Anda di halaman 1dari 24

DISLOKASI BAHU POSTERIOR

SINISTRA

OLEH : dr. Dwi Prasetyo Irawanto


 NAMA PASIEN :TN. A
 UMUR : 29 TAHUN
 NO RM :08 56 02
 JENIS KELAMIN : LAKI LAKI
 AGAMA : ISLAM
 ALAMAT : JLN. A. YANI LR
ILMIAH NO 18 KENDARI
 NO TELEPON : 081341866916
 TANGGAL MRS :2/1/2019
◦ NYERI DI BAHU KIRI

ANAMESIS TERPIMPIN
◦ Pasien baru masuk dengan keluhan nyeri di bahu
kiri dialami sejak 2 jam SMRS. Nyeri di bahu dialami
setelah pasien mengalami jatuh dari motor dimana
bahu kiri membentur aspal dan masuk di bawah
mobil truk, nyeri dirasakan apabila bahu pasien di
gerakkan, udem (-) nyeri tekan (+) . mual (-)
muntah (-)
◦ Riwayat DM di sangkal
◦ Riwayat HT di sangkal
◦ Riwayat Alergi di sangkal
◦ Riwayat batuk lama di sangkal
 Keadaan umum: sakit sedang/gizi baik/sadar
 Tanda vital:
◦ Tekanan darah : 120/80 mmHg
◦ Nadi :98x/menit
◦ Respirasi : 26x/menit
◦ Suhu Axial:36,6 oC
 Inspeksi :
◦ Bahu: deformitas shoulder sinistra (+), abnormalitas
gerakan bahu kiri (+),ROM bahu kiri terbatas, jejas (+)
 Palpasi :
◦ Bahu : Nyeri tekan shoulder sinistra (+) krepitasi
shoulder sinistra (+)
 Perkusi :
◦ Thoraks : sonor pada seluruh lapangan paru , pekak
pada jantung (+)
 Auskultasi :
◦ Thoraks : bunyi pernapasan : vesikuler , ronki (-/-),
wheezing (-/-), Bunyi jantung I/II murni reguler
 LABORATORIUM:
◦ Tidak di lakukan
Kesan :
Dislokasi bahu
Posterior sinistra
 DISLOKASI BAHU POSTERIOR SINISTRA
 Di igd pasien di berikan :
◦ IFVD Ringer laktat 28 tpm
◦ Injeksi ketorolac amp/8jam/intravena
◦ Injeksi ranitidin amp/12jam/intravena
 Konsul dokter Sp.OT
◦ Hasil konsultasi : Pada kasus ini adalah dilakukan
closed reduction
Tanggal Subject Object Assessment planning

2/1/2019 Pasien masuk dengan KU: sakit sedang/gizi DISLOKASI SHOULDER -IVFD Ringer laktat 28 tpm
Jam 18:10 keluhan nyeri di bahu kiri baik/gcs 15 POSTERIOR SINISTRA - inj ranitidine 1 amp
setelah jatuh dari motor TD: 120/80 mmHg /12jam/intravena
dan masuk di bawah HR : 98x/mnt -inj ketorolac 1
mobil truk , RR: 26x/mnt amp/8jam/intravena
Nyeri (+) sulit di gerakkan TEMP:36,8 -Konsul dr. Rustam. Sp.OT
(+), mual muntah (-) PEMFIS SHOULDER :
INSPEKSI: deformitas
shoulder sinistra (+),
abnormalitas gerakan
bahu kiri (+),ROM bahu
kiri terbatas, udema (+)
hematoma (+)
PALPASI : Nyeri tekan
shoulder sinistra (+)
krepitasi shoulder sinistra
(+)
2/1/2019 Nyeri bahu kiri KU:baik/sadar PSOTERIOR DISLOCATION -RENCANA CLOSED
PEMFIS SHOULDER : LEFT SHOULDER REDUCTION UNDER
INSPEKSI: deformitas NARCOSE CITO
shoulder sinistra (+), -PERSIAPAN OPERASI
abnormalitas gerakan 1.informed consent
bahu kiri (+),ROM bahu 2.konsul Anastesi
kiri terbatas, udema (+) 3.Lapor OK
hematoma (+)
PALPASI : Nyeri tekan
shoulder sinistra (+)
krepitasi shoulder sinistra
(+)
3/1/2019 Nyeri bahu kiri (+) KU: baik /sadar POST CLOSED REDUCTION IVFD ringer laktat 28 tpm
berkurang TD: 120/80mmHg EC POSTERIOR SHOULDER Inj ketorolac
HR: 84x/mnt DISLOCATION SINISTRA amp/8jam/intravena
RR : 20x/mnt Inj ranitidine
TEMP: 36,4 amp/12jam/intravena
Inj dexamethason
amp/8jam/intravena
Rencana Pulang Besok tgl
4/1/2019
4/1/2019 Nyeri bahu (+) berkurang KU:baik /sadar POST CLOSED REDUCTION -Boleh pulang
TD: 120/80 mmHg EC POSTERIOR -AFF infuse
HR : 88x/mnt DISLOCATIO SINISTRA -OBAT PULANG
RR:20x/mnt 1.Cefadroxil 2x500mg
TEMP: 36,5 2.Ranitidin 2x1 tab
ROM: terbatas karena 3.meloxicam 2x1tab
nyeri
PEMBAHASAN
 Cavitas glenoidalis:
berbentuk cekung
yang berdiameter
pendek hanya
mencakup 1/3
bagian dan Humerad
head ukurannya agak
besar sehingga
menyebabkan
keaadaan tidak
stabil.
 Dislokasi adalah suatu keadaan dimana caput
humerus keluar batas dari fossa glonoid
 1. cedera olahraga
 2. trauma yang tidak berhubungan dengan
olahraga => benturan keras pada sendi saat
kecelakaan biasanya menyebabkan dislokasi
 3. terjatuh
 Dislokasi posterior (2 %)
Mekanisme trauma
 Biasanya akibat trauma lansung pada sendi bahu
dalam keadaan rotasi interna.
Gambaran klinis
 Di temukan ada nyeri tekan serta
benjolan di belakang sendi
 Foto polos shoulder
 Ct – scan
 MRI dan megnetic resonance arthrografi
 Dilakukan reduksi dengan menarik lengan
ke depan secara hati-hati dan rotasi
eksterna, serta dilakukan imobilisasi selama
3-6 minggu
 Dislokasi tak terinduksi
 Dislokasi rekuren atau subluksasio
 Kesimpulan : salah satu kelainan di bidang
ortopedi yang paling sering yang di sebabkan
oleh trauma, dan pemeriksaan radiologis sangat
menentukan tipe dislokasi dapat membantu tipe
dislokasi
 Saran : kurangnya pengetahuan masyarakat di
bidang ortopedi menyebabkan kesalahan dalam
tatalaksanan dislokasi bahu, masyarakat
cenderung ke tukang urut atau dukun ahli tulang
,maka kami sebagai dokter umum mari kita
bersama-sama memberikan edukasi ke pasien
tentang perlunya konsultasi ke dokter ortopedi
untuk tatalaksana lebih lanjut.