Anda di halaman 1dari 29

TUTORIAL

KLINIK
FOCUS CASE :
ODONTEKTOMI
GIGI 48
PRESENTED BY :
R I F A N DY H A N I F AT U N N I S A

PRECEPTOR:
D R G . YAY U N S I T I R . , S P. B M
Identitas Pasien
Nama : Nn. Y
No. RM : 23xxx
Umur : 15 th
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Semarang
PROBLEM
• Keluhan Utama :
Pasien datang dengan keluhan gigi bekang kanan bawah sakit

• Hasil Anamnesa :
pasien perempuan usia 15th datang dengankeluhan gigi paling ujung
belakang kanan rahang bawah sakit. Pasien merasa tidak nyaman
ketika makan dan gosok gigi. Selain itu ketika makan, sisa maknan
sering terselip ke daerah tersebut dan pasien merasa kesulitan untuk
membersihkannya. Pasien menghendaki giginya tersebut dicabut.
Pasien menyangkal mempunyai riwayat sistemik dan alergi.
PEMERIKSAAN FISIK

• Keadaan umum : Baik


• Tekanan darah : 110/90 mm/hg
• Nadi : 80 X/menit
• Berat badan : 65 Kg
• Respiration rate : 19 X/menit
• Temperatur : tdl
• Tinggi badan : 160 cm
RIWAYAT PENYAKIT
SISTEMIK
Diabetes melitus : d.t.a.k
Hipertensi : d.t.a.k
Gastrointestinal : d.t.a.k
Paru-paru : d.t.a.k
Alergi : d.t.a.k
dll. : d.t.a.k
PEMERIKSAAN REGIO
MAXILLOFACIAL
Pemeriksaan Ekstra Oral
Inspeksi : Tidak ada kelainan
Palpasi : Tidak ada kelainan

Pemeriksaan Intra Oral


48 : gigi impaksi
Sondasi : -
Perkusi : -
Palpasi : -
Vitalitas : +
Mobilitas : 0
GAMBARAN KLINIS
GAMBARAN RADIOLOGIS
Gigi 48 Impaksi kelas 1A, mesio angular
DON’T KNOW

• Klasifikasi gigi Impaksi M3 Mandibula


• Indikasi dan kontraindikasi pencabutan gigi impaksi
• Prinsip – prinsip Odontektomi
• Instruksi Post-Operative Odontektomi
KLASIFIKASI BERDASARKAN
KEDALAMN GIGI M3
INDIKASI PENCABUTAN GIGI
IMPAKSI
• Pencegahan perkembangan penyakit periodontal
• Pencegahan karies
• Pencegahan pericoronitis
• Pencegahan resorbsi akar gigi yang berdekatan
• Pencegahan terjadinya nyeri dan ulserasi
• Untuk pencehagan fraktur mandibula
• Untuk perawatan orthodonsia
KONTRAINDIKASI
• Tidak Ada Keluhan
• Kemungkinan Menyebabkan Gigi Terdekat Rusak Atau Struktur
Penting Lainnya
• Kondisi Fisik Atau Mental Terganggu
• Penderita Usia Lanjut.
PRINSIP ODONTEKTOMI :
Ada 5 teknik dasar :

1. Mendapatkan exposure yang cukup ke area gigi impaksi  ini berarti


pengangkatan flap jaringan lunak harus memberikan dimensi
yang cukup bagi operator untuk melakukan pembedahan yang perlu.

2. Mendapatkan akses yang diperlukan untuk pembuangan tulang agar gigi terlihat
untuk dilakukan pemotongan atau pengangkatan.

3. Membelah/ membagi gigi dengan bur atau chisel (pisau


bedah) agar ekstraksi gigi dapat dilakukan tanpa pembuangan tulang berlebihan.

4. Mengangkat potongan gigi dari prosesus alveolar dengan elevator.

5. Pembersihan dengan irigasi dan pembersihan mekanis dengan kurettase


dan ditutup dengan interrupted suture.
MACAM-MACAM FLAP

• Triangular  terdiri dari satu insisi horizontal (sepanjang sulkus


gingiva) dan insisi vertikal (samping interdental papil hingga ke arah
mukobukal fold).
• Trapezium  terdiri dari 3 insisi berupa satu insisi horizontal
(sepanjang sulcus gingiva) dan 2 insisi vertikal.
• Envelope  insisi horizontal sepanjang sulkus gingiva (margin gingiva)
• Semilunar  untuk pengambilan sisa akar yang kecil, apikoektomi,
kista kecil.
Flap Triangular
Flap Envelope

Flap trapezium Flap Semilunar


TEKNIK PROSEDUR
ODONTEKTOMI
• Persiapan armamentarium
• Asepsis
 Operator
cuci tangan dengan cairan desinfektan
menggunakan perlengkapan bedah dengan tepat
(gaun, handscon, masker, topi menutupi rambut, sandal yang bersih)
 pasien
Extra oral menggunakan alkohol 70%.
Intra oral menggunakan povidone iodine
pemakaian
• Anestesi
Anestesi lokal : Mandibular blok + infiltrasi N. Bucalis
- PEMBUATAN FLAP TRIANGULAR INSISI FLAP
DENGAN BLADE NO.15
• Retraksi gingiva dengan resparatorium
PENGURANGAN
TULANG

Tulang pada sisi bukal dan distal dibuang agar mahkota gigi
dan batas servikalnya terlihat, pengambilan tulang dilakukan
dengan bur disertai irigasi salin.
PENGAMBILAN GIGI
Setelah tulang
dibersihkan,, insersikan
elevator kecil pada titik
ungkit di aspek mesial
gigi molar tiga, dan gigi
dikeluarkan
menggunakan gerakan
putar dan ungkit
TAHAP
SELANJUTNYA
• Menghaluskan tulang-tulang yang tajam dengan bone file
• curretage untuk membersihkan serpihan tulang
• irigasi dengan salin untuk menghilangkan serbuk gigi dan tulang sisa
pengeboran.
• Penutupan luka dengan cara mengembalikan mukosa bekas flap dan
dijahit kemudian diberi tampon
POST – OPERATIVE ODONTEKTOMI
INSTRUKSI POST – OPERATIVE
• Gigit tampon selama 1 jam
• Minum obat yang telah diresepkan
• Perdarahan ringan biasa terjadi 24 jam pertama  paling
baik dikontrol dengan penekanan dengan kasa
• Pembengkakan 3-4 hari merupakan reaksi normal dari
tubuh untuk penyembuhan
• Hindari makan makanan keras dan makan satu sisi dahulu
• Jangan menghisap-isap daerah luka
• Hindari makan minum panas dan pedas
• Istirahat cukup
INSTRUKSI KONTROL

• Kontrol I : 1 hari pasca pencabutan


KU pasien, cek tanda peradangan, perdarahan,
febris, intruksi obat, jika ada ulkus diobati, jangan
diirigasi karena blood clot belum kuat
• Kontrol II : 3 hari pasca pencabutan
• diirigasi dengan salin
• Kontrol III : 7 hari pasca pencabutan
• Irigasi dan Lepas jahitan
PEMBERIAN OBAT
a. Antibiotik
R/ Amoksisilin tabs.500mg No. XV
s.3.d.d.tab.I.
b. Analgesik
R/ Asam mefenamat tabs.500 mg No.X
s.3.d.d.tab.I.prn
PROBLEM SOLVING

• Decision Making :

Impaksi kelas 1A, mesio angular pada gigi 48

• Treatment Planning :
Odontektomi gigi 48
TERIMA KASIH 