Anda di halaman 1dari 8

Pengertian Titrasi Serimetri

Serimetri atau titrasi serimetrik, adalah metode analisis kimia secara


volumetri / titrasi reduksi dan oksidasi (redoks) di mana Fe2+ dan
1,10-fenantrolin membentuk senyawa kompleks ferroin dititrasi
dengan larutan standar sampai berubah warna. Perubahan warna
ferroin bersifat reversible dalam bentuk yang teroksidasi pada titrasi
dengan larutan Ce4+.

Pada lingkungan asam, cerium (IV) merupakan salah satu dari


pengoksidasi kuat dan kemampuan oksidasi nya setara dengan timbal
(IV) oksida atau garam-garam mangan (III).

Larutan baku primer yang dipakai dalam titrasi serimetri


adalah FeSO4
Prinsip Titrasi Serimetri
1. Pengurangan Ce+4 + e = Ce+3 sama dengan berat molekul
2. Dengan kalium permanganat, sejumlah perantara oksidasi
stabil dapat dibentuk tergantung keadaan percobaan.
3. Cerium (IV) sulfat dapat digunakan sebagai pengoksidasi
titran.
4. Larutan Cerium (IV) pada konsentrasi yang biasa digunakan
dari 0,1 M tidak terlalu berwarna tinggi sehingga tidak ada
masalah saat membaca pada buret.
5. Pasangan Ce+4 atau Ce+3 memiliki potensi yang sangat positif
pada reduksi standar.
Larutan Standar Titrasi Serimetri
Ammonium hexanitratocerate (IV) yang telah memenuhi standar dan dapat
digunakan untuk pembuatan larutan standar untuk serium.

Arsenik (III) oksida/As2O3,adalah reagen yg lebih disarankan untuk larutan


standarisasi cerium (IV) menurut Basset karena reaksinya sangat lambat pada
suasana temperatur tertentu,dan harus dikatalisis terlebih dahulu dengan penambahan
osmium tetraoksida/OsO4, disarankan iodin monoklorida, Ruthenium tetroksida
karena minim efek racun.
Titik Akhir dan redoks indikator Titrasi
Serimetri
•Titik akhir titrasi dengan larutan cerium(IV) dapat dideteksi secara visual (tanpa
atau dengan menggunakan indikator redoks) atau secara potensiometri. warna
kuning-oranye larutan cerium (IV) sering tidak cukup kuat untuk bertindak
sebagai indikator maka dari itu digunakanlah Ferroin sebagai indikator dari titrasi
serimetri.
• Ferroin adalah indikator redoks yang sangat baik memiliki warna merah tua.
Karena reaksi yang cepat dan reversibel perubahan warna sangatlah terasa, dan
karena larutan ferroin mudah untuk dipersiapkan dan stabil hingga 60oC.
• Selain itu dapat digunakan nitroferroin yang lebih stabil daripada ferroin. Namun
tidak sangat berguna untuk oksidasi dengan cerium (IV) sulfat dalam larutan asam
sulfat, karena kelebihan signifikan titran yang diperlukan untuk mengoksidasi
indikator.

Reaksi yang terjadi pada titrasi Serimetri adalah


Ce+4 + Fe+2 Ce+3 + Fe+3
Penerapan serimetri
Aplikasi analisis serimetri yang masih digunakan dalam penentuan hidrogen dengan titrasi
dengan larutan 0,1 M cerium (IV) sulfat dengan indikator ferroin dan titik akhir titrasi nya
larutan berwarna biru pucat, Reaksi :

2Ce 4 + + H 2 O 2 → 2Ce 3+ + O 2 + 2H +

Cerium (IV) mengoksidasi sebagian besar senyawa organik menjadi karbon dioksida dan
air, meskipun oksidasi kadang-kadang berhenti pada tahap menengah.

Senyawa-senyawa organik dapat dititrasi dalam larutan asam berair, meskipun etanol atau
asam asetat dapat ditambahkan untuk melarutkan.Acetonitrile juga telah digunakan sebagai
pelarut untuk titrasi dengan cerium (IV).Maleat, ftalat, benzoate, fumarat dan asam salisilat
teroksidasi sempurna menjadi karbon dioksida dan air dengan cerium (IV) sulfat, sehingga
asam-asam ini bisa dititrasi dengan cerium (IV) sulfat
kesimpulan
Titrasi oksidasi reduksi (redoks) merupakan salah satu jenis titrasi dimana titrasi
berlangsung antara suatu oksidator pada buret sebagai penitrasi dan reduktor pada
erlenmeyer atau sebaliknya. Pada reaksi oksidasi reduksi akan terjadi aliran elektron
dari suatu reduktor ke suatu oksidator.

Pembuatan serium dengan menggunakan beberapa larutan standar Ammonium


Hexanitratocerat(IV), Ammonium Serium (IV) Sulfat, Cerium(IV) sulfat,
Cerium(IV) hidrogen sulfat, Cerium(IV) Hidroksida

Dan aplikasi analisis serimetri yang masih digunakan dalam penentuan hidrogen
dengan titrasi dengan larutan 0,1 M cerium (IV) sulfat dengan indikator
ferroin dan titik akhir titrasi nya larutan berwarna biru pucat.
Reaksi :
2Ce 4 + + H 2 O 2 → 2Ce 3+ + O 2 + 2H +