Anda di halaman 1dari 12

Distribusi Frekuensi

Tabel distribusi frekuensi adalah tabel yang menunjukkan penggolongan-


penggolongan sekumpulan data dan setiap golongan mempunyai frekuensi-
frekuensi tertentu, atau
Merupakan susunan data dalam tabel yang telah diklasifikasikan menurut
kelas-kelas atau kategori tertentu.
Tujuan pengelompokan data kedalam
tabel distribusi frekuensi
 Untuk memperoleh gambaran sederhana, jelas dan sistematis mengenai
suatu masalah yang telah dinyatakan dalam bentuk angka.
 Agar data observasi lebih mudah dipahami.
 Mempermudah memahami karakteristik data observasi.
Menyusun tabel distribusi frekuensi

 Menentukan banyaknya kelas


 Menentukan panjang interval kelas
Menentukan banyaknya kelas

 Penentuan banyaknya kelas tergantung pada ciri-ciri (sifat) data mentah


dan tujuan penggunaan data.
Rumus umum yang sering digunakan:

k = 1+3,3 log n
k: banyak kelas interval
Angka 1 dan 3,3: bilangan konstan
n: banyak data
Menentukan Panjang Interval Kelas
 Sebaiknya digunakan panjang interval sama.
 Hindari kelas terbuka
 Besarnya interval sangat tergantung pada banyaknya data dan rentangan
Rumus umum panjang interval:
C= R/k
C: panjang interval kelas
R: rentangan (range)
k: banyak kelas
R= Xmax – Xmin
R: rentangan (range)
Xmax: nilai data yang tertinggi
Xmin: nilai data yang terendah
Istilah penting

 Batas Bawah: batas bawah dari suatu kelas


 Batas atas: batas atas dari suatu kelas
 Titik tengah (Xi): setengah dari jumlah batas bawah dan batas atas atau
setengah dari suatu kelas interval
𝐵𝐵+𝐵𝐴
Xi =
2
 Batas nyata atau real limit: terdiri atas batas nyata bawah dan batas nyata
atas.
 Batas semu: jarak antara batas atas kelas sebelumnya dengan batas
bawah kelas yang bersangkutan.
Yang harus diperhatikan ketika
memasukkan data ke kelas interval
 Tidak boleh satu data dimasukkan dua kali atau lebih
 Tidak boleh suatu data lupa memasukkannya ke dalam kelas intervalnya
atau tertinggal
 Tidak boleh satu data salah masuk
Histogram dan Poligon

Histogram menggambarkan beda antara kelas-kelas interval dalam sebuah


tabel distribusi frekuensi.
Sumbu ordinat histogram adalah frekuensi dan sumbu absis adalah batas
bawah atau batas nyata bawah.
Poligon merupakan kurva frekuensi yang dibuat dengan menghubungkan titik
tengah antara satu batang dengan batang yang lain pada satu histogram
Frekuensi Relatif

Frekuensi relatif adalah frekuensi yang dinyatakan dalam bentuk angka relatif.
Angka relatif bisa pecahan dan bisa persentase.
Rumus:

𝑓𝑖
Fr=
Σ𝑓𝑖
Σ𝑓𝑖: banyak data
𝑓𝑖 (frekuensi absolut): frekuensi masing-masig kelas interval
Fr: frekuensi relatif
Frekuensi Kumulatif

Dihitung dengan menjumlahkan frekuensi kelas yang bersangkutan dengan


frekuensi kelas selanjutnya.
Dua macam frekuensi kumulatif:
 Frekuensi kumulatif kurang dari

FKKDi = f1+f2+f3+...+fn
 Frekuensi kumulatif lebih dari

FKKDi = n-Σfi
Kurva frekuensi yang diratakan

 Yakni kurva poligon dimuluskan atau diratakan.


 Rumus:
Σ 1 𝑓𝑖𝑠𝑏 +2 𝑓𝑖𝑦𝑏 +1(𝑓𝑖𝑠𝑡)
Firt =
4
Firt: Simbol frekuensi yang diratakan
𝑓𝑖𝑠𝑏: frekuensi sebelum kelas yang bersangkutan
𝑓𝑖𝑦𝑏: frekuensi pada kelas yang bersangkutan
𝑓𝑖𝑠𝑡: frekuensi setelah kelas yang bersangkutan