Anda di halaman 1dari 12

PROSES MEMBACA

(KELOMPOK 1)
DISUSUN OLEH:
1. ANNISA ELVIRA (2181111030)
2. FEBRINA AZURA (2181111029)
3. LISA KIRANTI (2181111007)
KELAS A PRODI PEND. BAHASA & SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
OKTOBER 2018
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Membaca adalah suatu proses yang merupakan rangkaian tindakan atau
kegiatan yang menghasilkan produk atau hasil. Dalam membaca itu sendiri
kita mengalami proses membaca yang bertahap. Kemampuan membaca
seorang anak dan orang dewasa itu berbeda. Karena apa? Karena adanya
proses membaca yang harus dilewati. Faktornya juga meibatkan IQ
(inteligensi), minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan membaca, dsb. Faktor
eksternal bisa dalam bentuk saran membaca, teks bacaan, faktor lingkungan,
atau faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca.
Sebagai contoh, mengapa dalam proses membaca melibatkan faktor
IQ? Karena membaca hakikatnya adalah proses berpikir. Seorang ahli bernama
Edward L. Thorndike berkata bahwa “reading as thinking dan reading as
reasoning”. Artinya proses mebaca itu sebenarnya proses seorang bernalar
dan berpikir. Dalam proses membaca tentu saja melibatkan aspek-aspek, salah
santu contohnya yaitu memahami.
B. TUJUAN
Untuk mengetahui lebih jelas tentang proses membaca dan penjelasannya.

C. MANFAAT
Menambah wawasan bagi yang membaca dan meyimak hasil presentasi kami tentang
proses membaca.
PENJELASAN

A. PENGERTIAN PROSES MEMBACA


Menurut Dalman (2013:92) proses membaca merupakan
kegiatan membaca yang bertujuan untuk memperoleh
Menurut Anderson (1972:209) Membaca sebagai proses
informasi yang kita butuhkan. Dalam hal ini proses
kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lamban-
membaca dapat dikatakan sebagai proses mendapat
lambang bahasa tulis atau reading is recording and
informasi atau pesan yang disampaikan oleh penulis
decoding process.
dengan cara memahami lambang/tanda/tulisan yang
bermakna.

Menurut Goodman (1967:127) Membaca dapat kita


definisikan sebagai kegiatan memti makna atau pengertian
Menurut Finnochiarno Bonomo (197:119) Membaca sebagai
bukan hanya dari deretan kata yang tersurat saja (reading
proses memetik serta memhami arti atau makna yang
the lines), melainkan juga makna yang terdapat di antara
terkandung dalam bahasa tulis (reading is bringing
baris (reading between the lines), bahkan juga makna
meaning to and getting meaning from printed or witten)
yang terdapat dibalik deretan baris tersebut (reading
beyond the lines).
Jadi proses membaca adalah suatu rangkaian kegiatan yang dimulai dari menatap bacaan
sampai mengolah informasi dalam otak
B. PROSES MEMBACA

Membaca sebagai suatu proses psikologis


1
Membaca sebagai suatu proses sensorik
2
Membaca sebagai proses perseptual
3
Membaca sebagai proses perkembangan keterampilan 4
1. Membaca sebagai suatu proses psikologis
Yaitu kesiapan dan kemampuan membaca seseorang
dipengaruhi serta berkaitan erat dengan faktor-faktor yang bersifat
psikis seperti motivasi, minat, latar belakang, sosial ekonomi, serta
tingkat pengembangan dirinya, seperti intelegensi dan usia mental

Faktornya bisa berasal dari eksternal maupun internal


2. Membaca sebagai suatu proses sensoris
Artinya proses membaca seseorang dimulai dari melihat (bagi
orang normal) dan meraba (bagi yang tuna netra). Stimulus masuk
melalui indra penglihatan dan pendengaran pada tingkat anak-anak
menunjukkan kemampuan yang secara umum disebut membaca.
Dari proses sensoris ini maka menghasilkan proses preseptual
seorang pembaca. Semakin baik stimulus seseorang untuk membaca,
maka semakin baik pula proses presptualnya sehingga ia mampu
memahami isi bacaan dengan baik.
3. Membaca sebagai suatu proses perseptual
Proses ini sangat berkaitan dengan proses sensoris. Artinya proses
ini mengandung stimulus sosial makna dan interpetasi berdasarkan
pengalaman tentang stimulus serta respon yang menghubungkan makna
dengan stimulus atau lambang. Vernon memberikan penjelasan proses
perseptual dalam membaca itu terdiri dari 4 bagian, yaitu:
• Kesadaran akan ransangan visual
• Kesadaran akan persamaan pokok untuk mengadakan klasifikasi umum
kata-kata
• Klasifikasi lambang-lambang untuk kata-kata yang ada di dalam kelas
yang umum
• Identifikasi kata-kata yang dilakukan dengan jalan menyebutnya.
4. Membaca sebagai suatu proses perkembangan keterampilan
Membaca sebagai proses perkembangan keterampilan yaitu
pembaca menerapkan seperangkat keterampilan yang memiliki
sifat objektif, berlanjut, dan dapat digeneralisasikan setelah
membaca. Proses perkembangan keterampilan mempunyai tiga
sifat, yaitu keterampilan bersifat berlanjut, objektif, dan dapat
digeneralisasikan.
CURAH PENDAPAT

Menurut kalian jika ada seorang yang mengalami kebutaan sejak lahir, apakah dirinya
mampu melewati proses membaca dengan benar?

Bisakah kalian uraikan bagaimana proses membaca dari kecil sampai dewasa?
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Proses membaca adalah kegiatan membaca yang bertujuan untuk
memperoleh informasi yang kita butuhkan. Proses membaca sendiri terbagi
menjadi membaca sebagai suatu proses psikologis, membaca sebagai suatu proses
sensorik, membaca sebagai suatu proses perseptual, dan membaca sebagai suatu
proses perkembangan keterampilan. Dalam proses membaca banyak sekali faktor
penunjang keberhasilan seseorang agar mampu menerima informasi dengan baik,
contohnya yaitu jenis kelamin, tingkat sosial ekonomi, bahasa, ras, kepribadian,
sikap, dan pertumbuhan fisik, serta IQ.

B. SARAN
Semoga dalam penjelasan kami, para pembaca dapat mengerti dan
merealisasikan proses membaca.