Anda di halaman 1dari 20

MORNING REPORT

COMBUSTIO gr II

Ivo Afiani, S.Ked

Pembimbing: dr. Ranti Waluyan


Identitas pasien
• Nama : Tn. F
• Tanggal Lahir : 01/04/1967
• Umur : 51 th
• Jenis Kelamin : Laki-Laki
• Alamat : DSN Serdang 003/001, Pemangkat
• Pekerjaan : Petani
• Status Pembiayaan : BPJS Jamkesmas
Kasus
• Pasien datang dengan keluhan nyeri, dan terdapat luka bakar pada daerah pantat
dan paha bagian belakang sejak 2 hari SMRS.
Primary Survey
• Airway:
Obstruction (-)
Snoring (-)
Gurgling (-)
Stridor (-)
Choking (-)
…Primary Survey
• Breathing:
Respiratory :
Spontan (+)
RR : 20x/menit
Deviasi trachea (-)
Thorax : SNV (+/+), wh (-/-), rh (-/-)
SpO₂ : 99%
…Primary Survey
• Circulation:
Akral hangat
CRT <2”
HR: kuat angkat, 84x/menit
TD : 130/90 mmHg
…Primary Survey
• Disability:
• GCS : M6V5E4
• Pupil : isokor, diameter OD/OS: 3mm/3mm, RCL (+/+), RCTL (+/+)
• GDS : 181 g/dL
…Primary Survey
• Exposure:
• Temp : 36,8°C
Secondary Surver
• Keluhan utama : Pasien datang dengan keluhan nyeri, dan terdapat luka bakar pada
daerah pantat dan paha bagian belakang sejak 2 hari SMRS.

• A (Alergy) : tidak ada

• M (Medication) : tidak ada

• P (Past Medical History) : Hipertensi (-), DM (-)

• L (Last Oral Intake) : 4 jam yang lalu


…Secondary Surver
• E (Event) :
Pasien datang ke IGD RSUD RSAA pada hari kamis, 14 februari 2019 pukul 14.35 dengan
keluhan nyeri dan terdapat luka bakar pada bagian pantat dan paha belakang sejak
±2 hari SMRS. Pada awalnya, 4 hari SMRS pasien mengaku tidak sengaja menduduki
herbisida (racun rumput). Setelah itu, pasien mengaku timbul kemerahan pada kulit di
bagian pantat dan paha belakangnya. Keluhan nyeri pada saat itu disangkal pasien,
gelembung air (-). Pasien pada saat itu masih dapat beraktivitas seperti biasa. Pasien
mengaku memberi bagian yang kemerahan dengan obat kampung, tetapi keluhan
tidak membaik. Semakin lama, menurut pasien muncul gelembung beirisi air jernih
sekitar 2 hari SMRS. Gelembung tersebut terasa nyeri, tidak lama kemudian gelembung
pecah mengeluarkan cairan bening. Mual (-) muntah (-) batuk (-) sesak (-) pingsan (-),
demam (-)
•Status Generalis •Thorax depan dan belakang
•Keadaan umum: Baik •Inspeksi : simetris (+), sikatrik (-), •Abdomen
pelebaran sela iga (-) dan
•Kesadaran : Compos mentis. •Inspeksi: Datar
pelebaran pembuluh darah (-)
GCS 15 •Auskultasi: bising usus (+)
•Palpasi: Trakea tidak deviasi,
•Tanda vital : normal
Fremitus taktil dan fremitus vocal
•TD = 130/90 mmHg kanan = kiri. •Palpasi: nyeri tekan(-). Hepar
•RR = 20 x/menit dan lien tidak teraba
•Perkusi: Sonor kiri kanan, batas
•N = 84 x/menit pembesaran
paru hepar ICS V linea
•S = 36,8 0C midclavicularis dextra, •Perkusi : timpani pada
seluruh kuadran
•SpO₂ : 99% •Auskultasi: SND ves (+/+), Rh(-/-),
Wh (-/-) •Ekstremitas : Akral hangat,
•BB = 67 kg
CRT <2”, edama tungkai (-/-)
•Kepala: Normochepal •Cor
•Mata : CA(-/-), SI(-/-), Isokor •Inspeksi: iktus cordis tidak terlihat
3mm/3mm, RCL (+/+), RCTL •Palpasi: iktus cordis teraba di ICS
(+/+) V linea midclavicula sinistra
•Leher : Pembesaran KGB (-/-) •Perkusi: pekak, batas jantug
kesan normal
•Auskultasi: Bunyi jantung S1-S2
murni, regular, murmur (-) gallop
(-)
Regio gluteus Regio femoralis
dekstra dan posterior
sinistra: dekstra dan
• Inspeksi: eritema sinistra:
(+) edema (-) • Inspeksi: eritema
bula (-) tampak (+) edema (-) bula
luka bakar (+) (-) tampak luka
• Palpasi: nyeri bakar (+)
tekan (+) • Palpasi: nyeri
tekan (+)
LUAS LUKA BAKAR
Gluteus dekstra : 2,5 %
Gluteus sinistra : 2,5 %
Paha belakang dekstra :9%
Paha belakang sinistra :9%
Total : 23 %
Hasil Pemeriksaan Laboratorium
• Hemoglobin : 14,3 g/dL
• Leukosit : 5.810 /µL
• Trombosit : 306.000 /µL
• Hematokrit : 44,6 %
• Eritrosit : 4,96 x 106 /µL
• HBsAg : non-Reaktif
• HIV : non-Reaktif
• GDS : 181 g/dL
USULAN PEMERIKSAAN TERAPI
Non medikamentosa
- Natrium dan kalium
1. Rehidrasi cairan menggunakan RL

DIAGNOSA KLINIS Medikamentosa


1. Wound toilette
Combustio grade II A 23% 2. Antibiotik :Ceftriakson 1x2 gr (iv)
3. Analgetik: ketorolac 3x1 amp (iv)
4. PPI: ranitidine 1x1 vial (iv)
5. ATS 1500 IU (IM) ST
PROGNOSA
Tindak lanjut: debridement Quo ad vitam: dubia ad
bonam
Quo ad functionam: ad
malam
Quo ad sanationam: ad
bonam
Terimakasih
Tinjauan pustaka
Definisi
• Luka bakar adalah trauma yang disebabkan oleh termis, elektris, khemis dan radiasi yang
mengenai kulit, mukosa, dan jaringan yang lebih dalam.

Etiologi
• Beberapa penyebab luka bakar menurut Syamsuhidayat (2007) adalah sebagai berikut:
• Luka bakar suhu tinggi (thermal burn)
• Benda panas: padat, cair, udara/uap
• Api
• Sengatan matahari/ sinar panas
• Luka bakar bahan kimia (chemical burn), misalnya asam kuat dan basa kuat.
• Luka bakar sengatan listrik (electrical burn), misalnya aliran listrik tegangan tinggi.
• Luka bakar radiasi (radiasi injury)
patofisiologi
Fase luka bakar
• Fase akut
• Fase subakut
• Fase lanjut