Anda di halaman 1dari 33

Family Assesment Tools

Team teaching IKM FK Undip


Konsep Kedokteran Keluarga

KEDOKTERAN
KELUARGA

Disiplin akademik profesional, yang


menerapkan kedokteran klinis dalam
komunitas keluarga

Pelayanan kedokteran dengan pendekatan


keluarga
9 Prinsip Pelayanan Kedokteran Keluarga

1. Komprehensif dan holistik


2. Kontinu
3. Mengutamakan pencegahan
4. Koordinatif dan kolaboratif
5. Personal sebagai bagian integral dari keluarganya
6. Mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan
7. Menjunjung tinggi etika, moral dan hukum
8. Sadar biaya dan sadar mutu
9. Dapat diaudit dan dipertangungjawabkan
Segitiga terapetik keluarga
pasien
Gambar disamping merupakan gambaran
segitiga terapetik dalam kedokteran
dimana terdapat hubungan yang saling
mempengaruhi antara pasien,keluarga
pasien, dan dokter yang kesemuanya
bekerjasama dalam hubungan perawatan
medis. Segitiga tersebut diciptakan agar
tersedia kualitas perawatan kesehatan
yang berorientasi pada keluarga dimana
keluarga berfungsi sebagai sumber paling
mendasar keberadaan pasien dan
keluarga. Dengan kata lain keluarga
merupakan patner alami dalam
perawatan kesehatan
dokter keluarga
Family Assessment Tools

Genogram

Family Map

APGAR

SCREEM

Family Life Line

Family Life Cycle


1. Family Genogram

• Genogram adalah suatu alat bantu berupa peta skema (visual map) dari
silsilah keluarga pasien yang berguna bagi pemberi layanan kesehatan
untuk segera mendapatkan informasi tentang nama anggota keluarga
pasien, hubungan antar anggota keluarga.
• Genogram yang lengkap mencakup :
1. Nama dan umur semua anggota keluarga
2. Waktu kelahiran, pernikahan, perpisahan, perceraian, kematian
(termasuk penyebabnya)
3. Informasi terkait tiga atau lebih generasi
4. Penyakit (termasuk penyakit keturunan dan masalah penyakit yang
signifikan)
5. Penanda anggota keluaga mana yang tinggal serumah
6. Pemberi Informasi
7. Tanggal genogram dibuat
• Genogram dapat membantu dokter untuk :
• 1. mendapat informasi dengan cepat tentang data yang terintegrasi
antara kesehatan fisik dan mental di dalam keluarga
• 2. pola multigenerasi dari penyakit dan disfungsi
GENOGRAM COMPONENTS
Symbols
Standardized Symbols used in Family Genograms

d date of divorce
male
D Date of death
female
abortion or miscarriage
Sex not specified
Induced abortion
Deceased/death Pregnancy-child in utero

A Adopted female Dizygotic twins

b date of birth Monozygotic Twins

m date of marriage
Standardized Symbols used in Family Genograms

Symbols of diseases or situation

Obesity ♥ ♥ Heart disease

Allergy Stroke

xxx xxx Alcoholism


  Depression

Asthma
War Casualty

Hypertension
Commonly used Abbreviations

ALC Alcoholic GI GI tract disease

ALL Allergy HT Hypertension


ARTH Arthritis MI Myocard Infarction

MVP Mitral Valve Prolapse


CAD Coronary Artery Disease

PUD Peptic Ulcer Disease


CVA Cerebrovascular Accident

CA Cancer SLE Systemic Lupus Erythematosis


DEP Depression
TB Tuberculosis
DM Diabetes mellitus
Standardized Symbols used in Family Genograms

Close relationship
married and year
1989
Family living together

1990 Separation and year

1992 Divorce and year


1989

Unmarried relationship 1989

Conflictual relationship 1992

Distance relationship
3. APGAR
(Addaptation, Partnership, Growth, Affection, Resolve)

• Merupakan alat screening untuk disfungsi keluarga, kepuasan


individu mengenai hubungan kekeluargaan.

Adaptation :
Partnership :
kemampuan anggota keluarga Growth:
menggambarkan komunikasi,
tersebut beradapatasi dengan menggambarkan dukungan
saling membagi, saling mengisi
anggota keluarga yang lain, keluarga terhadap hal – hal
antara anggota keluarga dalam
serta penerimaan, dukungan baru yang dilakukan anggota
segala masalah yang dialami
dan saran dari anggota keluarga tersebut.
oleh keluarga tersebut.
keluarga yang lain.

Resolve:
Affection: menggambarkan kepuasan
menggambarkan hubungan anggota keluarga tentang
kasih sayang dan interaksi kebersamaan dan waktu yang
antar anggota keluarga. dihabiskan bersama anggota
keluarga yang lain.
Intepretasi APGAR

• Skor untuk masing


– masing kategori • PENILAIAN :
adalah : • 7–10 berarti keluarga yang dinilai adalah sehat, dalam arti
• 0= jarang / tidak setiap anggota keluarga saling mendukung satu sama lain
sama sekali • 4-6 berarti keluarga yang dinilai adalah kurang sehat,
• 1= kadang – kadang dalam artihubungan antar anggota keluarga masih perlu
untuk lebih ditingkatkan
• 2= sering / selalu
• 0–3 berarti keluarga yang dinilai sama sekali tidak sehat,
dalam artisangat memerlukan banyak perbaikan untuk
lebih meningkatkan hubunganantar anggota keluarga
APGAR Hampir Kadang- Selalu
Tidak kadang (2)
Pernah (0) (1)
Saya puas dengan keluarga saya karena
masing-masing anggota keluarga sudah
menjalankan kewajiban sesuai dengan
seharusnya
Saya puas dengan keluarga saya karena dapat
membantu memberikan solusi terhadap
permasalahan yang saya hadapi
Saya puas dengan kebebasan yang diberikan
keluarga saya untuk mengembangkan
kemampuan yang saya miliki
Saya puas dengan kehangatan / kasih sayang
yang diberikan keluarga saya
Saya puas dengan waktu yang disediakan
keluarga untuk menjalin kebersamaan
Total
4. SCREEM
(Sosial, Culture, Religion, Economic, Education, Medical)

• Menggambarkan ketersediaan sumber, penilaian kapasitas


keluarga dalam berpartisipasi pada ketentuan pelayanan
kesehatan atau mengatasi krisis
• Untuk mengisi kolom family SCREEM kita harus bisa menentukan
sumber daya yang berguna dan yang tidak berguna ditinjau dari
segi sosial, budaya, agama, ekonomi, pendidikan, kesehatan.
• Sumber daya yang berguna dimasukkan kedalam kolom resources
misal : keluarga tersebut disukai di masyarakat sekitar, saling
tolong menolong
• Sedangkan hal yang tidak berguna dimasukkan kedalam kolom
patologi misal : keluarga dikucilkan di tengah masyarakat, saling
bermusuhan
5. Family Life line

• Family Life Line atau Jalur hidup keluarga  menggambarkan secara


kronologis stress kehidupan / kejadian klinis & pemecahannya
(bagaimana mereka mengatasi)
Contoh dari Family Life Line

Tahun Usia Peristiwa Severity of Headache


Pasien • Garis kehidupan disamping
1993 15 tahun Ibu pasien wafat karena menggambarkan secara konologis
penyakit stroke stress kehidupan, sebagai contoh dari
kesakitan berupa migrain yang naik
turun sesuai dengan tingkat stress yang
1995 17 tahun Argumentasi dengan ayah dialami oleh pasien,misal : pada tahun
1993 pasienberusia 15 tahun kejadian
1997 20 tahun Stress akibat ujian akhir hidup yangdialami adalah ibu pasien
wafat dan menyebabkan pasien
menjadi stress kemudian terjadilah
migrain yang hebat, kemudian di tahun
2000 23 tahun Stress akibat pekerjaan 1995 pasien bertengkar dengan ayah
nya dan muncul migrain tetapi dalam
2002 25 tahun Anak pertama sakit ISPA intensitas yang ringan, kemudian saar
tahun 1997 pasien merasa stress akibat
ujian akhir dan merasakan migrain
yang cukup parah.
6. Family Life Cycle

• Siklus kehidupan keluarga penting bagi dokter keluarga untuk


mempertajam permasalahan yang dihadapi dan ataupun cara
penyelesaian masalah kesehatan yang ditemukan pada para
anggota keluarga.
Fungsi Family Life Cycle

• 1. Memberikan keterangan tentang rangkaian kejadian –


kejadian pada kehidupan keluarga yang berurutan, yang
terorientasi secara kronologis, yang terprediksi, dengan dokter
keluarga dan profesi kesehatan lainnya telah dikenal.
• 2. Memahami rangkaian perubahan stress yang membutuhkan
kompensasi dengan keluarga demi mempertahankan
kelangsungan hidup
• 3. Mengetahui Kejadian – kejadian dalam siklus hidup keluarga
dapat berhubungan dengan kejadian - kejadian klinis dan untuk
menyehatkan biaya hidup keluarga
Duvall membagi menjadi 8 tahap, yaitu

1.Pasangan yang baru menikah ( tanpa anak )  lamanya ± 2 tahun


2. Keluarga dengan anak yang baru dilahirkan ( usia anak tertua adalah
baru lahir – 30bulan )  lamanya ± 2,5 tahun
3. Keluarga dengan anak pra sekolah ( usia anak tertua adalah 30 bulan – 6
tahun )  lamanya ± 3,5 tahun
4. Keluarga dengan anak yang bersekolah ( usia anak tertua adalah 6 – 13
tahun)  lamanya ± 7 tahun
5. Keluarga dengan anak usia remaja ( usia anak tertua adalah 13 – 20
tahun)  lamanya ± 7 tahun
6. Keluarga dengan anak meninggalkan keluarga ( anak pertama pergi dan
anak terakhirtinggal di rumah)  lamanya ± 8 tahun
7.Keluarga dengan usia orang tua pertengahan ( tak berkumpul lagi hingga
pensiun ) lamanya ± 15 tahun
8.Keluarga dengan usia orang tua jompo (pensiun hingga kedua suami istri
meninggal )-->lamanya ± 10 - 15 tahun
Contoh masalah yang terjadi pada beberapa
tahap siklus kehidupan
Stage : Pasangan Baru Menikah
Problem Medis Problem Ekonomi Problem Sosial
-Infertilitas -Penghasilan -Masalah dengan mertua
kurang/pas-pasan
-Kehamilan Muda -Adaptasi dengan
pasangan
-Adaptasi dengan
lingkungan baru
Contoh masalah yang terjadi pada beberapa
tahap siklus kehidupan
Stage :Keluarga pra sekolah
Problem Orang tua Problem anak
-KB -anak gizi buruk
-Ploblem masalah ObsGin -menderita ISPA
-Penyakit episodik -perkembangan anak terhambat
5 tahapan Dokter pada Keluarga
Level 1: Minimal emphasis on the family
(Penekanan yang minimal pada keluarga)

Level 2: Providing medical information & advice


(Memberikan informasi & nasihat medis)

Level 3: Providing feelings and support


(Memberikan perhatian pada perasaan &

dukungan)

Level 4: Family assessment & counseling


(Penilaian keluarga & konseling)

Level 5: Family Therapy (Terapi keluarga)


Level 1: Minimal emphasis on the family
(Penekanan yang minimal pada
keluarga

• Intraksi hanya terbatas pada pasien saja


• Dokter sebagai pusat/ “berkuasa” sehingga komunikasi
menjadi satu arah
• Dokter hanya terfokus bagaimana mengumpulkan data
biomedis dan informasi keluarga
• untuk menegakkan diagnosa dan terapi dengan benar
Level 2: Providing medical information & advice
(Memberikan informasi &
nasihat medis)
• Family adalah partner dalam pelayanan
• Berkolaborasi dalam pertukaran berbagai informasi
• Dokter memberikan informasi secara jelas kepada pasien
dan keluarganya: memberikan
• edukasi minimal ke 1 anggota keluarga sehubungan
dengan penyakit pasien
• Dokter meminta masukan dari pasien dan keluarganya
dalam merencanakan diagnostik
• dan terapi
Level 3: Providing feelings & support
(Memberikan perhatian pada perasaan &
dukungan)

• Dokter berusaha mencari “masalah” yang berhubungan dengan psikologis


pasien maupun keluarganya
• Dokter menunjukkan kemampuan mendengarkan secara empati dan
menunjukkan ekspresi perasaan dan perhatiannya terhadap kondisi pasien dan
dampaknya terhadap keluarga
• Dokter mampu menetralisir perasaan dan reaksi emosi dari kondisi pasien,
memberikan dorongan terhadap anggota keluarga untuk menghadapi masalah
secara bersama-sama, serta mengidentifikasi adanya disfungsi dalam keluarga
Level 4: Family assessment & counseling
(Penilaian keluarga & konseling)

• Dokter menilai masalah pasien dan hubungannya dengan “family dynamics”


• Dokter berusaha untuk tercapainya perubahaan psikososial pasien dan atau
anggota
keluarganya yang mendukung kearah kesembuhan pasien
• Konseling singkat dapat berupa 1 atau beberapa kunjungan ke tempat
pasien , yang biasanya sangat efektif untuk mengidentifikasi masalah dan
membuat solusi penyelesaian masalah
• Jika problem tidak terlalu komplex dan jangka lama, maka bekerjasama
dengan keluarga pasien akan mampu mengatasi masalah tersebut. Tetapi
jika konseling tidak berhasil /efektif, maka dapat merujuk ke “family
terapist” (psikolog keluarga)
Level 5: Family therapy (Terapi keluarga)

• Dokter bertemu dengan pasien dan keluarganya secara


teratur untuk merubah kebiasaan yang “tidak sehat”
dalam keluarga
• Biasanya ini membutuhakan profesional atau training
khusus (psikoterapi tingkat lanjut)
TERIMAKASIH