Anda di halaman 1dari 12

KOMPOSTER

KELEBIHAN KOMPOS
KELEBIHAN KOMPOS Mengurangi volume
sampah yang ditimbun di TPA Menghemat
biaya transportasi sampah Meningkatkan nilai
jual Biaya bahan baku sekitar Rp 500,00/kg
Harga jual kompos sekitar Rp 1.500,00/kg
(www.pikiran-rakyat.com). Memperbaiki
struktur tanah dan kapasitas penyerapan air
Meningkatkan kualitas hasil panen
Menyambungkan rantai makanan
PENGOMPOSAN
1. PENGOMPOSAN (1) :
PROSES PENGOMPOSAN (1) Penyortiran memisahkan
sampah anorganik (plastik, kertas) dengan sampah organik
(sayuran, dedaunan, buah). Pencacahan mempercepat
proses kerja mikrobamemperkecil ukuran sampah(0.5 - 2
cm) Pencampuran pencampuran dengan bioaktivator
2. PROSES PENGOMPOSAN (2) :
PROSES PENGOMPOSAN (2) Inkubasi Masa inkubasi rata-
rata 12 hari Penggilingan menggunakan alat penggiling
Pengemasan Kompos sampah organik yang telah
dihaluskan selanjutnya dikemas dalam karung
SISTEM
Rasio C/N 30: 1 sampai 40:1.Rasio C/N yang
efektif Apabila rasio C/N terlalu tinggi,
mikroba akan kekurangan N untuk sintesis
protein sehingga dekomposisi berjalan lambat.
Ukuran Partikel dekomposisiBerpengaruh
pada luas kontak dan aerasi. Ukuran kecil
akan berjalan lebih cepat. Bila ukuran terlalu
kecil, aerasi kurang.
PROSES PEROMBAKAN FERMENTASI
ORGANISME TANAH TERJADI DARI BAWAH
MERAMBAT KE ATAS MENGEJAR BAHN BAKU
YANG BARU JATUH, DI IKUTI TERBENTUKNYA
HUMUS DARI BAWAH KE ATAS PULA.
HASILKOMPOS : C/N=12-15
FAKTOR-FAKTOR PENGOMPOSAN : Aerasi
Pengomposan akan cepat bila cukup oksigen
(aerob). Dipengaruhi oleh porositas dan
kandungan air bahan(kelembaban). Aerasi dapat
ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau
mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos.
Porositas Porositas adalah ruang diantara partikel
di dalam tumpukan kompos. Bila porositas
kurang, pengomposan akan terganggu.
FAKTOR-FAKTOR PENGOMPOSAN : Kelembaban
Penting dalam proses metabolisme mikroba.
Kelembaban optimum: 40 - 60 % < aktivitas
mikroba turun 40% > porositas turun,
timbul bau tidak sedap60% Temperatur
dekomposisi cepatT meningkat Optimum: 30
– 60oC. > sebagian mikroba mati60oC <
dekomp dekomposisi lambat30oC
SPESIFIKASI KOMPOS Sumber:
Tjokroadikoesoemo, 1993
• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (1) :
• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (1) Windrow
Composting Sesuai untuk pengomposan skala
yang besar. Lama pengomposan : 3 - 6 bulan
• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (2) :
• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (2) Aerated Static Pile Diberi
aerasi dengan blower mekanik. Tumpukan kompos ditutup
dengan terpal plastik. Mempersingkat waktu : 3 – 5 minggu.

• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (3) :


• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (3) Aerated Compost Bins
Aerasi dengan blower/pompa udara. Seringkali
ditambahkan cacing (vermikompos). Lama pengomposan : 2
– 3 minggu Kompos akan matang dalam waktu 2 bulan.
• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (4) :
• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (4) Rotary Drum Composter
Bahan mentah dihaluskan dan dicampur sebelum
dimasukkan ke dalam drum. Drum berputar untuk
mengaduk dan memberi aerasi pada kompos.

• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (5) :


• TEKNOLOGI PENGOMPOSAN (5) Box/Tunnel Composting
System Bak pengomposan dibagi menjadi dua zona, Zona
pertama: pengadukan mekanik dan aerasi Zona kedua :
pematangan kompos.
• KOMPOSTER SKALA RUMAH TANGGA :
• KOMPOSTER SKALA RUMAH TANGGA Di
Indonesia, dengan curah hujan yang tinggi,
komposter sistem tertutup lebih cocok
Komposter rumah tangga cocok untuk rumah
yang memiliki cukup ruang Contoh komposter
dari drum plastik Pipa digunakan untuk
mengalirkan cairan hasil pengomposan
• HASIL PENGOMPOSAN :
• HASIL PENGOMPOSAN Pertanian organik
sedang menjadi trend Kompos dapat dikemas
untuk dijual ke petani bunga dan sayuran
sebagai pupuk organik
• HASIL ; KOMPOS BERWARNA HITAM, REMAH
DAN BERBAU SEGAR.