posisi fleksi dan
gerakan yang rileks
Pegang bayi secara vertikal,
biarkan salah satu kaki
menyentuh permukaan
meja
Respon yang khas ; bayi
akan melakukan gerakan,
seperti berjalan, kaki akan
bergantian fleksi dan
ekstensi; bayi aterm akan
berjalan dengan telapak
kaki, dan bayi prematur
akan berjalan dengan
ujung-ujung jari
Refleks melangkah atau berjalan
Baringkan BBL di
atas perutnya
(tengkurap)
Respon yang khas :
BBL akan
melakukan gerakan
merangkak dengan
menggunakan
lengan dan
tungkainya

Refleks merangkak
Gunakan jari sebagai pengganti palu
perkusi untuk menimbulkan refleks lutut;
BBL harus dalam keadaan rileks
Respon yang khas : Refleks lutut akan
timbul meskipun BBL dalam keadaan
rileks

Refleks tendon dalam


Bayi harus dalam posisi supine; luruskan
satu tungkai, tekan lutut ke dalam,
rangsang bagian bawah kaki; perhatikan
tungkai yang lain
Respon yang khas : Tungkai yang lain
akan fleksi, aduksi, dan kemudian
ekstensi

Refleks ekstensi menyilang


Pada telapak kaki, dimulai pada tumit,
dimulai gores sisi lateral telapak kaki ke
arah atas kemudian gerakkan jari
sepanjang telapak kaki
Respon yang khas : Semua jari kaki hiper
ekstensi dengan ibu jari dorsofleksi,
dicatat sebagai tanda positif

Tanda Babinski (telapak kaki)


Tarik bayi pada pergelangan tangannya dari
posisi terlentang dengan kepala berada di
garis tengah
Respon yang khas : Kepala akan tertinggal
sampai bayi pada posisi tegak,kemudian
kepala akan berada pada bidang yang sama
dengan dada dan bahu untuk sementara
waktu sebelum jatuh ke depan; bayi akan
mencoba menegakkan kepalanya

Tarik-ke-duduk (traksi)
Bayi harus ditengkurapkan pada
posisi datar, goreskan jari ke
arah bawah sekitar 4-5 cm
lateral terhadap tulang
belakang, mula-mula pada satu
sisi dan kemudian pada sisi
yang lain
Respon yang khas : Tubuh
fleksi dan pelvis diayunkan ke
arah sisi yang terstimulasi

Inkurvasi tubuh (Galant), lengkung tubuh ke dalam


Bayi harus dalam posisi terlentang; agak
fleksikan kedua tungkai bawah dan beri
kedua telapak kaki tekanan
Respon yang khas : Kedua tungkai bawah
akan ekstensi melawan tekanan
pemeriksa

Refleks magnet
Respontambahan :
menguap, meregang,
sendawa, cekukan, bersin-
bersin