Anda di halaman 1dari 27

SISTEM IMUN

Disusun Oleh :
Nindya Tresna Wiwitan
(P17111171005)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


Sistem Imun
Fungsi :
1. Meindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit,
menghancurkan dan menghilangkan
miroorganisme atau substansi asing
(bakteri,parasit, jamur, dan virus, serta tumor)
yang masu ke dalam tubuh.
2. Menghilangan jaringan atau sel yang mati atau
rusak (debris sel) untu perbaikan jaringan.
3. Mengenali dan menghilangkan sel yang
abnormal.
Sistem Imun
Pertahanan Tubuh Alami
• Pertahanan fisik: kulit
• Pertahanan Mekanik: rambut hidung, silia Silia
• Pertahanan Kimia: air mata, mukus, saliva
•Pertahanan Biologis: bakteri alami
• Pertahan
mekanik
berupasel-sel
bersilia dalam
saluran
pernapasan

Pertahanan Tubuh oleh Sel Darah Putih


• Neutrofil, eusinofil, basofil, monosit, limfosit
SISTEM IMUN
Non Spesifik (Alamiah) Spesifik (Adaptif)
Sistem imun nonspesifik Sistem imun spesifik
adalah sistem imun bawaan mempunyai kemampuan untuk
(sudah ada) yang secara mengenali benda yang dianggap
nonselektif memperthankan asing. Benda asing yang pertama
tubuh dari benda asing atau kali muncul akan segera dikenali
materi abnormal apapun dan terjadi sensitisasi sel-sel
jenisnya, bahkan meskipun baru sistem imun tersebut.
pertama kali terpapar.
Respon sistem imun spesifik
lebih lambat karena dibutuhkan
sensitisasi oleh antigen namun
memiliki perlindungan lebih baik
terhadap antigen yang sama.
Sistem Imun Non-Spesifik

- Tersebar diseluruh tubuh


- Dalam sumsum tulang, timus, darah, KGB, limpa, sal nafas, saluran cerna,
sal kemih dan jaringan
- Berasal dari sel prekursor multipoten dalam
sumsum tulang
• Biokimia
- Lisozim  (keringat, ludah,air mata, ASI) 
menghancurkan dinding sel kuman gram positif
- Laktoferin dan asam neuraminik (ASI) anti bakterial
E.coli dan staphylococus
- HCL, enzim proteolitik, empedu  lingkungan – cegah
infeksi bakteri
- Laktoferin dan transferin (dari makrofag)  ikat zat
besi
- Lisozim (dari makrofag) hancurkan gram negatif
Humoral
• Crp
- Protein fase akut
- Kadar me pada infeksi akut, kerusakan jaringan
- Cara kera  opsionalCRP melapisi bakteri  sehingga mudah dikenali
dan dimakan oleh makrofag fagositosis

•Interferon
-Glikoprotein yang dihasilkan sel tubuh sebagai responden thdp infeksi virus
-Sifat antivirus
induksi sel sekitar sehingga resisten terhadap virus
aktifkan sel NK
•Komplemen
-Komplemen meningkatkan fagositosis dengan cara :
1. Menghancurkan membran bakteri
2. Melepas bahan kemotaktik  makrofag >> ke tempat bakteri
3. Opsonisasi memudahkan makrofag mengenali dan memakan bakteri
- Td 9 komponen  C1 – C9
- C3 >>  kadar C3 serum ~ gamb biologik konsentrasi C
- Aktivasi  interaksi Ag-Ab kontak dg dinding sel sasaran
Seluler
• Sel Fagosit : monosit, makrofag, neutrofil, eusinofil

• Sel Nul : Natural Killer


• Sel Basofil : Basofil, Mostosit, Trombosit
GAMBAR NAMA FUNGSI

Monisit "pembersih vakum" (fagositosis) dari neutrofil, tetapi


lebih jauh dia hidup dengan tugas tambahan:
memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga
patogen tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat
membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.
Makrofag Menelan dan mencerna patogen

Neutrofil memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi


bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah
yang banyak menyebabkan adanya nanah.
Eosinofil Meningkatnya eosinofil menandakan banyaknya parasit.

Basofil Bertanggungjawab untuk memberi reaksi alergi dan


antigen dengan jalan mengeluarkan histamin kimia yang
meyebabkan peradangan.
Sel Null/ Menghancurkan virus dan sel kanker dengan bantuan
Natural Killer interferon dan sel K yang tugasnya menghancurkan MO.
Sistem Imun Non-Spesifik
dalam Tubuh
Organ dan Jaringan Limfoid
Pertahan Imunitas Bawaan
(Nonspesifik) Mencakup
1. Peradangan, suatu respon nonspesifik terhadap cedera
jaringan dimana spesialis-spesialis fagositik – neutrofil dan
makrofag – berperan besar, bersama dengan asupan
suportif dari tipe sel imun lain.
2. Interveron, sekelompok protein yang secara nonspesifik
mempertahankan sel dari inveksi virus.
3. Natural killer kells, suatu kelompok khusus sel mirip
limfosit yang secara spontan dan non spesifik melisiskan
atau memecahkan dan menghancurkan sel pejamu yang
terinfeksi virus dan sel kanker.
4. Sistem komplemen, sekelompok pritein plasma inaktif
yang jika diaktifkan secara berurutan, akan merusak sel-
sel asing dengan menyerang membran plasmanya.
Sistem Imun Spesifik
HUMORAL

Limfosit B atau sel B berperan dalam sistem imun


spesifik humoral yang akan menghasilkan antibodi. Fungsi
utama antibodi sebagai pertahanan terhadap infeksi
ekstraselular, virus dan bakteri serta menetralisasi
Sistem Imun
Imunoglobulin G ( Ig G ).
• Pada reaksi imun sekunder yang di produksi
terbanyak adalah IgG.
• Karena IgG mampu menembus jaringan plasenta.
• Memberikan proteksi utama pada bayi terhadap
infeksi selama bberapa minggu I setelah lahir.
• IgG di keluarkan melalui cairan kolostrum dapat
memenbus mukosa usus bayi dan memambah daya
kekebalan bayi.
• Menetralisisr tosin kuman sebagai fagositosis.
Imunoglobulin A ( IgA ).
• Terdapat di dalam serum.
• Dapat dikeluarkan secara selektif di dalam sekresi
seperti ludah,keringat,air mata, lendir hidung,
kolostrum,sekresi saluran pernafasan,
sal.pencernaan.( copro antibodies.
• Fungsinya dapat mencegah melekatnya
mikroorganisne pada sel mukosa.
Imunoglobulin M (IgM )
• IgM sangat efisien reaksi aglutinasi
• Reaksi sitolitik karena timbulnya cepat setelah
infeksi dan tetap tinggal dalam darah.
• IgM merupakan daya tahan tubuh penting
pada bakteremia.
Imunoglobulin D (IgD ).
• Fungsi keseluruhan belum jelas.
• IgD sebagai antibodi terhadap inti sel.
• IgD pada permukaan sel limfosit dalam tali
pusat dan merupakan reseptor yang pertama
dalam permulaan kehidupan sebelum alih
fungsi oleh IgM dan imunoglobulin lain.
Imunoglobulin E ( IgE ).
• Didalam serum hanya ditemukan dalam
konsentrasi yang sangat rendah.
• IgE bila di suntikkan ke dalam kulit akan
menyebabkan degranulasi dari mast cell
dengan mengeluarkan zat amin yang vaso
aktif.
• Kadar serum dalam darah akan naik pada
infeksi parasit tertentu seperti cacing.
Bentuk-Bentuk Antbodi
Seluler
Limfosit T / Sel T
• Berasal dari sel multipoten di sumsum tulang
diferensiasi dan pematangan di timus
• Reseptor: TCR
• CD4+ (T helper) dan CD8+ (sitotoksik)
• Dalam timus terjadi 2 proses penting pada limfosit T
 edukasi timus
• Pertama
– Sel-sel yang dapat bereaksi dengan MHC kelas II akan
mempertahankan petanda CD4+
– Sel-sel yang dapat bereaksi dengan MHC kelas I akan
mempertahankan petanda CD8+
– Sel-sel yang tidak mampu bereaksi dengan MHC kelas I
maupun II akan disingkirkan
• Kedua
– Sel CD4+ dan CD8+ yang memiliki reseptor terhadap
protein self dieliminasi melalui proses apoptosis
Proses
Limfosit T
Fungsi Limfosit T
• Pertahanan terhadap bakteri intrasel, virus, jamur,
parasit, keganasan
• Secara umum dibagi menjadi:
– Regulator  sel T helper (Th CD4+)
• Efektor  sel T sitotoksik (CD8+)

• Regulator
• Sel T umumnya berperan pada inflamasi, aktivasi
makrofag dalam fagositosis, aktivasi dan proliferasi
sel B dalam produksi antibodi, pengenalan dan
penghancuran sel yang terinfeksi virus
Respon Imun Spesifik

Sel B menemukan Sel B menunggu aktivasi Kemudian sel B


antigen dan menangkap dari sel T helper mengktivasi sel plasma
dan sel memori

Kmd sel plasma Sel antibodi memfagosit Sel memori mengingat


memproduksi antibodi untuk antigen terus apbl ada antigen
menyerang antigen yang sama
Daftar Pustaka
• Bratawidjaya K G. Imunologi Dasar Edisi ke-10. Jakarta:
Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;
2012
• Wahab A S, Madarina Julia. Sistem Imun, Imunisasi, dan
Penyakit Imun. Jakarta: Penerbit Widya Medika; 2002
• Rantam, F.A. (2003). Metode Imunologi. Surabaya :
Airlangga University Press.
• Ahmad,A. (2013). Pengertian, Fungsi dan Mekanisme
Sistem Imun Tubuh Manusia. [Online]. Tersedia
:http://kidungkawan.blogspot.com/2013/10/pengertian-
fungsi-dan-mekanisme-sistem.html. [16 Januari 2019].
TERIMAKASIH