Anda di halaman 1dari 23

Antibiotika

Deden Indra Dinata, M.Si., Apt.


2012
Pengertian
 Antibiotika adalah senyawa kimia khas yg dihasilkan
oleh organisme hidup, termasuk turunan senyawa dan
struktur analognya yang dibuat secara sintetik, dan
dalam kadar rendah mampu menghambat proses
penting dalam kehidupan satu spesies atau lebih
mikroorganisme.
 Antibiotik hrs memiliki toksisitas selektif : hanya toksik
thd mikrooganisme lain tetapi tdk merusak jaringan
tubuh
 Pada awalnya antibiotik diisolasi dari mikroorganisme,
tetapi sekarang beberapa antibiotika telah didapatkan
dari tanaman tinggi atau binatang
ANTIBIOTIKA
SIFAT SPEKTRUM KERJA

BAKTERIOSTATIK BAKTERISID SPEKTRUM SEMPIT


Menghambat Membunuh Sensitif terhadap mikroorganisme tunggal
pertumbuhan mikroorganisme atau grup mikroorganisme tertentu
mikroorganisme
SPEKTRUM SEDANG
Sensitif terhadap gram positif dan
beberapa gram negatif atau sebaliknya

SPEKTRUM LUAS
Mempengaruhi spesies mikroba secara
luas
Target Kerja
Antibiotika
DINDING SEL MEMBRAN SEL

Inhibitor
metabolisme Inhibitor
THFA DNA sintesis/fungsi
asam nukleat
mRNA
PABA ribosom

Inhibitor sintesis
Inhibitor protein
sintesis
dinding sel
Struktur Sel Bakteri
STRUKTUR SEL BAKTERI
PENGGOLONGAN ANTIBIOTIK

BERDASARKAN MEKANISME KERJA BERDASARKAN STRUKTUR


• INHIBITOR METABOLISME KIMIA
• INHIBITOR SINTESIS DINDING SEL • ß - LAKTAM
• INHIBITOR SINTESIS PROTEIN • AMINOGLIKOSIDA
• INHIBITOR SINTESIS ATAU FUNGSI •
ASAM NUKLEAT
PENGGOLONGAN ANTIBIOTIK

BERDASARKAN MEKANISME KERJA BERDASARKAN


• INHIBITOR METABOLISME STRUKTUR KIMIA
• INHIBITOR SINTESIS DINDING SEL • ß - LAKTAM
• INHIBITOR SINTESIS PROTEIN • AMINOGLIKOSIDA
• INHIBITOR SINTESIS ATAU FUNGSI •QUINOLON
ASAM NUKLEAT •TETRASIKLIN
•KLORAMFENIKOL
•RIFAMISIN
•MAKROLIDA
Penggolongan Antibiotik
1. Berdasarkan Daya Kerjanya :
a. Zat-zat bakterisid
yaitu antibiotik yang pada dosis biasa berkhasiat
mematikan kuman, contoh :
- penisilin, sefalosporin, polipeptida, rifampisin
- aminoglikosida (streptomisin, kanamisin, neomisin),
nitrofurantoin, INH, kotrimoksazol
b. Zat-zat bakteriostatik
pada dosis biasa berkhasiat menghentikan
/menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain
Contoh : sulfonamida, kloramfenikol, tetrasiklin
2. Penggolongan Secara Kimia
A. BETA-LAKTAM :
1) kelompok penisilin : penisilin G dan derivatnya
- Fenoksipenisilin : penisilin V, penetrisilin, propisilin
- Aminopenisilin : ampisilin, amoksisilin
- Metisilin : oksasilin, kloksasilin
2) kelompok Sefalosporin : sefalotin, sefaleksin, dll
B. AMINOGLIKOSIDA : Streptomisin, kanamisin, gentamisin, neomisin, tobramisin,
framiselin, dll
C. KLORAMFENIKOL : kloramfenikol, tiamfenikol
D. KELOMPOK TETRASIKLIN : tetra-, oksi-, klor-, demetiklor-, metasiklin, dll
E. MAKROLIDA DAN YANG BERDEKATAN : eritromisin, oleondomisin, spiramisin,
linkomisin
F. RIFAMPISIN : rifamisin, rifampisin
G. POLIPEPTIDA SIKLIK : polimiksin B, polimiksin E, basitarsin, dll
H. ANTIBIOTIKA POLIEN: nistatin, amfoterisin B
I. ANTIBIOTIKA LAIN : vankomisin, ritrosetin, novobiosin, griseofulvin
3. Berdasarkan Mekanisme Kerja (1)
a. Antibiotik yg menghambat sintesis dinding sel atau
mengaktivasi enzim yg merusak dinding sel mikroba, shg
menghilangkan kemampuan utk berkembang biak  lisis
Contoh :
- penisilin, sefalosporin
- sikloserin, vankomisin, basitrasin
b. Antibiotika yg bekerja langsung thd membran sel,
mempengaruhi permeabilitas shg menimbulkan kebocoran dan
menghilangkan senyawa intraseluler
Contoh :
- polimiksin, kolistimetat
- nistatin, amfoterisin B, antifungi polien
3.Berdasarkan Mekanisme Kerja (2)
c. Antibiotika yg mengganggu fungsi ribosom bakteri.
Menyebabkan inhibisi/penghambatan sintesis protein. Contoh :
- kloramfenikol, tetrasiklin
- eritromisin, linkomisin, klindamisin
d. Antibiotika yg mengganggu pembentukkan asam-asam inti
(DNA dan RNA). Contoh : rifampisin, aminoglikosida
e. Antagonisme saingan, yaitu menyaingi zat-zat yg penting
untuk metabolisme bakteri hingga pertukaran zatnya terhenti.
Contoh :
- Sulfonamid, trimetropim
- INH
ANTIBIOTIKA PENGHAMBAT SINTESIS
DINDING SEL BAKTERI
ANTIBIOTIKA β - LAKTAM

PENISILIN : Penisilin G, Amoksisilin, Ampisilin


SEFALOSPORIN
• Generasi pertama : Cefadroksil, Cefazolin dll
• Generasi kedua : Cefuroksim, cefamandol dll
• Generasi ketiga : Cefiksim, Ceftriakson, cefotaksim dll
• Generasi keempat : Cefepim, Cefirom
KARBAPENEM : Imipenem
MONOBAKTAM : Aztreonam

ANTIBIOTIKA LAIN
• Vankomisin
Generasi Antibiotik Sefalosporin

Sefalosporin

Generasi I Generasi II Generasi III Generasi IV

Cefadroxil Cefaclor Cefdinir


Cefamandole Cefditoren Cefepim
Cefazolin
Cefalexin Cefotetan Cefixime
Cefradin Cefoxitin Cefoperazon
Cefprozil Cefotaxim
Cefuroxim Cefpodoxim
Cefonocid Ceftazidim
Ceforanid Ceftibuten
Ceftizoxim
Ceftiaxon
ANTIBIOTIKA PENGHAMBAT
SINTESIS PROTEIN BAKTERI

TETRASIKLIN KLINDAMISIN
• Tetrasiklin • Klindamisin
• Doksisiklin • Linkomisin
• dll

AMINOGLIKOSIDA
• Gentamisin KLORAMFENIKOL
• Streptomisin • Kloramfenikol
• Dll MAKROLIDA • Tiamfenikol
• Azitromisin
• Eritromisin
ANTIBIOTIKA PENGHAMBAT
SINTESIS ASAM NUKLEAT

KUINOLON
• Ciprofloksasin
• Levoflokasin
• dll
KI : kehamilan/ menyusui
Anak < 15 thn
RIFAMPISIN
Aktivitas : M. Tuberculosis
M. Leprae
Bbrp Gram (+) dan (-)
4. Penggolongan Berdasarkan
Sasaran Kerja/Luas Spektrum
A. Zat dgn Aktivitas sempit (“narrow spektrum”) terutama aktif utk
beberapa jenis bakteri saja. Contoh :
1) yg hanya aktif utk bakteri Gram positif :
- penisilin G dan V
- eritromisin
- kanamisin
- klindamisin
2) yg hanya aktif thd bakteri Gram negatif :
- streptomisin
- polimiksin B
- gentamisin
B. Zat dgn aktivitas luas (‘broad spektrum”)
yaitu antibiotik yg berkhasiat thd bakteri Gram positif dan Gram negatif, contoh :
- sulfonamid
- ampisilin
- sefalosforin
- Kloramfenikol
- tetrasiklin
-rifampisin
KEMOTERAPEUTIKA
 Adalah cara pengobatan penyakit infeksi yg diakibatkan
parasit dgn obat kimia, dengan maksud parasit tersebut
dimusnahkan/dikeluarkan dari tubuh tanpa merusak
jaringan tubuh.
yang termasuk parasit adalah :
- bakteri
- fungi/jamur
- cacing
- virus
- protozoa
Penggunaan & pilihan Antibiotik
1 Dosis
Dosis dipilih yg sedemikian tinggi, shg konsentrasi obat di
tempat infeksi melampaui MIC (“minimum inhibition
concentration”). Efek terapi tdk ditentukan oleh kadar obat
dlm darah, melainkan kadar obat dlm jaringan yg terinfeksi
(fusi, ikatan protein, ekskresi)
2. Frekuensi Pentakaran
Tergantung dari waktu paruh (t1/2) obat
- Obat dg t1/2 pendek, hrs diberikan sering
- Obat dg t1/2 panjang, cukup diberikan 1x sehari
3. Lamanya terapi
Harus cukup panjang agar dapat menghindarkan kambuhnya
penyakit. Waktu terapi : 3-4 hari
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA
• PENGOBATAN INFEKSI
• PROFILAKSIS BEDAH
• PROFILAKSIS NON BEDAH

STATUS PASIEN:
1.SISTEM IMUN
2.GANGGUAN FUNGSI GINJAL
3.GANGGUAN FUNGSI HATI
4.PERFUSI YANG BURUK
5.KEHAMILAN
6.LAKTASI
7.UMUR
REAKSI OBAT MERUGIKAN
PEMBERIAN ANTIBIOTIKA
1. ALERGI ATAU HIPERSENSITIFITAS
 Bisa ringan atau berat
 ROM ringan : ruam kulit, pruritis, dan biduran.
 ROM berat : syok anafilaktik, (kolaps vascular, edema laring,
bronkospasme, henti jantung)
2. SUPERINFEKSI
 Infeksi sekunder yang terjadi jika flora normal dari tubuh terganggu selama
terapi antibiotika
 Terjadi di mulut, saluran pernapasan, usus halus, traktus genitourinarius,
dan kulit.
 Sering terjadi pada pemakaian antibiotika berspektrum luas.

3. KERUSAKAN ORGAN
 Hati dan ginjal
1. PADA INFEKSI CAMPURAN YANG TIDAK DAPAT
DITANGGULANGI OLEH SATU ANTIBIOTIK
2. PADA INFEKSI YANG MEMBAHAYAKAN JIWA DAN
PEMBUKTIAN PENYEBABNYA TIDAK DAPAT
DIKETAHUI SEGERA
3. UNTUK MEMPERLAMBAT TERJADINYA RESISTENSI
4. DIBERIKAN DALAM DOSIS PENUH
5. MEMPUNYAI MEKANISME KERJA YANG BERBEDA DAN
TIDAK MENUNJUKKAN ADANYA RESISTENSI SILANG.
INFORMASI YANG DIBERIKAN

PASIEN
 Penggunaan yang benar

 Efek samping

PERAWAT
 Dosis

 Sediaan

 Cara pemberian

 Efek samping